Wednesday, November 30, 2011

PSMS ISL jamu Mitra Kukar

MEDAN - PSMS Medan siap menjamu Mitra Kukar mengawali laganya di Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 di Stadion Teladan Medan, Minggu nanti. CEO PSMS, Idris SE, menyebutkan laga perdana Ayam Kinantan tersebut memiliki dua misi.

Pertama memberi hiburan berupa kemenangan kepada publik sepakbola Medan dan kedua revans atas kekalahan di putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 lalu.

"Kenangan manis ini ataupun revans diwajibkan buat PSMS apabila tampil di kandangnya, tidak boleh kalah siapapun lawannya," ujar Idris baru-baru ini.

Sejak era Ramli Yatim cs (1950-an) hingga sekarang zamannya Markus Haris Maulana cs, masyarakat Kota Medan tidak mau melihat Ayam Kinantan kalah di Stadion Teladan. Menanggapi tuntutan itulah, Idris sudah mempersiapkan tim dengan merekrut pelatih asal Malaysia, Raja Isa, plus meminang pemain-pemain berkualitas.

"Siapapun pemainnya, pasti diseleksi tanpa terkecuali. Inilah yang membuat saya bersama ofisial lainnya optimis menghadapi Mitra Kukar nanti, hingga PSMS bakal mengakhiri pertandingan sebagai pemenang," lanjutnya.

Disinggung mengenai hasil turnamen segtiga Trofeo Persija di Jakarta baru-baru ini, Idris mengaku pihaknya memang tidak memasang target karena turnamen itu lanjutan persiapan PSMS sebelum tampil di ISL. Untuk ISL nanti, khususnya di Medan, target PSMS adalah menang.

Dalam kesempatan itu, Idris juga mengajak publik sepakbola Medan memberi dukungannya kepada Osas Saha cs saat melakoni laga perdananya di pentas ISL nanti.

Markus Jadi Kapten PSMS ISL


Raja Isa, pelatih PSMS Medan menunjuk Markus Haris Maulana sebagai kapten tim. Kiper 29 tahun ini dinilai sebagai sosok yang mumpuni memimpin Ayam Kinantan-julukan PSMS-dalam setiap laga. Memiliki moril dan mentalitas tanding serta mampu mengordinasi dengan baik rekan-rekannya.

Raja Isa, menjelaskan penunjukkannya terhadap Markus, lantaran, kiper asal Pangkalan Brandan itu cukup senior dalam hal usia dan kematangan emosional di antara seluruh pemain.

"Kami sudah menunjuk Markus sebagai kapten. Dia ikonnya Medan, dan kami melihat dia bisa memimpin dan menjembatani pemain yang muda-muda dengan senior," ungkapnya.

Posisi kapten dijabat kiper, menurut Raja Isa hal yang wajar, meskipun tak banyak penjaga gawang mengemban tugas ini. Dia menyebutkan tokoh kiper sepakbola timnas Italia, Dino Zoff yang sukses menjadi kapten di jamannya. "Dino Zoff mampu membawa Italia juara Piala Dunia. Dan Markus pasti bisa memimpin tim rekan-rekannya layaknya Dino Zoff," ungkapnya.

Pelatih kiper PSMS, Sugiar mengatakan sudah mendiskusikan soal penunjukkan Markus. "Kita sudah sepakat, Markus kami harapkan bisa jadi pemimpin yang baik untuk seluruh pemain," timpalnya.

Markus Horison sendiri, mengatakan, ini kali pertama dia terpilih sebagai kapten dalam sejarah memperkuat klub-klub yang dibelanya. Ban kapten di PSMS ISL sudah tampak menjadi miliknya, karena sudah terpasang di lengannya saat PSMS mengikuti turnamen segitiga di Jakarta, Minggu (27/11).

"Ini klub pertama yang saya jadi kaptennya. Ini sebuah kepercayaan ke saya dan akan saya jaga. Bukan beban bagi saya, tapi peran menarik yang menuntut tanggungjawab tinggi. Saya harus bisa jadi panutan di dalam dan luar lapangan ," ungkapnya kepada tribun.

Sebagai panglima skuad, mantan kiper Arema, Persib dan Persik Kediri ini, jabatan kapten bukanlah beban. "Yang pasti sebagai kapten, saya harus bisa jadi orang tua di dalam dan di luar lapangan. Saya juga harus bisa lebih dekat ke pelatih dan menjembatani komunikasi dengan pemain," pungkasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Klub-klub Pemilik PSMS Persoalkan Kapasitas Idris

CEO PSMS Medan, Idris mengundang 40 klub sub ordinat PSMS. Agenda di undangan tersebut akan membahas perihal kesinambungan PT PSMS. Sebagaimana diketahui legalitas PT PSMS sedang bermasalah.

Keberadaannya dinilai fiktif karena ketiadaan akta notaries yang absah. Undangan ini jelas saja menuai kecaman dari beberapa pemilik klub. Sebab secara hirarki organisasional, Idris dinilai tidak memiliki kapasitas sebagai pengundang.

Penelusuran Tribun, awalnya agenda tersebut disisipkan pada surat undangan technical meeting babak 16 besar yang dilayangkan kepada 40 klub. Surat bernomor 19/PANPEL-TP/XI/2011 pada poin ketiga sub ketiga bertuliskan “membicarakan kelangsungan PT PSMS”. Surat undangan ditandatangani Ketua Panitia Pelaksana turnamen Rahudman Cup, Yongkie Haurissa dan Wakil Sekretaris Zulkifli.

Akhirnya, surat undangan terpisah dibuat dengan agenda sama. Uniknya pengundang adalah Idris SE sebagai Sekretaris Umum PSMS Medan. Pertemuan akan dihelat hari ini, Selasa (28/11) malam di Garuda Plaza Hotel.

Ketua PS Bintang Utara, Azar Tanjung menyoal kapasitas Idris sebagai pengundang. “Apa wewenang Idris dengan agenda pembicaraan kesinambungan PT PSMS. Sepatutnya pihak pengundang adalah dewan direksi atau dewan komisaris. Idris kan hanya sebagai pemilik klub saja,” ujarnya.

Azar juga menolak penyebutan Idris sebagai sekretaris umum PSMS. “Darimana jalannya ia sekretaris umum. Kami tidak mengakuinya. Itu kan musim dan sudah demisioner. Sekarang masih Rahudman Harahap yang jadi Ketum PSMS. Susunan pengurus baru belum kami terima secara tertulis, masih lisan,” katanya. Ia menyebutkan Direktur PT PSMS yang paling layak membuat pertemuan tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Direktur PT PSMS, Dolly Sinumba Siregar justru mengaku tidak mendapat undangan itu. “ Saya tidak diundang pada pertemuan itu. Saya pikir rencana itu keliru, kapasitas Idris sebagai apa? Kepengurusan Idris kan sudah demisioner,” katanya Dolly yang juga Ketua PS Padang Lawas.

Pernyataan menohok bersuar dari Freddy Hutabarat, Ketua PS Medan Putera. Ia yang juga mengaku tidak mendapat undangan mewanti-wanti agar klub-klub mampu bersikap bijak. “Mungkin undangannya belum sampai. Tapi kalau memang enggak sampai, berarti ada kesengajaan. Lihat saja besok (bc. hari ini) saya sebagai ketua klub yang sah akan tetap hadir meski tak diundang,” ujarnya dengan nada tinggi.

Freddy berharap, klub-klub yang hadir bersikap bijak menentukan sikap dan tidak tergiur iming-iming uang dengan kedok dana pembinaan yang rencananya dipersiapkan. “ Tolong tanya hati nurani masing –masing. Lihatlah secara jernih, mana yang benar dan mana yang salah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris PS Deli Putra Azzam Nasution mencoba bersikap lebih tenang. Menurutnya, kekisruhan yang terjadi perlu dicarikan jalan keluarnya.

“Tentunya saya akan hadir di rapat itu dan mengharapkan semua klub nanti yang hadir menentukan komitmen kompetisi mana yang dipilih,” harap Azzam.

Soal sikap, PS Deli Putra mengaku belum menentukan sikap. Namun menurutnya, sepakbola adalah soal degradasi dan prestasi. “Kompetisi mana yang dipilih bukan masalah. Tapi klub-klub harus menentukan sikap. Ini soal kelanjutan perjalanan PSMS,” tandasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Penonton Hujat PSMS di Stadion Teladan

MEDAN-Tak diragukan, minimnya persiapan PSMS IPL alias PSMS ‘Dadakan’ bentukan CEO Fredy Hutabarat, Manajer H MT Aritonang dan Pelatih Kepala M Khaidir menjadikan klub berjuluk Ayam Kinantan ini menjadi pecundang pada laga perdana.

Akibat kekalahan itu, tak jarang para penonton yang menyaksikan laga kontra Persebaya di Stadion Teladan Medan, Minggu (27/11) meneriakkan kata-kata bahwa julukan PSMS telah berubah dari Ayam Kinantan menjadi “Ayam Potong”.

Makian dan teriakan terus terlontar saat pemain PSMS melakukan kesalahan. Kegusaran penonton semakin tinggi saat Persebaya berhasil mengoleksi gol pertama pada menit ke-31. Setelah itu, setiap pemain PSMS melakukan kesalahan, maka yang keluar dari mulut penonton adalah hujatan, seperti “Woi pelatih, pecat aja itu, maen pun kayak …… !!!’
Belum lagi saat gol kedua Persebaya tercipta pada menit ke-40. Setelahnya, setiap serangan Persebaya yang mengarah ke gawang PSMS, maka teriakan kembali terlontar. “Hadoh, jadilah PSMS ini ayam potong” atau “PSMS jadi ayam potong aja.”

Bahkan mengibaratkan pertandingan tinju, ada pula penonton yang meneriakkan “Lempar handuk saja” yang mengartikan menyerah saja. Dan lima menit sebelum pluit panjang berakhir, banyak suporter yang berteriak: “Wasit, habiskan aja waktunya. Kasian” ungkap mereka.

Sementara itu pada masa jeda, terkait adanya dua kompetisi di Indonesia, Ketua PSSI Prof Djohar Arifin mengatakan bahwa kompetisi yang sah adalah IPL. “Ketum PSSI itu cuma satu yakni Djohar Arifin. Karena itu, liga yang sah adalah IPL. Kalau ada yang menyelenggarakan liga di luar IPL, maka itu tak sah,” tegasnya.

Tentang sanksi apa yang akan diberikan kepada klub-klub yang mengikuti liga tak sah itu, Djohar hanya mengatakan, PSMS punya hak untuk bermain di mana saja.

“PSMS itu yang punya klub-klub PSMS. Bagi PSSI ada PSMS yang ikut ke jalur yang tak sah itu tak ada masalah. Itu berpulang kepada klub-klub PSMS, mereka yang harusnya menentukannya. Soal sanksi, itu nanti akan diselesaikan melalui statuta,” ujarnya.

Namun, selaku mantan pemain PSMS, ia mengaku kecewa dengan keputusan yang dilakukan oleh seorang oknum pengurus PSMS yang membawa tim Ayam Kinantan berlaga di ajang ISL.

Saat disebut jika keputusan itu adalah juga keputusan Wali Kota Medan, yang juga Ketua Umum PSMS, Johar Arifin mengatakan bahwa Rahudman Harahap tidak mengetahui kondisi real di lapangan.

“Menurut saya, Pak Wali Kota hanya mendengarkan dan mendapat informasi dari satu pihak saja. Sebaiknya klub-klub PSMS melakukan interaksi, koordinasi dan berkomunikasi dengan Ketum PSMS,” harapnya.

Mengenai legalitas PSMS dadakan ini, ia menjelaskan, saat ini PSMS masih meminjam status dari PT Bintang Medan Metropolitan. “Diharapkan, seiring berjalan waktu, kubu PSMS mampu membentuk perusahaan sendiri. Setelah perusahaan itu ada, maka PT Bintang Medan akan keluar dari PSMS,” jelas Djohar. (saz)

Khaidir minta tambah amunisi

EDAN - Kegagalan memetik poin di laga perdana Indonesian Premier League (IPL) kontra Persebaya Surabaya, Minggu lalu, membuat PSMS besutan M Khaidir menyiapkan langkah pembenahan. Apalagi laga berikutnya PSMS akan menjamu Persija Jakarta di Stadion Teladan, Kamis (1/12) lusa.

Pembenahan tentunya menyoal perbaikan performa di lapangan. Laga perdana kemarin menyisakan banyak catatan yang harus diperbaiki. Khaidir pun menyiapkan amunisi tambahan dengan tujuan yang dimaksud. Sembilan pemain baru akan segera diseleksi dalam waktu yang cukup sempit.

“Ada sembilan pemain yang lokal yang bergabung hari ini. Seleksi ini akan terus berjalan jadi tidak berhenti di sini. Artinya kalau ada pemain yang layak direkrut kami yakin kondisi tim akan lebih baik,” ujarnya.

Tiga di antaranya merupakan mantan pemain Sutrisno (eks Persigo-red), Anton Irawan dan Doni Irawan (eks Persebaya-red). Namun tidak hanya mengandalkan pemain lokal, amunisi asing tentu mutlak dibutuhkan. Dengan materi yang ada, kehadiran legiun asing bisa menjadi solusi.

“Saya sudah mengusulkan nama pemain asing masing-masing satu di posisi stoper, gelandang dan pemain depan. Tapi kami belum bisa menyebutkan namanya, yang jelas harapan kami konsorsium menyetujui,” ujar mantan Pelatih PSDS Deli Serdang ini.

Apakah Juninho termasuk salah satunya? Sebelumnya pemain bernama lengkap Orlando De Melo Juninho itu terlihat hadir saat pertemuan dengan pemain di Hotel Dhaksina, Sabtu lalu. Terbuang dari tim besutan Raja Isa, Juninho tampaknya mencoba nasib di skuad Khadir.

Namun Khaidir memastikan Juninho batal gabung. Juninho tidak memenuhi persyaratan regulasi soal pemain asing yang minimal harus bermain di Divisi I liga negaranya. Sebaliknya karier klub Juninho di klub asal hanya Divisi II.

“Sepertinya Juninho nggak (masuk), karena sesuai verifikasi PSSI yang menyebutkan tim asal pemain itu harus Divisi I,” sebutnya lagi.

Chief Executive Officer (CEO) PSMS IPL, Freddy Hutabarat, menyebutkan ada tiga pemain asing yang hampir dipastikan bisa bergabung ke PSMS.

“Ada tiga orang. Lagi diurus konsorsium termasuk ITC (international transfer certificate) nya. Kita akan upayakan sudah bisa turun minimal dua,” katanya.

Apa urusan Idris undang klub PSMS?

MEDAN - Keruwetan kondisi PSMS Medan semakin menjadi-jadi. Dua kubu yang berseteru hingga memunculkan dua skuad PSMS di kompetisi IPL maupun ISL menjadi episode baru yang semakin membingungkan masyarakat.

Dengan alasan ingin menjelaskan permasalahan yang terjadi kepada 40 klub, CEO PSMS yang berlaga di ISL, Idris mengundang 40 klub pemilik PSMS. Pertemuan itu rencana digelar dalam waktu dekat di Garuda Plaza Hotel (GPH). Panitia terlihat tengah sibuk menyebarkan undangan kepada klub-klub pemilik PSMS.
Lalu apa tanggapan klub?
Ketua PS Padang Lawas, Dolly Siregar, malah menyebutkan dirinya tidak menerima undangan. Lagipula ia mempertanyakan kapasitas Idris mengundang 40 klub. "Abang tidak diundang adinda, rencana itu keliru, kapasitas Idris apa? Kepengurusan PSMS kan sudah demisioner",” ujarnya kepada Waspada Online tadi malam.

Memang PSMS belum merampungkan struktur kepengurusan. Artinya satu-satunya pengurus hanya Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap. Kabarnya, dalam undangan kepada klub ditandatangani Idris sebagai Sekretaris Umum. Sementara itu, klub pemilik PSMS lainnya, Deli Putra mengaku menerima undangan. "Kita sudah terima undangan. Agendanya dua poin yakni membahas babak lanjutan 16 besar Piala Rahudman dan soal kelanjutan PSMS ini," kata Azzam Nasution dari Deli Putra.

Menurut Azzam, dualisme di PSMS menjadi permasalahan serius yang harus diselesaikan. “Tentunya saya akan hadir dan klub lain juga harus hadir. Tegaskan komitmen mau ke ISL atau IPL. Kalau memang ke ISL atau IPL bukan masalah. Tapi klub-klub harus menentukan sikap. Ini soal kelanjutan perjalanan PSMS," pungkasnya.

Sementara itu Idris soal wewenang berdalih hanya berusaha mempelopori klub menyelesaikan permasalahan. “Jika memang salah saya siap disalahkan. Namun, jika memang ada prospek bagus atau memang benar, ayo didukung,” ungkapnya.

“Jika memang kita salah, misalnya kenapa pilih ke ISL, kita jelaskan apa yang menjadi alasan. Atau kenapa tak ke IPL, kita sama-sama tau, klub-klub yang ikut ke IPL itu kebanyakan klub ‘abal-abal’ atau klub buatan atau lagi klub dadakan,” tuturnya.

Pertemuan juga tak menutup kemungkinan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) soal keberlangsungan PT PSMS ke depan. “PT PSMS selama tiga tahun terakhir tak hidup. Nah, kali ini kita ingin membuat gerakan untuk menghidupkan kembali PT PSMS, dimulai dari orang-orang yang mau berkontribusi,” ujarnya.

Uang kontrak pemain menyusul (PSMS ISL)

MEDAN - Kabar baik menyambangi skuad PSMS Medan yang berlaga di Indonesian Super League (ISL). Pemain yang selama ini resah menanti kejelasan dikabarkan sudah menandatangani kontrak pascatampil di Trofeo HUT Persija di Jakarta, Minggu lalu.

CEO PSMS, Idris SE, mengaku telah mengontrak sejumlah pemain dan pelatih setelah mendapat dana dari sponsor. Saat diklarifikasi kepada beberapa pemain di Mess Kebun Bunga, Senin, nyatanya Osas Saha cs mengaku belum menerima uang kontrak karena membubuhkan tanda tangannya di atas kertas tanpa memperoleh uang, hanya sebatas uang muka.

Menanggapi ini, Idris mengatakan akan memberikan uang kontrak di Medan secara tunai atau transfer rekening. Disebutkan, kontrak 20 pemain dan tim pelatih mencapai Rp12,5 miliar. Jumlah yang jauh lebih besar dari kebutuhan musim lalu saat berlaga di level Divisi Utama yang total memerlukan Rp11,3 miliar.

Dua sponsor yang akan digandeng tampaknya membuat PSMS semakin percaya diri menyoal finansial. Kepastian diikatnya Baksi Sumatera Plantation Kisaran dan satu sponsor lain yang masih dinego bahkan membuat jumlah total keseluruhan kontrak menanjak jauh dari musim lalu.

“Total jumlah kontrak pemain dan pelatih berjumlah Rp12,5 miliar. Kita harus menjaga kerahasiaan pemain dan pelatih, itu tak etis. Namun, jumlah kontrak itu sudah sesuai dengan pembicaraan sebelumnya,” ungkap Idris enggan menyebutkan rata-rata kontrak masing-masing pemain.

Idris pun menyebutkan kontrak pemain bervariasi dan tinggi rendahnya nominal tergantung kemampuan di mata pelatih. “Jika pemain yang ini baik, maka kita sesuaikan kontraknya dengan budget yang ada. Itu tentunya dikonsultasikan dan atas rekomendasi pelatih, dalam hal ini Raja Isa,” pungkasnya.

Raja Isa Tetapkan Tiga Pemain Asing PSMS ISL

PSMS Medan yang berkompetisi di Indonesian Super League (ISL), menuntaskan misi pemadatan skuad usai perhelatan turnamen segitiga di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/11/2011) lalu.

Dua laga "trofeo" Persija Anniversary di stadion GBK menjadi ajang uji kemampuan pemain asing. Fokus utama filterisasi pemain telah menetapkan tiga pemain asing Asia dan non Asia menjadi bagian skuad.

Ketiganya ialah Sasa Zesevic, stopper asal Serbia, gelandang Korea Selatan In Kyun Oh dan bomber asal Nigeria, Osas Ikpefua Marvelous Saha. Ketiganya telah direkomendasikan kepada manajemen untuk diikat kontrak semusim. Khusus pemain lokal, semua masuk zona aman alias tidak ada pencoretan.

Raja Isa mengatakan "grand design" pemain asing yang dibakukannya yakni 2-1-2 (dua stopper, satu gelandang dan dua penyerang). Hal ini disesuaikan dengan lima kuota maksimal pemain asing di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

“Dua pemain Asia dan tiga non Asia. Praktis saya akan cari dua asing lagi," pungkasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Tuding Fredy Hutabarat tak Pernah Bantu PSMS Idris Cemooh PSMS IPL

CEO PSMS Idris akan mengundang 40 klub pemilik PSMS. Menurutnya, pertemuan ini penting karena berhubungan dengan keikutsertaan PSMS pada kompetisi musim ini.

Terkait tudingan yang mengatakan bahwa dirinya tak memiliki wewenang untuk menggelar pertemuan itu, Idris justru berkilah bahwa niatnya untuk bertemu dengan perwakilan 40 klub pemilik PSMS adalah untuk membeberkan apa yang terjadi di PSMS sekarang ini.

“Jika memang salah, saya siap disalahkan. Namun, jika memang ada prospek bagus atau memang benar, ayo didukung,” ungkapnya melalui telepon selular, Senin (28/11). Menurutnya, jika memang ada masukan dari klub-klub PSMS yang dinilai berguna demi kemajuan PSMS ke depan, Idris mengatakan bahwa dirinya akan memprioritaskannya.

“Jika memang kita dinilai salah karena bergabung dengan ISL, maka akan kita jelaskan apa yang menjadi penyebabnya. Atau kenapa tidak ke IPL? Kita sama-sama tahu, jika klub-klub yang ikut IPL itu kebanyakan klub ‘abal-abal’ karena dibuat secara dadakan,” tandas Idris.

Idris juga mengungkapkan, jika pada pertemuan nanti tak menutup kemungkinan dilakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT PSMS, dengan tujuan menentukan kelangsungan PT PSMS.

“Sebagaimana kita ketahui bersama jika selama tiga tahun terakhir PT PSMS tak hidup. Nah, kali ini kita ingin membuat gerakan untuk menghidupkan kembali PT PSMS, dimulai dari orang-orang yang mau berkontribusi,” ujarnya.

Secara lisan Ketum PSMS Rahudman Harahap memang sudah mengamini PSMS ke ISL.

“Jadi yang ‘lain-lain’ itu jangan mengganggu lagi. Dan PSMS sudah ada yang membiayai, kalau memang ada yang salah ya diperbaiki,” tambah Idris lagi.

Selanjutnya Idris menyesalkan sikap-sikap oknum pengurus PSMS yang dinilainya hanya mencari popularitas, tanpa pernah memberi kontribusi kepada tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

“Yang pasti, ini bukan PSMS versi Fredy Hutabarat. Kita mau tau, apa sih yang sudah dilakukannya untuk PSMS? Ketika PSMS kesulitan dana, dia hanya berdiam diri. Bahkan ketika pengurus berniat meminjam uang kepadanya, jangankan membantu atau memberi, memperlihatkan respon positif pun tak pernah,” beber Idris.

Di tempat terpisah, terkait undangan yang diajukan Idris kepada klub pemilik PSMS, pengurus klub PS Deli Putra Drs Azzam Nasution MAP mengatakan bahwa dirinya sudah menerima undangan tersebut.

“Kita pasti datang, karena ini menyangkut kelanjutan nasib PSMS ke depan. Masalah dualisme antara berlaga di ISL atau IPL, saya rasa semua klub memiliki hak untuk memberi masukan kepada manajemen tim sekarang ini. Yang pasti, sebelum berlaga, semua masalah harus dituntaskan,” bilang Azzam. (saz/sumutpos)

PSMS IPL Datangkan Sembilan Pemain

Usai takluk 1-2 atas Persebaya di Stadion Teladan, Minggu (27/11), PSMS melakukan pembenahan dengan mendatangkan sembilan pemain baru yang bakal diseleksi. Ini dilakukan untuk menatap laga berat selanjutnya menjamu Persija, Kamis (1/12) mendatang di Stadion Teladan.

Pelatih Kepala PSMS M Khaidir menuturkan, sembilan pemain baru ini tetap akan melalui proses seleksi untuk menambah kekuatan di pertandingan berikutnya. “Hari ini (Kemarin, Red), sembilan pemain bergabung untuk mengikuti seleksi dan semua pemain lokal,” ungkapnya, Senin (28/11).

Melihat kondisi PSMS saat ini, memaksa Khaidir melakukan seleksi berjalan.

“Tidak sampai di sini saja, kami juga akan terus mendatangkan pemain lainnya nanti, karena ini seleksi berjalan. Kalau layak, direkrut. Yang jelas kami harus bisa memperbaiki kondisi yang ada sekarang menjadi lebih baik,” ujar pelatih yang pernah mengarsiteki Persigo dan PSMS itu.

Adapun beberapa pemain yang datang kemarin di antaranya mantan pemain Persigo Gorontalo Sutrisno, eks pemain Persebaya Anton Irawan serta Doni Arwana.

Menurutnya, PSMS yang harus berpacu dengan waktu membuatnya harus melakukan seleksi berjalan.
Pentingnya penambahan pemain berkualitas juga seiring sejalan dengan harapan akan sosok legiun asing yang diharapkan bisa mempertajam setiap lini yang ada.

M Khaidir yang paham situasi krusial ini telah meminta pihak manajemen untuk mendatangkan pemain yang mumpuni. “Saya sudah mengusulkan nama pemain asing masing-masing satu di posisi stoper, gelandang dan pemain depan. Tapi kami belum bisa menyebutkan namanya, yang jelas harapan kami konsorsium menyetujui,” ungkap prajurit TNI AD berpangkat pembantu letnan dua (Pelda) itu.

Namun, wacana untuk mendatangkan gelandang Brasil berpasor Portugal Orlando De Melo Juninho dipastikan batal lantaran pemain 22 tahun itu hanya bermain di klub Divisi II liga di negara asal.

Menurut peraturan, pemain asing harus merupakan mantan pemain dari Divisi I klub di negara asal.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat menyebutkan, ada tiga pemain asing yang hampir dipastikan bisa bergabung ke PSMS. “Sudah ada tiga orang, dan sekarang konsorsium sedang mengurusinya, termasuk kelengkapan ITC (international transfer certificate) nya, “ ungkap Freddy. (saz/sumutpos)

Monday, November 28, 2011

Kapten Timnas Malaysia Merapat ke PSMS ISL

Kapten timnas senior Malaysia, Mohd Safiq Rahim dipastikan bakal mengikuti jejak rekan senegaranya, Safee Sali, bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2011-12.

Hal itu disampaikan Pelatih PSMS Medan, Raja Isa usai mendampingi timnya bermain dalam turnamen segitiga yang digelar Persija Jakarta, Minggu, 27 November 2011.

Mantan pelatih PSM Makassar tersebut mengatakan telah melakukan pembicaran dengan manajer Safiq dan sudah terjadi kesepakatan. Safiq Rahim yang sebelumnya merumput bersama Selangor FA tersebut setuju untuk bermain sepakbola di Indonesia. Raja Isa mengatakan saat ini kepastian memboyong Safiq ke ISL tersebut tinggal menunggu putusan akhir manajemen PSMS Medan.

"Saya sudah berusaha mendatangkan satu pemain Malaysia, Safiq untuk PSMS Medan. Saya sendiri sudah berbicara dengan manajer Safiq Rahim dan sudah setuju. Sekarang tinggal menunggu putusan akhir PSMS," ujar Raja Isa di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Menurut Raja Isa, kesempatan mendatangkan gelandang kelahiran 1987 tersebut makin terbuka mengingat PSMS masih memiliki jatah satu pemain asing Asia yang belum dipergunakan. Sebelumnya, Raja Isa juga dikabarkan berencana menggandeng penyerang U-23 Malaysia, Baddrol Bachtiar yang kemarin di ajang SEA Games XXVI tampil gemilang.

Sayangnya, Baddrol batal digaet untuk bermain di ISL lantaran terlanjur mengikat kontrak dengan klub liga Malaysia, Kedah FC sebelum dihubungi manajemen PSMS. Raja Isa menjelaskan, upaya mendatangkan beberapa bintang Malaysia tersebut dilakukan karena di Indonesia setiap pelatih tim dituntut dapat berbuat maksimal dengan waktu cepat.

"Saya sudah memiliki pengalaman melatih klub-klub di Indonesia. Di sini suasananya sangat sulit bagi pelatih menangani tim karena banyak permintaan. Indonesia umumnya menginginkan semuanya serba instan. Tapi saya yakin bisa berbuat maksimal di PSMS," ujar Raja Isa. (Muhammad Hasits/Ali Usman/Vivanews)

PSMS IPL kantongi izin Teladan

Laga PSMS versi IPL kontra Persebaya Surabaya, Minggu sore ini, sempat terancam batal digelar. Perizinan penggunaan Stadion Teladan menjadi kendala. Namun di saat-saat injury time, lampu hijau penggunaan Teladan diperoleh.

Pelaksana Teknis, Freddy Hutabarat, saat dikonfirmasi mengatakan sudah tidak ada masalah soal izin Teladan. Izin penggunaan Teladan diperoleh di malam hari.

"Sudah oke, tidak ada masalah. Kita sudah berupaya temui Rahudman (Ketum PSMS). Memang tidak secara langsung. Tapi lewat ajudannya dia sudah menyatakan persetujuannya," ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, Rahudman sudah menginstruksikan Kadis Pertamanan, Erwin Lubis, menandatangani perizinan penggunaan stadion teladan. "Kalau secara tertulisnya tidak masalah menyusul. Jadi pastinya Teladan kita gunakan nanti," katanya.

Padahal kemarin, skuad besutan M.Khaidir ini tidak dapat melakoni ujicoba lapangan sebagai lazimnya harus dilakukan sebelum laga. Para pemain yang sudah tiba di stadion mendapatkan kenyataan pintu stadion terkunci. Tak hanya tuan rumah, Persebaya juga tak bisa melakoni ujicoba lapangan.

Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam juga sempat menjadi opsi alternatif. Namun kondisi sangat tidak memungkinkan karena PSMS hanya punya waktu 24 jam untuk mengurus surat izin penggunaan stadion dan izin keramaian.

"Ada dua stadion yang memenuhi standar menggelar kompetisi di Sumut. Selain Teladan alternatifnya tentu Baharoeddin Siregar. Apalagi dengan waktu yang sangat sempit kita harus mengurus surat izin keramaian juga," ujar Manajer Operasional, Johnny Sembiring.

Sementara itu, Manajer tim PSMS IPL, Aritonang, mengatakan skuad PSMS IPL murni sebagai upaya pengembalian PSMS ke jalur yang resmi, dalam hal ini kompetisi IPL di PSSI.

" Secara dejure kekuatan IPL ini sah secara legal. Sebelumnya target PSMS sudah benar. Bergerak di IPL dan ketua umum sudah mengatakan demikian. Tiba-tiba kondisi berbalik. Ini bukan tandingan tapi melangkah di jalan yang legal. Kita meluruskan dengan membentuk tim ini," ujarnya.

PSMS IPL telat bangkit

Dengan modal persiapan tiga hari, PSMS asuhan M Khaidir gagal memetik poin pada laga perdananya di pentas Indonesian Premier League (IPL). Menjamu Persebaya Surabaya, minimnya persiapan menjadikan PSMS kesulitan mengembangkan permainan dan dipaksa menyerah 1-2 di Stadion Teladan Medan, sore tadi.

Sepanjang laga, tuan rumah lebih banyak tertekan. Tiga menit awal, barisan belakang PSMS yang dipimpin Fadli Hariri dibuat kerepotan dengan permainan cepat Persebaya. Ball possession menjadi milik tim tamu dan Jecky Pasarella cs hanya sesekali melancarkan serangan.

Persebaya mendapat peluang emas di menit 20 ketika Feri Irawan lolos dari jebakan offside. Namun, umpan mendatarnya kepada Arif masih mampu dihalau barisan pertahanan Ayam Kinantan.

Lima menit berselang, tandukan Arif membentur mistar gawang Decky Ardian. Selanjutnya, Decky dipaksa jatuh bangun mementahkan dua tembakan penyerang tim tamu. Gencarnya serangan Persebaya akhirnya tak kuasa dibendung kala pertandingan yang turut disaksikan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, memasuki menit 31.

Jala gawang PSMS bergetar pertama kali setelah tembakan setengah voli Feri Irawan gagal dihalau Decky. Tak lama berselang, Feri benar-benar menjadi momok bagi lini pertahanan tuan rumah.

Jelang babak pertama berakhir, Feri mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kali hasil tendangan kerasnya menembus sudut kiri atas gawang PSMS. Sebaliknya PSMS hampir tak menciptakan peluang yang membahayakan. Menit 41, Jecky yang hengkang dari PSMS ISL nyaris membuka harapan timnya andaikan sepakannya tidak melebar tipis.

Guna perbaikan performa, Khaidir melakukan perubahan strategi yang membuat permainan Tri Yudha Handoko cs berangsur membaik. Di sini, PSMS mulai berani memainkan bola dan berbuah positif di menit 66.

Lewat tendangan mendatar ke tiang jauh, Jecky Pasarella memecahkan kebuntuan PSMS. Pascagol Jecky, PSMS bak terbangun dari tidurnya. Kendati demikian, skor 1-2 tetap bertahan hingga peluit panjang.

Menanggapi kekalahan skuadnya, Khaidir mengatakan timnya sudah berjuang maksimal kendati dirinya tidak memungkiri persiapan singkat mempengaruhi stamina dan team work di laga perdana tersebut.

"Kita memang kalah, tapi saya tidak terlalu kecewa karena anak-anak sudah berusaha tampil maksimal. Kita baru tiga kali latihan, pemain tidak punya tenaga dan kecepatan. Semoga di laga berikutnya, anak-anak bangkit dan merebut kemenangan," katanya.

Pelatih Persebaya, Divaldo Alves, mengatakan cukup puas dengan kemenangan tim strateginya cukup berhasil menguras tenaga lawan dengan permainan ball possession.

Di Banda Aceh, tuan rumah Persiraja harus puas bermain imbang 3-3 dengan Persija Jakarta.

Raja Isa incar Safiq Rahim

Pelatih PSMS Medan yang berlaga di Indonesian Super League (ISL), Raja Isa, mengungkapkan tim Ayam Kinantan akan berusaha mendatangkan kapten timnas Malaysia, Safiq Rahim.

Dalam keterangannya kepada wartawan usai turnamen segitiga memperingati HUT Persija ke-83, Raja Isa mengatakan saat ini PSMS masih memiliki kuota pemain asing asal Asia setelah merekrut bek asal Korea Selatan.

“Saya akan berusaha mendatangkan kapten Malaysia, Safiq Rahim, ke Medan. Kami masih memiliki satu kuota pemain Asia. Saya harap kuota ini akan diisi Safiq,” ujar pelatih asal Negeri Jiran itu.

“Saya juga sudah berbicara dengan manajer Safiq dan dia setuju. Sekarang semua tergantung kepada manajemen PSMS,” lanjut mantan Pelatih Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan Persiram Raja Ampat itu lagi.

Sebelumnya, Ayam Kinantan ingin merekrut striker muda Malaysia yang tampil di SEA Games 2011, Baddrol Bakhtiar. Namun, Baddrol sudah terikat kontrak dengan klub Liga Malaysia, Kedah FC.

Di lain pihak, Safiq saat ini sedang menjalani trial selama dua pekan di klub Divisi Championship Inggris, Cardiff City. Sejak pertengahan pekan lalu, Safiq sudah bertolak ke Cardiff.

Memangnya Idris siapa bisa seenaknya?

MEDAN - Keputusan PSMS Medan berlaga di dua kompetisi baik Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL) benar-benar menunjukkan inkonsistensi. Menjejakkan kaki di dua kompetisi yang bersebrangan tentu bukan sebuah keputusan yang apik.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali menegaskan status IPL sebagai liga resmi di bawah naungan PSSI dalam temu pers saat menyaksikan laga perdana Ayam Kinantan asuhan M Khaidir kontra Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, tadi malam. "Saya hanya ingin menjelaskan Ketua Umum PSSI hanya satu, yakni Djohar Arifin Husin. Karena itu, kompetisi IPL yang sah berada di bawah naungan PSSI. Kalau ada orang lain yang menyelenggarakan di luar, itu tidak sah. Tidak masalah walaupun 17 klub yang awalnya setuju kini berkurang jadi 13 klub. Kita hanya mau mengurus klub yang mau diurus," ujarnya tegas.
Bak berkepribadian ganda, PSMS memenuhi keputusan PSSI ikut liga legal dan juga membelot ke kompetisi ilegal (ISL) dengan tim yang sudah dipersiapkan sejak lama di bawah asuhan Raja Isa, Suharto, Roekinoy, dan Sugiar. "Terbukti PSMS sudah hadir di kompetisi IPL. Kalau ada tim lain yang di luar tim ini, itu urusan klub PSMS. Pemilik PSMS yang sah itu 40 klub anggotanya. Kalau ada yang bawa nama psms lain, bukan PSSI yang menghukum, tapi diserahkan ke PSMS sendiri," ujarnya didampingi Ketua Umum PSSI Sumut, Darwin Syamsul, dan Freddy Hutabarat selaku Pelaksana Teknis atau CEO.

Melihat kondisi PSMS yang tidak menentu, Djohar tanpa sungkan menuding Idris (Pelaksana Teknis PSMS lainnya) sebagai penyebab. Sebelumnya, Idris menolak kerjasama dengan konsorsium dan mengarahkan Osas Saha berkiprah di ISL. "Pemilik PSMS itu klub, bukan Idris yang seakan-akan bertindak Psms itu miliknya. Sebagai mantan pemain PSMS, saya heran. Siapa Idris ini? Kok bisa dia membawa PSMS sesuka hati tanpa ada izin dari klub anggotanya," tuding Djohar berharap dualisme ini segera diselesaikan klub-klub pemilik PSMS.

"Perlu masukan klub-klub kepada Walikota Rahudman Harahap yang juga Ketua Umum PSMS. Selama ini, dia dapat informasi dari satu pihak dan karenanya klub-klub harus pro aktif," lanjut Djohar lagi.

Lalu bagaimana dengan nasib pemain yang memilih berlaga di kompetisi di luar IPL? "Statuta mengatur itu. Kalau pun ada hukuman nanti mungkin lebih ke klub. Karena pemain kan hanya korban, mereka hanya bermain," pungkasnya.

Di sisi lain, beredar kabar pengurus PSMS yang dikomandoi Idris tengah melakukan manuver dengan mengundang 40 klub anggotanya untuk membicarakan kesinambungan PT PSMS pada 29 November nanti. Uniknya, Idris tidak punya kapasitas di PT PSMS.

Sebelumnya, Idris mengaku pihaknya telah memilih membawa PSMS ke ISL dengan alasan konsorsium tidak menyediakan dana yang diminta. Karena itu, Idris juga mengaku tidak ada kepastian dan jaminan keuangan dengan konsorsium.

Sementara itu, salah satu petinggi konsorisum justru membantah keras. Menurut Widjajanto, mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) yang mengantarkan merger Bintang Medan dengan PSMS, pencairan dana untuk PSMS sudah siap Rp15 miliar. "Tapi kita tak mungkin bisa mencairkan dana seenaknya saja, harus ada laporan dan pengajuan. Sampai saat ini, pihak PSMS termasuk Idris belum mengajukan anggaran secara resmi. Hanya minta secara lisan. Tak mungkin bisa seperti itu," kepada Waspada Online Widjajanto menegaskan dengan heran karena menyayangkan cara manajamen yang dilakukan oleh pihak Idris selama ini.

Ketum PSSI: PSMS bukan milik Idris!

EDAN - Keputusan PSMS Medan berlaga di dua kompetisi baik Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL) benar-benar menunjukkan inkonsistensi. Menjejakkan kaki di dua kompetisi yang bersebrangan tentu bukan sebuah keputusan yang apik.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali menegaskan status IPL sebagai liga resmi di bawah naungan PSSI dalam temu pers saat menyaksikan laga perdana Ayam Kinantan asuhan M Khaidir kontra Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, tadi malam. "Saya hanya ingin menjelaskan Ketua Umum PSSI hanya satu, yakni Djohar Arifin Husin. Karena itu, kompetisi IPL yang sah berada di bawah naungan PSSI. Kalau ada orang lain yang menyelenggarakan di luar, itu tidak sah. Tidak masalah walaupun 17 klub yang awalnya setuju kini berkurang jadi 13 klub. Kita hanya mau mengurus klub yang mau diurus," ujarnya tegas.
Bak berkepribadian ganda, PSMS memenuhi keputusan PSSI ikut liga legal dan juga membelot ke kompetisi ilegal (ISL) dengan tim yang sudah dipersiapkan sejak lama di bawah asuhan Raja Isa, Suharto, Roekinoy, dan Sugiar. "Terbukti PSMS sudah hadir di kompetisi IPL. Kalau ada tim lain yang di luar tim ini, itu urusan klub PSMS. Pemilik PSMS yang sah itu 40 klub anggotanya. Kalau ada yang bawa nama psms lain, bukan PSSI yang menghukum, tapi diserahkan ke PSMS sendiri," ujarnya didampingi Ketua Umum PSSI Sumut, Darwin Syamsul, dan Freddy Hutabarat selaku Pelaksana Teknis atau CEO.

Melihat kondisi PSMS yang tidak menentu, Djohar tanpa sungkan menuding Idris (Pelaksana Teknis PSMS lainnya) sebagai penyebab. Sebelumnya, Idris menolak kerjasama dengan konsorsium dan mengarahkan Osas Saha berkiprah di ISL. "Pemilik PSMS itu klub, bukan Idris yang seakan-akan bertindak Psms itu miliknya. Sebagai mantan pemain PSMS, saya heran. Siapa Idris ini? Kok bisa dia membawa PSMS sesuka hati tanpa ada izin dari klub anggotanya," tuding Djohar berharap dualisme ini segera diselesaikan klub-klub pemilik PSMS.

"Perlu masukan klub-klub kepada Walikota Rahudman Harahap yang juga Ketua Umum PSMS. Selama ini, dia dapat informasi dari satu pihak dan karenanya klub-klub harus pro aktif," lanjut Djohar lagi.

Lalu bagaimana dengan nasib pemain yang memilih berlaga di kompetisi di luar IPL? "Statuta mengatur itu. Kalau pun ada hukuman nanti mungkin lebih ke klub. Karena pemain kan hanya korban, mereka hanya bermain," pungkasnya.

Di sisi lain, beredar kabar pengurus PSMS yang dikomandoi Idris tengah melakukan manuver dengan mengundang 40 klub anggotanya untuk membicarakan kesinambungan PT PSMS pada 29 November nanti. Uniknya, Idris tidak punya kapasitas di PT PSMS.

Sebelumnya, Idris mengaku pihaknya telah memilih membawa PSMS ke ISL dengan alasan konsorsium tidak menyediakan dana yang diminta. Karena itu, Idris juga mengaku tidak ada kepastian dan jaminan keuangan dengan konsorsium.

Sementara itu, salah satu petinggi konsorisum justru membantah keras. Menurut Widjajanto, mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) yang mengantarkan merger Bintang Medan dengan PSMS, pencairan dana untuk PSMS sudah siap Rp15 miliar. "Tapi kita tak mungkin bisa mencairkan dana seenaknya saja, harus ada laporan dan pengajuan. Sampai saat ini, pihak PSMS termasuk Idris belum mengajukan anggaran secara resmi. Hanya minta secara lisan. Tak mungkin bisa seperti itu," kepada Waspada Online Widjajanto menegaskan dengan heran karena menyayangkan cara manajamen yang dilakukan oleh pihak Idris selama ini.

Djohar & Widja terpilih anggota AFC

JAKARTA - Kabar gembira datang dari markas Federasi Sepakbola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, terkait pengukuhan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin sebagai anggota Ad-Hoc Komite Liga Profesional AFC.

Selain Djohar, perwakilan FIFA di Asia itu juga mengukuhkan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto dan Rudi Maswi (Persipura Jayapura) sebagai anggota Ad-Hoc yang bertugas memastikan pelaksanaan regulasi kompetisi di Asia.

"Kita bersyukur karena AFC memberikan kepercayaan kepada Indonesia menjadi anggota kompetisi profesional di kawasan Asia," ujar Djohar baru-baru ini.

Dengan demikian, lanjut sesepuh olahraga Sumut tersebut, standar regulasi kompetisi profesional bisa lebih mudah buat Indonesia. Sebab semua aturan mainnya bisa langsung bisa didapatkan, termasuk kiat-kiat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Masih kata Djohar, satu hal yang menggembirakan dari pengukuhan kali ini adalah hasil penilaian AFC yang memastikan Persipura tetap mendapat jatah playoff Asian Champions League (ACL) dan Arema Indonesia di Piala AFC.
"Semua penilaian dan keputusan Exco AFC berangkat dari hasil club licensing requirement. Ini cukup menggembirakan," tandas Djohar.

Menurut Widjajanto, pemilihan dirinya sebagai anggota Ad-Hoc mewakili pengelola kompetisi, sedangkan Rudi Maswi adalah wakil dari klub dengan Djohar sebagai perwakilan dari federasi.

"Ini merupakan pertanda, jika AFC memberikan apresiasi kepada Indonesia. Satu hal yang pasti, jangan sampai ada lagi keinginan menggulirkan kompetisi di luar PSSI, karena sudah pasti AFC tidak akan memberi pengakuan," tegas Widjajanto.

Seperti diketahui, PT Liga Indonesia yang menjadi pengelola kompetisi era kepengurusan Nurdin Halid tetap ngotot menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL). Padahal, PSSI telah mencabut mandat pengurus lama.

Tidak hanya menolak untuk diaudit dengan alasan sedang audit sendiri, pengelola kompetisi yang dipimpin Andi Darussalam Tabusalla itu juga menolak memberi hasil audit kepada PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Sebaliknya, melaporkan hasilnya kepada pengurus lama yang sudah diganti melalui Kongres PSSI di Solo beberapa waktu lalu.

PSMS tetap lakoni IPL

Laga perdana Indonesian Premier League (IPL) harus dilakoni PSMS Medan kontra Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, Minggu besok. Waktu yang sempit dan tim yang baru terbentuk dalam tiga hari belakangan merupakan kondisi yang cukup ironis.

Namun PSMS IPL bentukan klub-klub anggota Ayam Kinantan tetap melaju. Manajer Operasional PSMS, Jhonny Sembiring, memastikan pihaknya sudah mencetak tiket sebanyak 7000 lembar untuk laga yang dihelat pukul 16.15 WIB itu.

"PSMS IPL definitif bertanding lawan Persebaya. Untuk pertama ini, kita tidak tekankan pada hasil pertandingan. Yang penting, penyelamatan klub sudah kami dilakukan. Semua perlengkapan tim dan pendukung juga sudah dipersiapkan secara matang," ujarnya, Jumat.

Terkait persiapan tim, Pelatih PSMS IPL, M Khaidir, bekerja keras meramu pemain yang baru bergabung. Pasalnya, baru 14 dari 30 pemain yang dipanggil dan beberapa di antaranya adalah mantan gelandang PSMS musim lalu, Tri Yudha Handoko, Aswin Sitorus, dan Mahmud Aziz.

Selain itu, sejumlah pemain yang berada di skuad PSMS ISL dikabarkan akan hijrah ke IPL. Mereka adalah Achmad Kurniawan (kiper), Jecky Pasarella (striker), dan bek asal Korea Selatan, Ku Kyung Hyen.

Khaidir sendiri tak memungkiri persiapan yang amat singkat ini bukan waktu ideal membentuk kekuatan yang diharapkan. Namun menyeruak keyakinan dalam benaknya, skuadnya diperkirakan bakal mengimbangi Persebaya.

"Kalau dibilang sulit, tentu. Tapi ini tantangan untuk membentuk tim yang mumpuni. Durasi dua hari tentu bukan waktu ideal, tapi saya yakin bisa mengimbangi lawan karena pemain paham betul karakter permainannya," ujarnya.

Pada latihan perdana di Stadion TD Pardede itu, Khaidir menekankan pada penggenjotan fisikal dan kerjasama tim. Khaidiri juga menambahkan tinggal kerjasama tim yang akan dioptimalkan.

Dari kubu PSMS ISL, pemburuan pemain terus dilakukan Raja Isa. Kepada wartawan, pelatih PSMS asal Malaysia itu mengaku pihaknya akan memutuskan kerangka tim setelah tampil pada turnamen segitiga HUT Persija di Jakarta, 27-29 November nanti.

"Kita akan putuskan kerangka tim terbaik usai laga tersebut. Makanya kita sangat serius dalam turnamen segitiga itu. Banyak hal yang akan kita ambil dari sana," bilang Raja Isa.

Tak hanya itu, Raja Isa juga mengaku tengah memburu gelandang timnas Malaysia, Shafiq Rahim. Wakil Ketua FAM, Hamid Muhammad Amin, pun mengaku telah berkomunikasi dengan sang pelatih.

"Kalau harganya standar untuk pemain asing. Saya rasa manajemenlah yang membahas," bilang Raja menegaskan butuh sosok Shariq untuk memperkuat skuadnya.

Meski Rahudman 'selingkuh', PSMS selamat

MEDAN -‎ Laga PSMS IPL kontra Persebaya Surabaya, Minggu (27/11) sempat terancam batal digelar. Perizinan penggunaan Stadion Teladan menjadi kendala. Namun di saat-saat 'injury time', lampu hijau penggunaan Teladan diperoleh.

​Pelaksana Teknis PSMS, Freddy Hutabarat saat dikonfirmasi mengatakan sudah tidak ada masalah soal izin Teladan. Izin penggunaan Teladan diperoleh di malam hari. "Sudah oke, tidak ada masalah. Kita sudah berupaya temui Rahudman. Memang tidak secara langsung. Tapi lewat ajudannya dia sudah menyatakan persetujuannya," ujarnya, hari ini.‎​
Menurutnya, Rahudman sudah menginstruksikan Kadis Pertamanan, Erwin Lubis menandatangani perizinan penggunaan stadion teladan. "Kalau secara tertulisnya tidak masalah menyusul. Karena tidak mungkin malam ini. Jadi pastinya Teladan kita gunakan besok," katanya.

Padahal sore harinya skuad besutan M Khaidir ini tidak dapat melakoni ujicoba lapangan sebagai lazimnya harus dilakukan sebelum laga. Para pemain yang sudah tiba di stadion mendapatkan kenyataan pintu stadion terkunci. Tak hanya tuan rumah, Persebaya yang rencananya tiba sore ini juga tak bisa melakoni ujicoba lapangan.

Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam juga sempat menjadi opsi alternatif. Namun kondisi sangat tidak memungkinkan karena PSMS hanya punya waktu 24 jam untuk mengurus surat izin penggunaan stadion dan izin keramaian. "Ada dua stadion yang memenuhi standar menggelar kompetisi di Sumut. Selain Teladan alternatifnya tentu Baharoeddin Siregar. Apalagi dengan waktu yang sangat sempit kita harus mengurus surat izin keramaian juga," ujar Manajer Operasional, Johnny Sembiring.

Untuk itu jadwal ujicoba lapangan dialihkan ke besok. "Kita ujicoba lapangan di setengah 8, selanjutnya Persebaya yang ujicoba lapangan," katanya.

Sementara itu Manajer Tim, Aritonang mengatakan skuad PSMS IPL murni sebagai upaya pengembalian PSMS ke jalur yang resmi, dalam hal ini kompetisi IPL di PSSI. "Secara dejure kekuatan IPL ini sah secara legal. Sebelumnya target PSMS sudah benar. Bergerak di IPL dan ketua umum sudah mengatakan demikian. Tiba-tiba kondisi berbalik. Ini bukan tandingan tapi melangkah di jalan yang legal. Kita meluruskan dengan membentuk tim ni. Soal melanggar statuta bukan urusan kita," ujarnya.

Menurut pria yang sebelumnya memanajeri PSMS selama lima musim ini pihaknya telah mengirimkan daftar pemain. 18 pemain didaftarkan. "Dalam waktu tiga hari kita sudah berusaha mencari pemain yang layak. Sudah kita kirimkan jam 1 berkas pendaftarannya. Namun akan tetap berkembang. Tapi nantinya ini berkembang. Makanya didaftarkan dulu secukupnya. Lalu nanti kita akan berusaha mencukupi kuota," pungkasnya.

Lumat PSMS, Sriwijaya Puncaki Trofeo Persija

Sriwijaya FC tampil superior atas PSMS Medan pada laga kedua Trofeo Persija. Tim Laskar Wong Kito sukses melumat PSMS 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 27 November 2011.

Menggunakan sistem turnamen segitiga Trofeo TIM di Italia, Sriwijaya bertemu PSMS di 45 menit laga kedua. Dan tim besutan Kashartadi tersebut menunjukkan dominasinya atas PSMS.

Pertandingan baru berjalan 13 menit, Risky Novriansyah, sukses membobol gawang PSMS yang dikawal Markus Haris Maulana usai menerima umpan tarik Keith Kayamba Gumbs.

Sriwijaya menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti Ponaryo Astaman pada menit ke-28. Penalti diberikan setelah bek Zainal Anwar melanggar pemain anyar Sriwijaya, Siswanto, di kotak penalti.

Satu menit sebelum pertandingan usai, Risky sukses mencetak gol keduanya ke gawang PSMS. Usai mengecoh satu pemain PSMS, mantan pemain Persijap Jepara tersebut melepaskan tendangan menyilang yang tidak mampu dibendung Markus.

Kemenangan 3-0 untuk Sriwijaya untuk sementara memuncaki klasemen Trofeo Persija. Sriwijaya unggul satu poin atas Persija Jakarta yang hanya menang lewat tendangan penalti atas PSMS di laga pertama.

Dalam Trofeo Persija setiap kemenangan yang diraih melalui adu penalti hanya bernilai dua poin. Sedangkan kemenangan di waktu reguler dihargai tiga poin.

Susunan Pemain

Sriwijaya FC: Fery Rotinsulu (GK); Supardi, Nova Arianto, Thierry Gauthesi, Mahyadi Panggabean; M Ridwan, Ponaryo Astaman, Lim Joon-Sik, Siswanto; Kayamba Gumbs, Risky Novriansyah.

PSMS Medan: Markus Haris Maulana (GK); Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Rahmad, Wawan Widiantoro; Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnaen, Inkyun Oh; Luis Pena, Sigit Sudarmawan. (Haryanto Tri Wibowo/Vivanews)

Trofeo Persija 2011 Tuan Rumah Tundukkan PSMS Lewat Adu Penalti

Persija Jakarta menundukkan PSMS Medan lewat adu penalti 5-4 (1-1) pada pertandingan pertama turnamen segitiga ulang tahun Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 27 November 2011.

Persija unggul terlebih dulu melalui gol Bambang Pamungkas di awal babak pertama. Berawal dari umpan silang Ramdani Lestaluhu, Bambang melepaskan tendangan voli yang tidak bisa dihentikan kiper PSMS Markus Haris Maulana.

Bertanding di depan ribuan fans Persija, tidak membuat PSMS gentar. Tim Ayam Kinantan tersebut berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-26 melalui Osas Saha. Setelah lolos jebakan offside, pemain asal Nigeria tersebut dengan tenang melepas tendangan yang melewati kiper Galih Sudaryono.

Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga 45 menit pertandingan, dan tendangan adu penalti harus digelar untuk menentukan siapa pemenangnya.

Satu penendang Persija, Ramdani Lestaluhu, gagal melakukan eksekusi dengan baik. Sedangkan di kubu PSMS, Rahmad dan Wawan Widiantoro, tendangannya gagal menggetarkan gawang Persija di adu penalti.

Dengan hasil ini Persija untuk sementara memimpin klasemen turnamen segitiga ulang tahun ke-83 Persija. Selanjutnya PSMS akan menghadapi Sriwijaya FC di laga kedua Trofeo Persija.

Susunan Pemain

Persija: Galih (GK); Ismed Sofyan, Precious, Fabiano, Leo Saputra; Amarzukih, Hasim Kipuw, Ramdani Lestaluhu; Bambang Pamungkas (C), Johan Juansyah (Alan Martha, 34), Pedro Javier.

PSMS Medan: Markus Haris Maulana (GK); Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Rahmad, Wawan Widiantoro; Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnaen, Inkyun Oh; Luis Pena, Esteban Cassino (Ikpefua Osas Saha, 15).

Tendangan Penalti

Persija:
Bambang Gol
Javier Pedro Gol
Ramdani Lestaluhu Gagal
Hasim Kipuw Gol
Fabiano Beltrame Gol
Precious Gol

PSMS:
Luis Pena Gol
Inkyun Oh Gol
Rahmad Gagal
Novi Handriawan Gol
Osas Gol
Wawan Widiantoro Gagal
(Haryanto Tri Wibowo/Vivanews)

PSMS Resmi Jadi Dua

Seperti klub-klub lain di tanah air, PSMS juga kena tren dualisme. Soal ini disebabkan dua kompetisi yang bakal bergilir di negeri ini. Satu punya PSSI yang namanya Indonesian Primer League (IPL), satunya lagi gawean PT Liga Indonesia dengan kompetisi Indonesian Super League (ISL).

Nah, versi yang diketuai Rahudman Harahap, PSMS akan dibawa tanding di ISL. Persiapan yang digeber pun sudah cukup baik.

Tiba-tiba lahir PSMS yang ingin bertanding di IPL. PSMS ini diprakarsai oleh 40 klub pemilik dan diberi nama PSMS IPL, bukan PSMS 1950 sebagaimana diisukan selama ini. Bahkan PSMS IPL sudah menjalani latihan perdana di Stadion TD Pardede, kemarin. Ketua pelaksana teknis PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan, landasan pembentukan PSMS IPL dikarenakan itikad membawa klub menjajal kompetisi legal yang digelar PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

30 dari 40 klub disebutnya sudah resmi membubuhkan tanda tangan persetujuan pembentukan klub. Secara yuridis, PSMS IPL dinilai sah karena sudah memenuhi kuorum (1/2 n + 1).

“PSMS IPL mutlak demi penyelamatan klub ini. Bagaimanapun ISL adalah kompetisi ilegal. Secara prinsip kami menolak klub yang dimiliki 40 klub ini dibawa ke arah yang salah,” ujarnya kemarin.

Pembentukan perangkat manajemen pun harus dilakukan buru-buru. Namun, nama-nama yang tak asing bagi telinga publik sepak bola Medan mengisi kursi manajerial yang bersifat sementara seperti Freddy Hutabarat sebagai ketua pelaksana teknis sekaligus diproyeksikan sebagai CEO, Deputy CEO Dolly Siregar, Manajer dan Wakil Manajer HMT Aritonang dan Alexander Gho, Manajer operasional Jhonny Sembiring dan Ketua Panpel, Halim Panggabean.

Manajer operasional, Jhonny Sembiring memastikan sudah mencetak tiket sebanyak 7 ribu buah. “PSMS IPL definitif bertanding lawan Persebaya. Untuk pertama ini, kita tidak tekankan pada hasil yang akan dicapai. Yang penting penyelamatan klub sudah kami lakukan. Semua perlengkapan tim dan pendukung sudah dipersiapkan secara matang,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan jadwal IPL, PSMS akan menghadapi Persebaya pukul 16: 15 WIB di stadion Teladan besok. Untuk persiapan, , latihan perdana dipimpin pelatih kepala M. Khaidir dan asisten Edy Syahputra di Stadion TD Pardede, 14 dari 30 pemain sudah bergabung, diantaranya Aswin Sitorus, Tri Yudha Handoko, Mahmud Aziz dan pemain lainnya.

Diklaim, pemain lainnya yang bakal bergabung ialah kiper yang selama ini mengikuti persiapan di PSMS liga super Achmad Kurniawan, Jecky Pasarela, dan Ku Kyung Hyen akan bergabung. Memang kemarin, dari latihan PSMS liga super, Jecky Pasarela dan Ku Kyung Hyun tidak datang. Jacky izin dengan alasan sedang berkabung lantaran kakeknya meninggal dunia. “Itu izin jecky yang saya terima dari Sarah (rekan Jecky)., saya menyetujuinya,” ungkapnya pelatih PSMS Raja Isa.

Sementara Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap menegaskan bahwa tidak ada PSMS lain. Hal itu diungkapannya saat melepas skuad PSMS menuju Jakarta untuk bertanding di turnamen segitiga HUT Persija. “Ah gak ada itu, PSMS itu ya PSMS Medan. Tidak ada yang lain,” kata pria yang juga Wali Kota Medan itu di Stadion Teladan.
(saz/sumutpos)

Ladeni Persebaya, PSMS IPL Andalkan Pemain Lokal

PSMS IPL mengandalkan pemain lokal menghadapi Persebaya Surabaya pada laga kedua tim di Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Teladan Medan pada Minggu (27/11).

"Mayoritas pemain kita merupakan pemain asal Medan, persiapan juga cukup singkat. Meski demikian kita optimistis menghadapi Persebaya Surabaya besok, apalagi kita main di kandang," kata pelatih PSMS IPL , M Khaidir di Medan, Sabtu.

Ia mengatakan, meski menghadapi tim yang diperkuat striker timnas U-23 Andik Vermansyah tersebut, ia mengaku timnya sama sekali tidak gentar. Ia juga mengaku telah membekali pemainnya dengan beberapa strategi yang diyakini mampu meredam kecepatan Andik Vermasyah.

"Kami tidak mau muluk-muluk, hasil seri saya rasa sudah sangat baik mengingat persiapan kita yang hanya empat hari menghadapi IPL itu," kata pelatih yang pernah menangani Persigo Gorontalo itu.

Fanatisme dan dukungan penonton diharapkan mampu membangkitkan motivasi berlipat pemain pada pertandingan tersebut. Apalagi PSMS IPL bermain di Stadion Teladan Medan yang memang selalu menjadi momok bagi tim-tim lawan.

"Kami jelas tidak mau jadi tamu di kandang sendiri. Saya yakin, bermain di kandang sendiri, pemain bisa termotivasi untuk lebih baik. Walaupun Persebaya sudah menggelar persiapan lama, kami tetap yakin dengan kemampuan tim ini," katanya.

Manajer PSMS IPL HMT Aritonang mengatakan, menghadapi Persebaya, pihaknya menyiapkan 18 pemain yang merupakan hasil seleksi "dadakan" selama tiga hari. Seleksi dadakan tersebut dilakukan demi menghindarkan sanksi yang akan dihadapi PSMS jika tidak melakoni IPL.

"Sebelumnya ada 30 pemain yang mengikuti seleksi, namun setelah seleksi digelar yang terpilih 18 orang saja. Namun meski dadakan, pemain yang lolos seleksi cukup berkualitas,"katanya.

Mantan manajer yang sebelumnya juga pernah mengangkat PSMS dari divisi I ke Divisi Utama tahun 2001 itu juga mengatakan, kendati sudah terpilih beberapa pemain, seleksi tetap dilakukan berjalan dengan masa kompetisi.

"Jumlah yang terpilih belum final. Pemain yang tidak lolos saat ini bisa saja lolos diseleksi berjalan berikutnya," katanya. (antara)

Saturday, November 26, 2011

Ada Wacana PSMS Tandingan

Tak dinyana, PSMS Medan bakal menemui nasib serupa dengan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Arema Malang yang bermitosis menjadi dua.

Sumber-sumber tribun, baik di seputaran kawasan Stadion Kebun Bunga, lingkungan manajerial PSMS, maupun di PSSI, menyebut sekarang mencuat indikasi PSMS akan tetap ikut di kompetisi IPL, tapi dengan nama berbeda, yakni "PSMS 1950".

Pertanyaannya, dari mana pemainnya? Sedangkan laga perdana PSMS di IPL adalah tanggal 27 November (kontra Persebaya Surabaya). Ada dua versi. Pertama, diisi oleh materi Tim PON Sumatera Utara yang dibesut Rudi Saari. Jika benar, tentu sangat miris. Pasalnya tim muda yang potensial ini hanya akan menjadi tumbal politisasi sepakbola. Sangat rancu sebab para pemain ini masih menyandang status amatir. Dibutuhkan proses alih status ke profesional.

Versi lain, materi PSMS 1950 terdiri dari gabungan Pro Duta, PS Pratama, dan PSMS U-21. Bukankah Pro Duta saat ini dipersiapkan untuk Liga Indonesia Divisi Utama? Menurut sumber tribun, PSMS 1950 akan didahulukan. Sedangkan materi untuk Divisi Utama akan dibentuk ulang. Beberapa nama disebut-sebut menjadi inisiator di balik wacana ini, termasuk di antaranya Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan pengurus PSMS Freddy Hutabarat.

Para penggagas yakni mayoritas klub-klub sub ordinat PSMS mulai melakukan konsolidasi. Tim sukses penggagas menggelar rapat di Hotel Danau Toba Medan, Kamis (24/11/2011). Pertemuan dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, P0 Polisi, PS Kinantan, dan lain-lain.

Selain itu beberapa pemain yang hadir ialah Mahmud Aziz dan Aswin Sitorus. Ketua klub PS Kinantan dan Medan Putera, Freddy Hutabarat mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim PSMS di IPL.

"Kami bukan orang-orang konyol yang tanpa langkah konkrit. Lapangan TD Pardede kita siapkan sebagai tempat latihan. Ini bukan ancaman, pelatih dan pemain sudah kita persiapkan. Langkah ini untuk mengingatkan agar Ketua Umum bersedia berpikir ulang,"pungkasnya.

Sebelumnya direncanakan, tim PSMS Medan IPL akan menggelar konferensi pers resmi terkait pembentukan tersebut, namun gagal lantaran masih melengkapi berkas tanda tangan wali kota yang juga Ketum PSMS, Rahudman Harahap. Ketua PS Medan Putra Freddy Hutabarat yang disebut-sebut sebagai inisiator masih menunggu untuk bertemu ketua Umum PSMS Rahudman Harahap.

"Belum ada yang bisa disampaikan. Saya sedang menunggu untuk bertemu dengan pak wali. Kalau sudah ada kejelasannya, nanti saya sampaikan. Namun jika ketum tetap memilih ISL. Kami akan ajukan mosi tidak percaya," tegasnya.
(Randy Hutagaol/TribunMedan)

Nanda: Gak Ada Itu PSMS Tandingan

Kesiapan tim PSMS tandingan atau PSMS yang akan main di IPL sebagai pengganti PSMS yang lebih memilih berlaga di ISL semakin jelas. Kamis (24/11) siang, tim sukses penggagas PSMS tandingan menggelar rapat di Hotel Danau Toba.

Pertemuan itu dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, P0 Polisi, PS Kinantan dan lainnya. Selain itu, juga tampak M Khaidir yang disebut bakal jadi pelatih PSMS IPL serta beberapa pemain di antaranya Mahmud Aziz dan Aswin Sitorus.

Sebelumnya direncanakan, tim PSMS IPL akan menggelar konferensi pers resmi terkait pembentukan tersebut, namun gagal lantaran masih melengkapi berkas tanda tangan Ketum PSMS Rahudman Harahap.

Sementara pihak PSMS yang akan ikut ISL, Iswanda Ramli menjawab singkat soal masalah ini ketika dikonfirmasi kemarin malam. “Gak ada itu PSMS tandingan,” katanya singkat. (saz)

Friday, November 25, 2011

PSMS Tolak Lawan Persebaya di Medan

Nasib Arema yang keleleran di Jayapura nampaknya juga akan dialami Persebaya. Jadwal pertandingan pertama lawan PSMS, 27 November 2011 mendatang terancam batal. Sebab tuan rumah justru terbang ke Jakarta untuk mengikuti turnamen segi tiga.

Dari data yang dihimpun beritajatim.com, tim Ayam Kinantan akan terbang ke Jakarta, Sabtu (26/11/2011) besok. Mereka dijadwalkan mengikuti turnamen segitiga bersama Persija dan Sriwijaya FC, 27 November.

Pertandingan trofeo antara Persija vs PSMS vs Sriwijaya FC ini digelar dalam rangka ulang tahun Persija ke-83. Rencananya, pertandingan ini akan kickoff pukul 15.00 WIB dan disiarkan oleh ANTV.

Padahal di hari yang sama, tim PSMS dijadwalkan menjamu Persebaya di stadion Teladan, Medan. Menurut akun twitter, @PSMSMEDAN1950, pengawas pertandingan PSMS kontra Persebaya saat ini sudah tiba di Medan.

"Namun pengurus PSMS mencuekinnya karena PSMS resmi bermain di ISL," tulis akun itu. Hingga berita ini diturunkan, Persebaya masih berada di Surabaya dan masih melakukan latihan rutin, Jumat (25/11/2011) pagi dan sore ini. (M. Syafaruddin/beritajatim)

PSMS DApat Sponsor

MEDAN-Sesuai janji, pelatih PSMS Raja Isa telah mendatangkan produk apparel bagi klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Adapun produk tersebut berasal dari produsen jersey asal Inggris pabrikasi di Malaysia bermerk Eutag dan ini resmi mensponsori PSMS musim ini.

Manajemen PSMS diwakili Iswanda Nanda Ramli, Benny Tomasoa, Fityan Hamdy dan pelatih Raja Isa sebagai penghubung mengadakan pertemuan kesepakatan dengan perwakilan produsen perangkat olahraga tersebut Razali, di Hotel Swissbell Medan, Rabu (23/11). Dan pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan.

Fityan Hamdy menuturkan, Eutag akan memberikan kostum pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki dan segala keperluan yang biasa disiapkan untuk tim.

“Apparel tim sudah resmi. Produsen berjanji mengakomodir kebutuhan tim. Untuk pertandingan segitiga nanti, mereka juga akan menyiapkan jersey tim berwarna hijau. Memang belum seperti warna hijau harapan PSMS, karena mereka hanya punya waktu dua hari mempersiapkan kebutuhan tim sebelum keberangkatan tim ke Jakarta,” terangnya.

Menurut Fityan, setelah kompetisi bergulir, baru produsen akan memenuhi seluruh permintaan tim. Tidak hanya untuk tim, sebagai bentuk kerjasama, sponsor jersey juga akan memberikan produk untuk dijual kepada publik.

“Mereka siapkan jersey yang mereka punya untuk dijual. Sama seperti yang dipakai pemain, tapi tak ada nomor dan nama. Dan ini dibanderol 39 ringgit (Sekitar Rp120 ribu, Red) per helai,” jelasnya.

Sebelumnya, Raja Isa menjelaskan, pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. “Besok (Kemarin, Red), kami akan bertemu dengan manajemen dan perwakilan produsen apparel untuk menyepakati perjanjian sponsor,” ujarnya, Selasa (22/11) lalu.

Berbeda dengan musim ini, di musim Divisi Utama 2010/2011 lalu PSMS harus menggunakan jersey tak bermerk lantaran batalnya kerjasama dengan satu produsen outfit tim. (saz/jpnn)

Pemain bingung dualisme PSMS

MEDAN - Munculnya tim tandingan yang diplot sebagai pengganti PSMS Medan di Indonesia Premier League (IPL) akibat memilih ‘membelot’ tampil di Indonesian Super League (IPL) semakin kuat.

Hal ini ditandai dengan pertemuan bakal perangkat tim yang mengusung nama PSMS 1950 ini di Hotel Danau Toba, tadi malam. Pertemuan tersebut juga dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, PO Polisi, PS Kinantan, dan lainnya. Tampak hadir di antaranya M Khaidir yang disebut sebagai calon pelatih PSMS IPL. "Belum ada yang bisa disampaikan. Saya sedang menunggu untuk bertemu dengan pak wali. Kalau sudah ada kejelasannya, nanti saya sampaikan," ungkap Ketua PS Medan Putra, Freddy Hutabarat.


Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, sendiri mengatakan Ayam Kinantan akan tetap jalan dan memilih ISL. Soal tim PSMS tandingan yang hendak berkompetisi di pentas IPL, Idris enggan memberi komentar. "Kita tetap jalan. Soal mereka (PSMS ISL), saya no comment. Menurut saya, ISL sudah final," ujarnya memastikan PSMS akan berlaga di turnamen segitiga di Jakarta melawan Persija dan Sriwijaya FC.

Munculnya dua tim PSMS juga mencuatkan bakal beralihnya beberapa pemain dari PSMS ISL ke PSMS IPL. Pelatih PSMS ISL, Raja Isa, mengaku siap jika ada pemain yang mau hengkang ke tim lain. "Silakan saja, pemain harus tentukan sikap, jangan plin-plan. Kita mau berangkat ke Jakarta untuk turnamen, jadi kalau mau keluar dari tim, silakan jangan ikut ke Jakarta. Jangan nanti pulang dari Jakarta baru hengkang. Putuskan sekarang dan tentukan sikap," tegasnya.

Di tengah dualisme PSMS, komitmen Raja Isa mendatangkan sponsor produk apparel untuk timnya terealisasi. Adalah sebuah produsen jersey asal Inggris pabrikasi di Malaysia, Eutag, resmi menjadi sponsor PSMS musim ini. Raja Isa mengatakan pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. Kesepakatan sponsorship dengan PSMS dilakukan di Swiss Belhotel Medan, Rabu kemarin. Perwakilan sponsor dihadiri Razali dan Ayam Kinantan diwakili Benny Tomasoa, Iswanda Nanda Ramli, dan Fityan Hamdy.

Dalam kesepakatan itu, Eutag akan menyediakan kaus tim pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki, dan perlengkapan lainnya untuk keperluan skuad PSMS. Niat Raja Isa membawa klub Malaysia berujicoba ke Medan juga direspon Perak Football Association (FA). Disebutkan, pihaknya melampirkan surat permohonan dari Persatuan Bolasepak Perak (PAFA) untuk mengadakan laga persahabatan di Medan mulai 19-25 Desember mendatang.

PP IPL datang, PSMS cuek

EDAN - Tiga hari lagi selayaknya PSMS Medan menjalani laga perdana pada Indonesian Premier League (IPL) kontra Persebaya Surabaya. Pengawas Pertandingan (PP) utusan PSSI pun sudah berada di Medan, namun sikap PSMS yang belum resmi mengumumkan pembelotannya ke Indonesian Super League (ISL) membingungkan.

PP yang bernama Bustami itu tiba di Medan, Kamis. Kepada wartawan, Bustami mengaku bingung dengan ketidaktegasan sikap Ayam Kinantan yang belum juga memberikan jawaban perihal keputusannya memilih ISL.

"Saya ditugaskan resmi oleh PSSI sebagai Pengawas Pertandingan PSMS kontra Persebaya. Wasit pertandingan juga akan menyusul tiba. Sejak pagi, saya menunggu pihak yang bisa dikonfirmasi, tapi belum ada jawaban," ujar Bustami di Mes Kebun Bunga.

Diakui, dirinya mengetahui kabar soal "pembelotan" PSMS tersebut, namun tugas membuatnya tetap datang. Untuk itu, Bustami berharap pihak PSMS segera memberi kejelasan terkait ketiadaan tanggapan atas kedatangannya itu.

"Saya sudah tanya pak Idris (Pelaksana Teknis PSMS-red) dan menunggu arahan. Kalau memang nggak ada pertandingan, saya pulang, tapi saya perlu surat untuk disampaikan kepada PSSI karena ditugaskan resmi," ucapnya lagi.

Perihal kedatangan PP dari PSSI itu, Idris tak terlalu mengambil pusing dan menuturkan bahwa PSMS tidak mendaftar ikut IPL ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sudah cukup menjelaskan sikap mereka.

"Kalau mereka (PP) datang, ya datang. Mereka harus juga tahu sikap kami (PSMS) seperti apa. Apakah PSMS sudah mendaftar ikut IPL atau belum? Lagipula kalau memang IPL tidak ada dananya, mana bisa kami ikut kompetisi tersebut," tandas Idris menambahkan pihaknya memilih ISL karena lebih ‘jelas’.

Di lain pihak, keputusan PSMS memilih ISL musim ini tak ayal klub kebanggaan Kota Medan ini harus siap menerima sanksi dari PSSI. Demi menghindari sanksi, dikabarkan 40 klub pemilik PSMS berniat membentuk tim tandingan demi menjaga arah ke jalur resmi.

"Kami, klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" ujar Freddy Hutabarat, pemilik PS Kinantan dan Medan Putra.

Kabarnya, pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad Ayam Kinantan tandingan dan berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.

"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” tanyanya.

Editor: AVIAN TUMENGKOL

PSMS Tantang Tim Asal Malaysia

Minimnya pertandingan ujicoba yang digelar dengan tim selevel memberikan kepanikan tersendiri bagi PSMS. Karena kompetisi memang sudah sangat mepet. Persiapan dalam mensolidkan tim juga harus dikebut.

Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan tim saat ini. “Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya,” katanya, Rabu (23/11).

Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL yang berakhir dengan kekalahan 0-2 dan teranyar Pro Duta berakhir 1-1.

Karena itu beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember 2011 mendatang. Dan Selangor FC juga sedang dilobi.

“Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang ke sini. Juga tengah kita usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme permainan,” ujar Raja Isa.

Sebelumnya PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pra musim dalam rangka Ultah Persija Jakarta bersama Arema pada 27-29 November mendatang. “Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan,” kata Raja Isa lagi.

Menurut Raja Isa, ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM) yang digelar Rabu (23/11) malam diagendakan untuk memperbaiki struktur tim secara teknis. “Kita memanage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, tadinya PSMS mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi. “Namun, berhubung mereka ada pertandingan kita beralih ke tim lain. Meskipun bukan selevel tapi merupakan stimulan persiapan kita. Juga sebagai persiapan menghadapi turnamen di Jakarta,” kata Raja Isa.
(saz/sumutpos)

PSMS Tak Takut Dihukum PSSI

PSMS Medan memastikan ikut kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang diselenggarakan PT Liga Indonesia. Meski manajeman PSMS sempat memutuskan ikut kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI), ternyata LSI menjadi pilihan terakhir Ayam Kinantan untuk mengikuti kompetisi musim ini.

Sekretaris Umum PSMS, Idris S.E., menilai manajemen klub kebanggaan warga Medan ini paling siap dan menguntungkan klub dibanding kompetisi resmi yang digulirkan PSSI tersebut. Tawaran sponsorship dari PT Bakrie Sumatera Plantation, menurut dia, cukup menjadi alasan PSMS untuk bergabung di kompetisi LSI.

“PSMS secara resmi mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia. Kami tidak khawatir akan sanksi. Sebab, saat Ketua Umum PSSI dijabat Nurdin Halid, kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia juga berjalan. Sebaliknya, sekarang PSSI dipimpin para pendukung Liga Primer Indonesia musim lalu, seharusnya tidak ada hukuman untuk klub yang memilih kompetisi non-PSSI musim ini,” kata Idris kepada Tempo, Kamis, 24 November 2011.

Menurut Idris, sebelumnya pihak manajemen PSMS sudah membicarakan keuntungan yang didapat PSMS jika menjadi peserta LSI dengan penggagas LSI pada 19-20 November 2011 lalu di Jakarta.

"Atmosfer berlaga di Liga Super Indonesia lebih menguntungkan klub. Sebab, peserta LSI adalah klub-klub besar dan tak lebih dari 18 klub. Kami tidak main-main dengan keputusan ini . Hal ini kami buktikan dengan mendatangkan Raja Isa sebagai pelatih kepala PSMS,” kata Idris.

Kesepakatan lain yang membuat PSMS tertarik ikut kompetisi LSI, ujar Idris, karena kesepakatan pembagian saham sesuai hasil Kongres PSSI di Bali, yakni 99 persen saham milik klub dan satu persen PSSI.

LSI sendiri direncanakan mulai bergulir pada 1 Desember 2011. Pembukaannya akan digelar di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua. (Sahat Simatupang/Tempo)

Thursday, November 24, 2011

ISL tinggal peresmian

MEDAN - Menjelang dekatnya laga Indonesia Premier League (IPL) ataupun Indonesia Super League (ISL), PSMS Medan belum mengumumkan resmi pilihannya. Namun gelagat yang ditunjukkan PSMS dalam beberapa hari belakangan tak bisa memungkiri bahwa ISL yang menjadi pilihan.

Semakin kentara dengan surat penunjukan tugas kepada media/pers yang meminta dua orang perwakilan media untuk meliput laga PSMS selama musim 2011/2012 dari Panitia penyenggara PSMS.

Pada surat bernomor 134/B/PSMS/XI/2011 tertanggal 22 November 2011 yang ditandangani Ketua Panpel Safril SH itu, tercatat jelas undangan meliput ISL yang berlangsung tanggal 04 Desember hingga 17 Juli 2012. Selayaknya petinggi PSMS berniat mengumumkan resmi berlaga di kompetisi mana Rabu ini, namun konferensi pers dibatalkan.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, mengatakan belum ada keputusan resmi. Kabarnya laporan pertemuan Idris dengan Nirwan Bakrie belum disampaikan kepada Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.

"Itulah sebabnya, pihaknya belum berani memutuskan, kendati di tengarai PSMS bakal menjajal ISL," tegasnya.

Sama seperti klub-klub lainnya, PSMS mendapat surat edaran dari PSSI perihal pencabutan delegasi penyelenggaraan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia. Juga lampiran pelarangan kompetisi lain di luar IPL yang ditujukan kepada Kapolri.

Sebelumnya, gerak-gerik PSMS jelas terlihat dari keputusan mengikuti turnamen pra musim di Jakarta dalam rangka HUT Persija yang digelar 27-29 November mendatang. Jadwal yang berbenturan dengan laga perdana PSMS di IPL.

Sementara itu, klub anggota PSMS menyebutkan keanehan jika PSMS beralih ke ISL dengan mengkambinghitamkan konsorsium.

"Sejauh ini, sering kita dengar kerjasama dengan konsorsium tidak berjalan baik, karena belum ada dana turun. Kayak mana mau turun, apakah pengurus sudah pernah mengajukan rincian dana yang dibutuhkan? Siapa yang mau menurunkan dana tanpa pengajuan? Kan harusnya nilai kontrak pemain, operasional, dan lainnya harus jelas dipaparkan," bebernya.

Hindari sanksi, PSMS bentuk tim tandingan

MEDAN - Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)

Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.

"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.

Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.

"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.

Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.

"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.

Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.

"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.

Raja: Penyelesaian akhir masih buruk

MEDAN - PSMS Medan mencatat kemenangan 2-0 atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan dalam lanjutan ujicoba pramusimnya di Stadion Teladan Medan, Rabu malam ini. Dua gol kemenangan Ayam Kinantan disumbangkan Osas Saha dan Jecky Pasarella.

Menanggapi hasil yang diperoleh skuadnya, Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan finishing touch atau penyelesaian akhir timnya masih belum sesuai harapan. Dikatakan, finishing masih menjadi permasalahan.

“Yang perlu diperbaiki anak-anak adalah mereka harus lebih tenang berada di depan. Kolektivitas sudah lumayan. Dua bulan kan mereka fokus digenjot fisik, jadi memang dalam proses," ujar Pelatih asal Malaysia itu melihat sisi kolektivitas tim sudah cukup baik.

Ujicoba tersebut merupakan ajang pemantauan bagi pemain asing dan melihat perkembangan pemain lokal. Pada laga itu, PSMS tampil dengan dua tim materi berbeda. Tim pertama mengandalkan Osas Saha sebagai ujung tombak ditopang barisan gelandang asing yang dihuni Wallace dan Mfundo.

PSMS pun tampil cukup dominan. Tercatat empat peluang emas diraih Saha cs. Bahkan salah satunya berujung gol indah yang dicetak Saha. Di menit 29, striker asal Nigeria itu menguasai bola sambil membelakangi gawang lawan. Dengan satu sentuhan, Saha menendang bola ke sudut kiri atas tanpa dapat diselamatkan kiper TGM.

Di babak kedua, Ayam Kinantan mengandalkan trisula Ananias Fingkrew, Jecky Pasarella, dan Ari Priyatna di lini depan. Di sini, eksplosivitas Jecky dan Fingkrew cukup merepotkan barisan belakang lawan. 10 menit babak kedua, Jecky pun menyumbangkan gol lewat tendangan akrobatik.

TGM bukannya tanpa peluang. Di menit 75, TGM sukses menjebol gawang Achmad Kurniawan. Namun gol dianulir karena wasit melihat salah seorang pemain TGM terperangkap offside. Semenit kemudian, Fingkrew sukses menembus kotak terlarang dengan mengecoh dua pemain belakang. Namun sontekannya masih dapat dihalau kiper lawan dan skor 2-0 tidak berubah.

"Kita fokus melihat pemain asing dan tentunya juga melihat perkembangan pemain lokal. Contohnya, Ledi Utomo cukup bagus perkembangannya. Karena itu, setelah lawan TGM, kita adu tim bermaterikan pemain lokal dan tim yang banyak diisi pemain asing," tambahnya.

PSMS rencana jajal tim Malaysia

EDAN - Kompetisi yang sudah di ambang mata tak ayal membuat PSMS Medan harus bergerak cepat mematangkan persiapan. Minimnya ujicoba menghadapi tim selevel akan coba dikebut dalam waktu tersisa.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan timnya saat ini.

"Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya," katanya baru-baru ini.

Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL Langsa, PSMS kalah 0-2 dan teranyar Pro Duta FC berakhir 1-1.

Karena itu, beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember mendatang. Selain itu, juga tengah dilobi Selangor FC.

"Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang. Kita tengah usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme," kata Isa.

Sebelumnya, PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pramusim dalam rangka HUT Persija Jakarta bersama Arema Malang di Jakarta, 27-29 November nanti.

"Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan," papar pelatih asal Malaysia itu.

Pada Rabu ini, PSMS juga mengagendakan ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Kali ini, ujicoba digelar malam di Stadion Teladan Medan.

"Tadinya kita mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi, tapi mereka ada pertandingan dengan tim lain. Meskipun bukan selevel, tapi TGM akan menjadi stimulan persiapan kita menghadapi turnamen di Jakarta," lanjut Isa lagi.

Mantan Pelatih Persiram Raja Ampat ini mengatakan dirinya tengah memperbaiki struktur tim secara teknis. "Kita me-manage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap," tegasnya.

Laga ujicoba juga ditujukan mencoba para pemain yang baru bergabung. Terutama legiun asing. " Dari sini kita akan uji pemain asing mana yang siap kita pakai," katanya.

Wednesday, November 23, 2011

Kapten Timnas Malaysia orang Batak

JAKARTA - Kapten Timnas Malaysia, Baddrol Bakhtiar, menjadi penentu kemenangan negeri jiran itu dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia di partai final Senin malam (21/11). Ternyata, Baddrol adalah keturunan Mandailing, subsuku Batak dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Dalam drama adu pinalti setelah kedua Timnas bertanding melewati babak perpanjangan waktu dengan skor 1-1, Baddrol dipasang pelatih Ong Kim Swee menjadi algojo terakhir. Ketika itu kedudukan adu pinalti 3-3. Dua pemain Indonesia, Gunawan DC dan Ferdinand Sinaga, gagal menjebol gawang Malaysia yang dikawal Khairul Fahmi Che Mat. Adapun tendangan seorang pemain Malaysia, Fakhri, telah dijinakkan kiper Indonesia, Kurnia Mei
Baddrol hampir mengalami nasib serupa Fakhri. Tetapi, walau sempat ditahan Kurnia namun bola yang ditendang Baddrol yang lahir di Sungai Petani, Kedah, 1 Februari 1988, itu tak terbendung juga, melesat dan akhirnya menggetarkan jala gawang Garuda Muda. Di negerinya, Baddrol yang punya nickname Bad, berwajah polos dan lugu dengan sedikit janggut yang menggantung ini bertanding untuk Kedah FA dalam Liga Super Malaysia. Ia memang biasa bermain di lapangan tengah, baik di kiri maupun di kanan.

Karier sepakbolanya di Malaysia melesat setelah ia tampil di Kedah FA President Cup tahun 2006. Masih di tahun yang sama, ia bergabung dengan Canaries dan bertanding dalam Sukan Malaysia. Setelah tampil memukau di pesta olahraga Malaysia yang memukau, Baddrol menandatangani kontrak pertama dengan Kedah FA pada November 2006.

Menurut Ketua Masyarakat Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan, Baddrol Bakhtiar pun masih keturunan Mandailing. Memang nama keluarga atau marga Baddrol sudah tidak diketahui lagi. "Sedang di-check, because di Malaysia sudah lama hilang marga. Tapi famili-nya saya kenal. Dia cucu Opung Lobe, orang panggil disini," tulis Ramli Abdul Karim, hari ini.

Ramli berharap pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia itu dapat menjadi ajang untuk saling kenal dan memahami bahwa kedua bangsa adalah serumpun.
"Semoga hubungan kedua bangsa semakin erat dan baik," demikian Ramli yang leluhurnya tiba di Semenanjung Malaya sejak pertengahan 1880an silam.

AFC dukung PSSI

KUALA LUMPUR - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menghadiri "2nd Joint Meeting of AFC Ad-Hoc Committee for Professional Football" di AFC House yang dihadiri anggota ad-hoc committee.

Dalam pertemuan baru-baru ini, anggota membahas hasil penilaian lima kriteria "Professional Licensing Requirement" yang telah diberlakukan AFC kepada negara-negara anggota yang akan berpartisipasi dalam Liga Champions Asia (LCA).

Djohar, didampingi CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto, mengikuti pembukaan yang dilakukan Acting President AFC, Zhang Jilong, dan sidang yang dipimpin Chairman Ad-Hoc Committee, Saburo Kawabuchi (Jepang), dan Mohammad Al Romaithi (UEA).

Tidak ada perdebatan berarti tentang hasil scoring yang disampaikan Head Competition Departement AFC, Tokuaki Suzuki. Dalam dokumen hasil penilaian, AFC mengakui Indonesia memiliki peserta kompetisi profesional yang terdiri atas 24 klub.

"Fakta ini menunjukkan kita dan keluarga besar PSSI bahwa AFC sebagai induk organisasi kita di Asia telah memahami dan memberikan dukungan. Namun saya jelaskan kepada peserta dalam sesi informal bahwa sejauh ini kami baru memperoleh 17 peserta dalam Indonesian Premier League (IPL)," kata Djohar dalam rilis yang diterima Waspada Online.

Anggota ad-hoc committee kali ini juga bertukar pandangan perihal hasil penilaian AFC dan penentuan peserta LCA. Salah satu titik diskusi yang menyita perhatian anggota adalah usulan kuota dari slot setiap negara peserta ACL berkaitan hasil penilaian.

Satu hal yang menarik, delegasi Indonesia juga mendapatkan sambutan hangat dan memperoleh dukungan beberapa negara plus AFC terkait pencapaian tim nasional dalam SEA Games 2011.

Jangan korbankan PSMS untuk kepentingan pribadi!

JAKARTA - Mantan pemain PSMS Medan, Sarman Panggabean, usai mengajak sejumlah rekannya menemui Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di ruang kerjanya, tadi malam, mengaku sangat sedih melihat kondisi Ayam Kinantan saat ini.

Hal itu menurutnya terjadi karena ulah pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. "Karena itu saya minta, jangan korbankan PSMS hanya untuk kepentingan pribadi. Apa jadinya PSMS sekiranya mendapat sanksi berat dari PSSI. Sangat sulit lagi bisa bangkit," tutur Sarman
Hadir bersama Anjas Asmara, Tumpak Uli Sihite, Ricky Yakobi, dan beberapa mantan pemain lainnya, Sarman mengatakan kesempatan tampil di pentas tertinggi kompetisi sepakbola nasional musim ini tidak lepas dari andil sejumlah mantan. Pasalnya, mereka telah meminta kepada pengurus PSSI agar mengembalikan Ayam Kinantan ke kasta tertinggi, secara kebetulan peluang tersebut memang terbuka lebar.

"Maka dari itu, kesempatan tampil di liga tertinggi jangan lagi disia-siakan. Kita sudah lihat, prestasi PSMS sangat sulit dikembalikan seperti era kami dulu. Yang ada, malah ingin terus menghancurkan dengan ikut kompetisi di luar PSSI," pungkas Sarman.

Seperti diketahui, hadirnya wakil PSMS dalam pertemuan klub peserta Indonesian Super League (ISL) yang dilakukan PT Liga Indonesia, pengelola kompetisi pada era kepengurusan Nurdin Halid yang sudah dicabut mandatnya oleh PSSI, menjadi pertanda Ayam Kinantan masih mendua. Sebab sebelumnya, pengurus menyatakan kesiapannya mengikuti kompetisi di bawah PSSI.

Isu beredar menyebutkan, pihak konsorsium tidak memiliki uang hingga PSMS harus ikut kompetisi di luar PSSI. Tapi hal ini langsung dibantah konsorsium dengan balik menuding manajemen PSMS belum memberikan permintaan dana. "Konsorsium itu memiliki sistem pengelolaan keuangan profesional. Karena itu, tidak mungkin mengucurkan dana begitu saja tanpa adanya perencanaan yang baik," ujar salah seorang pimpinan tertinggi konsorsium PSMS, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

PSMS Resmi ke ISL

PSMS berlaga di ISL. Hal ini merujuk setelah tak ada tindakan lebih lanjut dari konsorsium mengenai dana bantuan untuk operasional PSMS hingga Senin (21/11) malam. Dengan hal ini, pengurus PSMS memastikan klub berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga di ISL.

Hal ini diterangkan pelaksana teknis PSMS Idris yang menyayangkan sikap konsorsium. “Hingga kemarin (21/11) malam kita tak mendapat kejelasan dari konsorsium. Secara otomatis kita (PSMS) akan berlaga di ISL,” terangnya, Selasa (22/11).

Idris memaparkan, dengan ikut dikompetisi ISL, maka PSMS akan mendapatkan sponsorship. “Jika kita bergabung di ISL, kita sudah ada sponsor utama yakni Sumatera Bakrie Plantation Kisaran. Dan PSMS tetap milik masyarakat Kota Medan,” tuturnya.

Ia membandingkan jika PSMS bergabung ke IPL maka saham PSMS sebesar 70 persen akan dimiliki kelompok-kelompok tertentu. “Dan mengenai hal itu, para tokoh bola di Medan tak setuju dengan ketentuan kepemilikan saham yang lebih besar dimiliki oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Idris.

Keputusan PSMS berlaga di ISL ini diakui Idris telah berkonsultasi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota, mengenai konsorsium dan iming-iming dana tersebut. Jika mereka (Konsorsium) tak juga mencairkan dana hingga Senin (21/11), maka PSMS akan beralih ke kompetisi yang lebih jelas dananya yakni ISL,” tuturnya.

Dengan telah dipastikannya PSMS berlaga di ISL, maka pada 27 November mendatang PSMS akan mengikuti turnamen segitiga antara PSMS, Persija dan Arema hingga 29 November 2011.

Sementara itu, kepastian pilihan PSMS mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diumumkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada pekan ini bersamaan dengan Konfrensi Pers. “Sabar, dalam minggu ini akan dikabarakan. Nanti akan diberikan konfrensi persnya,” kata Rahudman di Kantor Kota, Selasa (22/11) siang.

Dikatakanya, dengan aksi unjuk rasa yang meminta agar PSMS bermain di IPL mendapat respon dari Rahudman. “Bila ada aksi unjuk rasa supaya mengikuti IPL PSSI itu baik-baik saja. Tapi yang paling utama adalah kita (Pemko Medan, Red) meinginkan PSMS main secara berkesinambungan,” cetusnya.
(saz/adl/sumutpos)

Tuesday, November 22, 2011

PSMS Merihkan HUT Persija

MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).

Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.

Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.

“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.

Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.

Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)

PSMS Merihkan HUT Persija

MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).

Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.

Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.

“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.

Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.

Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)

PSMS Maksimalkan Persiapan

Saat ini PSMS harus berpacu untuk memaksimalisasi persiapan menjelang bergulirnya kompetisi musim mendatang. Pembenahan pemain dari segi teknis menjadi fokus utama.

Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).

Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.

Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.

Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.

Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.

Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)

PSMS makin ke luar jalur

MEDAN - Meskipun belum memastikan kiprahnya di Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL), langkah PSMS Medan semakin ketebak. Sikap yang lebih condong ke ISL sepertinya tak hanya sekedar wacana.

Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.

Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.

Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.

"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.

Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.

Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.

"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.

Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.

"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.

Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).