Monday, October 5, 2009

Sebatas Wacana

Kebutuhan akan pemain asing di PSMS sudah semakin mendesak. Khususnya pemain yang berposisi sebagai penyerang dan pemain belakang. Sayang, rencana merekrut legiun asing memang masih sebatas wacana.

Dana mungkin mencari faktor utama bagi PSMS untuk melaksanakan niat tersebut. Selain itu, regulasi pemain asing yang ditetapkan PT Liga Indonesia (PT LI) juga menjadi alasan penundaan tersebut. Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS masih menunggu regulasi resmi dari PT LI baru mencari pemain asing yang dibutuhkan Ayam Kinantan.

Nah, jika saja semuanya tak ada masalah dan pelatih Suimin Diharja diberi mandat mencari pemain asing yang dia inginkan, tanpa basa-basi ‘Pelatih Kampung’ ini membeberkan pemain yang diinginkannya. Pertama, dijelaskan Suimin kalau striker, pemain asing yang akan direkrutnya harus memiliki screen ball dan punya naluri yang kuat untuk mencetak gol. Di samping itu, pemain asing yang berposisi di lini depan juga harus kreatif. Tidak hanya mampu membuat peluang bagi rekan setimnya, tapi juga mampu membuka peluang bagi dirinya sendiri.

“Dan, yang terpenting tentu saja mampu mencetak gol. Buat apa kita pakai pemain asing yang tak mampu mencetak gol,” kata Suimin. Sayang Suimin masih enggan menyebut nama siapa pemain asing yang diliriknya hingga kini.

Kalau pemain bawah, Suimin berharap agar si pemain mampu menunjukkan fighting spirit yang tinggi. Di samping itu postur tubuh juga dipertimbangkan. Tujuannya adalah agar pemain belakang mampu mengantisipasi bola-bola lambung atau umpan silang dari pemain lawan. Pasalnya, menurut Suimin bola crossing itu sangat berbahaya.

Tak hanya mantap di lapangan, Suimin juga meminta pemain asing bagi PSMS itu mantap di luar lapangan. Suimin tidak ingin pemain asing yang banyak tingkah. Banyak mintanya dan sebagainya. Kalau sudah bergabung di PSMS, pemain asing sebintang apapun dia, harus mau tinggal di mess bersama pemain lainnya.
“Pemain asing itu harus diperlakukan sama seperti pemain lainnya. Kalau tidak mau tinggal bersama pemain lainnya, silahkan cari klub lain. Saya tidak ingin terjadi kecemburuan di antara para pemain. Kecemburuan bisa membuat suasana di klub tak harmonis,” pungkas Suimin.

Kalahkan PS Medan Deli, Ditahan PSKB Binjai

Skuad PSMS kembali melakoni laga uji coba, Sabtu (3/10) di Stadion Kebun Bunga. Kali ini lawan yang dipilih adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Meski tidak kalah dalam laga itu, Suimin Diharja arsitek PSMS mengaku masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
Melawan PS Medan Deli, PSMS menang terlihat lebih mendominasi serangan. Mesi sempat tertekan di awan-awal laga, namun Afan Lubis dkk berhasil membalikkan keadaan dan menekan.

Karena terus ditekan, barisan pertahanan Medan Deli panik. M Yusuf gelandang PSMS yang musim lalu membela Persik Kediri, ditekel di kotak penalti. Saat itu laga baru memasuki pertengahan babak kedua. Wasit pun menunjuk titik putih. Afan Lubis mendapat tugas mengeksekusi penalti. Dengan mudah tugas itu pun diembannya. 1-0 untuk PSMS.

Di babak kedua, serangan demi serangan masih dilancarkan barisan depan PSMS yang dimotori Jacky Pasarela dan Ahmad Affandi. Instruksi yang dilancarkan Suimin kepada anak buahnya, pun terlaksana dengan baik. Adapun instruksi itu tak lain untuk memberikan tekanan kepada PS Medan Deli. Tim lawan, tidak boleh menguasai bola lebih dari tujuh sentuhan. Jadi, begitu lawan menguasai bola, pressing harus segera dilancarkan. Di uji coba pertama, PSMS sukses menuruti kemauan pelatih.

Maka itu, satu gol lagi pun berhasil dikemas dengan apik oleh Jacky Pasarela. Lewat satu kemelut di mulut gawang, Jacky yang berada di posisi yang tepat pun langsung menceploskan si kulit bundar. Skor 2-0.

Di laga kedua, PSKB Binjai menjadi lawan yang bisa dibilang hampir sepadan. PSKB Binjai yang diarsiteki Amran Liza itu berhasil membuat skuad PSMS sedikit frustasi. Begitupun, target untuk tak memberikan lawan kesempatan untuk menguasai bola dengan tujuh sentuhan terbilang berhasil.

Namun, keberhasilan itu tidak didukung dengan target lainnya. Yakni melancarkan empat kali serangan balik dan menciptakan gol. Sebenarnya, empat serangan balik sudah hampir terlaksana dengan baik. Namun tidak ada satu gol pun tercipta atas serangan balik itu.
Konsentrasi yang mulai pudar lantaran sudah lelah meladeni PS Medan Deli, menjadi alasan utama. Namun sang pelatih memang ingin melihat, sejauh mana skuad PSMS mampu keluar dari tekanan.

Sejatinya pada laga kontra PSKB Binjai, PSMS sebenarnya hampir bisa menyarangkan gol. Hadiah penalti kembali diberikan karena pemain belakang PSKB Binjai menyentuh bola di kotak terlarang. Afan Lubis kembali menjadi algojo. Namun kali ini tendangan ke arah kanan gawang berhasil dimentahkan penjaga gawang PSKB Binjai yang bermain apik sepanjang pertandingan.

Sebelumnya, Faisal Azmi skuad PSMS bernomor kostum 7 juga hampir menjebol gawang PSKB, namun tendangan volinya berhasil ditepis penjaga gawang. Sama halnya dengan kesempatan yang didapat Jacky Pasarela yang akhirnya kandas di tangan penjaga gawang PSKB. Hingga usai laga, skor kacamata bertahan.

“Beberapa target berhasil dicapai dengan baik. Namun ada target lain yang tidak bisa tercapai. Salah satunya serangan balik yang harusnya berbuah gol,” terang Suimin usai laga.

Sementara dari pihak PSKB yang saat ini berlaga di Divisi Dua mengaku cukup kesulitan menghadapi PSMS. Namun Amran Riza pelatih PSKB didamping Usmayadi manajer tim, mengaku cukup puas berhasil menahan imbang PSMS. “Target kami juara Divisi Dua musim ini. Maka itu kesempatan menjajal PSMS sangat kami syukuri. Terlebih usai Ramadan lalu, kami baru tiga kali menggelar latihan,” sebut Amran

Butuh dua pemain asing

PSMS Medan membutuhkan dua pemain asing di posisi penyerang dan belakang guna memperkuat pasukan pada kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

“The Killer saat ini telah memiliki beberapa striker termasuk debutan Jacky Pasarella, namun belum cukup untuk membawa skuad kebanggaan warga kota Medan ini berkiprah di laga Divisi Utama,” ujar seorang pemerhati dan penggemar berat PSMS, Muhammad Arif SE, di Medan Jumat.

Salah seorang ofisial PSMS sendiri mengakui, Ayam Kinantan membutuhkan pelapis striker yang telah ada karena kompetisi mendatang sangat ketat. Begitu juga dengan bek, diperlukan seorang pemain asing untuk memperkuat benteng.

Pengurus PSMS H Syahputra MS, sependapat skuad PSMS harus memiliki striker dan libero asing yang berkualitas. Striker yang dimiliki PSMS saat ini belum cukup untuk membawa Ayam Kinantan memenuhi target promosi ke Liga Super Indonesia tahun depan.

"PSMS harus memaksimalkan kuota yang ada dan yang dibutuhkan adalah seorang striker dan libero," kata Arif menambahkan pemain harus konsisten dan punya sense of belonging pada klub.

Hingga Jumat, PSMS dikabarkan telah mendaftarkan sejumlah 21 pemain ke BLI tanpa satupun pemain asing. Padahal BLI sudah memutuskan setiap klub di Divisi Utama diizinkan menggunakan tiga pemain asing.

Menanggapi pemain asing, Arif mengusulkan PSMS merekrut mantan pemain Persib Nyeck Yobe dan Batoum Roger. Selain itu, Arif juga tidak menerima alasan pengurus kesulitan dana untuk merekrut pemain asing, karena dikabarkan PSMS kabarnya sudah mendapat aliran dana APBD melalui hibah KONI Medan sebesar Rp1 miliar plus rencana Pemko Medan memasukkan anggaran PSMS Rp7 miliar di PAPBD.

"Jadi tidak masuk akal kalau dengan dana tersebut plus dari dana hibah KONI Medan Rp1 miliar, Ayam Kinantan kesulitan dana,” tegas Arif.