Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

Osas Saha: Hati Saya Tetap di PSMS

KARIR legiun asing PSMS yang sejauh ini telah mencetak empat gol Osas Saha nampaknya akan semakin bersinar di pentas sepak bola nasional. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan, tempatnya bernaung saat ini sangat bergantung kepada kepiawaiannya untuk membobol gawang lawan.
Besarnya ketergantungan PSMS kepada pemain berambut keriwil ini ternyata menarik perhatian kontestan Divisi Utama lainnya, Pro Duta Jogjakarta untuk merekrutnya “Memang manajemen Pro Duta telah menyampaikan niatnya untuk merekrut Osas Saha. Tapi keputusan sutuju atau tidaknya melepas Osas Saha tergantung dengan manajemen PSMS, “ ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (3/2). Di tempat terpisah Osas Saha mengaku tidak tahu menahu mengenai keinginan Pro Duta meminang dirinya. Kendati demikian, bukan berarti Osas akan menolak seadainya pihak Pro Duta jadi merekrutnya.

“Saya sudah terikat kontrak di sini. Tapi kalau manajemen PSMS memang tak menginginkan saya lagi, maka saya pun terpaksa pindah ke Pro Duta. Tapi sejujurnya, saya berat untuk pindah karena hati saya masih untuk PSMS,” bilang Osas Saha.

Tak ingin disebut sekedar omong belaka, Osas Saha pun mengaku jika dirinya sudah tak sabar kembali berkostum PSMS saat menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) mendatang.

“Saya ingin memberikan yang terbaik saat kami menghadapi Persikabo. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga,” janjinya

Rehat Sejenak

Usai menelan kekalahan 1-3 atas Semen Padang di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, pelatih PSMS Kustiono mengaku jika dirinya memiliki program khusus yang ke depannya dapat mendongkrak performa tim Ayam Kinantan.

Beruntung bagi Affan Lubis dkk, karena sebelum digenjot habis-habisan oleh Kustiono, mereka sempat menikmati indahnya panorama Kota Padang, selepas melakoni kewajibannya bertanding dengan Semen Padang di Sijunjung, Senin (1/2) lalu.

“Rencananya, anak-anak akan kembali digenjot pada hari Kamis (4/2). Beberapa program sudah saya siapkan secara matang. Saya berharap seusai melahap metode itu penampilan anak-anak akan membaik, utamanya saat menghadapi Persikabo yang telah ada di depan mata,” ucap Kustiono, Selasa (2/2).

Meskipun tidak merinci program latihan yang akan diterapkannya, namun mantan pelatih PSAP ini menganggap jika dirinya perlu melakukan sebuah terobosan, terlebih Persikabo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Mereka (Persikabo Bogor, Red) merupakan salah satu tim kuat di ajang Divisi Utama musim ini. Jadi semua hal yang berkaitan dengan kekuatan tim itu akan kita pantau guna menemukan formulasi yang paling tepat untuk memetik poin sempurna,” paparnya.
Terkait obsesinya untuk membawa PSMS meraih kemenangan atas Persikabo, pria murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya masih bersandar pada kepiawaian Osas Saha dalam merobek gawang lawan.

“Osas merupakan pemain berbakat yang dari hari ke hari memperlihatkan peningkatan permainan. Bahkan, jika selama ini dia terkesan malas mengejar bola yang telah lepas, kemarin (saat menghadapi Semen Padang, Red) dia justru terlihat mobile dan mengejar ke manapun bola mengalir,” ingkap Kustiono.

Lantas bagimana dengan penampilan dua punggawa anyar tim Ayam Kinantan Daniel dan Harry Syahputra?
“Lini tengah kita (PSMS, Red) jadi lebih hidup sejak kehadirannya. Selain itu dia mampu bekerjasama dengan Affan Lubis dalam membangun serangan,” urai Kustiono tentang Daniel.

Nah, itu penilaiannya tentang Daniel. Bagimana dengan Harry Syahputra?

“Kartu kuning yang didapatkannya saat kita berhadapan dengan Semen Padang, kemarin justru membuktikan totalitas dirinya. Ini sebuah keuntungan bagi kita, mengingat salah satu titik lemah tim kita selama ini adalah sektor belakang,” urainya.

Totalitas juga dimiliki oleh Dodi Rahwana, yang karena kegigihannya mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan tim Ayam Kinantan justru membuat pemain Semen Padang emosi dan melakukan kecurangan yang mengakibatkannya cedera di bagian pelipis.

“Saya istirahatkan dia beberapa hari, agar saat menghadapi Persikabo nanti dia sudah benar-benar fit ,” beber Kustiono

Diliburkan, Pulang ke Rumah Masing-masing

Meskipun sempat mengalami delay (penundaan keberangkatan pesawat), namun rombongan PSMS Medan tetap kembali dalam keadaan selamat saat menjejakkan kaki di Kota Medan. Kerinduan terhadap orang-orang terdekat pun siap ditumpahkan. Terlebih, Kustiono, pelatih PSMS masih meliburkan pemainnya dari rutinitas latihan.

“Jam delapan sudah berangkat dari Sijunjung, kemudian empat jam berada di Kota Padang, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Medan,” cerita winger PSMS Dodi Rahwana saat bertemu Sumut Pos di mess pemain Stadion Kebun Bunga, kemarin (2/2).
Tapi ternyata, tak semua pemain pulang ke mes pemain. Libur satu hari yang diberikan pelatih dimanfaatkan sebagian pemain untuk pulang ke rumahnya masing-maisng.

Tak terkecuali Osas Saha. Striker yang pernah berseragam PSDS ini memilih pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Stadion Teladan Medan untuk melepas rindu dengan sang istri tercinta.

Sama halnya dengan pelatih dan sekretaris tim. Sementara Dodi yang kemarin ditemui Sumut Pos juga terlihat tergesa-gesa ingin meninggalkan kamarnya.

Saat ditanya seputar insiden yang menimpa dirinya, mantan siswa SSB Generasi Medan ini mengungkapkan jika dia hanya bisa pasrah saat tim medis telat melakukan pertolongan.

“Tak langsung dijahit sih, soalnya tim medis panitia gak punya jarum. Jadi, yang menjahit ini adalah dokter tim,” ungkap Dodi sembari menunjuk luka di pelipisnya itu.

Seperti yang dipaparkan Dodi, insiden berdarah itu dialaminya pada babak kedua saat menggantikan Heri Suwondo.
Tak tahu entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja siku pemain asing Semen Padang Edgard Wilson telah bersarang di pelipisnya.
Karena tidak langsung terjatuh, wasit tidak menghentikan pertandingan. Dodi baru terjatuh saat darah sudah menutupi mata kirinya.
Sayangnya wasit tidak menghentikan pertandingan, padahal beberapa pemain PSMS terlihat bengong menyaksikan nasib naas yang dialami Dodi.
Kondisi ini dimanfaatkan anak-anak Semen Padang untuk membobol gawang PSMS yang kemarin dikawal M Halim.

“Ya… mau bagaimana lagi? Memang begitulah kondisi sepakbola kita. Jadi jangan heran bila tim tamu dikerjai oleh wasit,” bilang Dodi.