Monday, May 9, 2011

Maju tak Gentar

MEDAN- PSMS harus membuktikan diri sebagai klub yang tak jago kandang, di babak delapan besar mendatang. Bermain di markas Mitra Kukar bukan penghalang jika kesiapan dan kepercayaan diri benar-benar dipupuk dari sekarang.

“Kita harus satu tekad satu tujuan masuk ISL. Di manapun mainnya kita harus berani. Terlalu cengeng jika kita terus menangisi penentuan tuan rumah, dan akhirnya kita tidak terpilih. Mari tatap laga tersebut dengan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa kita adalah pemenang,” beber Donny Fernando Siregar-Gelandang PSMS kemarin.
Ya, PSMS memang harus terus maju dan tak gentar. Inilah saat paling realistis untuk melaju ke kasta tertinggi sepak bola tanah air. Donny berharap rekan-rekannya memiliki tekad sama untuk berjuang. “Kapan lagi? Inilah saatnya. Kami berhadap doa dan dukungan semua Masyarakat Medan dan pecinta PSMS di manapun berada,” tambah mantan pemain Persijap dan Persiba Balik Papan itu.

Meski ada isu bahwa Mitra Kukar dan Persiba Bantul sudah ‘dititip’ untuk lolos ke ISL, namun hal itu tak harus jadi alasan PSMS melemah. Hal ini juga sudah dibantah oleh Plt Sekjen PSSI, Djoko Driyono. Dihubungi belum lama ini, Djoko mengaku tidak ada unsur pilih kasih terhadap penentuan tuan rumah. Semua mutlak didasarkan dari kesiapan dan kepentingan sponsor dan pemegang hak siar. “Penilaian awal adalah dari kesiapan infrastruktur. Kepentingan tim tamu, dan beragam kepentingan bersama lainnya. Kita ingin menjaga sportivitas di babak delapan besar ini. Tidak ada unsur lain-lain,” kata Djoko.

Maka itu, Donny kembali berharap PSMS mampu bermain baik dengan menjaga mental juara dan keyakinan bahwa tim ini adalah pemenang. “Minimal adalah pertahankan cara main kita seperti saat melawan Persikabo di kandangnya. Kalau mental kita pejuang, jangankan lolos, tropi juara pun bisa kita raih,” tambah Donny. “Semua berpulang kepada diri sendiri. Mari kita bulatkan tekad kita untuk menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (ful)

Jalan Juara Terbuka

MEDAN- Kapten PSMS, Affan Lubis optimis timnya bisa berbicara banyak di babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia mendatang. Mental yang kuat dan kepercayaan diri tinggi mendukung hal itu.

Gagal jadi tuan rumah tak lagi mesti diratapi. Kesalahan bukan pada PSMS melainkan kepada infrastruktur yang memang tak memadai. Maka wajar jika akhirnya PT Liga Indonesia memilih Stadion Tenggarong yang jauh lebih baik dari Stadion Teladan sebagai tuan rumah grup B.

“Main jadi tuan rumah memang ada keuntungan. Tapi kalau itu tak terjadi kita harus legowo dan percaya saja pada diri sendiri. Kita harus yakin bahwa tim ini lebih baik dari lawan-lawan kita,” beber Affan kemarin.

Kalau berhasil lolos ke babak selanjutnya bahkan menjadi juara Divisi Utama, maka sejarah baru sepak bola Kota Medan akan terukir. Ya, sudah diketahui khalayak penikmat sepak bola tanah air, kalau PSMS tak pernah angkat tropi di kompetisi resmi. Memang di masa perserikatan PSMS begitu berjaya.

Pun di sejumlah turnamen tak resmi, PSMS berjaya. Sebut saja Piala Emas Bang Yos yang sukses diboyong untuk selamanya. Namun di kompetisi resmi gawean PSSI, PSMS gagal total. Prestasi paling mentereng hanya jadi runner up Divisi Utama 2007/2008 silam.

“Inilah saatnya. Kita harus percaya diri bahwa kita ini tim juara. Jangan khawatir main di mana,” tambah Affan. (ful)

Latihan ala Militer Berakhir

Skuad PSMS baru saja melakoni laga keras untuk menggenjot kekuatan fisik. Berhubung pelatih kepala PSMS berdarah militer, latihan fisik pun mirip-mirip latihan militer.
“Sudah tiga hari pemain digeber latihan fisik yang cukup berat. Selanjutnya latihan akan fokus kepada strategi,” terang Suharto.

Selama tiga hari itu, para pemain PSMS tampak menikmati latihan yang disajikan Suharto dan asistennya Edi Syahputra dan pelatih kiper Doni Latuperisa. “Kita pergunakan separuh lapangan saja untuk latihan kecepatan dan kekuatan,” timpal Edi Syahputra.

Affan Lubis dkk menggeber secara full serangkai menu peningkatan ketahanan fisik pemain hingga menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Sebagai menu pembuka, pemain langsung dihadapkan menu small game, satu dua sentuhan bola.
Kemudian pemain berlanjut ke sprint-sprint pendek berbalik arah dari patokan yang telah ditentukan jaraknya. “Mereka lari cepat selama beberapa menit, 70 sampai 80 persen intensitasnya dapat 5 kali bolak-balik,” jelasnya.
Instruksi yang diberikan kepada pemain antara lain berlari lebih cepat dari patokan-patokan yang telah ditentukan, dikombinasi dengan interval sambil menerima bola agar feeling ball tidak hilang.

“Pelatih sengaja menuangkan menu bervariasi agar pemain tidak bosan dan tak merasa berat,” pungkas Edy. (ful)

War Dimulai

EDAN-Meski laga babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia baru akan digelar 12 Mei mendatang, namun perang urat syaraf alias psy war antar pendukung sudah menggema.

Perang urat syaraf mulai dilancarkan di sejumlah situs jejaring sosial. Salah satunya dari fan page Facebook berjudul:Babak 8 Besar Divisi Utama 2010/2011. Menarik, karena masing-masing suporter tim yang lolos ke babak delapan besar mengutarakan minat besar lolos ISL. Dukungan kepada PSMS juga mengalir deras. Pendukung PSMS di manapun berada, saling sindir kekuatan tim asuhan Suharto itulah yang akan melaju ke babak selanjutnya.
Namun pendukung tuan rumah Mitra Kukar juga tak kalah eksis. Sejumlah postingan terkait dukungan terus diumbar. Begitu juga dengan Persiba Bantul. Bahkan ada yang melisting dua klub ini sebagai favorit juara. Saling bantah dan saling unjuk fanatisme antar pendukung pun terjadi. Tak jarang komentar kadang menjurus rasis meski tidak begitu parah.

Dari ujung Sumatera nada ingin lolos ISL juga digumamkan oleh pendukung Persiraja dan PSAP Sigli. “Aceh Telah Lama Memimpikan ISL… Sudah Sekian Lama Kita Di Anak Tirikan dari Kancah Sepakbola Nasional.. Inilah Saatnya Aceh Kembali Berjaya.. Persiraja dan PSAP Sigli Siap Mempertaruhkan Nama Aceh Di Papua dan Kutai,,, Selamat Berjuang Pahlawan Kami,” begitu tulis salah satu pendukung dari NAD.

“Spirit of rap-rap siap mengantarkan PSMS jadi kampiun. Dan pastinya dengan menjungjung tinggi sportivitas dan fairplay,” timpal komentar pendukung PSMS.

Kekuatan grup B juga diulas. Adalah ketajaman striker yang bakal jadi momok masing-masing tim. Di Mitra Kukar ada Franco Hita yang sementara sudah mengemas 18 gol. Striker berkebangsaan Argentina ini pernah bermain di Liga Chile (Santiago Wanderers).

Tak tanggung-tanggung, memang persaingan antar striker di grup B cukup mengerikan. Semua striker asing di grup ini masuk jajaran top skor. Di PSAP ada Osas Saha yang sudah mengemas 29 gol. Mantan striker PSMS musim lalu itu bakal kembali melawan mantan klubnya di laga pembuka 13 Mei mendatang.

Sedangkan di Persiba Bantul, bercokol pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 31 gol. Dia adalah Fortune Udo. Pemain impor asal Nigeria ini terbilang sangat tajam musim ini. Mantan pemain Selangor FC itu diyakini mampu menambah pundi-pundi golnya. Maka, PSMS patut waspada ekstra ketika berjumpa dengan Persiba.
Nah di PSMS juga ada nama yang masuk jajaran top skor. Dia adalah kekasih artis Julia Perez. Siapa lagi kalau bukan Gaston Castano. Meski baru mengemas 14 gol, pemain asal Argentina ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
Yang jelas, laga babak delapan besar layak dinanti. Terlebih 10 laga dijamin akan disiarkan langsung oleh ANTV. Dengan demikian diharapkan kualitas pertandingan dan fairplay mampu dijunjung tinggi. “Semoga dengan disiarkan langsung bisa lebih jujur,” harap Kapten PSMS, Affan Lubis. (ful)

Final Digelar di Stadion Manahan

Babak semi final dan final delapan besar akan digelar di Stadion Manahan Solo mulai 22-25 Mei mendatang. Perebutan tempat ketiga juga akan digelar di sana. “PT Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengirimkan surat kepada panitia lokal Persis Solo, melalui faximile dengan nomor 0559/A-02/BLI-3-1/V/2011 ditandatangani Joko Driyono,” kata Ketua Panpel Persis Solo Paulus Haryoto kemarin.

Berdasarkan surat tersebut Panpel Persis Solo siap menjadi mitra kerja BLI, untuk menyelenggarakan pertandingan partai semi final dan grand final tersebut. Sesuai manual Liga Indonesia untuk laga semi final yang akan digelar 22 Mei 2011, akan mempertemukan juara grup A dan juara dua grup B, dan pertandingan tersebut akan dimulai pukul 15.30 WIB.

Pertandingan semi final kedua mempertemukan juara grup B melawan juara dua grup A, pada pukul 19.00 WIB. Sementara untuk perebutan juara tiga dan pertandingan grand final digelar 25 Mei 2011. Semua pertandingan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Menyinggung mengenai persiapan stadion Manahan Solo yang akan dijadikan ajang pertandingan tersebut, Paulus mengatakan tidak ada masalah.
“Stadion Manahan Solo itu sering dijadikan ajang pertandingan tingkat nasional maupun internasional. Jadi selalu siap digunakan,” katanya.

Panpel Persis Solo dalam pertandingan ini selain menyiapkan stadion Manahan Solo juga menyiapkan Stadion Sriwedari sebagai cadangan. Sedangkan sarana latihan akan diarahkan di lapangan Kota Barat dan Kartopuran. Menanggapi hal itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa tampak setuju.
“Memang harusnya digelar ditempat netral jadi lebih fair dan jujur. Saya pribadi sebenarnya ingin mulai babak delapan besar sudah digelar di tempat netral jadi tidak ada kecurigaan,” bebernya. (ful/bbs)