Tuesday, August 11, 2009

Nego pemain PSMS tertunda

Sejumlah 27 pemain yang diajukan pelatih Suimin Dihardja masuk skuad PSMS Medan menuju kompetisi Divisi Utama 2009/2010 masih memerlukan waktu dievaluasi selama dua atau tiga hari ini.

Negosiasinya masih tertunda, sebagaimana diungkapkan kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP usai mendampingi Ketua Umum terpilih H Dzulmi Eldin MSi menerima Suimin kepada wartawan di Balai Kota Medan, Senin.

“Setelah Ketua Umum menerima nama-nama yang diajukan pelatih, usulan tersebut dibawa dalam rapat dengan tim talent scouting dan beberapa kandidat pengurus PSMS,” ujar Hardi.

Namun dalam rapat tidak dapat diambil keputusan terhadap nama-nama yang diajukan Suimin yang lengkap dengan nilai kontraknya, karena masih terdapat nilai kontrak pemain yang dinilai terlalu tinggi.

Ketua Umum bersama tim talent scouting dan unsur pengurus masih memerlukan waktu dua atau tiga hari untuk membicarakannya, sehingga rencana pengumuman nama-nama pemain yang masuk skuad PSMS ditunda.

Latihan The Killer pun terpaksa dihentikan setelah KONI Medan akan menggelar Porkot Medan di Stadion Teladan yang notabene tempat seleksi dan latihan PSMS. Begitu juga dengan Stadion Kebun Bunga yang rencananya dipergunakan PSMS menggelar latihan juga dipergunakan untuk kegiatan Porkot.

“Seharusnya pihak Dinas Pertamanan Medan selaku pengelola yang selama ini memberi izin Stadion Teladan dipergunakan buat pembentukan tim PSMS, koordinasi dengan pengurus PSMS sebelum mengeluarkan izin kepada panpel Porkot,” ujar salah seorang penggemar dan pemerhati berat PSMS di kantor Walikota Medan.

Bila ada koordinasi antara pihak PSMS dengan Dinas Pertamanan dipastikan tidak akan membuat persiapan PSMS yang merupakan tim kesayangan masyarakat Medan ini jadi terhenti.

“Kalau sudah begini, yang rugi kan PSMS padahal persiapan menghadapi kompetisi mendatang sangat singkat,” kata seorang salah satu pengurus klub anggota PSMS.

Nasib Suimin Menggantung

23 Pemain Akan Disodori Kontrak

MEDAN- Para calon pemain PSMS yang lolos seleksi talent scooting akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Rencana kontrak mereka sudah dibicarakan dan akan diputus dalam dua hari ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah pengurus bertemu kandidat pelatih kepala Suimin Diharja di Pemko Medan, Senin (10/8).

Keterangan Suimin tersebut diamini Hardi Mulyono, Sekum PSMS. Hardi berjanji akan memanggil ke-23 pemain untuk membicarakan nilai kontrak. “Mulai besok (hari ini, Red), pemain yang diajukan Suimin akan kami panggil untuk nego kontrak,” ujarnya.

Hardi mengakui nama-nama pemain yang ditawarkan Suimin sebagai ketua tim talent scooting merupakan pemain terbaik. Namun untuk sampai ke tahapan kontrak, katanya, masih akan melalui tahapan negoisasi.
“Walaupun pemain itu (berkualitas) bagus, kalau tidak sepakat dalam urusan kontrak, kami tak akan pakai. Ini terkait dana yang dimiliki PSMS,” terang Hardi.

Belum diketahui pasti, di mana akan dilakukan proses negoisasi itu. Yang jelas, sebelum lebaran, skuad PSMS dipastikan akan segera terbentuk. “Kita tunggu saja. Yang pasti tidak lama lagi skuad PSMS akan terbentuk,” tambah Hardi.
Bila kontrak para calon pemain sudah memperlihatkan tanda-tanda, nasib Suimin tampaknya masih mengambang. “Nasib saya baru bisa ditentukan dua hari lagi. Setelah itu baru saya berkomentar rencana selanjutnya. Kalau dalam dua hari saya tak dapat kabar dari PSMS, berarti saya bebas transfer,” beber Suimin.

Hardi Mulyono tak membantah ucapan pelatih kampung tersebut. “Kalau pelatih, baru dua hari lagi ditentukan. Saat ini masih nego masalah kontrak,” katanya. Tapi Hardi enggan membeberkan nilai kontrak yang diinginkan Suimin.

Kemana Suimin akan berlabuh andai kesepakatan kontrak tak menemui titik temu? “Nantilah… Kalau nasib saya belum dijelaskan, yang pasti saya akan pergi. Tak mungkin saya tetap di sini kalau tak dibutuhkan,” katanya.
Belakangan, beredar rumor yang menyebutkan bahwa keberadaan Suimin Diharja sebagai calon kuat pelatih PSMS mulai digoyang. Walaupun hingga saat ini belum ada kandidat lain yang digadang bakal menjadi pelatih PSMS. Bila kontrak tidak disepakati, Suimin dikabarkan akan berlabuh ke klub Semen Padang.

Soal pendanaan, kabar terbaru cukup menggembirakan. Satu lagi calon sponsor kabarnya sudah mulai merapat. Adalah Specs, produsen peralatan olahraga ternama nasional yang kabarnya mulai menyambut niat PSMS untuk bekerjasama. Hal itu diutarakan Benny Tomasoa, sebagai tim pencari dana PSMS.

“Mudah-mudahan Specs bisa menjadi sponsor kita. Saat ini sudah ada pembicaraan antara kita dengan Specs. Mulai besok saya akan ajukan penawaran kerjasama,” terang Benny.

Hal ini cukup menggembirakan, mengingat produsen alat olahraga lainnya, Diadora yang juga ditawari kerjasama dengan PSMS, resmi mundur karena lebih tertarik menjalin kerjasama dengan kontestan Indonesian Super League (ISL).

Benny juga menyebutkan ada sponsor dari BUMN yang juga sudah bersedia membantu PSMS. Walaupun dia masih enggan menyebutkan nama BUMN yang dimaksud. “Nantilah, karena mereka masih belum ingin dipublikasikan. Kalau sudah deal, kita pasti akan umumkan,” pungkas Benny.