Monday, February 8, 2010

Maksimalkan yang Ada


Laga menghadapi Persikabo yang akan berlangsung Rabu (10/2) mendatang telah di depan mata dan seakan tak menyisakan waktu kepada para punggawa tim Ayam Kinantan untuk berleha-leha.

Karenanya tak ada pilihan lain bagi pelatih PSMS Kustiono kecuali memaksimalkan persiapan agar tampil tak tampil mengecewakan, apalagi sampai kehilangan angka di hadapan pendukungnya sendiri.

“Rencananya, besok pagi (hari ini, Red) tim akan berlatih lagi. Materi yang akan diterapkan pada latihan nanti adalah pressing ketat ke jantung pertahanan lawan,” ucap Kus (sapaan akrab Kustiono, Red) yang dihubungi melalui telepon, Minggu (7/2).
Diharapkan dengan ketatnya pressing yang dilakukan Faisal Azmi dkk maka Persikabo takkan mampu mengembangkan permainan, apalagi sampai mendikte tim Ayam Kinantan.

“Saya pernah menyaksikan penampilan mereka saat menghadapi Persiraja dan PSAP. Saya pikir, jika anak-anak dapat tampil tenang, maka kemenangan akan kita dapatkan,” bilang Kustiono.

Terkait tiga pemain baru yang telah direkomendasikan untuk bergabung dengan tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku jika ketiganya sedang menunggu keputusan dari manajemen.

“Akan lebih baik jika ketiganya dapat tampil saat kita menghadapi Persikabo. Tapi bila semua urusan belum beres, ya terpaksa kita memaksimalkan pemain yang ada,” bilang Kustiono.

Adapun tiga pemain yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Kustiono untuk bergabung ke PSMS adalah Kussusanto, Mawan, dan Dedek Ariandi

Pertanyaannya, jika ketiga pemain tadi tak dapat diturunkan hingga saat laga kontra Persikabo berlangsung, apa yang akan dilakukan oleh mantan pelatih PSAP ini?

“Itu bukan masalah karena seluruh pemain telah menyatakan kesiapannya untuk meraih poin sempurna atas Persikabo. Bukan hanya tekad, para pemain pun telah membuktikannya pada setiap sesi latihan. Mereka terlihat lebih disiplin,” bilang Kus lagi.

Bahkan khusus untuk legiun asing PSMS Nyek Nyobe yang dalam beberapa penampilan terakhir terlihat mengalami penurunan performa, Kus mengaku jika dirinya telah mengajak pemain asal Kamerun itu berbicara dari hati ke hati.

“Saya sudah bicara berdua dan dia memastikan tidak ada masalah dengan pelatih. Nyek juga menyatakan akan membuktikan ucapannya pada saat berhadapan dengan Persikabo nanti. Meskipun begitu, saya juga akan buat penilaian tersendiri untuknya. Kalau masih buruk juga performanya, saya akan berkoordinasi kepada pengurus untuk tindakan selanjutnya,” janji pelatih berusia 48 tahun ini.

“Pemain lain juga sudah mulai paham dengan kemauan saya. Waktu latihan, anak-anak sudah tidak ada yang jalan, semua lebih aktif. Begitupun saat mau latihan semua langsung mengenakan pakaiannya, tidak lagi harus dibilang. Semoga ini sebuah pertanda bangkitnya semangat tim ini,” tambahnya.

Keuntungan Kustiono lainnya yaitu penampilan Ogochukuwu Daniel yang kian memuaskan. Bahkan pemain asal Nigeria yang setengah musim lalu membela PSP Padang ini bakal disiapkan sebagai pemain dengan dua posisi.

“Daniel dan Saha sudah saling mengerti kemauan masing-masing, begitu juga dengan Nyek yang akan menjadi leader di lini pertahanan,” beber Kustiono.

Sementara itu Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi mengaku belum menerima rekomendasi. Meskipun begitu dirinya juga memastikan bila PSMS akan menghadapi Persikabo tanpa diperkuat pemain baru.

“Bisa saja rekomendasi langsung diserahkan kepada manejer tim. Jika itu, tetap saja mereka belum bisa diturunkan saat menghadapi Persikabo Bogor nanti,” jelas Fityan.

Di tempat terpisah manejer tim PSMS Hendra DS tak membantah jika rekomendasi tiga pemain baru memang telah diserahkan Kustiono kepada dirinya. “Semuanya masih diproses,” bilangnya

Sekali Lagi


encetak gol untuk tim merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Begitu pula yang dirasakan gelandang bertahan PSMS Tri Yudha Handoko usai mencetak gol spektakuler saat latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/2) sore.

Karenanya Yudha berjanji untuk kembali mengulangi gol itu saat timnya menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) ini. “Saya tidak menyangka kalau bola itu bisa gol. Saya akan buat gol seperti itu lagi saat menghadapi Persikabo Bogor,” janji pemain yang baru mendapatkan gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara ini.

Saat latihan Jumat sore itu, Yudha menciptakan gol spektakuler dari jarak 60 meter. Mantan gelandang bertahan PSDS ini berhasil menyarangkan bola tepat di sisi tiang gawang atas. Posisi yang paling sulit untuk dijangkau oleh penjaga gawang.

Bahkan aksi tersebut mengundang decak kagum dari Pelatih PSMS Kustiono. “Ini menggambarkan kemajuan seluruh tim. Saya pikir dengan mempertahankan permainan seperti ini, untuk meraih poin penuh dari Persikabo Bogor bukanlah mustahil,” ucapnya.

Pada latihan Jumat (5/2) sore itu, tercipta empat gol. Osas Saha mencetak dua gol, sedangkan Ogochukuwu Daniel dan Tri Yudha Handoko masing-masing mencetak satu gol

Berharap Dukungan Pengusaha


Sebagai kota nomor empat terbesar di Indonesia jelas merupakan kebanggaan bagi Kota Medan. Namun dengan kekayaan potensi dan pendapatan yang demikian besar, justru tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS kian terperosok.

Bagaimana tidak, masalah keuangan yang tak pernah lepas membuat pembayaran gaji pemain kerap terlambat. Satu per satu pemainnya pun hengkang seperti Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan yang lain. Ironisnya, untuk mempertahankan nama besar PSMS pemain yang didatangkan pun tidak lagi berdasarkan kualitas, melainkan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Hasilnya, sebuah tim dengan kemampuan yang pas-pasan pun tercipta. Puncaknya, PSMS tersingkir dari Indonesia Super League (ISL) dan kini bermain di Divisi Utama.

Tentunya ini sangat menyakitkan tidak saja bagi insan sepakbola juga masyarakat Kota Medan pada umumnya. Tapi kita pasti tidak mau terus terjatuh. Sebagai tim kesayangan dan kebanggaan masyarakat Kota Medan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada PSMS. Sudah saatnya para pelaku usaha di Kota Medan berperan demi kebangkitan PSMS. Demikian himbauan Drs H Zulhifzi Lubis, Ketua Umum KONI Medan kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

“Tak salah bila para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan usahanya di Kota Medan ini menyisihkan sebahagian dananya untuk PSMS. Dengan bantuan tersebut diharapkan PSMS bisa memiliki pemain berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk Ladon mengaku prihatin dengan pemberitaan belakangan ini mengenai kondisi tim berjuluk Ayam Kinantan. Dari minimnya suplemen, sepatu pemain, hingga pemain yang minum air isi ulang pada setiap sesi latihan. “Bahkan sekelas SSB saja bisa menyediakan aqua gelas untuk para pemain. Artinya PSMS saat ini sangat membutuhkan perhatian. Tanpa itu PSMS akan sulit berprestasi,” ketusnya.

Dirinya lantas memberikan gambaran bagaimana abang-abang becak se-Kota Medan bersedia menyumbangkan sedikit dari penghasilannya saat Parlin Siagian membawa PSMS menjadi juara tahun 1985 lalu.

“Kalau dana dari abang besak saja mampu menyulap PSMS menjadi lebih kuat, apalagi dana dari pengusaha. Begitupun, bila nantinya ada pengusaha yang bersedia menjadi sponsorship, maka semuanya harus transparan sehingga tak melahirkan prasangka di jajaran pengurus dan manajemen,” bilang Opmung

Kustiono takut berkomentar

Pelatih PSMS Medan Kustiono terkesan takut memberikan komentar tentang perkembangan skuad Ayam Kinantan, dikarenakan mantan pelatih PSAP Sigli itu takut salah bicara.

Hal ini terjadi kala Kustiono memimpin latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat. Dimintai keterangannya tentang perkembangan empat pemain yang sedang mengikuti seleksi, Kustiono enggan menjawabnya. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya singkat.

Tentang berapa pemain yang layak masuk skuad PSMS dari empat pemain tersebut, Kustiono hanya mengatakan tergantung manajemen. “Kita lihat dulu kemampuan dana manajemen,” ujarnya.

Sebagai pelatih kepala yang mengetahui tentang teknis pemain, Kustiono seharusnya berhak memberikan rekomendasi tentang pemain yang layak masuk skuad. Setelah itu, manajeman akan melakukan negoisasi dengan pemain tersebut.

Menurut Ketua SmeCK Holligans Nata Simangunsong, tindakan Kustiono yang terkesan takut berkomentar tidak beralasan.

Sebagai pelatih, kata Nata, Kustiono paling berhak menentukan pemain yang layak masuk tim atau tidak karena lebih tahu akan kebutuhan tim dari para pengurus. “Jangan nanti pengurus pula yang menentukan pemain yang masuk PSMS,” jelas Nata.

Rekomendasikan Tiga Pemain

Setelah melalui proses yang ketat, pelatih PSMS Kustiono merekomendasikan tiga nama untuk menambah skuad PSMS. Direncanakan, Sabtu (6/2) malam, rekomendasi itu sudah diserahkan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.

Adapun ketiga pemain tersebut adalah Kussusanto yang bertindak sebagai pemain bawah, Mawan sebagai wing back, dan Dedek Ariandi sebagagi gelandang.

“Ya hanya ketiga pemain ini yang memenuhi kriteria selama pengamatan kita hingga simulasi Jumat (5/2) di Stadion Teladan Medan,” ucap Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan pelatih kiper Jampi Hutauruk, Sabtu (6/2).
Namun dari ketiga pemain tersebut hanya Mawan yang lulus dengan angka tertinggi khususnya jika di lihat dari skil individu. Adapun Kussusanto dan Dedek Ariandi lulus dengan nilai tiga.

Namun Kustiono belum bisa memastikan kapan dan dengan siapa ketiganya dipasangkan. “Kalau Dedek mungkin bisa dipasangkan dengan Azmi, tapi yang pasti kita menunggu keputusan dari manajemen,” tambahnya.

Sebenarnya ada lima pemain lokal yang mendaftarkan diri pada seleksi pemain PSMS. Selain ketiga nama di atas, masih ada Mahmud Azis rekan Marwan semasa di Persidi Idi dan Hamtiar. Hamtiar sendiri merupakan peserta seleksi sebelumnya.

Kehadiran ketiga pemain tadi diharapkan dapat menjadi darah segar bagi PSMS untuk mengarungi kerasnya persaingan Divisi Utama musim ini. Walaupun secara keseluruhan Kustiono mengaku persiapan tim sudah lebih baik. Terbukti dalam latihan, Jumat (5/2) sore yang melahirkan empat gol. Dua gol tercipta atas nama Osas Saha, satu gol dari Ogochukuwu Daniel, dan satu gol lagi disumbangkan Tri Yudha Handoko.
“Kalau bicara teknik semua tim bisa dibilang sama saja, tidak ada yang istimewa. Tapi komunikasi pemain sudah kelihatan, ini sudah bagus. Tinggal memantapkan stamina,” ucap Kustiono.

Latihan fisik tersebut, lanjut Kustiono akan menundukung keinginan untuk menunjukkan permainan rap-rap saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu (10/2) nanti di Stadion Teladan Medan.

Menanggapi rekomendasi pemain dari tim pelatih, Sekretaris tim Fityan Hamdy berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun status ketiganya masih belum dipastikan.

“Memang kita belum menerima rekomendasi itu, tapi secepatnya kita akan menindaklanjuti. Kalau status ketiganya akan kita bahas terlebih dahulu karena ini berhubungan dengan nilai kontrak yang diajukan nantinya,” jelas Fityan

Nyek Nyobe Mulai Bertingkah

PERFORMA buruk di lapangan membuat status Nyek Nyobe di PSMS dipertanyakan. Sinyal untuk mendepak pun diberikan. Pertandingan melawan Persikabo Bogor akan menentukan status Nyek.

Nyek dinilai sangat pasif di lapangan dan sulit berkomunikasi dengan pemain. Hal ini membuat barisan pertahanan PSMS sangat rentan kecolongan.

Hal itu terbukti dengan mudahnya gawang PSMS diobrak abrik tim lawan. Bukannya berusaha berbenah, Nyek justru semakin menjadi di putaran kedua ini. Sepulang dari Padang misalnya, Nyek tidak ikut latihan karena baru tiba di mess Kebun Bunga saat latihan sore hampir usai.
Karena ulahnya itu, Jumat (5/2) Nyek pun mendapat teguran dari Penasehat Teknik Suryanto Herman dan tim pelatih Kustiono, Suyono, dan Jampi Hutauruk di ruang breafing sebelum bertolak ke Stadion Teladan.

“Sampai sekarang dia (Nyek Nyobe) belum ada ngomong kenapa dia seperti itu. Kita juga jadi bingung apa memang begitu orangnya?” kesal Kustiono, Sabtu (6/2)

Kustiono bahkan menyebut Nyek terkena ‘bengkel hati’ kondisi seseorang yang tidak punya loyalitas dan dedikasi terhadap tim. Untuk itu, Kustiono memberi kesempatan kepada Nyek hingga pertandingan menghadapi Persikabo Bogor nanti. Setelah itu, Kustiono akan memutuskan apakah Nyek dipertahankan atau ditendang.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris tim Fityan Hamdy.

“Memang Nyek kita kontrak untuk satu musim ini. Tapi kita akan lihat kesimpulan dari tim pelatih. Kalau memang ada yang mau barter ya bisa saja kita buang apalagi mainnya seperti itu,” ucap Fityan.

Kabarnya tingkah yang buruk, introvet dan tidak mau berkomunikasi dengan pemain pula yang menyebabkan Nyek didepak dari Persib Bandung. Terkait sikap Nyek Nyobe ini asisten manager Beni Tomasoa mengaku baru tahu perihal sikap introvet Nyek. “Saya sudah melakukan pendekatan kepada Nyek dan dia bilang tidak ada masalah. Sebelumnya saya juga sudah sampaikan ke pihak manager nyek tapi kita lihat ke depan lah. Semoga Nyek bisa lebih baik lagi. Tapi yang pasti Nyek tidak ada keinginan meninggalkan PSMS,” jelasnya.