Thursday, January 7, 2010

Fans Dukung Perombakan

PADA putaran kedua nanti, tampaknya bakal ada perombakan di tubuh tim. Beberapa pemain yang tak memiliki kontribusi bagi tim dipastikan akan terdegradasi. Hal itu juga sudah diamini Hendra DS, manajer PSMS.

Menurut Hendra, evaluasi secara keseluruhan akan diupayakan guna mencapai target lolos ke Indonesia Super League musim depan. Terlebih pascakekalahan kontra Persita dua hari lalu, cukup menyesakkan. Hendra kecewa dengan hasil itu. Begitupun, pria 45 tahun tersebut masih optimis kalau PSMS masih bisa berbuat banyak. “Kini, saatnya PSMS menatap laga selanjutnya. Semoga kita mampu meraih hasil baik kontra Persikabo nanti,” beber Hendra.

Untuk hal itu, wacana menambah pemain juga dibawa Hendra. Menurutnya, akan ada penambahan sekitar tiga pemain untuk menambah pasukan Ayam Kinantan. “Rencananya kita akan menambah penyerang, baik itu asing maupun lokal. dan pemain belakang,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan akan rencana menambah pemain langsung disambut fans yang bernaung di bendera PSMS Medan Fans Club. Lewat Tony Nainggolan kordinator PSMS Medan FC di kawasan Jabodetabe yang menonton langsung laga kontra Persita. “Hal itu mendesak, karena saingan di Divisi Utama sangat ketat,” kata Tony

Ke BWSI Bawa Rekaman Pertandingan

Kinerja wasit di kompetisi tanah air, memang belum menunjukkan kata memuaskan. Tak jarang kinerja wasit kerap merugikan tim, terutama tim tamu yang bertandang ke markas lawan.

Puncak kejenggelen manajemen PSMS, akan kinerja wasit terjadi saat laga kontra Persita, Selasa (6/1). PSMS yang kandas 3-0, tidak bisa menerima kinerja wasit yang terkesan sangat bodoh dan memihak.

Tak main-main, manajemen PSMS akan melaporkan kinerja wasit Sholichin asal Surabaya yang sore itu memimpin pertandingan ke Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI).

Terlebih gol pertama bagi Pendekar Cisadane yang jelas-jelas harusnya tak boleh disahkan karena pemain Persita sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit saat ini.

Untuk menguatkan bukti buruknya kinerja wasit yang memimpin laga itu, manajemen PSMS bahkan berencana membawa bukti rekaman pertandingan. Kebetulan, saat laga itu digelar ada reporter sebuah televisi swasta yang mengabadikan momen tersebut. Beberapa foto juga akan dibawa serta. “Kita tidak sembarangan menyatakan protes. Untuk itu kita akan sertakan bukti rekaman dan foto terkait insiden memalukan itu. Kenapa memalukan? Karena wasit Solichin telah menodai pertandingan tersebut,” ujar Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kesal.
Hal ini dilakukan, ternyata bukan berarti manajemen PSMS meminta hasil laga itu dibatalkan. Namun lebih kepada peringatan akan kinerja wasit, yang sering merugikan klub.

“Kita bukan meminta hasil pertandingan dibatalkan. Yang terpenting, kalau protes kita tidak ditanggapi, persepakbolaan nasional kita tidak akan pernah berkembang,” sambung Benny.

Untuk menghindari agar tak lagi ‘dikerjai’ wasit, manajemen berencana merekam setiap pertandingan PSMS. “Karena terus-terusan dikerjai wasit, Ketum Dzulmi Eldin pun kesal. Dia berharap kita merekam setiap pertandingan PSMS, agar kalau seandainya terjadi hal-hal serupa kita punya bukti untuk melapor,” pungkas manajer berdarah Ambon itu

Suimin Dipusingkan Absennya Pemain

Hasil buruk yang ditorehkan PSMS ketika dibantai Persita 3-0 Selasa (5/1) lalu, membuat Suimin Diharja harus putar otak lebih keras lagi. Hasil serupa tentu saja tak boleh terulang ketika Ayam Kinantan menantang Persikabo Bogor (8/1) mendatang.

Sepanjang putaran pertama ini, memang lawatan ke markas Persita dan Persikabo adalah lawatan terberat. Menatap laga kontra Persikabo, PSMS punya target tersendiri. Setelah dikuranginya tiga poin Persikabo karena masalah kontrak pemain asing, pada kompetisi sebelumnya, dianggap jadi celah yang bagus. Sudah pasti kubu Persikabo kini tengah mengalami masalah mental bertanding, karena hal itu. Kondisi inilah yang coba dimanfaatkan Suimin. Walaupun pada hakikatnya, laga itu dipastikan bakal berlangsung sengit.

Persikabo diperkuat tiga pemain asing yang siap turun. Sedangkan PSMS, dipastikan kehilangan dua pemain belakangnya karena akumulasi kartu. Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi yang dipastikan absen.

Untuk urusan satu ini, Suimin benar-benar pusing. 18 skuad yang dibawa, tidak semua dalam top performa. Ujungnya, Suimin memanggil dua pemain yang awalnya ditinggal, untuk bergabung dengan tim. Osas Saha dan Chiko Maradona pemain yang akhirnya menyusul ke Bogor.

Tumpuan besar diharapkan mampu diemban Osas Saha, yang diharapkan mampu merepotkan pemain belakang lawan. Sedangkan Chiko diharapkan mampu menggantikan peran Deni Wahyudi.

“Kebutuhan akan tambahan pemain sangat mendesak. Beruntung manajemen tanggap dan mendatangkan dua pemain,” kata Suimin.

Menyoal cedera Saha, tampaknya tak lagi jadi soal. Sebelum memutuskan mendatangkan Saha, Suimin sudah lebih dulu berkordinasi dengan Suyono asisten pelatih yang menemani pemain yang ditinggal di Medan. Menurut Suyono, Saha sudah bisa kembali dimainkan.

“Setelah berkordinasi dengan Yono, didapat keputusan bahwa Saha sudah bisa kembali merumput. Di sini, tinggal cek lagi cederanya oleh tim dokter. Semoga kehadiran Saha bisa membawa angin segar bagi tim,” lanjut pelatih kampung itu.

Saha dan Chiko juga menyatakan kesiapannya bergabung dengan tim, dan tentu saja turut serta berjuang memberikan hasil terbaik bagi PSMS. “Saya sudah siap turun. Tidak begitu masalah lagi cedera yang menghadang. Kami inginkan satu kemenangan di Bogor,” beber Saha.

Chiko juga menyatakan hal serupa. “Saya tak hanya siap membela PSMS saat meladeni Persikabo. Saya juga sangat siap untuk membawa PSMS memenangi laga nanti,” katanya optimis