Friday, February 6, 2009

Luciano Leandro dan Raja Isa Dipecat

Dua arsitek klub Liga Super lengser dari posisinya, kemarin. PSMS Medan memecat Luciano Leandro, sementara Raja Isa tak lagi menukangi PSM Makassar.

Kekalahan 0-1 dari Pelita Jaya FC, Rabu (4/2), jadi akhir dari perjalanan Luciano bersama PSMS. Setelah laga, manajemen Ayam Kinantan mendepak pria asal Brasil tersebut. Keputusan tersebut terbilang mengejutkan. Bagaimana tidak, Luciano praktis baru mendampingi PSMS dalam lima laga resmi atau kurang dari tiga bulan.

Tiga laga di Piala Indonesia dan dua di pentas Liga Super 2008/2009. Dari lima pertandingan tersebut, Luciano mempersembahkan dua kemenangan, dua seri, dan sekali kalah. “Manajemen sudah memecat Luciano karena dinilai tidak menunjukkan perkembangan yang baik pada performa tim,“ ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kepada Sindo kemarin.

Abdi menjelaskan, keputusan mendepak Luciano, yang jabatan resminya adalah penasihat teknik, bukan tanpa proses. Sejak kegagalan meraih angka penuh dari PSIS Semarang, manajemen Ayam Kinantan telah melayangkan surat peringatan kepada mantan Pelatih Persma Manado tersebut.

Dalam surat tersebut tertulis, jika Luciano gagal, akan ada perombakan pada susunan pelatih di tubuh Ayam Kinantan. Luciano dipecat karena menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan PSMS mendulang enam angka di dua laga. Abdi mengatakan, sejak awal manajemen meminta agar PSMS bisa mengantongi enam poin dari laga melawan PSIS dan Pelita.

Selanjutnya, manajemen menyerahkan kursi pelatih PSMS secara penuh kepada Listiadi. Meski perjuangan akan berat, Listiadi menyatakan siap membawa tim keluar dari jurang degradasi. “Kami tetap fokus mengeluarkan PSMS dari zona degradasi, fokus juga pada playoff Liga Champions Asia dan Copa serta memperoleh hasil maksimal di Piala Indonesia,” ucapnya.

Luciano menjadi pelatih ketiga PSMS yang diberhentikan. Sebelumnya, PSMS telah memecat Eric Williams. Padahal, Eric baru juga diangkat menggantikan Iwan Setiawan. Sementara itu, kubu PSM juga memiliki arsitek baru dalam sosok Hanafing. Mantan Asisten Pelatih Juku Eja ini naik jabatan setelah Raja mengundurkan diri karena alasan jenuh dengan disharmonisasi internal di tubuh tim.

Manajer PSM Ilham Arief Sirajuddin telah mengabulkan permintaan Raja untuk lepas dari PSM setelah laga menjamu Persita Tangerang, Sabtu (7/2). Namun, Raja tidak lagi diperbolehkan mengelola atau bersentuhan dengan tim. Karenanya, tugas Raja langsung diambil alih Hanafing.

“Raja sudah mengatakan, akan pergi setelah laga melawan Persita. Hasil laga tersebut tidak akan memengaruhi keputusannya. Artinya, ini menimbulkan kecurigaan. Jangan sampai penerapan strategi atau taktik yang diaplikasikan untuk laga nantinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena dia sudah tidak lagi peduli dengan hasil,” kata Ilham dalam jumpa pers di kediamannya kemarin.

Ilham menambahkan, keputusan ini sudah dianggap valid. Apalagi, Hanafing dianggap mampu untuk mengatur taktik dan strategi pemain untuk kebutuhan laga putaran kedua menggantikan Raja.

Meski Hanafing belum memiliki lisensi A, Ilham akan segera melaporkan hal tersebut ke PSSI. “Tidak ada pilihan lain. Artinya, kita lihat perkembangan nantinya bagaimana apakah akan ada pelatih baru atau tidak?” tandasnya.

Persik Tebar Ancaman

TAK ada waktu bagi PSMS Medan untuk terpaku dengan kekalahan. Pasalnya, lawan berikutnya sudah menanti, yakni Perik Kediri. Laga kedua tim akan berlangsung tanggal 8 Februari 2009 di Stadion Siliwangi.

Apalagi tim lawan sedang on fire, usai meraih poin penuh atas Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Malang (2/2) lalu. Kini Perik mengincar hal yang sama pada away kedua putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2008/2009.
Menurut pelatih Aji Santoso, keberhasilan mendapat tiga poin dari Arema menjadi modal mereka saat ini. “Kemenangan di pertandingan pertama adalah awal yang bagus untuk Persik. Sekaligus menjadi modal di pertandingan selanjutnya,” ujarnya saat dihubungi via telepon selular (ponsel)-nya kemarin.
Aji memang mengakui bahwa lawannya nanti, PSMS, sangat tak mudah dikalahkan. Klub tersebut telah banyak berbenah. Khususnya setelah mereka melakukan pergantian pelatih dari Erick William ke Luciano Leandro (direktur teknik).

Terlebih, selama ini PSMS juga tim yang sulit ditaklukkan oleh Persik. Ketika putaran pertama lalu, Persik juga harus bersusah payah sebelum akhirnya bisa menang 2-1. Karena itulah Aji berharap agar pemainnya menjaga motivasi dan tidak meremehkan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
“Saya tak mau tim menganggap remeh. Sejak Luciano datang (menjadi pelatih) saya amati PSMS memang mengalami beberapa perubahan,” ujarnya mengingatkan.
Perubahan tersebut di antaranya adalah cara bermain serta materi pemain. Karakter permainan keras yang dimiliki PSMS mendapat polesan sehingga bisa lebih berbahaya.

Karakter permainan anak-anak Medan yang terkenal keras sudah dibuktikan sendiri oleh Persik saat terakhir mereka menjamu PSMS di laga terakhir putaran pertama.

Bahkan, pertandingan tersebut berbuntut ke meja hijau karena Christian Gonzales dituding memukul gelandang PSMS Erwinsyah di akhir pertandingan.

Laga kedua tim memang sarat dengan drama. Itu setelah musim lalu, beberapa pemain pilar PSMS berganti kostum Persik Kediri. Kini, setidaknya masih ada empat pemain PSMS yang bertahan di Persik, yakni Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Legimin Rahardjo dan Usep Munandar. Sedangkan satu eks Persik yang balik kucing (balik ke klub asal) ke PSMS adalah Markus Siahaan.

Untuk itu, Aji berharap tim asuhannya bisa belajar dari pengalaman pahit tersebut. Tak menganggap remeh dan tak mudah terpancing dengan permainan keras PSMS.

“Saya harap mereka tetap fokus dengan isntruksi yang saya berikan, seperti ketika bertemu Arema kemarin,” pinta pelatih asal Malang tersebut.

Komdis Kembali Bersidang

JAKARTA- Komisi Disiplin (Komdis) PSSI ternyata masih punya spirit. Selasa (10/2) nanti mereka bakal kembali bersidang. Itu akan menjadi sidang pertama Komdis setelah terjadi pemutihan hukuman besar-besar oleh ketua umum PSSI hasil musyawarah nasional (Munas) Makassar, Nurdin Halid.

Untuk diketahui pada pertengahan Januari lalu, Nurdin memberikan remisi kepada beberapa orang yang terjerat hukuman Komdis. Sebut saja seperti Yoyok Sukawi, Christian Gonzalez, atau Kurnia Meiga.

Nah, dalam sidang perdananya usai obral remisi tersebut, Komdis PSSI membidik kerusuhan dipertandingan Persiwa Wamena kontra Persipura Jayapura. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, derby Papua pada 1 Februari lalu itu sempat diwarnai bentrokan. Dikabarkan ada penonton yang menyerang pemain Persipura. Bahkan, offsial Persiwa juga diinformasikan melakukan tindakan serupa.

“Kami sudah menerima laporan akan kejadian di Wamena tersebut. Kami pun sudah mengirimkan surat panggilan ke beberapa pihak untuk mengurai masalah tersebut,” kata Hinca Pandjaitan, ketua Komdis PSSI, kemarin.

Setidaknya ada tiga pihak yang dipanggil dalam sidang Selasa (10/2) mendatang. Pihak-pihak yang dipanggil antara lain manajer Persiwa John R Banua dan panitia pertandingan (Panpel) Persiwa. Selain itu, juga pengawas pertandingan (PP).

“Dalam laporan PP, tertulis bahwa John Banua melakukan pemukulan kepada seseorang. Dalam pemberitaan media, juga terekam beberapa insiden. Karena itu, memanggil John Banua beserta Panpel dan PP,” urai Hinca.

Menurut Hinca, Komdis bakal bertindak tegas. Tidak terkecuali mengeluarkan hukuman kepada John Banua, jika benar dia terbukti melakukan pemukulan. Hinca menyebut bahwa Komdis tidak akan terpengaruh dengan situasi sebelumnya.

“Kami akan menegakkan aturan. Soal apa nanti ada pengampunan atau tidak, itu bukan urusan kami. Yang jelas Komdis akan tetap berusaha maksimal menegakkan aturan,” ujar Hinca

Perbaiki Mental

KINERJA MAKSIMAL; Pemain anyar PSMS Medan Esteban Javier dituntut memperlihatkan kinerja maksimal kala menjamu Persik, Minggu (8/2) mendatang.
KINERJA MAKSIMAL; Pemain anyar PSMS Medan Esteban Javier dituntut memperlihatkan kinerja maksimal kala menjamu Persik, Minggu (8/2) mendatang.

MEDAN- Pasca kandas dari Pelita Jaya beberapa waktu lalu, seluruh punggawa PSMS sedang berupaya memperbaiki mental yang sempat anjlok.
Pasalnya, di saat klub berjuluk Ayam Kinantan membutuhkan asupan tiga angka, justru kekalahan yang diterima anak asuh Luciano Leandro. Imbasnya, posisi tim tak kunjung beranjak dari jurang degradasi. Kini PSMS setingkat dari dasar klasemen.
PSMS berada di peringkat 17 dari 18 kontestan ISL. Namun, 12 poin yang dikumpulkan PSMS, ternyata masih lebih baik jika dibandingkan dengan 11 poin yang diraih Deltras.
Sialnya, di saat PSMS masih membutuhkan tambahan angka, dalam dua hari ke depan, Affan Lubis dkk justru bertemu tim tangguh Persik Kediri.
Pertemuan dengan Persik menjanjikan pertandingan yang seru dan keras. Karena, tak kurang lima punggawa Persik adalah mantan pemain pilar PSMS pada musim kompetisi lalu.

“Manajemen sudah berbuat banyak bagi tim ini. Saatnya kita membalas dengan memberikan hasil terbaik. Dan kah lawan yang dihadapi penuhi pemain bintang, seperti halnya Persik Kediri. Setidaknya kita harus tetap berusaha untuk meloloskan PSMS dari zona degradasi,” kata Liestiadi, pelatih PSMS.

Jika Liestiadi telah menyatakan tekadnya untuk memetik poin sempurna saat menjamu Persik, hal bertolak belakang justru dirasakan oleh manajemen PSMS.

Apalagi, karena tak kunjung mampu memetik kemenangan, Sihar sempat sempat berang dan menyatakan jika para pemain tak pernah bersyukur dengan kondisi yang ada. Yang dimaksud Sihar adalah pemain kerap menerima gaji tepat waktu, sedangkan para pemain lainnya yang berkiprah di klub lain, justru sering telat menerima gaji.

“Intinya uang bukan masalah utama. Kalau saja pemain menyadari peluang mereka untuk berkiprah di ajang internasional sudah di depan mata. Pastinya mereka akan menunjukkan permainan terbaiknya,” kata Sihar.

Ke depannya, untuk dapat keluar dari zona degradasi, PSMS harus kerja ekstra keras. Minimal harus bisa mengamankan posisi di peringkat 14. Peluang masih terbuka, sebab beberapa klub seperti Persita Tangerang (peringkat 16), Persitara Jakarta Utara (peringkat 15), Persiba Balik Papan (peringkat 14), PKT Bontang (peringkat 13), hingga PSIS Semarang (peringkat 12) memiliki nilai yang hanya teraput tipis dengan PSMS.

PSM Makassar yang berada di peringkat 11 saat ini sudah memiliki nilai 25, dan kemungkinan sudah tak dapat lagi disalip.
Kemungkinan terbaik bagi PSMS adalah bercokol di peringkat 12 klasemen akhir, itupun kalau PSMS tak lagi kandas di laga-laga selanjutnya.

PSMS terancam turun kasta

MEDAN - Kekalahan 0-1 atas Pelita Jaya, Rabu malam semakin menyulitkan bagi PSMS Medan untuk lolos dari zona degradasi. Bahkan Ayam Kinantan terancam turun kasta musim kompetisi tahun depan.

Demikian pendapat yang dirangkum Waspada dari sejumlah pemerhati sepakbola di kota Medan, Kamis. PSMS yang dikelola Sihar Sitorus belum menunjukkan prestasi menggembirakan sejak bergulirnya kompetisi Liga Super Indonesia.

Ayam Kinantan dari 20 kali penampilan baru memetik satu kemenangan, 10 seri dan sembilan kalah dengan rata-rata gol 21 memasukkan dan 31 kemasukkan. Dengan begitu mereka menyisakan 15 kali penampilan yang di antaranya tujuh pertandingan home di Stadion Siliwangi Bandung.

Parhelatan Liga Super Indonesia (LSI) merupakan kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Untuk bertarung di kompetisi tersebut membutuhkan kesiapan dana dan skuad tangguh baik dari sisi pelatih dan pemain.

Dari sisi pendanaan, PSMS telah menyiapkan pendanaan, dan itu telah dibuktikan hingga sekarang ini tim Ayam Kinantan tidak mengeluhkan pendanaan. Bahkan Sihar Sitorus seusai kekalahan melawan Pelita Jaya menyampaikan tetap komit menangani PSMS.

"Salut buat Bang Sihar yang telah memberikan perhatian penuh kepada tim PSMS," terang mantan pelatih yang membawa PSKPS Padang Sidimpuan ke divisi I PSSI.

PSMS kembali melakoni lanjutan Liga Super Indonesia menjamu Persik Kediri, Minggu (8/2). "PSMS harus menang, jika tidak ingin tertinggal terus," katanya seraya menambahkan, manajemen PSMS harus melakukan evaluasi.