Saturday, January 30, 2010

Full Team

PSMS terbang ke Padang dengan materi pemain yang lengkap. Dengan begitu, target untuk meraih poin penuh di Stadion Sijunjung (markas Semen Padang) mungkin saja tercapai. 18 skuad diboyong untuk melakoni laga berat itu, termasuk dua pemain anyar Harry Syahputra dan Oguchukwu Daniel.

Skuad bertolak ke Padang, Jumat (29/1) lalu dengan menumpang Mandala Airlines pada pukul 19.00 WIB. Karenanya, hal utama yang harus diwaspadai oleh PSMS adalah bagaimana menjaga kebugaran pemain. Pasalnya, skuad harus menempuh perjalanan berliku yang cukup jauh.

Sejak beberapa waktu belakangan, markas Semen Padang memang telah berpindah ke daerah Sijunjung. Kota kecil itu berjarak tempuh 4 jam dari Kota Padang yang hanya bisa ditempuh melalui jalur darat.

Diperkirakan, skuad akan sampai ke Sijunjung pada pukul 24.00 WIB. Kondisi itu tentu saja berpengaruh kepada kondisi fisik Affan Lubis dkk. Sialnya, hingga saat ini pengurus PSMS belum menunjuk pelatih fisik menggantikan Nimrot Manalu yang diberhentikan.

Meski begitu, sejumlah pemain terlihat optimis bisa memberikan penampilan terbaiknya. Kustiono arsitek baru PSMS pun memiliki keyakinan yang sama.

“Tim sudah siap tampil. Saya harap kita mampu mencuri poin di Padang,” kata Kustiono.Skuad yang diboyong, dijelaskan Kustiono, merupakan pemain yang benar-benar siap untuk tampil fight. Hal itu ditentukannya setelah menggelar latihan selama satu pekan.

Jecky Pasarela dan Kamil Sembiring juga dibawa. Padahal Jecky awalnya disinyalir menderita cedera telapak kaki. Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Jecky, Kustiono memutuskan jika pemain bernomor punggung 18 itu sudah bisa tampil. Yang menarik adalah dengan bakal masuk line up-nya Harry Syahputra dan Ogochukwu Daniel. Kedua pemain ini kabarnya telah mendapatkan lampu hijau dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama Ayam Kinantan.

Meski demikian, pihak PSMS sebenarnya belum menerima berkas administrasi pengesahan dari PT LI. Kalau sehari sebelum laga itu digelar surat pengesahan itu belum juga sampai ke tangan PSMS, dipastikan kedua pemain itu bakal absen.
“Agen Daniel pagi tadi sudah mengurus administrasi Daniel ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa segera merumput. Sama halnya dengan Harry Syahputra, yang juga kita daftarkan,” kata Hendra DS Manajer PSMS.

Kehadiran kedua pemain ini memang cukup melegakan. Walaupun pada dasarnya PSMS masih mencari seorang gelandang dan striker tajam. Keberadaan Osas Saha di lini depan tampaknya masih jauh dari memuaskan. Di putaran kedua ini, PSMS harus lebih produktif agar mampu bersaing dengan kontestan lainnya di Divisi Utama Liga Indonesia.

Ban Kapten Pindah ke Lengan Affan Lubis

M Affan Lubis diprediksi menggantikan posisi Slamet Riyadi sebagai kapten PSMS. Ya, sebelumnya Affan hanya menjadi wakil kapten PSMS ketika Slamet Riyadi masih bersama PSMS.Pasca didepaknya Slamet Riyadi, posisi kapten tim memang sempat kosong. Dan menatap laga perdana di putaran kedua ini, Affan dianggap sosok yang tepat menggantikan Slamet Riyadi.

Affan memang termasuk salah satu pemain senior di PSMS musim ini. Selain Affan memang ada juga M Halim yang bertugas di bawah mistar. Namun pengalaman Affan sebagai kapten tim lebih banyak dari pada M Halim. Musim lalu, Affan juga pernah menjabat sebagai kapten tim PSMS. Jabatan itu cukup lama diembannya, sebelum digantikan oleh Esteban Gulien di paro musim.

Di klub sebelumnya, Semen Padang Affan juga lama menjabat kapten tim.
”Tidak ada yang beda, ketika saya dipercaya sebagai kapten atau tidak. Intinya kami harus tampil lepas dan tetap konsentrasi,” kata Affan.Pemain berusia 34 tahun itu juga dianggap mampu membimbing skuad saat bertanding.

Pertimbangan lainnya, Affan dinilai mampu mengontrol emosinya. Hal ini menjadi nilai lebih, karena sosok kapten tim merupakan pilar terdepan ketika berurusan dengan wasit. Jampi Hutauruk, pelatih kiper PSMS juga setuju kalau seandainya Affan yang dipilih menjadi kapten tim. “Kemungkinan kapten tim akan dijabat Affan, dia yang paling layak,” kata Jampi

Dana Hibah Segera Cair, Kompetisi Harus Diputar

KESULITAN PSMS dalam mencari pemain lokal berkualitas tampaknya membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan gerah. Terlebih pada setiap tahunnya masalah seperti ini kerap naik ke permukaan bila PSMS melakukan persiapan menatap gelaran kompetisi.

Jikapun pada akhirnya ditemukan pemain dengan bakat mumpuni, nilai kontraknya kepalang mahal, sehingga tim berjuluk Ayam Kinantan tak memiliki pilihan lain kecuali menolak dan mencari pemain dengan harga murah meskipun kualitasnya pas-pasan.

Karena hal tersebut Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis berharap agar kompetisi antar klub kembali bergulir dengan harapan dapat ditemukan pemain muda potensial yang ke depannya dapat mendongkrak prestasi PSMS dan sepak bola Sumut secara keseluruhan.

Apa yang diharapkan oleh pria yang akrab disapa Opung Ladon ini sesungguhnya pernah dilakukan pada tahun 2007. Tapi karena saat itu mengalami kesulitan dana, terpaksa kompetisi dihentikan.

Imbas dari pemberhentian kompetisi, PSMS yang saat itu menaungi 40 klub memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta kepada tiap-tiap klub yang telah terdaftar sebagai peserta kompetisi (saat itu diikuti oleh 38 klub anggota PSMS).
“Jika ingin mendapatkan pemain yang bagus dan murah, tak ada jalan lain kecuali memutar roda kompetisi. Mustahil seorang pemain yang dibina selama tiga tahun tak bisa jadi pemain hebat,” kata Opung lagi.

Ungkapan Opung ini terkait dengan bakal dikucurkannya dana hibah senilai Rp6 miliar demi kelangsungan PSMS. “Pada dasarnya saya lebih senang bila sebagian uang itu dipergunakan untuk memutar kompetisi. Toh, jika pun dipakai untuk membeli pemain asing dan lolos ke Superliga, belum tentu PSMS bisa main di Superliga mengingat banyaknya persyaratan yang belum bisa dipenuhi. Jadi, sembari menunggu segala sesuatunya beres, alangkah bijaksananya jika kita menyiapkan dan mencetak pemain andal,” saran Opung lagi.

Namun, di balik pernyataan Opung tadi timbul sebuah pertanyaan.
Pasalnya, jika dana hibah sebesar Rp6 miliar tadi diserahkan ke PSMS, haruskah PSMS yang memutar kompetisi? Bukankah perkara memutar roda kompetisi menjadi urusan Pengcab PSSI Medan?

“Harus ada koordinasi antara PSMS dan PSSI Medan Medan untuk memutar roda kompetisi. Yang jelas, seluruh masyarakat Kota Medan berharap agar para pemain yang memperkuat PSMS adalah putra daerah yang nyata-nyata memiliki fanatisme berlebih jika dibanding rekan-rekannya yang berasal dari luar Kota Medan,” pungkas Opung

Ditolak Persija, Irfan Bidik Aussie


Striker Irfan Bachdim akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Pemuda blasteran Indonesia-Belanda itu akan terbang ke Amisterdam sebelum mencari klub baru di daratan Australia.

Irfan sebenarnya ingin merumput di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Rencananya dia ingin memperkuat Persija pada putaran kedua nanti.

Sayang mimpinya harus tertunda. Manajemen Macan Kemayoran tidak menempatkannya sebagai prioritas utama. Sebaliknya, tim ibu kota justru sedang giat-giatnya mencari dua pemain asing.

"Persija tidak bersedia mengontraknya pada putaran kedua nanti. Katanya mereka sedang menunggu dua pemain asing untuk posisi gelandang dan striker,:" kata Nouval Bachdim, ayah Irfan Bachdim kepada Artha Tidar, watawan GOSport, Jumat, 29 Januari 2010.

Meski kecil, Irfan masih punya kesempatan untuk bergabung bersama Persija musim ini. Pasalnya, Irfan menurut Nouval merupakan kandidat kuat pengganti dua pemain asing yang dicari Persija bila ternyata tidak sesuai harapan.

"Sayang, dari CV dan video yang ada, seharusnya Irfan tidak perlu melewati proses panjang seperti ini. Tapi, karena Irfan tidak keberatan, maka ia mau mengikuti proses seleksi hingga hari ini,” tukas Nouval.

Gagal merebut hati manajemen Persija, Irfan rencananya akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Dia sudah merencanakan perjalanan ini sebagai antisipasi bila Persija tidak jadi mengontraknya.

Bersama sang ayah, Irfan selanjutnya berniat untuk mencari peruntungan di Australia. "Saya ingin sekali berbaju timnas Indonesia. Kalau saya main di Indonesia, pelatih akan lebih mudah memantau saya," kata Irfan.

"Saya akan coba buktikan kalau saya punya kualitas untuk menjadi pemain timnas. Secepatnya, saya pasti kembali ke Indonesia,” pungkas Irfan