Friday, October 2, 2009

Latihan Ringan

Mendekati musim kompetisi 2009/10 digulirkan, Suimin Diharja arsitek PSMS mulai menyesuaikan jadwal latihan bagi anak buahnya. Kalau sebelumnya saban hari skuad Ayam Kinantan harus berpeluh kesah di lapangan, kini mereka diberi kesempatan untuk libur.

Penyesuaian yang diterapkan Suimin karena terkait akan bergulirnya kompetisi. Tujuannya agar para pemain paham dalam urusan menjaga kondisi tubuh, sesudah dan sebelum bertanding nantinya.”Saat ini sudah memasuki program khusus sesuai dengan jadwal liga yang akan bergulir. Maka itu, pemain diberikan kesempatan recovering sama halnya ketika liga dimulai nanti,” terang Suimin.

Memang, kemarin skuad PSMS libur dari latihan. Ke depannya, Suimin akan tetap melaksanakan latihan setiap hari Senin-Rabu. Jumat-Sabtu juga akan tetap latihan. Sedangkan Kamis dan Minggu giliran pemain merecovering kondisi fisiknya. Walhasil, waktu berlibur dan memanjakan diri bagi para pemain diberikan dua hari dalam satu pekan. Namun jadwal itu masih bisa saja berubah sewaktu-waktu kalau pelatih menginginkan latihan tambahan.

Meski begitu, semakin dekatnya kompetisi bergulir, Suimin tetap akan memberikan latihan penuh dengan ragam menu yang lebih bervariatif. Agenda ujicoba juga masih akan menjadi target utama. Dalam ujicoba itu, Suimin menargetkan dapat segera menemukan line up PSMS. Target awal, 8-10 pemain diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dipertimbangkan masuk skuad inti.
Sementara itu, Sabtu ini PSMS rencananya akan kembali menggelar ujicoba. Lawan yang bakal ditantang kemungkinan besar adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Penang FC juga rencananya bakal menguji tajam tidaknya taji skuad Ayam Kinantan

Mencari Tandem Jacky

Ibarat sayur tanpa garam, pembentukan skuad PSMS musim ini masih memiliki cita rasa yang kurang enak. Meski terus menunjukkan perkembangan, lini depan masih sangat disorot. Saat ini PSMS memiliki satu striker bernama Jacky Pasarela yang kemampuannya dianggap lumayan. Sayang, Jacky belum memiliki tandem kawan setimpal.

Awalnya, Suimin Diharja sudah klop betul dengan Zulkarnaen striker yang musim lalu membela Persiraja Banda Aceh. Sayangnya, Zul-sapaan akrabnya, lebih dulu angkat kaki karena tidak adanya kecocokan masalah kontrak.

Zul merupakan tipikal striker yang ngotot dan mampu mencetak gol dengan berbagai cara. Sama halnya dengan Jacky, yang selama ujicoba telah mengemas enam gol bagi PSMS. Dari lima kali ujicoba, PSMS berhasil mengemas 12 gol. Namun tidak semuanya murni, karena ada yang tercipta bola-bola mati. Positifnya, PSMS bisa mengemas gol dari lini apa saja.

Negatifnya, kinerja striker disoroti benar kapasitasnya dalam urusan mengemas gol. Maka itu, untuk mensiasatinya Suimin awalnya berencana mengorbitkan penyerang yang saat ini masih magang di PSMS. Ada nama A Kamil Sembiring yang masih berusia 18 tahun. Namun diberi beberapa kesempatan, Kami tak kunjung mencetak gol.

“Masih banyak catatan saya terhadap Kamil. Dia punya potensi, tapi memang belum bisa dikeluarkan secara maksimal. Butuh waktu untuk mencetaknya menjadi pemain bagus,” kata Suimin kemarin di Stadion Kebun Bunga.
Nah, dengan kondisi saat ini rupanya Suimin sempat khawatir. Bukan pesimis, namun sedikit miris. Bagi Suimin, tak ada gunanya satu tim itu bagus dalam bertahan saja.

Tapi ketika menyerang tak kunjung mampu mencetak gol. “Saya tidak ingin PSMS saat ini hanya mampu bertahan setiap bertanding. Kan gak lucu juga kalau hasil akhirnya selalu 0-0,” kata Suimin menyoal krisis lini depan PSMS.

Maka itu, angan-angan mendatangkan legiun asing pun semakin ramai dibicarakan. Suimin pun mengidamkan sosok striker asing yang bisa mendongkrak performa tim.

Di pihak suporter, pembicaraan pemain asing pun sangat menarik perhatian. Nata Simangunsong, dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMECK) Holigan menyerukan agar manajemen mengusahakan perekrutan pemain asing. Menurut mereka, keberadaan skuad asing di PSMS musim ini begitu mendesak.

“Dari skuad yang ada saat ini, tampaknya manajemen harus berusaha menambal sisi-sisi yang bolong dengan kehadiran pemain asing. Memang isu memunculkan semangat daerah sangat bagus. Namun untuk bersaing di Divisi Utama bakal berat tanpa adanya pencetak gol,” katanya

Sapu Bersih

Kalahkan PTPN IV dan PPLP Sumut

MEDAN- PSMS masih menunjukkan kelasnya sebagai klub kebanggan warga Medan. Dalam lima kali uji coba, PSMS memperlihatkan kemajuan yang siginifikan. Lima uji coba disapu bersih dengan 4 kemenangan dan satu hasil imbang.

Kemarin, Rabu (30/9), bertempat di Stadion Kebun Bunga, skuad Ayam Kinantan kembali berhasil menujukkan performa lumayan di partai uji coba. Kesebelasan PTPN IV dibantai 5-0 tanpa balas. Sedangkan PPLP Sumut berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0.

Menariknya, uji coba itu digelar estafet. Jadi, dua kesebelasan ditantang sekaligus. Pertama, PTPN IV yang diladeni perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga

perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga itu berakhir untuk kemenangan PSMS 5-0.

Hanya beberapa menit istirahat, PSMS harus melanjutkan uji coba melawan PPLP Sumut. Laga kontra kader atlet sepak bola Sumut itu tampaknya terasa berat. Kondisi fisik skuad PSMS yang mulai ketar-ketir, harus digenjot terus untuk meladeni tenaga baru para pemain muda PPLP.

Pressing yang coba dilancarkan skuad PSMS, malah sempat berbalik. Anak-anak PPLP mencoba menekan Ayam Kinantan. Begitupun, PSMS mencoba keluar dari tekanan. Di ujung laga babak pertama, Jacky Pasarela berhasil memperdaya penjaga gawang PPLP. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga ujicoba.

Dikatakan Suimin Diharja-arsitek PSMS, tujuan utama uji coba kali ini adalah kemampuan mengkordinasikan pressing dan ketahanan fisik. “Makanya sengaja saya atur melawan PTPN IV dahulu, yang kita bilang kemampuannya masih di bawah kita. Baru, PPLP yang dijadikan lawan kedua. Agar pemain terlatih untuk keluar dari tekanan bertanding, dengan kondisi yang tidak bugar lagi,” kata Suimin usai uji coba.
Target utama dari laga itu, ditambahkan Suimin adalah bagaimana konsentrasi pemain agar tidak memainkan bola lebih dari tujuh sentuhan. Dan, syukurnya target itu tercapai dalam uji coba kemarin.

Selanjutnya, laga uji coba masih akan berlanjut. Penang FC kabarnya serius ingin menjajal PSMS. Kemarin, bertepatan berlangsungnya uji coba, manajer Penang FC sudah datang dan berbicara dengan manajer PSMS. Namun laga uji coba kontra klub asal negeri tetangga itu masih belum diketahui kapan pastinya. (ful)

Lini Depan Masih Jadi Sorotan

SATU evaluasi mendasar akan ketersedian striker di PSMS, kembali disorot dalam partai uji coba kemarin. Pasca hengkangnya Zulkarnaen, Suimin Diharja mengaku cukup bimbang.
Sejauh ini, nama Jacky Pasarela cukup membuat pelatih Ayam Kinantan cukup tenang. Kemampuannya dalam mendobrak pertahanan lawan dan mengemas gol masih bisa diandalkan. Nah, masalahnya, PSMS butuh pemain yang punya kemampuan setara dengan Jacky atau bahkan lebih baik.

“Kalau cuma berpatok pada Jacky, permainan PSMS akan mudah dibaca pemain bertahan lawan. Selain butuh tandem bagi Jacky, PSMS juga harus melatih lini kedua yang bisa datang tiba-tiba dan mengemas gol,” kata Suimin.

Maka itu, kepergian Zulkarnaen karena tidak sepakat masalah kontrak cukup membuat Suimin pusing. Belakangan, pelatih berusia 58 tahun itu berencana mengorbitkan striker dari pemain magang. Tapi itu masih butuh waktu. Masalahnya, kompetisi akan segera dimulai akhir Oktober ini.

Maka itu, kebutuhan akan legiun asing di lini depan pun semakin mendesak. Sayangnya, belum ada kepastian akahkan PSMS mendatangkan pemain asing. Menurut keterangan Suimin, sebenarnya banyak pemain asing yang bersedia bergabung bersama PSMS. Sumber di manajemen juga menyebutkan bahwa saat ini ada banyak pemain lewat agen, yang terus memantau perkembangan PSMS.

Kalau boleh menyebut nama, pemain seperti Roger Batoum juga sudah menyatakan ketertarikannya berlabuh di PSMS. Bahkan Patricio Jimenez juga ingin bergabung kembali. “Saya mengetahui ada beberapa pemain asing yang mau bergabung. Tapi semuanya bergantung dari manajemen,” kata Suimin beberapa waktu lalu.