Saturday, February 5, 2011

PSMS Kalahkan Persita 2-1

SMS Medan kembali memetik angka penuh di kandang setelah mengalahkan tamunya Persita Tengerang 2-1 (1-1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan Medan, Jumat malam.

Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.

Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.

Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.

Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.

Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.

Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.

Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.

Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.

Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.

"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.

Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.

"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Bintang Medan v Manado United

Bintang Medan dan Manado United akan adu kekuatan di stadion Teladan, Medan, Minggu (6/2) besok. Menariknya, kedua klub baru yang bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI) ini sama-sama buta kekuatan lawan. Kedua kubu pun tak berani memasang target muluk-muluk dipasang kedua kubu.

CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan bahwa yang terpenting anak asuhnya main bagus dulu. "Urusan kalah menang itu belakangan. Yang utama adalah bermain maksimal dan mempersembahkan sepakbola yang cantik dan menghibur dengan menjunjung tinggi profesionalitas dulu," kata Dityo melalui ponsel, Jumat (4/2).

Meski bermain di kandang sendiri, ia sepertinya belum yakin anak-anak Bintang bisa menang. "Tentu saja kami menginginkan tiga poin, tapi seperti apa hasilnya lihat saja di lapangan nanti," paparnya.

Menurutnya, pelatih dan pemainnya baru akan meraba-raba kekuatan lawan. "Kita sama lah, Manado juga seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya pelatih Manado United, Muhammad Alhaddad, juga mengaku buta dengan kekuatan lawan. Ia mengaku hanya memasang target seri dari pertandingan tandang di ke Medan itu. "Tapi kalau bisa menang Alhamdulillah," ujarnya.

Sementara kejadian yak diinginkan terjadi saat tim kebanggaan warga Manado itu akan pergi latihan ke lapangan AURI, Medan, Sumut. Jumat (4/2) sore, bus yang ditumpangi pemain dan offisial tim menuju tempat latihan mogok karena kehabisan bensin.

Kejadian itu terjadi di ruas jalan yang tak jauh dari Hotel Grand Antares, tempat tim ini menginap sejak tiba Jumat (4/2) pagi. Sontak saja hal itu membuat keasl para pemain yang memburu waktu untuk latihan sebelum malam. Pasalnya, Minggu (6/2) nanti Manado United mesti menghadapi Bintang Medan di stadion Teladann Medan.

Sejumlah pemain bahkan sempat berkelakar, kejadian itu sengaja diatur agar tak bisa latihan. "Kalau begini bisa-bisa kita tak jadi latihan," kata Bogey Santoso, salah seorang pemain Manado United. "Mestinya sopir isi bensinnya dulu kalau mau jalan. Kalau begini kita bisa tak latihan," katanya.

Untung saja tak lama kemudian bus tersebut bisa jalan lagi setelah diisi bensin. Beruntung busnya mogok tepat di depan SPBU hingga tak terlalu jauh mencari bensin