Tuesday, January 13, 2009

Langkah Esteban ke PSMS Selangkah lagi

Keinginan klub PSMS Medan merekrut mantan gelandang Persikota Tangerang, Esteban Esteban Guillen, kini tinggal selangkah lagi. Pasalnya, surat keluar dari Persikota Tangerang sudah dikantonginya.

“Puji Syukur Persikota sudah memberikan saya surat keluar, PSMS juga sudah kirim data-data saya kepada BLI. Mudah-mudahan hari ini semua administrasi saya tidak ada masalah. Dan saya bisa jadi pemain PSMS secara resmi,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan Esteban pun dibenarkan Sihar Sitorus, selaku pengelola tim berjuluk Ayam Kinantan. Ia mengatakan saat ini, sedang mengurus data-data kepada BLI. Dan ia berharap semua data-data Esteban tidak ada masalah, sehingga bisa segera bermain di putaran kedua Liga Super Indonesia.

Pemain asal Uruguay itu juga mengungkapkan, tim Bayi ajaib tidak jadi bubar. Meski begitu, tekadnya membela PSMS agaknya sudah bulat dan tak bisa ditawar-tawar lagi. “ Kata teman-teman, Persikota tak jadi bubar. Minggu ini akan membahas kondisi tim seperti apa dan Persikota akan melanjuti putaran kedua Liga Divisi Utama,” kata Esteban lagi. (Krisminarti)

Markus cs bertolak ke Oman

Jakarta - Timnas Indonesia yang berkekuatan 18 pemain dan tujuh ofisial bertolak ke Oman, Senin, untuk melaksanakan laga perdana grup B ajang Pra Piala Asia 2011.

Indonesia baru akan menghadapi tuan rumah Oman pada 19 Januari, namun manajemen Timnas menganggap para pemain perlu melakukan proses aklimatisasi cuaca.

"Dengan waktu yang cukup panjang, kita punya banyak keuntungan di antaranya adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan di Oman, berujicoba dan melihat penampilan Oman pada Piala Teluk 2009," kata asisten manajer Timnas, Chandra Solehan, Senin.

Ponaryo Astaman dkk bertolak menggunakan penerbangan EY 471 sekitar pk 15:10 WIB, transit di Abu Dhabi sekitar pk 20:10. Selanjutnya pasukan Benny Dollo itu menuju kota Muscat dengan menggunakan penerbangan EY 368 dan dijadwalkan tiba sekitar pk 22:50 waktu setempat.

Menurut Chandra, tim Merah Putih berkesempatan menyaksikan pertandingan semifinal Piala Teluk 2008, antara Oman melawan Qatar pada 14 Januari nanti. Oman yang ditangani Claude Le Roy, menjadi juara Grup A dari hasil dua kemenangan dan sekali seri.

Oman mengalahkan Irak 4-0, Bahrain 2-0 dan seri 0-0 menghadapi Kuwait yang juga berada satu grup dengan Indonesia pada Pra Piala Asia 2011. Sebelumnya, Benny Dollo mengatakan, tujuh pemain yang tidak terpilih masuk dalam skuad inti timnas telah dikembalikan ke klubnya masing-masing sejak pekan lalu.

Setelah pulang dari Oman, pihaknya akan memanggil lagi pemain di luar 18 anggota tim sekarang untuk menghadapi Australia di Jakarta. Indonesia sendiri sudah mendaftarkan 50 pemain untuk Pra Piala Asia 2011 tersebut.

Pertandingan Oman melawan Indonesia menurut rencana akan disiarkan secara langsung oleh RCTI pada pukul 22:30 WIB.

Daftar pemain Timnas:
Markus Horison (PSMS), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC/kiper); Erol FX Iba (Pelita Jaya), Isnan Ali, Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Nova Arianto, Maman Abdurrahman (Persib Bandung), Ismed Sofyan (Persija Jakarta), Ricardo Salempessy (Persipura/belakang); Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Firman Utina (Pelita Jaya), M Roby (Persik Kediri), Arif Suyono (Arema Malang), Hariono (Persib Bandung), Boaz Sallosa (Persipura/tengah); Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), TA Mushafry (Persiba Balikpapan) dan Budi Sudarsono (Sriwijaya FC).

Liestiadi mundur jadi guru demi PSMS

KEINGINAN orang tentu berbeda-beda. Misalkan, Liestiadi rela melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru bidang studi komputer di Perguruan Sutomo Medan demi memilih mengikuti PSMS Medan.

Bukan hanya pekerjaan tetap, dia pun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung. Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

Pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 memberikan pilihan pelatih yang kini menjabat Direktur Teknik PSMS Medan. Posisi Liestiadi sebagai guru bidang studi komputer salah satu sekolah top di Medan ini sudah ditekuninya sejak 2006. Bahkan dia sempat mengikuti ujian verifikasi guru yang dibiayai pemerintah, hasilnya juga memuaskan.

Sepeninggalan dari guru Sutomo, ayah yang memiliki sepasang anak Deni Marco, 10 tahun, dan Alexandra, 5 tahun, seorang istri Meliani mengakui sempat "kalang kabut" karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk keluarga.

"Ya, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya dari Bandung, Minggu (11/1).

Pilihan Liestiadi untuk melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru setahun lalu sudah mantap. Dia kini berkonsentrasi di skuad PSMS, setelah mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti Maret 2008 di Jakarta bersama M Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang.

Kesabaran Liestiadi berbuah ketika dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi. Namun dia tidak mengecewakan, dan membawa PSMS Junior bersaing di tingkat nasional.

Awal tahun 2008 manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus kemudian mempercayakan Liestiadi masuk skuad PSMS. Ketika itu Liestiadi dipercayakan sebagai asisten pelatih Iwan Setiawan. Selepas peninggalan Iwan, dia tetap masuk skuad PSMS di bawah kepemimpinan pelatih Australia Erick Williams.

Kepemimpinan Erick tidak lama, karena masuk jeda putaran pertama manajemen menggantikannya dengan Luciano Leandro asal Brazil. Direktur Teknik PSMS yang ditempati Liestiadi sekarang, sebelumnya posisi Erick.

Akankah keberuntungan di pihak Liestiadi?