Tuesday, February 10, 2009

Jaga Konsistensi

MEDAN-Keberhasilan PSMS Medan meraih poin sempurna kala menjamu Persik Kediri Minggu (8/2) lalu, memantik sejumlah komentar dari pemerhati olahraga di kota Medan. Salah satunya adalah komentar yang diluncurkan Rafriandi Nasution, SE MT anggota komisi C DPRD Sumut yang juga ketua Badan Sepak Bola Liga Instansi (BLI).

Menurutnya, kemenangan kedua PSMS di ajang Indonesia Super League (ISL) kemarin merupakan titik balik kebangkitan rasa percaya diri seluruh pemain.

“Ini cukup untuk membuktikan jika kepercayaan diri pemain mulai meninggi. Setidaknya mereka mulai menujukkan bahwa PSMS bisa keluar dari tekanan dan kesulitan,” kata Rafriandi kepada wartawan koran ini Senin (9/2) kemarin.

Dikatakannya, kemenangan yang diraih PSMS kemarin terasa sangat istimewa mengingat Macan Putih-julukan Persik Kediri-merupakan klub yang menjadi pelarian sejumlah pemain pilar PSMS Medan di musim lalu. “Untuk sementara waktu PSMS mampu menegakkan kepala,” bilangnya.

Kendati demikian Rafriandi tetap mengingatkan agar skuad PSMS tidak terlena dan terhanyut dalam euforia kemenangan. Sebab laga selanjutnya akan lebih berat daripada laga yang sudah-sudah. Karenanya, Rafriandi berharap agar anak-anak PSMS mampu menjaga konsistensi permainan.

“Jika para pemain mampu menjaga konsistensi permainan, saya yakin marwah sepak bola Medan di pentas sepak bola nasional akan kembali diperhitungkan,” sambungnya.

Di samping itu, skuad PSMS juga akan segera melakoni laga insternasional di ajang Liga Champion Asia (LCA) di ujung Februari mendatang. Beban berat kembali harus dipikul. Terlebih manajemen PSMS minta agar PSMS mampu lolos babak play off. Untuk menghadapi hal itu, Rafriandi berpesan agar PSMS mampu menjaga kondisi tim agar tetap kondusif.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus dijaga, yakni stamina, mental, serta komunikasi yang lancar.

“Tapi yang terpenting adalah suasana kondusif di dalam tim. Baru soal strategi dan taktik di lapangan. Kalau hal itu menjadi perhatian utama pelatih dan pemain, Insya Allah PSMS bisa memetik hasil terbaik,” pungkasnya. (ful)

PSMS Tancap Gas

PSMS Tancap Gas
Kemenangan dramatis yang diraih PSMS saat menjamu Persik Kediri Minggu (8/2) lalu, tak pelak mendongkrak rasa percaya diri seluruh pemain untuk membawa PSMS keluar dari zona degradasi.

Pasalnya, PSMS yang saat ini nangkring di peringkat 14 klasemen sementara masih memiliki 15 poin, sama dengan perolehan tiga tim yang berada di bawah PSMS yakni Persiba Balik Papan, Persitara Jakarta Utara dan Persita Tangerang.

Sialnya, Persiba yang tepat berada di bawah PSMS masih punya tiga pertandinagn lebih banyak dibanding PSMS. Artinya sangat mungkin Persiba menyalip posisi PSMS. Begitu juga dengan Persitara yang masih punya cadangan satu laga.

Menyikapi hal itu, Liestiadi head coach PSMS pun langsung tancap gas. Biasanya usai menggelar laga, skuad diliburkan satu hari. Namun Senin (9/2) kemarin, Liestiadi tidak memberi kesempatan kepada pemain untuk berleha-leha. Namun materi latihan yang digelar tidak terlalu berat tentunya.

“Hanya recovery training dan pemantapan team work saja. Itu perlu dilakukan agar pemain tidak sempat vakum. Sehingga dikhawatirkan dapat menggangu konsistensi permainan,” katanya saat dihubungi Senin (9/2).

Hal itu dilakukan Liestiadi berhubung PSMS segera menggelar laga kontra Arema Malang Kamis (12/2) mendatang. Meskipun masih bertindak sebagaia tuan rumah, namun laga tersebut tak dapat dipandang enteng, karena faktanya tim Ayam Kinantan masih melakoni laga home di Stadion Siliwangi Bandung yang minim suporter.

“Persiapan tim sudah kembali digelar. Karena kita tak boleh kalah lagi, sehubungan posisi tim yang belum benar-benar aman dari ancaman degradasi,” sambung Liestiadi.

Untungnya, saat ini nyaris seluruh punggawa tim memiliki mental dan semangat untuk mengulang kemenangan pun masih dijunjung tinggi. Hal ini yang akan dimanfaatkan Liestiadi.

“Benar, saat ini anak-anak dalam performa terbaiknya. Seluruh pemain siap untuk tanding dan kembali meraih kemenangan,” bilang mantan staf pengajar di SMA Sutomo ini.

Meski seluruh pungawa tim dalam kondisi siap tempur, sayangnya play maker Leonardo Zada dipastikan absen menyusul kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Pelita Jaya beberapa waktu lalu.

Sedangkan sejumlah pemain pilar yang masih dibekap cedera di antaranya Mauro Pinto, Affan Lubis, Rahmadani, dan Mario Alejandro Costas.

“Saya belum bisa tentukan kapan mereka akan pulih. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter tim. Begitupun, semoga saja pas hari H nya nanti, mereka sudah bisa diturunkan,” harap Liestiadi. [ful/sumut pos]