Saturday, April 28, 2012

PSMS Akan Matikan Pergerakan Firman Utina


Pelatih PSMS Medan, Suharto, membeberkan stategi yang akan diterapkannya saat lawan Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/4). Pelatih yang ditunjuk menggantikan posisi Raja Isa tersebut mengatakan akan mengunci Firman Utina agar kesulitan melakukan pergerakan. Dampaknya, SFC akan kerepotan membobol gawang PSMS akibat mendeknya aliran bola dari lini tengah. “Zainal Anwar dan Ramadhan Saputra akan mematikan pergerakan Hilton Moreira dan Keith Kayamba Gums. Sedangkan Anton Samba, saya instruksikan untuk mengunci pergerakan Firman Utina. Itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, pada pertemuan di putaran pertama, Anton Samba sukses menutup pergerakan Firman dan skor pertandingan berakhir 1-1,” tukasnya kepada Bola.net. Meski begitu, Suharto memandang SFC sebagai lawan yang tangguh. Sehingga, dirinya hanya memasang target satu poin dari laga bertajuk Derby Sumatera tersebut. Ayam Kinantan- sebutan PSMS- juga siap menggagalkan upaya SFC untuk terus memuncaki klasemen sementara ISL dan mempertahankan poin di depan pendukungnya. Lebih jauh dikatakan Suharto, PSMS sudah menyiapkan 18 pemain, Alrian (penjaga gawang), Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoro, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Anton Samba, Wiganda Pradika, Zainal Anwar, Zulkarnaen, Alamsyah Nasution, Nastja Ceh, Shin Hyun Joon, Osas Saha, Arie Priatna, Yoseph Nico Malau, dan M Antoni. (bola)

Lawan Sriwijaya, PSMS Ingin Pertahankan Tren Kemenangan


PSMS Medan akan menjalani laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/4). Selain bertujuan mencari kemenangan, kesempatan tersebut dijadikan momentum kebangkitan Ayam Kinantan- sebutan PSMS Medan. “Kami mencoba mempertahankan tren kemenangan untuk memberikan kebanggaan bagi manajemen dan pendukung. Para pemain sudah saya tanamkan motivasi tinggi agar bermain dengan penuh kesungguhan dan memberikan kemampuan maksimal,” terang pelatih PSMS, Suharto, kepada Bola.net. Perlahan namun pasti, Suharto mammpu mendongkrak daya juang Zainal Anwar dan kawan-kawan. Terbukti, setelah dipermalukan Deltras Sidoarjo dengan skor 1-3 di Stadion Teladan, Medan, pada 19 April, PSMS bangkit dan meraih kemenangan 1-0 atas Persidafon Dafonsoro di Stadion Teladan Medan, Senin (23/4). “Mudah-mudahan, motivasi pemain terus meningkat. Sebab, kami membidik posisi papan tengah untuk memperpendek jarak dengan pemuncak klaseman ISL, Sriwijaya FC,” tuturnya. PSMS yang kini berada di posisi ke-11, terpaut 20 poin dari Laskar Wong Kito-sebutan SFC (25-45). “Para pemain harus lebih banyak menuai kemenangan. Kami harus lebih bekerja keras,” tekadnya. Sementara itu, upaya PSMS mencuri poin di kandang SFC diperkirakan cukup berat. Penggawa SFC begitu bersemangat menghadapi Derby Sumatera ini lantaran diiming-imingi bonus dari Presiden SFC, Dodi Reza Alex. “Besaran nilai bonus memang belum dipastikan. Namun, yang pasti akan kami berikan sebagai bentuk apresiasi manajemen tim terhadap para pemain,” tandasnya. (bola)

Kekompakan Jadi Senjata Sriwijaya Redam PSMS


Kekompakan akan menjadi senjata andalan Sriwijaya FC untuk meredam gempuran PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/4). Itu karena, Ayam Kinantan- julukan PSMS- dinilai sebagai tim yang solid lantaran memiliki kualitas pemain yang merata. Sehingga, hanya dengan bermain padu, Firman Utina dan kawan-kawan dapat mempertahankan poin dari curian lawan. “Tekanan demi tekanan akan kami berikan sepanjang pertandingan. Para pemain sudah saya instruksikan untuk berani melakukan tekanan dan membuat variasi serangan,” terang pelatih SFC, Kas Hartadi, kepada Bola.net. “Namun, pemain harus tampil all out agar dapat memenangkan pertandingan. Kami memandang laga tersebut sama seperti sebelumnya. Sebenarnya, tidak ada yang sulit atau terlalu kami khawatirkan. Hanya saja, para pemain tetap tidak boleh memandang enteng lawan,” sambungnya. Bahkan, dikatakan mantan pemain tim nasional Indonesia era 1990-an tersebut, bahwa mereka sudah mengantisipasi daya juang PSMS yang dipastikan meninggi usai meraih kemenangan perdana dalam putaran kedua kompetisi ISL. Itu menyusul kemenangan Ayam Kinantan dari Persidafon Dafonsoro dengan skor 1-0 di Stadion Teladan, Medan, Senin (23/4). Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak striker Osas Marvelous di menit ke-23 melalui titik putih. Hasil tersebut sebenarnya sempat membuat tim arahan Suharto naik ke peringkat 10 di persaingan klasemen sementara ISL dengan torehan 25 poin dari 21 pertandingan. Sayangnya, PSPS Pekanbaru berhasil merebut posisi tersebut setelah mendapatkan tambahan poin usai mempermalukan Gresik United 1-0 di Stadion Petrokimia, Gresik, Kamis (26/4), sedangkan SFC masih kokoh di puncak klasemen dengan 45 poin dari 20 laga. “Saya diuntungkan dengan kondusivitas tim. Bahkan, pemain siap tampil agresif untuk meraih poin penuh,” tutupnya. (bola)