Monday, March 30, 2009

PSMS Medan Telan Deltras

Si Ayam Kinantan menelan Si Udang. Begitulah saat PSMS Medan menaklukkan Deltras Sidoarjo 3-1 dalam lanjutan Liga Super Indoinesia (LSI) 2008/2009.

Dalam laga yang disiarkan langsung antv dari Gelora Jaka Baring Palembang, Sabtu malam 28 Maret 2009 ini, PSMS menunjukkan superioritasnya di babak kedua. Unggul 1-0 lewat penalti Leonardo Zada di babak pertama Tim Ayam Jantan tak mengendurkan tekanannya.

Deltras seperti dibuat kebingungan di babak ini. Kolaborasi duet playmaker Gustavo Chena-Danilo Fernando seperti tak bergigi di hadapan anak-anak Medan.

Mental Deltras makin hancur oleh gol kedua PSMS yang lahir di menit 50 lewat sundulan Mauro Pinto. Set piece Affan Lubis di sisi kiri luar penalti disambut sundulan Pinto yang tak terjaga satu pun pemain Deltras.

Deltras mendapatkan kesempatan lewat tendangan bebas Chena usai Danilo dilanggar di menit 64. Tapi, lagi-lagi kiper PSMS, Galih masih bisa mengamankan bola di pelukannya.

Pemain nasional PSMS, Elie Aiboy, tampil menggila di 20 menit terakhir. Tusukan Elie pada menit 69 menghasilkan sepak pojok.

Semenit kemudian, umpan terarah Elie di kotak penalti diselesaikan Andhika Yudistira dengan brilian. Andhika unggul adu sprint dengan Christian Rene dan mampu melesakkan bola ke jala Syaifudin.

Sejak menit 70, kedudukan berubah. PSMS 3, Deltras 0.

Lagi-lagi Elie Aiboy melahirkan peluang emas di menit 76. Tapi, tendangannya hanya tipis di atas mistar Deltras.

Semenit kemudian, terjadi kemelut di depan gawang Deltras. Sayangnya, tendangan Andhika hanya menyentuh mistar dan bisa diamankan Syaifudin.

Ketinggalan tiga gol, Deltras tak putus asa. Tusukan Boy Jati Asmara di menit 85 berbuah manis.

Kiper PSMS, Galih terpaksa melanggar Boy di kotak terlarang. Wasit Jimmy Napitupulu memberikan tendangan penalti buat Deltras, dan Galih diberi kartu kuning.

Gustavo Chena sukses mengeksekusi penalti dengan dingin. Deltras 1, PSMS 3.

Elie Aiboy masih melancarkan tusukan di menit 89. Sayangnya, usaha Elie dari sayap kanan berhasil dipatahkan kiper Deltras, Syaifudin.

Sampai peluit panjang wasit dibunyikan, kedudukan tak berubah 3-1 buat PSMS. Dengan hasil ini, untuk sementara PSMS meloloskan diri dari zona degradasi. Ayam Kinantan naik ke posisi 14 klasemen sementara LSI 2008/2009.

Sebaliknya, posisi Deltras terus terancam. The Lobster masih terpaku di posisi kedua dari bawah alias 17.

Babak I: Penalti PSMS Ungguli Deltras 1-0

PSMS membuka peluang ke luar dari zona degradasi Liga Super Indonesia 2008/2009. PSMS sementara mengungguli tamunya Deltras Sidoarjo 1-0.

Kedua tim langsung tampil menyerang sejak awal laga di Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu malam 28 Maret 2009. Deltras langsung melahirkan peluang lewat Gustavo Chena di menit 2. Sayangnya, tendangan first time pemain Argentina ini masih bisa ditangkap kiper PSMS, Galih Sudaryono.

PSMS langsung membalas lewat set piece Affan Lubis yang diteruskan tandukan Costa Martin. Tapi, tandukan Martin masih melambung dari mistar Syaifudin.

Detras kembali membuka peluang lewat tendangan playmaker Danilo Fernando yang masih melebar di menit 6. PSMS membalas empat menit kemudian dengan melancarkan dua kali tembakan beruntun ke gawang Deltras. Tembakan kedua yang dilancarkan oleh Rachmadani masih berada di pelukan Syaifudin.

PSMS terus mengurung Deltras. Kali ini, giliran tendangan striker Rahmat Afandi yang melebar di sisi kiri gawang Deltras.

Usaha tim asuhan Liestiadi berbuah di menit 21. Berawal dari pergerakan Leonardo Zada di kotak penalti. Zada didorong oleh Chena yang mengawalnya sehingga terjatuh. Tanpa ampun wasit Jimmy Napitupulu memberikan hadiah penalti buat PSMS.

Zada mengeksekusi sendiri tendangan penalti itu dan sukses menaklukkan kiper Syaifudin. PSMS 1, Detras 0.

Deltras mendapatkan peluang emas menyamakan kedudukan di menit 24. Semi diving, Chena terjatuh di depan kotak penalti PSMS. Sayangnya, tendangan bebas Chena masih melambung.

PSMS kembali melahirkan peluang lewat umpan tandukan Zada yang diteruskan ke Leonardo Dineli di depan gawang. Sayangnya, Dineli tak sigap sehingga tendangannya sambil terjatuh masih bisa diblok pemain belakang Deltras.

Bakrie Umarella mengambil inisiatif menyamakan kedudukan di menit 33. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa diblok Galih ke luar lapangan.

PSMS dan Deltras melahirkan peluang terakhir di 10 menit terakhir babak pertama. Tendangan Mario Costa hanya menyentuh mistar Syaifudin di menit 35. Sedangkan, usaha Chena lewat tendangan keras di luar kotak penalti menyentuh tubuh Affan dan hanya melahirkan sepak pojok di menit 41.

Sampai turun minum, PSMS masih unggul 1-0 atas Deltras.

Menang 3-1 atas Deltras

PSMS Medan meraih kemenangan penting guna mendongkrak posisinya dari zona degradasi, setelah menekuk tamunya Deltras Sidoarjo 3-1 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu.

Tambahan tiga angka ini membuat PSMS naik dua tingkat ke posisi 15 dengan nilai 21. Sedangkan bagi Deltras, mereka semakin terjerembab ke zona merah di posisi 17 dengan raihan 18 poin.

Bermain di hadapan pendukungnya, PSMS bermain agresif sejak awal. Namun mereka baru bisa membuat seisi stadion riuh di menit ke-19 setelah Leonardo Martin "Zada" Dinelli membuat gol melalui titik putih. Hadiah penalti diberikan setelah dirinya dijatuhkan Gustavo Chena di dalam kotak terlarang.

Deltras coba membalas. Sebuah peluang melalui tendangan terukur di menit ke-32 oleh Bakrie Umarella, masih berhasil ditepis kiper PSMS, Galih Sudaryono, yang kali ini dimainkan sebagai pemain inti.

PSMS sukses menggandakan keunggulan melalui bek Mauro Pinto saat babak kedua baru berjalan lima menit. Pemain asal Brasil itu memaksimalkan umpan tendangan bebas kapten M. Affan Lubis.

Mantan gelandang PSMS, Chena, nyaris membuat Deltras memperkecil kedudukan jika saja tendangan bebasnya di menit ke-64 tak diamankan Galih. Tim tamu semakin terpuruk setelah striker muda PSMS, Andika Yudhistira, mencetak gol di menit ke-70 memanfaatkan umpan terobosan Elie Aiboy.

Akhirnya, Deltras membuat gol hiburan melalui penalti Chena setelah sebelumnya striker pengganti, Boy Jati Asmara dijatuhkan Galih. Hingga wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit akhir, kemenangan tetap milik PSMS sekaligus yang ketiga di musim ini.

Penampilan membaik tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini tak lepas dari polesan Rudy Keltjes yang saat ini menjabat sebagai direktur teknik tim dan bahu membahu bersama pelatih Liestiadi untuk meningkatkan performa tim.