Wednesday, May 12, 2010

Paling lambat 3 tahun PSMS juara nasional

ENAM belas tahun sudah Liga Indonesia digulirkan oleh PSSI, namun PSMS Medan belum pernah sekalipun meraih gelar juara. Miris, mengingat tim-tim tradisional lainnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar, telah mengangkat piala supremasi tertinggi sepakbola Indonesia itu.

Wajar jika publik sepakbola Medan kini sangat merindukan PSMS bisa membawa pulang piala tersebut. Sayang, posisi PSMS masih terdampar di Divisi Utama. Dengan demikian, paling tidak tim Ayam Kinantan butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa menjuarai Liga Super.

Asa pun kini mengemuka dari Calon Walikota Medan, dr Sofyan Tan. Tidak tanggung-tanggung, calon dengan nomor urut 10 ini dengan tegas mengatakan siap membawa Ayam Kinantan menjadi juara nasional (Liga Super) paling lambat tiga tahun ke depan.

“Jika saya menjadi Walikota Medan, saya menjanjikan akan membawa PSMS Medan juara Liga Super paling lama tiga tahun ke depan,” tegas Sofyan.

Dia menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Online Austin Antariksa Tumengkol dalam acara Bedah Visi Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di ruang rapat lantai III Bumi Warta Waspada baru-baru ini.

Pengalaman Sofyan dalam memajukan olahraga bola basket di Sumatera Utara semakin mempertebal keyakinannya bahwa janjinya itu tidak sebatas retorika. Sebagai mantan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sumut, Sofyan menceritakan bahwa cabang basket di Sumut yang sempat jaya pada 1970-an sempat mati suri di akhir tahun 1980-an.

Kemudian, pada 2004 lalu, dirinya bersama beberapa penggemar basket di kawasan ini mulai berkecimpung di Perbasi dan menghidupkan event-event basket di Medan. Dari pengalaman itu, kata Sofyan, membuktikan bahwa mengurus pembinaan olahraga tidak melulu berurusan dengan uang.

Begitu pula yang akan diberlakukannya untuk PSMS. Dia mengakui, masih tetap ada dana dari APBD untuk itu. Hanya, dana tersebut sifatnya hanya sebagai stimulus, sedangkan dana terbesar tetap berasal dari pihak swasta.

Menurut Sofyan, tugas Pemko menggaransi pengelola dana dari pihak swasta itu merupakan orang-orang yang kapabel. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan diaudit akuntan dan dipublikasikan terbuka.

Walau begitu, sebelum sampai ke sana Sofyan bakal terfokus terlebih dahulu untuk pembenahan Stadion Teladan. “Omong kosong membawa PSMS berprestasi kalau stadionnya saja tidak memadai. Ke depan, kita akan membuat Stadion Teladan juga sebagai sentra bisnis berupa toko-toko olahraga dan tempat makan di sekitarnya,” bebernya.

“Jadi intinya, mengurus olahraga ini sama seperti bawa mobil. Sebagus apapun mobilnya, kalau sopirnya tidak lihai, bisa jadi akan masuk ke parit. Maka itu, manajemennya dulu yang harus kita benahi, baru kemudian kita bisa meyakinkan sponsor untuk masuk,” pungkasnya.