Wednesday, October 12, 2011

Lima Pemain Asing Resmi Jadi WNI

Lima calon pemain naturalisasi telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, Senin, 11 Oktober 2011. Kelimanya mengucapkan sumpah setia kepada Merah Putih di Kanwil Kemenhumkam, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2011.

Dua pemain berasal dari Nigeria, yakni Greg Nwokolo dan Victor Chukwuekezie Igbonefo. Keduanya sudah lama bermain di Indonesia. Greg musim lalu bermain untuk klub Persija Jakarta, sedangkan Victor bermain untuk Persipura Jayapura.

Sementara itu, tiga pemain lainnya berasal dari Belanda, yakni Jhon van Beukering, Stefano Lilipaly, dan Tonnie Cussel. Ketiga pemain ini berasal dari berbagai klub yang berlaga di kompetisi sepak bola Belanda.

Kepala Dinas Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham, Audy Murfi, mengaku proses naturalisasi kelima pemain tersebut cukup memakan waktu. Pasalnya, permohonan menjadi warga negara harus melalui proses hingga ke meja Presiden.

"Memang prosesnya seperti ini. Waktunya panjang karena harus sesuai dengan undang-undang. Semua melewati proses dan tahapan sebelum sampai ke Presiden," ujar Audi usai pengambilan sumpah, Senin, 11 Oktober 2011.

Program naturalisasi pemain sudah berjalan sejak PSSI masih dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Setidaknya ada dua pemain yang menjadi pioner proses ini. Mereka adalah Christian "El Loco" Gonzales dan Kim Jefrrey Kurniawan.

El Loco saat ini masih membela timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sedangkan Kim baru dicoret dari timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.

Meski sudah berganti kepengurusan, program naturalisasi ini terus berjalan. Dua pemain asal Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels akhirnya menyusul jadi WNI. Keduanya juga diproyeksikan memperkuat timnas U-23. Namun dari dua nama ini, hanya Diego yang sampai saat ini masih bertahan.
(Marco Tampubolon/Ali Usman/vivanews)

PSMS Ditantang Pra PON Sumut

Ternyata Tim Pra PON Sumut sudah berulang kali mengontak pengurus PSMS untuk menjadwal laga uji coba. Tim Pra PON mengaku siap menghadapi PSMS. Pelatih Tim Pra PON Sumut Rudi Saari juga menuturkan, mereka mau saja meladeni PSMS.

“Kita tentu mau meladeni PSMS, kita juga tak mau menunggu bola. Kita yang akan mengundang mereka,” jelasnya, Senin (10/10).

Menurut Rudi, dengan bertanding dengan tim sekelas PSMS merupakan satu harapan yang selalu diinginkan. “Tentu ini untuk menambah pengalaman dan jam terbang anak-anak,” ujarnya.

Selama ini, Tim Pra PON menurut Rudi baru menggelar laga kontra PS PTPN IV. “Baru itu (PTPN IV, Red) ditambah dengan TC yang terus dilakukan. Sedangkan PTPN IV ini belum merupakan lawan yang sepadan. Kita berharap ada lawan tanding yang berada di atas kita, seperti PSMS juga Pro Duta,” jelasnya.

Sebelumnya, Rudi mengungkapkan, sebelum-sebelumnya kita sudah pernah mengundang untuk menggelar laga dengan PSMS. “Namun, belum menemukan titik temu baik jadwal maupun kelengkapan tim. Tapi, sore ini (10/10) kita sudah mengontak PSMS lagi untuk itu. Dan kita masih menunggu konfirmasi,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, jika nanti laga tersebut sudah fix, maka Tim Pra PON Sumut siap berlaga ke Stadion Kebun Bunga mau pun siap menunggu kedatangan PSMS di Bah Jambi Simalungun.

“Jika dalam waktu dekat kita belum mendapatkan jadwal fix, maka kita akan mengundang Pro Duta untuk laga. Kita anggap PSMS dan Pro Duta adalah tim yang sudah berada di tingkat profesional,” ujar Rudi.

Sementara, Suharto mengatakan untuk laga dengan Pra PON Sumut sudah diagendakan pada Sabtu (15/10) mendatang. “Ini disesuaikan dengan jadwal uji coba kita yang digelar setiap Rabu dan Sabtu,” ujarnya.

Menurut Suharto, Tim Pra PON Sumut merupakan tim yang sudah lama dibentuk dan sudah padu. “Mereka pasti lebih baik dari tim sebelumnya yang melakukan uji coba bersama kita,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, akan mengagendakan berlaga uji coba dengan tim yang lebih baik lagi seperti Pro Titan. “Itu kita akan kita agendakan selanjutnya,” ungkap Suharto.

Sebelumnya, PSMS sudah melakukan uji coba dengan enam tim yakni PS Tirtanadi (8-0), TGM (3-1), Gumarang (0-0), Medan Putra (0-1), Perisai (6-0) dan Bank Sumut (5-0). (saz/sumutpos)

Trio asing nyaris cabut

MEDAN - Ketidakhadiran Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Oyedepo George pada latihan Senin lalu menimbulkan spekulasi ketiga legiun asing itu berencana meninggalkan PSMS akibat ketidakjelasan kontrak.

Dari pantauan di lapangan didapat informasi yang menyebutkan ketiga pemain berkulit hitam itu bahkan telah memesan tiket pesawat. Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, ketiga pemain itu hendak berangkat ke Jakarta via Bandara Polonia Medan.

Beruntung, bagi PSMS karena Saha cs mendapat jaminan lisan dari Idris yang juga Sekretaris Tim PSMS. Alhasil, ketiganya sudah kembali mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga, Selasa. Anggota tim seleksi, Suharto dan Roekinoy, juga dikabarkan turut menemui Saha dan Mennoh untuk meminta keduanya kembali bergabung dengan Ayam Kinantan.

"Mereka masih bertahan di sini (PSMS). Mereka beristirahat setelah ujicoba melawan Bank Sumut. Khusus Saha dan Mennoh, keduanya sudah pasti mendapat tempat di tim," ujar Idris menjelaskan alasan keletihan menjadi penyebab pemain absen.

Sementara itu, posisi George dinilai belum aman kendati lolos dari penciutan skuad. Apalagi PSMS berencana mendatangkan Bill Chato, mantan pemain Timnas Kamerun yang berposisi sama dengan George.

Saat dikonfirmasi, Saha sendiri juga melontarkan alasan senada. Mantan pemain PSAP Sigli dan PSDS Deliserdang ini mengungkapkan ketidakhadirannya bersama dua rekannya karena stamina. "Kami tidak latihan karena capek setelah ujicoba Minggu lalu," ungkapnya.

Di pekan-pekan awal, Saha dan Mennoh memang sempat mengisyaratkan bakal cabut jika tak juga mendapat kepastian kontrak dari manajemen PSMS. Namun keduanya akhirnya memilih tetap menjalani proses seleksi.

Bahkan Saha dan Mennoh memperlihatkan performa apik dalam beberapa laga ujicoba. Bila Saha menunjukkan ketajamannya dengan mencetak sembilan gol, maka Mennoh membuat lini tengah Ayam Kinantan lebih atraktif.

Jadwal padat, PSMS khawatirkan kebugaran pemain

Perubahan peserta kompetisi level 1 menjadi 24 tim berdampak pada jadwal laga yang padat. Bahkan, setiap tim akan melakoni tiga laga dalam setiap pekannya. Tak ayal, kondisi ini diprotes tim-tim peserta.
PSMS Medan turut mengeluhkan jadwal kompetisi. Rentang waktu di empat laga awal PSMS sangat kecil. Setelah melawat ke markas Persibo Bojonegoro pada 27 November dan Bontang FC pada 4 Desember, Ayam Kinantan hanya punya jarak empat hari untuk menghadapi Persiba Bantul pada 8 Desember mendatang.
Selanjutnya, PSMS hanya punya waktu dua hari untuk recovery karena jadwal kontra Sriwijaya FC digelar 10 Desember. Waktu istirahat yang singkat tentu akan berdampak pada stamina pemain di lapangan.
“Jadwal ini cukup padat. Artinya di setiap pertandingan kita butuh pemain yang betul-betul fit. Tentu sulit membagi waktu recovery pemain dengan jadwal yang padat itu,” ujar anggota tim seleksi PSMS, Suharto, Senin.
“Kapan saatnya pemain harus bermain total, kapan tidak. Pertandingan mana yang harus mencuri angka dan mana yang tidak, semua harus disiasati,” ucap mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 itu.

Dalam kondisi ini, strategi rotasi pemain berperan besar. Artinya PSMS harus punya materi pemain yang merata agar nantinya tidak terjadi ketimpangan antara tim inti dan pemain pelapis. Namun karena masih tahap seleksi, hal itu masih kabur.

“Sekarang masih seleksi, kami belum tahu mana tim yang performanya baik dan mana yang tidak. Tapi jika nanti tim sudah terbentuk, baru bisa ditentukan,” ungkapnya.

Suharto melihat jadwal ini mungkin disesuaikan dengan jadwal laga Liga Champion Asia ataupun AFC Cup. Artinya kompetisi di tanah air harus berpacu dengan waktu dengan jumlah peserta yang membengkak untuk bisa selesai dengan rentang waktu yang sama.

“Bisa saja jadwal itu disesuaikan dengan jadwal pertandingan AFC karena 24 tim yang bermain itu harus bisa selesai dalam satu musim, dan selanjutnya tim yang terbaik akan berlaga di tingkat Asia,” ungkapnya.

Saha MAsih Tajam

- Hatrik striker asing PSMS, Osas Saha, membawa kemenangan telak 5-0 atas Bank Sumut dalam laga ujicoba keenam bagi Ayam Kinantan di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu.

Dua gol lainnya dicetak Sigit Sudarmawan dan Oyedebo Geroge. Kemenangan yang dinanti-nanti publik sepakbola Medan, khususnya SMeCK Hooligan, terasa spesial karena Bank Sumut diperkuat mantan pemain PSMS, seperti Irwin Ramadhana, Chico Maradona, dan Tri Yudha Handoko.

Sejak menit pertama, PSMS tidak memberi ruang untuk lawan dalam hal penguasaan bola. Alhasil, Saha merobek gawang Irwin Ramadhana lewat tendangan mendatarnya du menit 22. Keunggulan ini membuat pemain lainnya bernafsu membuktikan diri layak memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.

Sigit, tidak terkawal pemain bertahan Bank Sumut, pun memperbesar kemenangan PSMS. Tidak puas dengan selisih dua gol, Saha kembali menghadirkan ancaman bagi lawan hingga akhirnya mencetak gol keduanya jelang babak pertama berakhir.

Tak ingin kalah telak, Bank Sumut yang melakukan serangkaian pergantian pemain. Namun strategi yang diterapkan Bank Sumut tersebut tidak menuai hasil positif. Sebaliknya pasukan duet Suharto dan Roekinoy memperbesar kemenangannya.

Menit 65, tendangan George di dalam kotak terlarang meneruskan umpan akurat dari Zulkarnaen menambah kemenangan PSMS. Saha pun mempertegaskan predikat sebagai bintang lapangan dengan gol ketiganya di menit 76.

Usai pertandingan, Suharto didampingi Roekinoy dan Drs Benny Tomasoa menyatakan pemain PSMS sudah memperlihatkan jati dirinya layak membela Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.

PSMS tolak Jecky?

MEDAN - Harapan masyarakat Medan melihat PSMS berlaga kembali di Liga Super Indonesia hampir pasti terwujud. Tentu agar tak sekedar numpang lewat PSMS harus bermaterikan para pemain yang mumpuni skillnya. Salah satu pemain yang kerap didengungkan untuk direkrut adalah Jecky Pasarella.

Jecky bukan nama yang asing karena ia mantan striker PSMS saat berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Meski hanya menceploskan lima gol, namun performa Jecky kerap dipuji dengan daya dobraknya di lini depan. Karena itu suporter kerap berharap PSMS membawa pulang Jecky.

Harapan itu kembali hidup saat Selasa (4/8) lalu, Jecky hadir di Stadion Kebun Bunga. Kehadirannya bersamaan dengan kedatangan beberapa pemain seleksi lainnya seperti Zainal Ikhwan, Ferry Aman Saragih, Rendi Syahputra, Aswin Sitorus dan Oyegbe George.

Ketika itu Jecky terlihat hanya menonton dari lantai dua mess Kebun Bunga. Saat ditanya wartawan ia mengatakan Kamis (6/8) ia baru bergabung seleksi. Namun kenyataannya hingga hari ini, Jecky tak kunjung mengenakan kostum latihan.\

Belakangan diketahui, Jecky tidak diperbolehkan ikut seleksi. Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong yang mengaku melihat sendiri Jecky tak diberikan kostum latihan mengaku kecewa. “Jecky sudah hadir tapi justru tidak dibolehkan seleksi. Kami suporter sudah lama mengharapkan Jecky kembali memperkuat PSMS. Ia punya kualitas dan harusnya PSMS memberikan kesempatan," katanya.

Nata mencium ada gelagat suka atau tidak suka dalam penolakan Jecky. “Enggak tahulah pastinya. Tapi seperti ada suka atau tidak suka disini. Toh PSMS ini punya masyarakat bukan milik segelintir orang,” tukas Nata.

Sebelumnya Jecky memang punya sedikit masalah dengan pengurus. Saat pembentukan skuad 2010/2011, Jecky memilih berlabuh ke PSM Makassar. Hal itu yang disinyalir membuat Jecky ditolak.

Benarkah PSMS menolak Jecky? Calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy saat ditanya soal hal ini mengatakan keputusan ada pada pengurus. “Kami tugas disini hanya menyeleksi. Keputusan ada pada pengurus. Jadi gak ada wewenang kami melarang-larang,” ujar Roekinoy.

Pengurus PSMS periode lalu, Benny Tomasoa turut membantah ada diskriminasi soal Jecky. Menurutnya kehadiran Jecky tidak akan seperti ini jika ia hadir sejak awal seleksi. “Jecky masuk disaat PSMS akan melakukan penciutan pemain. Kenapa tidak dari awal seleksi dia masuk? Tidak ada diskriminasi soal Jecky,” ujar Benny.