Tuesday, February 17, 2009

PSSI serius tanggapi Irfan-Sergio(special News)

JAKARTA - Sekjen PSSI Nugraha Besoes menegaskan, pihaknya sangat antusias menyambut keinginan dua pemain keturunan Indonesia-Belanda, Irfan Bachdim (FC Utrecht Belanda) dan Sergio Van Dijk (Queensland Roar Australia), membela timnas Merah Putih.

Menurutnya, rencana seperti ini sebetulnya sudah pernah dijajaki PSSI, namun tidak membuahkan hasil karena para pemain tidak tertarik. Tapi dengan adanya keinginan dari pemain seperti Irfan dan Sergio, PSSI dipastikan welcome.

Demikian dikatakan pria yang akrab disapa Kang Nug ini ketika ditemui Waspada di ruang kerjanya, Senin. Bahkan Nugraha secara khusus meminta adanya fasilitator mendatangkan kedua pemain ke tanah air, termasuk menanyakan apa keinginan mereka jika masuk timnas dan mekanisme izin dari klubnya masing-masing.

Sebab, lanjutnya, jangan sampai PSSI dianggap melanggar aturan karena tidak ada izin klub yang mengontrak keduanya. "PSSI sejak dulu sangat antusias mendatangkan pemain keturunan. Bahkan, beberapa waktu lalu kami sempat mendatangkan sejumlah pemain dari Amerika Latin, sayang kualitas mereka tidak sesuai," katanya.

Ditambahkannya, satu hal yang kemungkinan mengganjal keinginan kedua pemain itu adalah regulasi FIFA mengenai perpindahan kewarganegaraan setiap pemain karena harus menjadi warga negara minimal lima tahun di negara bersangkutan.

Nugraha bahkan tidak menolak usulan untuk mendatangkan dua pemain itu dalam laga ujicoba timnas, guna melihat kualitas keduanya apakah layak atau tidak membela timnas.

"Tentunya kita tidak bisa asal ‘comot' saja dan harus mendapatkan izin klub mereka saat ini. Kami berharap kedatangan kedua pemain itu bisa menjawab keraguan publik selama ini, sebab PSSI dianggap tidak mau menerima pemain keturunan yang berada di luar negeri," bebernya sembari menambahkan jika persyaratan kedua pemain beres bisa diturunkan saat timnas menghadapi Manchester United (MU), Juli mendatang.

Ayam Kinantan kembali ke kandang

MEDAN - PSMS Medan kembali ke kandang dengan melakukan latihan serius di Stadion Teladan Medan, Senin.

Tim berjulukan Ayam Kinantan itu siap tempur dalam menghadapi babak 16 besar Copa Indonesia 2008/2009 melawan Persiba Bantul pada 25 Februari mendatang. Tampil di kandang sendiri merupakan motivasi bagi pemain untuk memberikan hasil maksimal. Dukungan kepada tim PSMS tidak ada hentinya, bahkan kemarin sore ratusan masyarakat melihat langsung latihan Elie Aiboy Cs di Stadion Teladan.

"PSMS siap tempur dengan target memetik kemenangan melawan Persiba," ujar pelatih PSMS, Liestiadi.

Manajemen PSMS mengambil insiatif untuk segera balik ke kandang, guna berkonsentrasi di babak 16 besar Copa Indonesia sebelum memulai pertarungan ke kandang Persijap Jepara di Liga Super Indonesia pada awal Maret.

Menanggapi Persiba, Liestiadi mengakui tidak pandang sebelah mata walaupun mereka bertarung di divisi utama musim ini. Namun dia tidak memungkiri hasil undian masih menguntungkan bagi tim Ayam Kinantan ketimbang menghadapi tim-tim papan atas di Liga Super Indonesia.

Skuad PSMS yang kini diperkuat penjaga gawang tim nasional Markus Horison dan tambahan pemain legiun asing dapat memberikan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap lawan.

Markus yang turut membawa PSMS bertengger di posisi runner-up Liga Indonesia 2007-2008 mengharapkan dukungan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya memberikan dukungan langsung ke Stadion Teladan.

Liestiadi mengakui tanpa doa dan dukungan masyarakat tim PSMS sulit untuk mencapai hasil maksimal. Hasil menggembirakan dalam dua laga yang dilakoni PSMS di Stadion Teladan dalam Copa Indonesia membuktikan pemain termotivasi bermain di kandang.

"Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan suporter, tim Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," harap Liestiadi.

Transfer PSMS Terbanyak, tapi Minim Kontribusi

Hingga kini Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengesahkan 69 transfer pemain pada putaran kedua Liga Super Indonesia.

Jumlah ini bisa membengkak karena transfer window baru ditutup 28 Februari mendatang. Transfer pemain terakhir yang disahkan BLI adalah perekrutan defender Mauly Lessy oleh Sriwijaya FC (SFC). Mantan pemain Persipura Jayapura ini menyusul jejak striker Budi Sudarsono yang lebih dulu mengenakan kostum Laskar Wong Kito –julukan SFC– setelah hengkang dari Persik Kediri.

”Sebenarnya ada sekitar 80 pengajuan perpindahan pemain, tapi hanya 69 yang kami anggap sesuai aturan. Sisanya, ada yang ditolak dan ada juga yang ditangguhkan. Kasusnya berbeda-beda dan masih kami selidiki,” kata pengurus BLI bidang Status dan Alih Status Pemain Tigorshaloom Boboy kemarin.

Tigor menambahkan, bursa pemain putaran kedua diramaikan tiga jenis transfer, yakni perekrutan pemain baru yang sebelumnya tidak memiliki klub, kemudian perpindahan atau pertukaran pemain antarklub, serta mempromosikan pemain amatir menjadi profesional.

PSMS Medan jadi klub yang paling banyak mengajukan penambahan, yakni 15 pemain, termasuk di dalamnya adalah dua legiun asing Mario Alejandro Costas (Argentina) dan Mauro Jose De Oliveira Pinto (Brasil).

”Kontrak dua pemain asing ini sudah sesuai aturan. Tapi, saya tidak berani menyebut nominal nilai kontraknya karena menyangkut dapur pemain dan klub. Tapi, semua catatannya ada di BLI,” ujar Tigor.

Hampir semua klub Liga Super gencar melakukan perburuan pemain anyar. Ini bisa dimaklumi karena persaingan pada putaran kedua jauh lebih keras dibandingkan putaran pertama, terutama klub-klub yang berada dipapan bawah klasemen seperti PSMS, Deltras Sidoarjo, PSIS Semarang, dan Persitara Jakarta Utara.

Tujuannya, para pemain baru tersebut diharapkan bisa menyelamatkan mereka dari jeratan degradasi. Klub papan atas seperti Persija Jakarta juga mengikat striker Fabio Lopez serta Persiwa Wamena mendatangkan mesin gol Reduane Barkowi agar lebih kompetitif mengejar gelar juara. Hanya Persipura Jayapura yang tidak aktif dalam bursa transfer putaran kedua.

”Kami cukup mengandalkan pemain yang sudah dibentuk sejak putaran pertama. Buat apa mencari pemain baru kalau hanya merusak komposisi yang sudah ada,” kata Pelatih Persipura Jacksen F Tiago. Pernyataan Jacksen ada benarnya. Merekrut pemain baru pada pertengahan musim tak serta merta berbuah hasil positif.

Deltras,misalnya. Kehadiran Danilo Fernando dari Persik belum mampu mengentaskan mereka dari dasar klasemen. Hal serupa dialami PSMS. Di barisan belakang, PSMS memiliki Mauro Pinto dan Esteban Guilien. Di tengah ada Leonard Zada serta Salaberry. Sementara di bagian ujung tombak terselip nama Costas.

Tapi, peran mereka dipertanyakan karena tak kunjung bisa mengangkat prestasi Ayam Kinantan –julukan PSMS.

”Sebenarnya secara kualitas, teknik bermain kelima pemain asing PSMS cukup lumayan. Masalahnya terletak pada proses adaptasi dengan berbagai hal seperti lingkungan, iklim, gaya hidup, makanan,dan bahasa,” tutur Pelatih PSMS Listiadi, membela mereka karena pemain perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan gaya permainan Ayam Kinantan