Wednesday, January 21, 2009

Ayam Kinantan Selangkah Lagi

Ayam Kinantan Selangkah Lagi PSMS Medan diprediksi lolos ke babak 16 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI). Syaratnya, klub berjuluk Ayam Kinantan itu tidak kalah dengan selisih lebih dari dua gol saat dijamu klub Divisi Utama PSPS Pekanbaru di Stadion Rumbai pada leg kedua babak 24 besar sore ini.

Satu kaki PSMS ada di babak 16 besar setelah menang 4-2 atas PSPS pada leg pertama, Sabtu (17/1). Mereka pantas diunggulkan mengisi satu kuota pada babak 16 besar. Kasta kompetisi berpihak kepada tim Ayam Kinantan yang bermain di Liga Super meski mereka masih berkubang di zona merah.

Elie Aiboy dkk lolos ke babak 24 besar dengan meyakinkan setelah menang agregat 3-1 atas Persiraja Banda Aceh. Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro mengaku optimistis bisa membungkam kembali PSPS.

“PSMS pasti lolos. Kami yakin bisa meraih kemenangan kedua atas PSPS. Memang tidak mudah mengalahkan mereka di depan pendukungnya sendiri. Tapi, pemain kami sudah siap secara teknis dan mental. Kami sudah tahu karakter PSPS dari pertemuan pertama,” ungkap Luciano kepada Sindo kemarin.

PSMS sudah menyiapkan formula 4-3-1-2 untuk meredam agresivitas Askar Bertuah, julukan PSPS. Namun, tim Ayam Kinantan terancam kehilangan Rahmat Affandi, Septian Hadi, dan Johannes Co lantaran sakit. Luciano pun menyiapkan Mitchel Nere, Andicka Yudistira, Erwinsyah Hasibuan, sampai Fadli Hariri sebagai suksesor.

“Mereka bertiga terpaksa ditinggal karena sakit. Permainan tidak akan terganggu. Banyak alternatif pemain yang siap dimainkan,” katanya. Tim Ayam Kinantan baru berangkat menuju Pekanbaru, Riau, sehari jelang kickoff karena faktor nonteknis. Elie dkk juga terancam tidak bisa mencoba rumput Stadion Rumbai.

Namun, Luciano mengingatkan pemain agar tidak menggunakan kondisi itu sebagai alasan. Pelatih berpaspor Brasil tersebut menegaskan, kemenangan atas Askar Bertuah tetap menjadi target realistis.

“Seharusnya hari ini (kemarin) kami sudah di Pekanbaru dan mencoba lapangan. Tapi, agenda berubah lantaran masalah tiket pesawat. Keputusan itu di luar rencana. Pemain akhirnya tidak mendapat istirahat cukup. Kalau masih memungkinkan, besok pagi (hari ini) kami akan mencoba lapangan,” paparnya. [

Elie kembali berbaju timnas

JAKARTA - Keinginan gelandang serang PSMS Medan, Elie Aiboy, kembali berbaju tim Indonesia dipastikan terwujud.

Hal itu setelah Badan Tim Nasional (BTN) PSSI menyatakan kembali memanggil empat pemain termasuk Elie jelang menjamu Australia dalam lanjutan penyisihan Pra Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1) mendatang.

Menurut Ketua BTN Rahim Soekasah, sebelumnya mereka tidak dicoret, namun dipulangkan karena kuota pemain yang dibawa ke Oman tidak boleh lebih dari 22 orang.

"Sejak awal kami telah menyampaikan empat pemain yang tidak dibawa ke Oman bakal kembali bergabung," kata Rahim saat ditemui Waspada di sela-sela melepas timnas U-17 Indonesia yang berangkat ke Uruguay, Selasa.

Ditambahkan Rahim, empat pemain itu adalah Elie Aiboy (PSMS Medan), M Ilham (Persija Jakarta), serta dua pemain muda asal PSM Makassar, Jayusman dan Rahmat Latif.

"Ini bagian dari persiapan menghadapi Australia. Tentunya, Benny Dollo sebagai pelatih kepala yang akan menentukan siapa saja pemain yang akan diturunkan di laga nanti," tambah Rahim.

Bendol puas
Mengenai raihan satu poin yang dicapai Charis Yulianto cs di kandang Oman, Rahim mengaku cukup salut terhadap perjuangan pemain timnas terutama kepada kiper Markus Horison.

"Berkat aksinya yang menawan, beberapa kali dia mampu menyelamatkan gawang Indonesia dari gempuran pemain Oman. Selain itu, gelandang Hariono juga memiliki catatan yang bagus di laga tersebut," bebernya.

Secara terpisah, Benny Dollo menyatakan cukup puas atas raihan satu poin yang dicapai anak asuhnya. "Sejak awal, kami memang berharap agar tuan rumah Oman bisa tampil sebagai juara Piala Teluk. Dengan begitu, secara teknis pemain mereka masih kelelahan," katanya saat dihubungi dari Jakarta.

Mengenai negative football yang diterapkannya, pelatih yang akrab disapa Bendol ini menyatakan hal tersebut memang sengaja dilakukan. "Kami sepakat menerapkan pola bertahan total dengan sesekali melakukan counter attack. Hasilnya, kami sukses membawa pulang satu poin," pungkasnya.