Wednesday, March 4, 2009

AFC Cup 2009 PSMS Hadapi South China di Laga Perdana

PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).

AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.

"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.

Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.

"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.

Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.

Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.

Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.

Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:

10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)

AFC Cup 2009 PSMS Bidik Lolos Grup

Posisi PSMS Medan di Liga Super memang tidak nyaman. Tapi, mereka tetap mematok target bagus di pentas Piala AFC (Asian Football Confederation).

Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.

Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.

Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.

”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.

”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.

”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya

Merangkak 2 Persijap v PSMS 2

MEDAN- Kemenangan yang telah di depan mata, akhirnya sirna setelah Enjang Rohiman dan Ilham Hasan mampu membobol gawang Markus Horison sebanyak dua kali.

Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.

Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.

“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.

Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.

“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.

Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.

Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.

Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.

Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.

Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.

Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.

“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.

Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.

Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5

PSMS belum pantas

JEPARA - Keunggulan dua gol gagal dimanfaatkan PSMS Medan yang kemudian harus bermain imbang dengan Persijap Jepara 2-2 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin.

Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.

Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.

Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.

Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.

Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.

Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.

Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.

Susunan Pemain

Persijap Jepara

Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba

PSMS Medan

Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas

PSMS tetap tekad menang

02psms_aa.jpgJEPARA - Turun dengan materi compang-camping melawan Persijap Jepara, Senin malam nanti, tidak membuat PSMS Medan keder. Tim Ayam Kinantan tetap dengungkan kemenangan. Sebab, hanya cara itulah mereka bisa mendongkrak posisi ke papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).

"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.

Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.

"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.

Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.

Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).

"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.

PSMS fokus dua tandang

MEDAN - Setelah mengalami kegagalan pada laga playoff Liga Champions Asia (LCA) dari Singapore Armed Force (SAF), Rabu (25/2) lalu, PSMS Medan kini berkonsentrasi penuh menghadapi dua partai tandang melawan Persijap Jepara (2 Maret) dan Persitara Jakarta Utara (6 Maret) pada lanjutan Liga Super Indonesia.

"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.

Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.

PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.

Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.

Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.