Thursday, November 13, 2008

Cristian Gonzales Diskorsing Satu Tahun

JAKARTA, RABU - Striker Persik Kediri, Cristian Gonzales, dihukum skorsing satu tahun tidak boleh berlaga di semua kompetisi di Indonesia. Hukuman itu diumumkan Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca IP Pandjaitan, Rabu (12/11), melalui situs resmi PSSI (www.pssi-football.com).

Selain diskorsing satu tahun, striker asal Uruguay itu juga didenda Rp 75 juta. Hukuman ini berlaku sejak 11 November 2008, tanggal diputuskannya sanksi tersebut.

Hukuman Komdis diputuskan, Selasa lalu, tetapi baru diumumkan Rabu ini. Komisi Disiplin PSSI menyatakan, Gonzales bertingkah laku buruk memukul pemain PSMS Medan, Erwinsyah, usai partai Persik versus PSMS Medan pada Djarum Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Brawijaya, Kediri, 26 Oktober lalu.

Dua pemain Persik lainnya, Legimin Raharjo dan M Yusuf, juga terkena hukuman. Keduanya diskorsing tiga bulan karena tidak memberikan keterangan sebenarnya di persidangan Komisi Disiplin PSSI terkait kasus Gonzales.

Selain menjatuhkan sanksi pada tiga pemain Persik itu, Komdis juga menghukum beberapa pengurus klub Liga Super Indonesia. Penanggungjawab personel dan administrasi PSMS, Sarluhut Napitupulu, diskorsing tidak boleh aktif dalam kegiatan sepakbola di Tanah Air selama dua tahun. Ia dinilai bertingkah laku buruk melecehkan BLI dan Komdis PSSI melalui media massa tanpa didukung bukti kuat.

Hukuman skorsing dua tahun juga dijatuhkan Komdis pada Ketua Umum Persibom Bolaang Mongondow dan Ketua Umum Persis Solo. Keduanya dianggap bertanggungjawab atas pengunduran klub masing-masing dari ajang Copa Dji Sam Soe 2008. Dalam siaran persnya, Komdis tidak menyebut nama Ketua Umum Persibom dan Ketua Umum Persis.

Tiga klub masing-masing diganjar denda Rp 10 juta, yakni Persih Tembilahan, Persisam Samarinda, dan Persiraja Banda Aceh. Denda Persih diijatuhkan terkait lima kartu kuning yang dikantongi pemainnya pada satu pertandingan. Adapun denda Persisam dan Persiraja diputuskan terkait kericuhan suporter mereka.

Suporter Persisam melakukan pelemparan ke tengah lapangan saat klub mereka menjamu Persih, 1 November lalu. Hal serupa dilakukan suporter Persiraja saat klub menjamu Persikab Kabupaten Bandung, pada hari yang sama

Cristian Gonzales Diskorsing Satu Tahun

JAKARTA, RABU - Striker Persik Kediri, Cristian Gonzales, dihukum skorsing satu tahun tidak boleh berlaga di semua kompetisi di Indonesia. Hukuman itu diumumkan Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca IP Pandjaitan, Rabu (12/11), melalui situs resmi PSSI (www.pssi-football.com).

Selain diskorsing satu tahun, striker asal Uruguay itu juga didenda Rp 75 juta. Hukuman ini berlaku sejak 11 November 2008, tanggal diputuskannya sanksi tersebut.

Hukuman Komdis diputuskan, Selasa lalu, tetapi baru diumumkan Rabu ini. Komisi Disiplin PSSI menyatakan, Gonzales bertingkah laku buruk memukul pemain PSMS Medan, Erwinsyah, usai partai Persik versus PSMS Medan pada Djarum Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Brawijaya, Kediri, 26 Oktober lalu.

Dua pemain Persik lainnya, Legimin Raharjo dan M Yusuf, juga terkena hukuman. Keduanya diskorsing tiga bulan karena tidak memberikan keterangan sebenarnya di persidangan Komisi Disiplin PSSI terkait kasus Gonzales.

Selain menjatuhkan sanksi pada tiga pemain Persik itu, Komdis juga menghukum beberapa pengurus klub Liga Super Indonesia. Penanggungjawab personel dan administrasi PSMS, Sarluhut Napitupulu, diskorsing tidak boleh aktif dalam kegiatan sepakbola di Tanah Air selama dua tahun. Ia dinilai bertingkah laku buruk melecehkan BLI dan Komdis PSSI melalui media massa tanpa didukung bukti kuat.

Hukuman skorsing dua tahun juga dijatuhkan Komdis pada Ketua Umum Persibom Bolaang Mongondow dan Ketua Umum Persis Solo. Keduanya dianggap bertanggungjawab atas pengunduran klub masing-masing dari ajang Copa Dji Sam Soe 2008. Dalam siaran persnya, Komdis tidak menyebut nama Ketua Umum Persibom dan Ketua Umum Persis.

Tiga klub masing-masing diganjar denda Rp 10 juta, yakni Persih Tembilahan, Persisam Samarinda, dan Persiraja Banda Aceh. Denda Persih diijatuhkan terkait lima kartu kuning yang dikantongi pemainnya pada satu pertandingan. Adapun denda Persisam dan Persiraja diputuskan terkait kericuhan suporter mereka.

Suporter Persisam melakukan pelemparan ke tengah lapangan saat klub mereka menjamu Persih, 1 November lalu. Hal serupa dilakukan suporter Persiraja saat klub menjamu Persikab Kabupaten Bandung, pada hari yang sama

Mahyadi Bertahan, Gonzales Pikir-Pikir

Kondisi mayoritas klub Superliga sedang "sekarat" akibat krisis finansial, Mahyadi Panggabean memutuskan bertahan di Persik, namun tidak demikian dengan bomber Crhistian Gonzales.

Oleh Yuslan Kisra

Gelandang Persik Kediri asal Medan Mahyadi Panggabean memastikan diri tetap bertahan di Macan Putih, menyusul kebijakan manajemen menerapkan pemotongan pembayaran gaji hingga 60 persen kepada semua pemain dan pelatihnya, akibat krisis finansial.

"Ini memang keputusan yang sulit. Tapi harus saya terima, setelah mempertimbangkan banyak hal. Untuk itu, saya pastikan tetap bertahan," katanya kepada wartawan ditemui usai mengikuti sesi latihan rutin di Stadion Brawijaya, Kediri, kemarin.

Ditambahkannya, usai menerima penyampaian manajemen mengenai rencana pemotongan gaji itu dirinya sempat berpikir untuk hengkang ke tim lain. Terlebih karena beberapa tim ada yang menawarinya untuk bergabung.

"Tapi kondisi mayoritas tim di tanah air sedang sulit, jadi mau gimana lagi. Kita memang harus menerima kenyataan," katanya. "Meski tawaran dari klub lain juga ada, namun saya yakin kondisinya pasti kurang lebih sama. Maka dari itu lebih baik kita selesaikan dulu kontrak yang masih ada."

Berbeda dengan Mahyadi, striker andalan Christian Gonzales belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebijakan manajemen Persik tersebut. Bomber haus gol itu mengaku masih pikir-pikir, meski pada sesi latihan kemarin ia ikut bergabung dengan rekan-rekannya yang menyatakan tetap bertahan di Persik.

Belum adanya kepastian dari Gonzales ini bisa jadi karena ia memang sedang terlibat pembicaraan dengan sejumlah tim kontestan Superliga 2008/09. Di antaranya Persib Bandung dan Deltras Sidoarjo. Bahkan klub terakhir telah mengklaim tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan bomber asal Uruguay itu.

Jamu Persiraja, PSMS Berharap Tampil Di Teladan

Cukup lama terusir dari kandangnya, manajemen PSMS Medan berharap bisa tampil di hadapan publiknya saat menjamu Persiraja Banda Aceh di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008.


Oleh Yuslan Kisra

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus menyatakan pihaknya berharap bisa tampil dihadapan publiknya saat menjamu Persiraja Banda Aceh, di leg pertama babak 48 besar turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008, di Stadion Teladan, Medan, 25 November mendatang.

Maklum saja masih kata Sihar, karena Ayam Kinantan sudah cukup lama terusir dari kandangnya, akibat home basenya dianggap tidak layak oleh Badan Liga Indonesia (BLI) untuk menggelar pertandingan Superliga. Sehingga dipastikan pendukung setianya sudah sangat merindukan PSMS kembali tampil di Medan.

"Kami memang berharap demikian, meski masih harus melakukan sedikit pembenahan agar stadion itu bisa diterima BLI. Semoga saja pada laga melawan Persiraja nanti tidak sampai diguyur hujan. Takut lapangannya tergenang sehingga tidak bisa digunakan," tutur Sihar kepada GOAL.com ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (10/11) malam.

Masih kata pria yang juga direktur utama PT Togos Gopas, selaku pengelolah PSMS Medan, jika saja BLI kembali tidak membolehkan PSMS tampil di Stadion Teladan, pihaknya akan mengajukan stadion alternatif yang tidak jauh dari Kota Medan. Hal itu agar mudah dijangkau pendukung setia PSMS.

"Sampai saat ini kami memang belum menyiapkan stadion alternatif. Sebab besar harapan kami bisa diberikan izin tampil di Stadion Teladan. Apalagi karena ini sifatnya turnamen yang tentunya tidak menyamai pertandingan Superliga," pungkas Sihar.