Saturday, April 25, 2009

Duet Penyerang PSMS Berpeluang Masuk Pelatnas

Duet penyerang muda PSMS Medan, Andhika Yudhistira (23 tahun) dan Oktavianus “Okto” Maniani (20 tahun) berpeluang masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional Indonesia U-23 SEA Games 2009 Laos.

Setelah diliburkan, sesuai rencana pelatnas akan kembali digelar di Palembang pada Senin, 18 Mei 2009, mendatang tetap di Palembang.

“Pelatnas mungkin akan kembali digelar mulai Senin. Saat ini, pelatih didampingi manajer tim sedang memantau pemain. Jadi tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan pemain,” ujar Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Hamka B Kadi, kepada wartawan GOSport, Artha Tidar.

Kabar ketertarikan timnas Indonesia untuk merekrut Andhika dan Okto, disampaikan langsung oleh pelatih kepala timnas U-23 Indonesia, Cesar Payovich Perez. Ketertarikan Cesar dimulai sejak dua pemain ini tampil menjamu wakil Maladewa, VB Sport di lanjutan AFC Cup 2009.

Cesar saat ini kembali ke Uruguay, untuk mengatur manajemen kepelatihan timnas U-16 Indonesia yang tengah berlaga di Liga Junior Uruguay. Sedangkan untuk perekrutan pemain U-23, dia menyerahkan kepada asisten pelatihnya yang juga berkebangsaan Uruguay.

“Untuk kontrak pelatih, kami sudah menyetujui program yang diajukan Cesar. Tinggal membicarakan gaji. Saat ini dia sedang kembali ke Uruguay untuk mengatur tugas kepelatihan tim yang ada di sana. Karena dia masih menangani timnas U-16 SAD Indonesia, sehingga dia nanti bisa berkonsentrasi disini,” tambah Hamka.

Terkait biaya Pelatnas yang dibutuhkan PSSI untuk menyiapkan tim berlaga di SEA Games 2009, Hamka menjelaskan setidaknya membutuhkan dana Rp 7 miliar. Kendati Program Pelatnas saat ini terus berjalan, namun pihaknya hingga saat ini belum mengantongi dana Pelatnas dari pemerintah untuk SEA Games mendatang.

“Kamis (23 April 2009) lalu, kami mendapat surat dari KONI. Dalam surat tersebut disampaikan, hingga saat ini dana untuk pelatnas belum jelas berapa dari pemerintah. Kami tidak tahu sampai kapan kejelasannya. Yang pasti isi suratnya seperti itu,” kata Hamka.

Terkait anggaran yang diharapkan cair dari KONI, Hamka menjelaskan pihaknya akan mengajukan semuanya. Andai dana yang akan disetujui tersebut kurang dari rencana, maka pihaknya akan menyediakan sendiri.

“Jika misalnya hanya turun Rp 2 miliar, berarti kami harus menambah Rp 5 miliar. Di luar semua masalah ini, yang penting pelatnas harus tetap berjalan,” tandasnya.

Team PSMS Kelelahan

PALEMBANG - Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengaku, mengkhawatirkan kondisi fisik pemainnya saat menjamu PKT Bontang dalam lanjutan Super Liga 2008/09 di Stadion Jaka Baring Palembang, Sabtu sore ini.

Pasalnya, Elie Aiboy cs baru saja tiba dari Maladewa usai menghadapi tuan rumah VB Sport di babak penyisihan grup F Piala AFC. "Kami baru tiba di Palembang Jumat. Jujur saja, saya khawatir dengan kondisi fisik anak-anak. Meski demikian, saya tetap meminta mereka tampil habis-habisan," tegas Rudy saat dihubungi Waspada, Jumat.

Diakuinya, dalam kondisi timnya yang butuh kemenangan untuk keluar dari zona degradasi, tidak ada istilah kalah. Meski disadarinya, kondisi fisik pemainnya sedang tidak bagus.

"Saya hanya berusaha memompa motivasi bertanding pemain. Dengan harapan, anak-anak tidak tampil loyo dan tetap semangat walau dengan sisa tenaga. Satu hal yang positif, karena kami bisa pulang ke tanah air dengan kepala tegak usai mengalahkan VB Sport dan memastikan lolos ke babak kedua AFC Cup," katanya.

Mengenai komposisi pemain, Rudy mengaku tetap memainkan tim inti yang selama ini menjadi pilihan. Kalau pun ada rotasi, paling hanya terjadi di posisi tertentu namun tetap tergantung kondisi terakhir pemainnya.

Pelatih PKT Fachri Husaini mengaku tidak ingin terbuai kelelahan PSMS. Menurutnya, dalam kondisi apa pun PSMS tetap berbahaya apalagi mereka mengalami peningkatan baik di kompetisi dalam maupun luar negeri. Itu pasti mempengaruhi mental bertanding pemain," jelasnya.

Markus absen
Cedera jari tangan yang didapat Markus Horison saat menghadapi VB Sport Maladewa lalu, juga memaksa penjaga gawang nomor satu Ayam Kinantan dan tim nasional ini absen selama tiga pekan.

Dengan demikian, Markus absen membela PSMS kurang lebih di empat pertandingan Super Liga dan dua laga Piala AFC. Meski begitu, Rudy tidak begitu khawatir sebab masih ada Ghali Sudaryono.

"Ini adalah kesempatan bagi dia (Ghali) menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebagai kiper muda, jam terbangnya memang harus diperbanyak," tandas Rudy.