Friday, June 19, 2009

Prestasi PSMS Menurun

Untuk tingkat Asia, PSMS berbangga melaju ke babak 16 besar. Namun pada kompetisi tingkat nasional, tim berjulukan Ayam Kinantan tidak dapat berbuat banyak. Nyaris degradasi dari Liga Super Indonesia dan bertarung mempertahankan gengsi di babak playoff melawan Persebaya Surabaya, kemudian terdepak di Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Ini bukan hanya menjadi perhatian kalangan sepakbola Medan dan umumnya Sumatera Utara. Kalangan pemerhati sepakbola Papua dan wartawan ibukota juga menyesalkan anjloknya prestasi PSMS tersebut. Tentunya kita berharap ke depan dapat lebih baik lagi, karena PSMS adalah tim yang telah memiliki nama bukan hanya tingkat nasional, tetapi internasional.

Jarot Supriadi, salah satu asisten pelatih Persipura menilai, manajemen PSMS salah menempatkan orang yang duduk di posisi penting dalam tim. Daniel Siahaan, wartawan harian olahraga Go Sport Jakarta, sepakat dengan Jarot. "Ya memang. Kita berharap PSMS dapat bangkit dan tetap bertahan di kompetisi bergengsi nasional ini," terangnya.

Di Medan banyak pemerhati dan pembina sepakbola yang sudah memiliki akses di tingkat nasional, hendaknya dapat menyatukan persepsi dalam mengembalikan kejayaan tim Ayam Kinantan. Itu cukup berasalan. Sebab, Jayapura yang hanya 1/3 dari Kota Medan yang berpenduduk dua juta jiwa lebih, tapi prestasi klubnya luar biasa.

Itu hendaknya menjadi perhatian bagi insan sepakbola Medan agar prestasi daerah ini bisa lebih baik lagi

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

Penggunaan Pemain Asing di Playoff, Regulasi BLI Untungkan PSMS

Persebaya Surabaya tak bisa berbuat banyak untuk menanggapi aturan pertandingan playoff yang lebih menguntungkan lawannya, PSMS Medan. Regulasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) itu menyebutkan bahwa kedua tim bisa menggunakan pemain asing sesuai dengan level kompetisi yang diikuti.

Artinya, PSMS mendapatkan kebebasan memasang lima pemain asingnya. Sebab, sesuai dengan ketentuan kompetisi yang diikuti PSMS, Djarum Indonesia Super League (DISL), setiap tim boleh menggunakan lima pemain asing.

Sementara itu, Persebaya yang berlaga di divisi utama hanya bisa memasang tiga pemain asing. Padahal, sejauh ini, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut memiliki empat pemain asing. Yakni, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Mourad Faris, dan Anderson da Silva.

Menanggapi aturan tersebut, pelatih Aji Santoso menyatakan tidak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah menjadi aturan yang ditetapkan, mau apa lagi?" ujarnya setelah memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 Nopember. Tapi, secara teknis, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh Aji. Dia menuturkan bahwa Persebaya tetap tampil fight di laga penentuan itu.

Lagi pula, pelatih yang juga mantan pengusaha sepatu bola tersebut punya pengalaman cukup bagus soal efektivitas pemain lokal. Ketika membesut Persik Kediri di putaran kedua DISL, Aji mampu membawa mereka bertengger di empat besar. Meski, Macan Putih -julukan Persik- hanya menggunakan seorang pemain asing, Ronald Fagundes, saat itu.

Menurut Aji, kualitas pemain asing PSMS memang cukup bagus. Apalagi, papar dia, saat ini PSMS sangat fokus pada laga playoff tersebut. "Indikasinya, mereka sengaja menyimpan semua pemain asing yang dimiliki saat pertandingan Copa Indonesia melawan Persipura," jelasnya.

Meski begitu, dia tetap berhasrat memaksimalkan potensi pemain Persebaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Soal persiapan, dia menyatakan bahwa Endra Prasetya dkk mulai menunjukkan progres atas latihan yang selama ini diberikannya. "Sebelumnya, memang pemain canggung dengan latihan yang saya berikan. Tapi, saat ini mereka mulai bisa mengikuti," terang pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut.

Bahkan, Aji menyebut kondisi fisik pemain Green Force sudah mencapai 70 persen dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara untuk mencapai target itu, pemain diberi menu latihan fisik, seperti berlari 50 meter sebanyak lima kali di sela latihan strategi dan teknik. Karena itu, dia menganggap anak asuhnya siap melakoni uji coba pada 25 Juni nanti. "Sangat mungkin dengan tim internal Persebaya, yang setidaknya punya karakter mirip PSMS," katanya.

Namun, hingga kini potensi dua penyerang Persebaya belum tergarap secara maksimal dalam latihan organisasi atau strategi tim. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Aji. Penyebabnya, selama ini dia masih fokus memoles lini belakang dan tengah.