Wednesday, February 11, 2009

BLI Sebut Jadwal PSMS Dan SFC Dikecualikan

BLI Sebut Jadwal PSMS Dan SFC Dikecualikan

Tampil di Liga Champion Asia 2009, PSMS Medan dan Sriwijaya Football Club (SFC) mendapat pengecualian dalam hal jadwal pertandingan babak 16 besar Copa Indonesia musim ini

BLI Sebut Jadwal PSMS Dan SFC Dikecualikan

Direktur kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI ) Joko Driyono menyatakan, pihaknya akan memberikan pengecualian dalam penyusunan jadwal pertandingan babak 16 besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, kepada PSMS Medan dan Sriwijaya Football Club (SFC).

Hal itu dilakukan masih kata Joko, karena kedua tim ini bakal tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2009. Sehingga jadwal kedua tim ini di babak 16 besar akan menyesuaikan dengan pertandingan yang akan mereka lakoni di ajang LCA.

"BLI akan mencari waktu yang tepat bagi kedua tim agar tidak sampai bentrok dengan jadwal yang harus mereka lakoni di ajang tersebut. Kemungkinan, jadwal kedua tim ini di babak 16 besar akan berbeda dengan tim lain," beber Joko kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2).

Pihaknya lanjut Joko, baru akan mengeluarkan jadwal lengkap pertandingan babak ketiga turnamen bergengsi di pentas sepakbola nasional musim ini dalam dua pekan ke depan. Tentunya dengan terlebih dahulu memperhatikan jadwal yang akan dilakoni semua tim di kompetisi reguler.

PSMS Akui Pecat Luciano

Dengan dalih ingin lebih berkonsentrasi di tiga event besar, manajemen PSMS Medan memecat Luciano Leandro dari kursi direktur teknik Ayam Kinantan.
PSMS Akui Pecat Luciano
Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membenarkan jika pihaknya telah mendepak Luciano Leandro (foto) dari jabatannya sebagai direktur teknik Ayam Kinantan, setelah sebelumnya gagal menjadi pelatih kepala PSMS karena tidak lolos verifikasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Sesuai pesan singkat (SMS) yang diterima GOAL.com pada Selasa (10/2) siang, Sihar menuliskan jika hal itu dilakukan karena pihaknya ingin konsentrasi penuh di tiga event besar, yakni Superliga, Copa Indonesia, serta Liga Champion Asia (LCA).

Meski demikian, apa yang ditulis Sihar tersebut sepertinya hanya alasan semata. Sebab menurut informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak pelatih asal Brasil itu gagal dalam verifikasi yang dilakukan BLI, manajemen PSMS sudah sangat kecewa.

Itu karena pelatih yang sebelumnya pernah cukup lama merumput di Liga Indonesia ini dinilai telah berbohong dengan mengaku jika sebelumnya dia adalah pelatih tim profesional di negaranya, Brasil.

Tapi setelah dilakukan verifikasi, ternyata Lusi -begitu sapaan akrabnya- hanyalah seorang asisten pelatih di tim yang dia sebutkan tadi. Selain itu, lisensi kepelatihan yang dimilikinya juga meragukan. Akibatnya, manajemen PSMS merasa tertipu atas kelakukan Lusi.

Lebih dari itu, tampaknya manajemen ingin memberikan keleluasaan kepada pelatih Listiadi untuk berkreasi dalam mempersiapkan Elie Aiboy dan kawan-kawan, mengarungi ketatnya kompetisi maupun turnamen yang akan mereka ikuti.

Pantau Arema





BAGUS DHARMAWAN/RADAR MALANG/jpnn
BAGUS DHARMAWAN/RADAR MALANG/jpnn

MEDAN-Pelatih Kepala PSMS Liestiadi mengaku optimis bisa kembali meraih hasil sempurna saat skuad Ayam Kinantan menjamu Arema Malang Kamis (12/2) mendatang. Hal itu tak hanya sebatas optimisme belaka, mengingat Liestiadi sudah menerapkan sejumlah strategi dan skema baru.

Liestiadi mengaku sudah memantau permainan klub berjuluk Singo Edan itu. Terlebih saat Singo Edan dibantai Laskar Sriwijaya 4-0 beberapa waktu lalu. Melihat hasil itu, keyakinan Liestiadi pun berlipat-lipat. “Sejauh ini kita sudah pantau permainan Arema. Tentu saja kita siap melawan mereka dan optimis meraih tiga angka,” bilangnya kemarin.

Tentunya tak hanya memantau. Liestiadi pun terus menggeber persiapan Affan Lubis dkk. Materi latihan pun digeber sedemikian rupa.

“Kita sudah identifikasi kekuatan lawan. Dan hal itu sudah saya beberkan kepada seluruh pemain. Semoga apa yang saya pelajari dan terapkan kepada pemain dapat berjalan sempurna,” sambung pria berdarah Tionghoa itu.

Kondisi tim menjelang laga itu pun masih berada dalam keadaan on fire. Setidaknya itu yang dijelaskan Liestiadi. Menurut Liestiadi, pascamenang kontra Persik Kediri beberapa waktu lalu, kondisi mental dan spirit para pemain meningkat berlipat ganda. “Semoga saja tidak menjadi terlalu percaya diri. Pemain saat ini sedang dalam mentalitas tinggi. Tapi jangan anggap remeh dengan kekuatan lawan tentunya,” terang Liestiadi.

Sayangnya, Liestiadi juga masih dipusingkan dengan cedera sejumlah pemainnya.

Saat ini tercatat ada sejumlah pemain yang masih cedera dan harus mendapatkan perawatan ringan yakni terapi. Mereka adalah Zada, Affan Lubis, Elie Aiboy, Oktovianus Maniani, Rahmadani, hingga Alejandro Costas. Kontra Arema belum dapat dipastikan apakah pemain tersebut bisa diturunkan. “Saat ini pemain yang cedera masih menjalani terapi. Tapi pada sesi latihan sore kemarin, sebagian sudah bisa hadir di lapangan,” kata Liestiadi.

Sementara itu, menatap laga di ajang Liga Champion Asia (LCA) manajemen PSMS Medan mengaku sudah mendaftarkan 25 pemainnya ke AFC (Asian Football Confederation). Tiga di antaranya pemain asing, sesuai kuota yang dibenarkan AFC dalam ajang itu.

Mereka adala Zada, Esteban, dan Alejandro Costas. Sayang Liestiadi maupun manajemen lewat Sihar Sitorus sekalipun enggan mengatakan siapa saja pemain lokal yang akan diboyong ke ajang itu. “Yang jelas 25 pemain sudah didaftarkan. Saya merasa sungkan juga mengatakan siapa saja yang bakal dibawa ke LCA,” kilah Liestadi. (ful)

PSMS bersyukur jumpa Persiba

JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Listiadi mengaku bersyukur atas undian babak 16 besar turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/09 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa.

Sebab, tim besutannya akan bertemu tim Divisi Utama Persiba Bantul di babak tersebut. Menurut Listiadi, dengan menghadapi tim yang berada di level bawah, setidaknya mental bertanding anak asuhnya bisa sedikit terangkat.

"Hal itu tentu sangat berbeda jika sekiranya kami bertemu dengan tim papan atas Superliga di babak ini. Maka dari itu kami patut bersyukur," katanya ditemui Waspada usai acara pengundian yang dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) disaksikan 16 tim peserta, pengurus harian PSSI dan para wartawan.

Meski demikian, lanjutnya, Persiba tidak boleh dipandang enteng. Terbukti mereka mampu melaju dengan terlebih dahulu menyingkirkan tim kuat Persik Kediri di babak 24 besar.

"Selain itu, motivasi tim level bawah untuk mengalahkan tim dari level atas sangatlah tinggi. Untuk itu, pemain kami tidak boleh lengah apalagi sampai memandang enteng lawan. Ini akan sangat berbahaya buat kami." tambahnya.

Pengecualian

Di tempat sama, Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono menyatakan, PSMS bersama Sriwijaya FC adalah tim yang akan mendapat pengecualian dalam penyusunan jadwal di babak 16 besar, karena keduanya bakal tampil di Liga Champion Asia (LCA).

"Karena itu, kami akan mencari waktu yang tepat bagi kedua tim agar tidak sampai bentrok jadwal yang harus mereka lakoni di ajang tersebut. Kemungkinan, jadwal kedua tim akan berbeda dengan tim lain," bebernya sembari menambahkan dalam dua pekan ke depan pihaknya akan mengeluarkan jadwal lengkap.

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membenarkan jika pihaknya mendepak Luciano Leandro sebagai Direktur Teknik Ayam Kinantan karena pihaknya ingin konsentrasi penuh di tiga event, yakni Liga Super, Copa Indonesia dan LCA.

Meski demikian, apa yang ditulis Sihar tersebut sepertinya hanya alasan semata sebab menurut informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak pelatih Brazil itu gagal verifikasi oleh BLI, manajemen PSMS kecewa.

Hasil Undian Babak 16 Besar:

Persebaya Surabaya vs Persitara Jakarta Utara
Persipura Jayapura vs Persema Malang
Pelita Jaya Jawa Barat vs Persibo Bojonegoro
PSMS Medan vs Persiba Bantul
Persijap Jepara vs Persikabo Bogor
Persija Jakarta vs Persiba Balikpapan
Persih Tembilahan vs Deltras Sidoarjo
Sriwijaya FC vs Persib Bandung