Friday, November 26, 2010

Ubah Taktik

PSMS mulai melakoni laga away pertama musim ini dengan lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Minggu (28/11) mendatang. Persiraja merupakan lawan berat. Apalagi harus dilawan di kandang mereka. Maka itu, perubahan taktik mulai diperagakan.

Dalam dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan belum pernah sekalipun merah angka. 18 Oktober 2007 silam, PSMS ditaklukkan 1-0. Sementara 23 Februari yang lalu, PSMS juga harus menerima kekalahan 2-0.

Perubahan taktik dimaksudkan agar PSMS bisa mencuri poin dari lawatan itu. Tak tanggung-tanggung, poin yang ditargetkan tercuri adalah tiga poin. Kalau tak mampu, satu angka minimal mesti dibawa pulang.

Untuk mengusung tekad tersebut, 18 pemain diboyong ke markas Persiraja. Tim akan bertolak menuju Banda Aceh Jumat (26/11) sore ini menggunakan pesawat dan dipimpin Pelatih Kepala Zulkarnain Pasaribu.

“Targetnya mencuri poin. Kalau bisa tiga poin kenapa harus satu poin. Tapi paling tidak kami bisa meraih satu poin,” kata asisten pelatih PSMS, Suyono.

Untuk memuluskan langkah meraih tiga angka, perubahan taktik mulai diperagakan pada latihan terakhir di Stadion Teladan kemarin sore. Ada perubahan signifikan yang terjadi pada skema tim yang bakal diplot untuk meredam ambisi tim tuan rumah. Di lini belakang, Zulkarnain tetap memplot tiga pemain belakang. Nama seperti Vagner Luis, Novi Hendriawan dan Rachmat tampak diplot sebagai pemain inti. Perubahan mencolok terjadi di lini tengah. Memperkuat pertahanan di lini medio ini, gelandang bertahan senior M Affan Lubis dipasang menggantikan Jose Sebastian dan diduetkan dengan tandemnya Faisal Azmi bersama Zulkarnain membantu sektor penyerangan. Di sayap belakang, duet Ari Yuganda dan pemain mungil Azuan Lubis tak tergantikan.

Di lini depan, skema seperti laga tandang tetap diusung. Mengandalkan duet striker Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano untuk menjadi penambang gol.

Menurut Suyono, perubahan sosok playmaker dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun, skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan punya asisst yang baik. Posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” kata Yono. Pergantian itu juga tak lepas dari buruknya performa Jose pada laga terakhir menghadapi Persikabo Bogor. “Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir,” sebutnya.

Menurut Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Apalagi, PSMS akan langsung membawa pemain mengikuti dua laga berikutnya menghadapi PSAP 2 Desember mendatang dan PS Bengkulu 7 Desember.
“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan, pelatih fisik PSMS yang tidak ikut tur. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan langsung terbang ke Bengkulu,” pungkasnya. (ful)

SMeCK dan PSMS FC Saling Lempar Batu (hal Ini Jangan Dicontoh...)

Usai meraih poin penuh melawan Persikabo (23/11) lalu, PSMS harus menanggung malu. Hal itu disebabkan ributnya dua kelompok suporter PSMS antara Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan dan PSMS Medan
Fans Club.

Keributan itu dipicu perselisihan kedua kelompok, saat mengawal bus pemain PSMS menuju mess pemain di Stadion Kebun Bunga. Menurut pihak PSMS FC, keributan dipicu arogansi kelompok SMeCK saat mengawal tim di Stadion Teladan. Hal itu diutarakan Ketua PSMS FC, Jannes Simanjuntak. “Beberapa dari mereka (anggota SMeCK) ditunjuk panpel sebagai steward menjaga pemain. Melihat banyaknya fans yang mengerubungi pemain usai pertandingan, anggota PSMS FC berinsiatif membantu. Tapi, mereka menolak dengan kasar,” ungkap Jannes.

Keributan berlanjut ketika PSMS FC mencoba mengikuti tim ke Stadion Kebun Bunga. Di sana, anggota PSMS FC dihadang tak boleh masuk Stadion Kebun Bunga. Karena mendesak masuk, terjadi saling lempar batu. Beruntung tak ada yang terluka.

Pihak SMeCK pun berusaha klarifikasi. Lewat ketuanya Nata Simangunsong, didapat penjelasan bahwa pihaknya sudah berdamai dengan PSMS FC. Menurut Nata, cek-cok itu terjadi akibat miss komunikasi. “Kami sudah selesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk hal ini pasti ada evaluasi” kata Nata.

Akibat keributan itu, pemain dan pengurus PSMS yang jadi korban. Sebut saja istri kapten tim Zulkarnain yang harus menahan sakit di dada karena lemparan batu. Mobil Sekum PSMS, Idris pun lecet bagian depannya karena lemparan batu. Idris membenarkan kejadian itu. Namun, pihaknya telah mendamaikan kedua suporter PSMS itu. “Sudah kami damaikan saat itu juga. Kami ajak duduk bersama. Kalau memang terjadi lagi, mereka akan langsung berurusan dengan polisi,” tegas Idris. (ful)

Menanti Konsistensi Gaston

Gaston Castano sudah mendapatkan tempat di hati pecinta PSMS di Kota Medan. Itu berkat dua gol yang dikemasnya di dua laga terakhir. Satu gol saat melawan Persitara, dan satu lagi saat PSMS sua Persikabo.

Konsistensi mencetak gol si Gaston yang makin tenar karena pacaran dengan artis Julia Perez itu, masih harus dipertanyakan. Pada lawatan perdana PSMS ke Tanah Rencong, Gaston diharapkan mampu menunjukkan ketajamannya.
Dan hal itu tampaknya masih bisa dilakukan. Besar kemungkinan, Gaston akan diturunkan sebagai starter berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto, saat melawan Persiraja. Hal itu terlihat pada simulasi yang dilakukan pada sesi latihan kemarin.

Soal capaian Gaston di kompetisi sesungguhnya, dikatakan asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa sebagai sebuah pembuktian. Sepanjang uji coba pra musim, Gaston sangat diragukan. Bahkan banyak pihak menilai, kontrak Gaston tak sesuai dengan kemampuannya. Ketika dituntut tampil lebih impressif, Gaston saat itu selalu bilang bahwa dia akan menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang sesungguhnya. Oke, tim pelatih dan pengurus menunggu hal itu.
“Dan dia sejauh ini berhasil membuktikannya. Dua gol dalam dua laga. Itu cukup baik,” kata Benny.

Jajaran pelatih pun tampaknya cukup puas. Kepercayaan masih diberikan. “Gaston sedang bagus. Dia harus menunjukkan kemampuannya di partai away,” seru Suyono. (ful)

Dana Beli Sepatu Rp500 Ribu

Prestasi gemilang PSMS di dua laga kandang ternyata tak begitu berpengaruh pada fasilitas punggawa Ayam Kinantan. Ya, setelah tak mendapat bonus kemenangan, menjelang lawatan ke markas Persiraja, pemain PSMS pun hanya mendapat duit sedikit. Per orang memperoleh Rp500 ribu. Dan, dana itu hanya untuk beli sepatu.

Bagi pebola masa kini, jumlah itu memang tidak banyak. Tapi lumayanlah untuk jadi pelipur lara. Apalagi pemain juga mendapatkan sepatu jogging dari manajemen dan panpel pertandingan.“Jadi anak-anak dapat sediki uang untuk beli sepatu. Uang itu sudah mulai dibagikan sejak kemarin,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sekretaris Umum PSMS yang juga merangkap sebagai Manajer tim, Idris menuturkan, uang itu diberikan agar pemain bisa membeli sepatu pertandingan yang baru. Memang musim ini manajamen PSMS tidak menyediakan sepatu untuk para pemain. “Kenapa uang? Karena kami rasa lebih tepat. Kalau memang pemain menginginkan sepatu yang lebih bagus, dia bisa menambah dengan uang pribadinya,” ungkap Idris.

Pengurus dan manajemen juga menuturkan, dana hasil penjualan tiket pertandingan kandang sebagian akan disisihkan untuk biaya operasioal tim selama musim Divisi Utama 2010/2011 ini. Sebagai informasi, pada laga pertama melawan Persitara, panitia pelaksana berhasil meraup dana Rp120 juta dari penjualan tiket. Pada laga kedua melawan Persikabo, pendapatan dari tiket meningkat menjadi Rp140 juta.

“Dana tim seperti uang untuk tur berasal dari hasil jualan tiket pertandingan. Dana yang didapat dari tiket juga ada yang disisihkan untuk tim,” sambung Sekretaris PSMS, Agus Suriyono. (ful)

Affan Lubis jadi ‘starter’ lawan Persiraja

EDAN - Jelang menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, Minggu (28/11) mendatang, perubahan susunan starter tampaknya bakal terjadi di barisan tengah.

Hal itu menyusul performa buruk gelandang asing PSMS, Jose Sebastian saat bentrok kontra Persikabo Bogor Selasa lalu. Untuk itu, posisi Jose di tim utama kemungkinan akan tergeser dan penggantinya tak lain adalah Affan Lubis.

Visi bermain Affan tampaknya masih dibutuhkan Ayam Kinantan untuk mendobrak lawan. Umpan-umpan matang gelandang berusia 34 tahun itu juga masih terlihat. Itu yang dibutuhkan duet Kurniawan dan Gaston Castano sebagai goal getter The Killer, julukan lain PSMS.

Asisten Pelatih PSMS Suyono membenarkan hal itu. Menurutnya, perubahan sosok playmaker di lini tengah dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan sengaja dipasangkan untuk memperkuat lini tengah. Selain punya asupan bola yang baik, posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” ujar Suyono malam ini.

Sementara penampilan Jose memang terlihat menurun daripada laga perdana. Saat menghadapi Persikabo, Gelandang asal Argentina itu ditarik lebih awal bahkan sebelum babak pertama berakhir.

Sikapnya yang tempramental juga terlihat saat terlibat kericuhan dengan pemain Persikabo. Akibatnya ia harus menerima kartu kuning yang merupakan kerugian bagi PSMS. Ujungnya ia terlihat tidak terima saat ditarik keluar.

“Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir. Kemungkinan dia akan kita cadangkan dulu,” sebut Suyono.

Begitupun Jose tetap termasuk daftar pemain yang diboyong untuk tiga laga tandang melawan Persiraja, PSAP Sigli (2/12) dan PS Bengkulu pada 7 Desember mendatang.

Tiga laga tandang, PSMS bawa 18 pemain

[(WOL Photo/Austin Antariksa)] MEDAN - Dua ujian awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 telah mampu dilalui dengan manis oleh PSMS Medan. Kemenangan atas Persikabo Bogor (2-1 dan Persitara Jakarta Utara (2-1) menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan menghadapi ujian berikutnya.

Tiga lawan berat siap menghadang skuad asuhan Zulkarnain Pasaribu itu di kandang masing-masing. Yang pertama adalah Persiraja Banda Aceh pada 28 November. Selanjutnya, PSAP Sigli (3 Desember) dan PS Bengkulu (7 November). Untuk itu, PSMS mempersiapkan amunisinya dengan kekuatan 18 pemain yang akan bertolak dari Medan Jumat sore via Bandara Polonia.

Menurut Asisten Pelatih PSMS, Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Jika nanti selama tur ada yang cedera, pemain yang tinggal akan menyusul didampingi pelatih kiper Nasib Iwan.

“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan yang ‘jaga kandang’. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan terbang ke Bengkulu,” tandasnya.

18 pemain yang dibawa antara lain M Syahbani, Andi Setiawan (kiper), Novi Handriawan, Vagner Luis, Rachmad, Hary Syahputra, Putra Habibi, Ari Yuganda, Azuan Lubis, Juanda Effendi (bek), M Affan Lubis, Zulkarnain, Jose Sebastian, Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko (tengah), Gaston Castano, Kurniawan Dwi Yulianto dan Rinaldo (depan).

Rata-rata pemain tersebut sudah diturunkan di dua laga awal. Kecuali Vagner yang sebelumnya dokumennya urung tuntas. Juga Rinaldo dan Juanda Effendi yang masih menanti debutnya di Divisi Utama.

Khusus untuk Persiraja, inilah kesempatan PSMS untuk revans atas dua kekalahan musim lalu baik di kandang maupun tandang. Meskipun tak dipungkiri klub kota Serambi Mekah itu sangat sulit ditaklukkan di kandang.

Untuk itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengharapkan masyarakat Medan untuk terus mendukung dan mendoakan PSMS selama tur laga tandang. Dia berharap, PSMS bisa mencuri poin maksimal pada tiga laga tersebut.

“Yang pasti PSMS meminta dukungan dan doa masyarakat Medan untuk keberhasilan tim ini. Kami berharap, tur ini bias meraih hasil pon maksimal,” tandas Benny.

Musim ini PSMS tanpa bonus

MEDAN - Perjuangan Kurniawan Dwi Julianto cs meraih dua kemenangan pada laga awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 selayaknya mendapat penghargaan dari pengurus.

Dalam hal ini tak lain adalah bonus yang merupakan tunjangan di luar gaji jika tim sukses meraih target yang dicanangkan. Jika musim lalu kucuran bonus yang didapatkan pemain minim, kondisi lebih parah justru terjadi musim ini karena ditiadakan.

"Tidak ada bonus. Walaupun kita menang dua kali, pemain pun juga tidak menuntut bonus," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa baru-baru ini.

Sebelumnya memang Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin telah memastikan itu di hadapan seluruh pemain saat memberi motivasi kemarin. Tak dipungkiri keterbatasan dana menjadi alasan kuat ditiadakannya bonus musim ini.

“Hingga saat ini, PSMS hanya menggunakan APBD untuk membiayai tim. Belum ada sponsor dan pihak yang membantu keuangan tim,” jelas Eldin.

Padahal dua kemenangan yang diraih bukannya tanpa perjuangan ekstra keras. Lihat saja laga kontra Persikabo Bogor kemarin di mana skuad Ayam Kinantan jatuh bangun mengejar ketinggalan hingga akhirnya sukses meraih tiga poin. Bonus kemenangan tentu menjadi motivasi di laga berikutnya untuk tampil lebih baik.

Meskipun begitu, ditiadakannya bonus akan diganti dengan memberikan penghargaan kepada pemain berprestasi. Tidak jelas kapan akan diberikan reward tersebut, namun untuk setiap pertandingan akan ditunjuk beberapa orang yang terus memantau pemain berprestasi untuk dipertimbangkan mendapat ganjaran.

“Bagi pemain berprestasi akan ada reward nanti dan bagi pemain yang tidak berprestasi, ya hanya menerima gaji,” sebutnya lagi.

Keterbatasan dana PSMS juga membuat pembayaran gaji musim ini dua kali mengalami keterlambatan. Eldin sendiri berjanji agar bulan selanjutnya hal itu tak lagi terjadi. “Kami akan berupaya agar mulai bulan depan, pembayaran gaji tidak lagi akan terlambat,” ungkapnya.