Monday, December 28, 2009

Daftar Pemain Cedera Bertambah

SIAL benar nasib PSMS. Sudah tak mampu meraih hasil penuh di kandang sendiri ketika menjamu Persiraja sore kemarin, tim malah mendapatkan musibah dengan bertambahnya rentetan pemain yang cedera.

Ya, laga kemarin memang berlangsung keras. Beruntung kedua tim masih menjaga fair play sehingga tidak terjadi aksi yang lebih parah
Sejauh ini, PSMS sudah kehilangan beberapa pemain pilar seperti Edu Juanda, Slamet Riyadi dan Sony Gunawan. Usai laga kemarin, Tri Yudha Handoko menyusul cedera tulang kering yang memaksanya tertatih-tatih saat menuju bus ke Kebun Bunga.

Osas Saha juga harus mengalami perawatan lanjutan. Cedera engkelnya yang belum pulih 100 persen kembali kambuh. Kamil Sembiring juga harus meringis karena kakinya mengalami masalah. Dengan demikian, enam pemain harus masuk daftar rawat.

Yang mengerikan, kalau sampai enam pemain itu tidak pulih juga saat PSMS menjamu PSDS 31 Desember nanti, satu kata yang patut disematkan, Gawat!

Beruntung dokter tim dr. Roriwansyah Pane menyatakan bahwa masih ada peluang bagi ke enam pemain cedera untuk segera pulih tepat waktu. Walaupun hal itu bisa dibilang cukup sulit. Terlebih jadwal kompetisi selanjutnya cukup padat.

PSMS hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga selanjutnya kontra PSDS. Usai melawan PSDS, PSMS juga hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga away ke markas Persita Tangerang. Setelah itu, PSMS juga hanya punya empat hari sebelum melawan Persikabo Bogor.
“Semoga dengan jadwal kompetisi yang padat ini kita bisa menggelar recovery dengan sempurna,” harap Rori. “Pemain yang cedera saat melawan Persiraja saya yakin bisa segera pulih. Mereka hanya butuh istirahat penuh dan menjalankan terapi lanjutan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Medan itu

Bonus Rp5 Juta dari Anak Perantau

MESKI hanya bermain imbang melawan Persiraja Banda Aceh, namun perjuangan yag diperlihatkan seluruh punggawa Ayam Kinantan mendapatkan apresiasi dari seseorang yang justru bukan berada di lingkungan pengurus PSMS. Sosok yang kabarnya pengusaha asal Jakarta bernama Sanjib Sing itulah yang memberikan bonus kepada tim senilai Rp5 juta.

Tentu saja aksi Sanjib itu langsung disambut dengan hati berbunga-bunga oleh seluruh punggawa Ayam Kinantan. Bak mendapatkan mata air di tengah padang pasir, bonus itu langsung dibagi rata. Tak hanya pemain yang “cair”, pelatih yang jarang dapat bonus pun kecipratan rezeki nomplok juga.

Memang jumlahnya tak seberapa, namun niat tulusnya itu yang membuat PSMS seolah tak berjalan sendirian dalam mengarungi kompetisi musim ini. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS membenarkan hal itu.

“Walaupun sudah lama tinggal di Jakarta, namun sebagai anak Medan, dia (Sanjib Sing, Red) merasa terpanggil untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi beratnya kompetisi musim ini. Ini sebuah bukti jika ternyata masih banyak yang mencintai PSMS,” kata Benny.
Pemadnangan kemarin tentu saja kembali menyengat pengurus PSMS yang seolah tak peduli dengan kondisi tim.

Apalagi sebelumnya, barisan pendukung PSMS berlabel Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan pun pernah curi start memberikan bonus kepada pemain.

Saat itu kawan-kawan dari SMeCK rela mengambil uang kas mereka sebesar Rp2 juta, yang semula direncanakan untuk memperbaiki markas yang sudah kurang layak huni untuk diberikan kepada para pemain lewat Suimin Diharja, pelatih PSMS.

Beruntung, saat langkah yang ditempuh SmeCK itu diikuti oleh Pj Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, yang juga menggelontorkan bonus kepada tim Ayam Kinantan beberapa waktu berselang

PSMS Ditahan Persiraja

PSMS Medan tidak mampu merebut angka penuh di laga kandang setelah ditahan imbang 1-1 (0-0) oleh Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009-10 yang diadakan di Stadion Teladan Medan, Minggu (27/12) sore.

Bahkan gawang PSMS yang dikawal M Halim lebih dulu kebobolan melalui pemain Persiraja, Zulkarnaen, pada menit ke-52.

Setelah ketinggalan, para pemain PSMS yang dimotori Affan Lubis, Faisal Azmi, dan Jecky Pasarella mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan. Satu serangan yang cukup tajam itu pun tidak sia-sia, dan membuahkan hasil melalui pemain PSMS, Ahmad Maulana Putra pada menit ke-60. Ia menjebol gawang Persiraja yang dijaga Masykur, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.

Ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan itu, terus memberikan dukungan terhadap tim PSMS diarsiteki pelatih Suimin Diharja. Sementara, pemain Persiraja, Erik Saputra, Muklis Sawang dan Esafah Pelo Benson, juga terus berusaha menekan pertahanan PSMS. Namun, sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya peratandingan kedudukan 1-1 tak berubah.

Asisten pelatih PSMS, Nimrot Manalu usai pertandingan memuji kegigihan anak asuhnya pada pertandingan lawan Persiraja. Menurut dia, para pemain telah berusaha dan berjuang keras untuk mencuri angka penuh, namun belum berhasil.

"Permainan PSMS cukup bagus, namun ke depan lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Sementara itu pelatih Persiraja, Anwar mengatakan, anak didiknya telah berusaha untuk bisa mengalahkan tuan rumah PSMS. Namun, kemenangan itu belum berada di pihak timnya.

"Saya merasa bangga dengan pemain Persiraja bisa bermain imbang lawan PSMS," katanya.

SMeCK Holigan Kumpulkan Sumbangan

MIRIS benar kondisi PSMS saat ini. Selain tidak punya uang, tim berjuluk Ayam Kinantan itu juga ditinggalkan sejumlah pengurusnya yang memilih tak lagi peduli dengan PSMS. Saban PSMS latihan, yang menemani hanyalah anak-anak yang cinta PSMS.

Lihat saja ketika PSMS berlatih, baik di Stadion Kebun Bunga maupun di Stadion Teladan. Sudah pasti puluhan bahkan sampai seratusan anak-anak dengan setia dan sabar menunggui PSMS berlatih. Tujuannya satu, ingin melihat PSMS dari dekat. Kadang anak-anak itu juga berburu tanda tangan pemain.

Hal itu cukuplah menemani PSMS dari rasa kesendirian yang teramat dalam. Di samping itu, kehadiran fans juga mampu meredam rasa letih dan penat seusai latihan. Apalagi kalau masih ada yang peduli.

Berbicara soal kepedulian, tampaknya yang lebih peduli memang fans dibanding pengurus sendiri. Selama ini pengurus lebih banyak sepele akan hal-hal yang dianggap kecil namun sebenarnya punya makna besar bagi soliditas tim.

Untuk itu, barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan akan coba menggedor hati pengurus. Ya, meniru kesuksesan penggalangan dana ala Prita Mulyasari yang berjuang melawan arogansi sebuah rumah sakit di Tangerang, SMeCK mencoba melakukan hal serupa.

Penggalangan sumbangan berupa koin untuk PSMS akan digeber mulai 27 Desember nanti, bertepatan dengan laga kontra Persiraja. Kegiatan itu akan terus digeber hingga 31 Desember mendatang, saat PSMS menjamu PSDS.

Di sela-sela penggalangan dana, kabarnya SMeCK juga akan menggelar live akustik di depan Stadion Teladan pada 31 Desember. Hal itu akan dilakukan mulai pagi hingga sore.

“Kita sudah begitu kecewa dengan sikap pengurus yang sama sekali tidak ada pedulinya. Entah apa yang ada di benak mereka. Semoga hati mereka terbuka ketika kami fans PSMS berharap ada masyarakat yang mau membantu PSMS,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK di Stadion Teladan kemarin.

Dana hasil sumbangan masyarakat nanti, berapapun jumlahnya akan langsung diberikan kepada pemain dan pelatih. “Anggap ini bonus dari masyarakat. Kalau pengurus sudah gak peduli, jangan kita pikirkan. Karena masyarakat Medan masih banyak yang peduli,” sambung Nata yang langsung diamini anggota seperti Baho, Bani, Denzo, Bobi, Ardo, R Pak, Didi, Wayan dan Bdum yang selalu setia dampingi PSMS

Tri Yudha Handoko Kawal Zulkarnaen

Pada laga hari ini, Zulkarnaen, salah satu pemain Persiraja musim ini tampaknya bakal mendapatkan kawalan ketat.
Pasalnya, pemain satu ini termasuk pemain yang paling berbahaya dari kubu Persiraja.

Bahkan Zulkarnaen masih mencatatkan diri sebagai top skor sementara Persiraja dengan koleksi tiga gol. Selain tajam, Zul-sapaan akrabnya juga kerap menyulitkan pemain bawah tim lawan karena pergerakannya yang cepat dan tepat waktu.

Terlebih Zul sempat ikuti seleksi di PSMS musim ini. Sudah barang tentu Zul akan mencoba menunjukkan kepada pengurus PSMS bahwa dia sebenarnya layak berkostum Kinantan. Ya, sepanjang melakoni seleksi bersama PSMS, sebenarnya Zul masuk daftar pemain yang diinginkan Suimin. Namun tidak terjadi kesepakatan kontrak antara pengurus dengan Zul. Alhasil Zul memilih hengkang.

Sepanjang mengikuti seleksi dengan PSMS, Zul juga sudah menunjukkan kalau dia itu striker produktif. Dalam beberapa ujicoba, Zul kerap menyumbangkan gol. Untuk itulah Suimin akan berusaha mematikan pergerakan pemain satu ini. Untuk urusan itu, tampaknya Suimin akan menugaskan Tri Yudha Handoko. Secara head to head, Yudha dianggap mampu mengatasi pergerakan Zul.

“Mungkin Zul akan lebih banyak merepotkan kita. Harus ada pemain yang siap mengawal dengan disiplin tinggi. Mungkin Yudha yang akan saya tugaskan,” kata Suimin.

Mendapatkan tugas itu, Yudha menyatakan siap menjalankan instruksi sesuai mau pelatih. “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan strategi yang diterapkan. Semoga berhasil baik dan PSMS mampu meraih tiga angka,” bilang pemain yang baru saja menjalani sidang meja hijau skripsinya itu

Khawatir Denda, Fans Dilarang Masuk Lapangan

ADA yang menarik saat digelarnya technical meeting yang berlangsung kemarin (26/12). Ya, pada acara yang juga dikemas dengan agenda jumpa pers itu, pihak panitia pelaksana (Panpel) pertandingan menyatakan bahwa tim tidak diperkenankan menyapa fans dengan cara mendatangi ke areal santle ban.

Menurut Panpel yang kali ini diwakili Fredy Hutabarat selaku Wakil Ketua Panpel, apabila tim melakukan victory lap atau ucapan terimakasih kepada fans dengan cara merapat ke arah tribun, dikhawatirkan banyak pendukung yang akan masuk lapangan.

Menurut regulasi Komdis PSSI, kalau sampai ada suporter yang masuk lapangan selain petugas, maka PSMS terancam kena sanksi. Sanksinya bukan tanggung, yakni ancaman menggelar laga tanpa penonton.

“Bukan tidak boleh menyapa fans. Silahkan saja mereka melakukan itu. Tapi kami harap hal itu dilakukan dari tengah lapangan saja dan jangan sampai ke arah tribun. Karena dikhawatirkan akan ada fans yang masuk lapangan. Kalau sudah begitu kita juga yang repot, karena terancam denda,” kata Fredy.

Memang, dalam dua laga terakhir di kandang, ratusan fans kerap masuk ke dalam lapangan untuk berinteraksi langsung dengan pemain dan pelatih. Hal ini riskan karena membuat keadaan seolah tak kondusif. Padahal maksudnya baik, hanya ingin memberikan motivasi.
“Itulah kondisnya. Komdis mana mau tahu hal itu. Yang jelas, ketika ada yang masuk lapangan ramai-ramai pikirnya ada keributan. Kita antisipasi hal itu agar jangan sampai terjadi,” lanjut Julius Raja.

Hal ini sempat disesalkan tim. Pasalnya acara penghormatan usai laga sudah menjadi tradisi sebagai ucapan terima kasih kepada suporter yang terus memberi dukungan sepanjang laga berlangsung

Intinya, dibutuhkan kerjasama antara pendukung setia PSMS agar tim ini bangkit ke depannya. Termasuk menjaga emosi saat menonton pertandingan

Nyeck di Tawar

Siapa yang meragukan kualitas pemain belakang sekelas Nyeck Nyobe. Berpostur ideal, punya visi permainan yang bagus dan dingin saat mengawal dan mematikan pergerakan lawan adalah ciri khas permainannya. Jadi, wajar jika banyak klub yang menginginkannya.

Buktinya, meski kini telah resmi berkostum PSMS, namun pemain berkebangsaan Kamerun ini tetap diminati klub lain. Kabar teranyar menyebutkan jika pemain berambut keriwil ini diincar kontestan Indonesia Super League asal Makassar, PSM. Isu ketertarikan PSM tadi berawal dari krisis yang terjadi di lini belakang klub berjuluk Juku Eja itu. Guna menambal lini belakang yang menurut mereka keropos, manajemen klub memasukkan nama Nyek Nyobe sebagai pemain buruan.

Dikonfirmasikan kepada Hendra DS, manajer tim PSMS didapat jawaban bahwa Nyeck tetap akan di PSMS karena dirinya telah terikat kontrak selama satu musim. “Nyeck kan sudah kita kontrak satu tahun. Dia harus menghormati kontrak itu,” kata Hendra.

Terkait rumor yang menghinggapi anak buahnya, Suimin Diharja, pelatih PSMS membenarkan hal itu. Menurutnya, ketika pertama kali mendengar kabar yang menyebutkan jika Nyek didekati kubu PSM, dirinya langsung menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan. Hasilnya?

Tak sedikitpun Nyek berkelit kepada Suimin. “Saya dengar langsung dari dia (Nyek Nyobe, Red) memang begitu. Tapi saya belum tahu sejauh mana negosiasi antara Nyek dan kubu PSM tadi,” terang Suimin.

Kondisi ini jelas membuat Suimin Diharja was-awas. Mantan pelatih Persikabo ini khawatir jika rumor yang menghinggapi Nyek dapat menggangu konsentrasi pemain lainnya jelang berhadapan dengan Persiraja, Mingggu (27/12) besok.
Beruntung, ketika hati Suimin gundah memikirkan nasib timnya yang terancam kehilangan pemain pilar, di saat itu pula Nyek Nyobe justru memberi jaminan jika dirinya akan tetap berkostum Ayam Kinantan, setidaknya hingga satu kusim ke depan.

“Saya tanya kepadanya, apa keputusan kamu terhadap tawaran PSM? Dia menjawab, jangan permasalahkan hal itu, karena semuanya tergantung kepada anda sebagai pelatih. Artinya, Jika saya merestuinya pindah ke PSM, maka dia akan hengkang. Tapi, bila saya masih mengingkannya bertahan, maka dia akan tetap berada di tim ini,” beber Suimin.

Jelas terasa jika ikatan batin antara Nyek Nyobe dan Suimin bukan sekedar ikatan batin antara seorang pemain dan sang pelatih. Tapi lebih dari itu, minimnya perhatian yang didapat pemain dari jajaran pengurus PSMS membuat pemain dan pelatih memiliki ikatan batin layaknya antara seorang anak dan orang tua.
Apalagi, selama menangani PSMS, Suimin kerap bertindak sebagai wadah untuk menampung keluh kesah para pemainnya. Padahal, di sisi lain, para pengurus, jangankan memberi perhatian, untuk hadir menyaksikan PSMS berlatih pun sangat jarang mereka lakukan.

Ya, walaupun hanya menonton, namun kehadiran sosok pengurus yang mau peduli dengan kondisi tim, memang sangat diharapkan. “Inilah kondisinya. Kita memang sangat membutuhkan figur pengurus yang mau peduli dengan keadaan tim ini secara menyeluruh,” bilang Suimin

“Kalau masalah finansial, bukan kali ini saja sulit. Dari dulu juga memang sudah sulit. Tapi, dulu pengurus sering memberikan suport kepada pemain sehingga motivasi pemain tetap membara. Nah, kalau sekarang, jangankan peduli dengan menanyakan kondisi kesehatan pemain, untuk datang melihat pemain berlatih saja pun bisa dihitung, siapa-siapa saja pengurus yang aktif,” sesal Suimin