Wednesday, October 26, 2011

Nirwan Bakrie Dekati PSMS

MEDAN-PSMS terlihat semakin memperbanyak masalah dalam tubuhnya sendiri. Hal yang sudah seharusnya mudah dan selesai dengan cepat masih juga bertele-tele.

Terpilihnya Ketum PSMS dan telah diberi wewenang oleh konsorsium untuk menentukan sendiri Chief Excecutive Officer (CEO), masih belum juga bisa mereduksi kegelisahan masyarakat Medan sebagai pecinta klub sepak bola berjuluk Ayam Kinantan ini.

Sebelumnya, Ketum PSMS Rahudman Harahap, Jumat (21/10) lalu menyatakan telah mengantongi dua nama calon CEO. “Memang saya yang menentukan siapa CEO PSMS. Tapi itu tetap harus melalui rapat. Senin (24/10) depan sudah ditentukan,” jelasnya saat itu.

Faktanya, hingga Senin (24/10) sore belum ada tindakan sedikitpun mengenai hal ini. Diketahui, Ketum PSMS yang juga merupakan Wali Kota Medan ini ternyata sedang menjalankan agenda protokoler ke Surabaya dengan Kemendagri.
Pelaksana Teknis PSMS Idris menerangkan, terkait CEO sudah dilakukan pembicaraan pada Sabtu (22/10) malam. Tapi, belum ada kesimpulan. “Jadi, kita tunggu saja sampai beliau tiba di Medan pada 27 Oktober 2011 mendatang. Di saat itu kita tuntaskan semuanya,” jelasnya.

Namun, seperti yang diungkapkannya beberapa waktu lalu, Idris terus saja mengatakan, tanpa CEO pun PSMS bisa berjalan. “Konsorsium tidak bisa mendesak, harus sabar. Dalam waktu dekat kita akan hadirkan manajer,” katanya.
Menurut sumber terpercaya, kesulitan penentuan CEO PSMS memang tak jelas sebabnya. Ia mengatakan, Idris cs tak akan gubris desakan konsorsium. Sebab pihak Nirwan Dermawan Bakrie sudah menjanjikan uang senilai Rp75 miliar yang diperuntukkan untuk tiga klub gaweannya, yakni Arema, Pelita Jaya dan PSMS.

Masih dari sumber yang sama, ia menerangkan, PSMS sedang meningkatkan ‘bargaining power’-nya. PSMS gabung ke IPL merupakan bagian dari ‘deal.’ Karena, berdasar statuta FIFA, kompetisi resmi baru bisa dijalankan dengan minimal 10 klub di dalamnya. “Jadi jika PSMS keluar, skenario PSSI akan mengalami kegagalan total. Ini pula yang menjadi konsern pihak konsorsium,” ujarnya.

Namun, saat dikonfirmasi Idris mementahkan pernyataan itu. “Saya tak pernah bicara dengan Bakrie. Apalagi soal uang Rp75 miliar. Bahkan kita siap turun ke Divisi Utama, jika PSSI memang dinilai menabrak statuta terus menerus,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mementahkan sendiri pernyataannya pada RUPS PT PSMS di Dhaksina Hotel beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, Nirwan Bakrie, Air Asia dan Petronas telah berbicara dengan PSMS, sebagai peluang menjadi sponsor. (saz)

Dua legiun asing belum ‘nyetel’

MEDAN - Laga ujicoba PSMS Medan kontra PSBL Langsa juga dimaksudkan menguji performa para pemain yang baru bergabung. Seperti diketahui dua legiun asing, Oliver Paul Makor dan Traore Youssouf, baru bergabung pada Sabtu lalu. Begitu juga dengan Edi Kurnia di posisi kiper.

Namun ketiganya belum menunjukkan performa maksimal pada laga yang berakhir dengan kekalahan PSMS 0-2 itu. Oliver Makor belum mampu menjalankan peran sentral di lini tengah. Makor masih terlihat kebingungan mengalirkan bola ke depan.

Sementara Traore Youssouf di lini belakang juga belum terlihat padu dengan rekan-rekannya. Apalagi dicoreng dengan kartu merah yang membuatnya diusir keluar lapangan. Begitupun tim seleksi masih memaklumi.

"Belum dikomentari. Mereka belum nyetel dengan yang lain. Dan itu wajar karena mereka baru tiba," ujar Suharto baru-baru ini.

Mengenai performa calon kiper PSMS, Edi Kurnia juga masih dapat pemakluman. Calon Pelatih Kiper PSMS, Sugiar, mengatakan dua gol yang tercipta adalah hasil tendangan spekulasi yang mengarah ke sudut gawang. Posisi yang kerap sulit diantisipasi kiper.
"Dua gol itu memang sulit diantisipasi ke sudut gawang. Penampilan Edi juga tidak buruk," bela Sugiar.

Di sisi lain, PSMS kembali kedatangan legiun asing. Pemain yang berposisi sebagai bek ini bernama Basso dan turut bermain pada laga ujicoba tersebut. Sama halnya dengan kedua rekannya, Basso belum bisa dinilai karena baru sekali tampil sejak gabung seleksi dengan Ayam Kinantan.

PSMS dapat pelajaran dari PSBL

MEDAN - PSMS Medan menuai hasil buruk pada laga ujicoba pramusimnya. Tadi sore di Stadion Teladan Medan, PSBL Langsa sukses menekuk PSMS 2-0. Dua gol kemenangan PSBL lahir dari Putra di menit 20 dan Wahyu di menit 41.

Sejak awal, PSMS mampu mendominasi serangan. Namun lini depan PSMS yang tak diperkuat Osas Saha kerap kesulitan menembus barisan belakang lawan. Oliver Makor sempat mengancam saat sukses merangsek ke kotak terlarang. Namun aksinya digagalkan kiper PSBL, Ali.

Berikutnya, tendangan bebas Fery Aman Saragih kembali diamankan Ali yang memang tampil prima mengawal gawangnya. PSBL yang tanpa diperkuat pemain asing justru mampu bermain efektif. Serangan balik PSBL berbuah gol di menit 20 ketika tendangan jarak jauh Putra melesak mulus ke tiang jauh tanpa terhalau Edi Kurnia.

Tertinggal satu gol, PSMS tersengat. Namun serangan PSMS yang dimotori duet Jecky Pasarella dan Sigit kerap buntu. Malah PSMS kembali tertinggal di menit 41. Dengan proses yang hampir sama namun dari sudut berbeda, Putra menggandakan keunggulan tim tamu.

Peluang terbaik PSMS diperoleh Sigit. Tandukannya ke tiang jauh mampu diselamatkan bek lawanm Bola muntah kembali disambarnya, akan tetapi sepakannya membentur tiang. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Zulkarnaen dan Yoseph Niko Ostanika. Namun tim besutan Amrustian tampil dengan benteng pertahanan kokoh yang dikomandoi mantan bek PSDS, Kussantoso.

Satu-satunya peluang yang membahayakan diperoleh Wawan Widiantoro yang menyontek bola tandukan Antoni. Namun lagi-lagi kiper PSBL tampil sebagai pahlawan. Skor tak berubah hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Menanggapi kekalahan timnya, bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, mengakui anak asuhnya bermain kurang greget. "Press dan cover-nya tidak terlihat. Anak-anak bermain kurang greget. Kolektivitas tidak terlihat," ujarnya.

Suharto juga mengakui lini per lininya tidak menunjukkan performa maksimal. "Lini belakang tidak seperti biasanya begitu juga dengan lini tengah yang tidak bekerja maksimal dan depan kurang greget," pungkasnya.

Sementara itu, Pelatih PSBL Amrustian mengatakan timnya bermain cukup baik. "Tim kami bermain lumayan," katanya singkat.

Sore ini, PSMS jajal PSBL

MEDAN - PSMS Medan bersiap melakoni laga ujicobanya yang keempat setelah eliminasi pemain. Kali ini terasa berbeda dengan menjajal tim peserta Divisi Utama, PSBL Langsa. Laga akan dihelat di Stadion Teladan Medan sore ini.

Bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, mengakui lawan yang dihadapi kali ini levelnya setara. Berbeda dengan lawan-lawan ujitanding sebelumnya yang levelnya di bawah PSMS.

“PSBL peserta Divisi Utama. Jadi levelnya setara. Karena itu ini bagus menguji skema yang ada,” ujar Suharto.

Menurut mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini, pihaknya tak memasang target kemenangan.

“Kita kan masih pembentukan tim dan memasuki seleksi tahap akhir. Jadi masih mencari-cari skema terbaik. Kita masih mau lihat materi yang diberikan selama ini bisa diserap atau belum,” ujarnya.

Meskipun begitu, PSMS tetap akan menampilkan ciri khas bermainnya. Dikatakan, pressing dan cover tetap akan diterapkan. Sebelumnya, PSMS kerap mencatat hasil positif di setiap ujicobanya.

Dua kemenangan dikantongi atas Bank Sumut (5-0) dan Pra PON Sumut (3-0). Hanya Sabtu lalu rekor kemenangan PSMS terputus saat ditahan imbang PS Kwarta tanpa gol. Laga ujicoba ini juga akan menjadi kesempatan memantau dua legiun asing yang baru bergabung, Traore Youssouf dan Oliver Makor. Selain itu kabarnya PSMS juga akan kedatangan satu center back, Ledi Utomo, yang hadir Selasa ini.

Di kubu lawan, Pelatih PSBL Amrustian juga tak menargetkan kemenangan. “Yang namanya ujicoba tidak pernah ada target. Intinya kita mau lihat pemain yang akan kita rekrut itu bagus atau tidak. Kalau bagus kita ambil, kalau tidak ya kita coret,” ujarnya.

Mantan pelatih PSMS ini mengatakan pihaknya telah mempersiapkan diri sejak Agustus lalu. Materi pemain yang dibawa juga sebagian besar berasal dari musim lalu.

“Sejak bulan puasa kita sudah bentuk tim. Dominasinya pemain musim lalu. Pemain asing belum ada. Bukan dipertahankan lebih tepatnya dicoba lagi,” pungkasnya.