Monday, September 27, 2010

Siap Maksimal


MEDAN-PSMS siap tampil maksimal di Turnamen Piala Ngogesa di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T Amir Hamzah, Stabat, Langkat. Dan, lawan yang akan dihadapi hari ini adalah Madina Medan Jaya.

Pertemuan kedua tim ini bisa dikatakan menarik, setidaknya kedua tim sempat terlibat dalam turnamen yang beberapa waktu lalu digelar di Karo. Saat itu, PSMS yang menjadi pemenangannya. “Ya harapan kita menang, Medan Jaya kan sudah pernah kita kalahkan di Karo, setidaknya kita sudah mengenal permainan mereka,” kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Dalam persiapannya, PSMS membawa 26 pemain, di antaranya 22 pemain lokal ditambah dengan 4 pemain asingnya. Pemain lokal yang akan diturunkan yakni pemain yang sudah tanda tangan kontrak plus satu pemain magang. Sedangkan pemain asing, selain dari tiga pemain yang akan dilakukan tanda tangan kontrak, akan ditambah satu pemain yang akan dilihat penampilan perdananya dan sekaligus merupakan acuan untuk menentukan nasibnya, Cristian Carrasco.

Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu mengatakan belum memiliki starter pemain yang akan diturunkan, namun tergantung kondisi kebugaran pemain. “Belum ada starter pemain, lihat kondisi besok lah, tapi siapa pun besok yang akan diturunkan, semua siapnya itu,” kata pelatih yang akrab dipanggil Bang Zul itu.

Menghadapi Medan Jaya, Bang Zul tetap memilih dengan formasi 3-5-2. “Ya, melakukan pemantapan posisi depan sebagai ujung tombak pergerakan dalam melakukan gol,” tambahnya.

Meski tidak ada yang mau menjelaskan siapa yang akan jadi starter, menurut pantauan Sumut Pos, kemungkinan besar Striker Kurniawan akan dijadikan cadangan. Pasalnya, pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ ini baru akan tiba ke Medan hari ini, Senin (27/9). Selain itu, tampaknya pengurus ingin melihat duet asing di lini depan. Ya, di posisi depan diisi oleh Cristian Carasco dengan Gaston Castano, dan sebagai pemain pengganti Kurniawan. Di posisi tengah, diisi oleh Jose Sebastian, Zulkarnain, Faisal Azmi, Ari Yuganda serta pemain mungil, Azuan Lubis, sedangkan M Affan lubis kemungkinan akan didudukkan sebagai pemain cadangan. Untuk posisi bawah kemungkinan akan dipasang Vagner Luis, Hary Syahputra, serta Novi Hendriawan. Kiper kemungkinan besar akan memakai Sabani. “Siap kalau pelatih percaya dengan aku,” ungkap gelandang PSMS Azuan Lubis.

Turnamen ini diikuti oleh PSMS, PSDS, Madina Medan Jaya, dan PS Langkat Selection. Untuk juara pertama mendapatkan hadiah piala bergilir ditambah dengan piala tetap dan uang tunai Rp15 juta.(mag-5)sumutpos

Saturday, September 25, 2010

Liga Primer Jadi Prioritas PSMS

Tekad PSMS mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) sudah bulat. Meski ada ancaman tak boleh berlaga di kejuaraan yang dianggap haram oleh PSSI itu, PSMS bergeming. Malah PSMS berencana ikut dua kompetisi secara bersamaan, LPI dan Divisi Utama.

Hal itu diutarakan Dzulmi Eldin, Ketum PSMS yang juga Wakil Wali Kota Medan, Selasa (21/9). “Kita belum dengar kalau ikut LPI, maka akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Kita akan ikut dua-dua kompetisi itu,” kata Eldin.

Di lapangan, beredar desas-desus bahwa PSMS akan lebih memilih berlaga di LPI. Bahkan jika harus digusur dari Divisi Utama, hal itu tidak akan jadi soal. Ini dikarenakan keyakinan bahwa menggeser klub dari sebuah kompetisi resmi tidak sembarangan. Jadi PSSI tidak boleh sembarangan untuk itu.

“Yang pasti tim sekarang harus siap untuk ikut dua kompetisi sekaligus,” sambung Eldin.

Dan keseriusan ikut LPI terlihat kemarin, saat utusan dari LPI mengunjungi Stadion Kebun Bunga. Ada delapan delegasi yang berkunjung untuk melakukan perbincangan dengan pengurus PSMS.

Salah satu delegasi LPI adalah Yon Moeis. Ia mengatakan, kedatangan tim ke PSMS, adalah untuk memastikan manajerial PSMS baik itu kelengkapan data dan administrasi. Hal itu menyusul kesepatan yang sudah diteken PSMS dengan LPI bahwa PSMS benar-benar akan turun di turnamen itu.

“Kelengkapan administrasi PSMS lengkap semua. Tetapi karena masih acak-acakan, kita akan menurunkan satu orang dari tim kita untuk tinggal dan membereskannya,” ujar Moeis.

Ditambahkan Moeis, PSMS juga harus punya badan yang disebut PT. Hal itu mutlak karena PSMS harus profesional untuk ikut LPI. Lebih tegas lagi, LPI mengharamkan klub mengemis APBD dari pemerintah kota masing-masing.

“Semua klub yang ada dilarang mendapat kucuran dana dari APBD. Semua harus profesional dan mandiri. Untuk itu kita mengucurkan dana untuk klub,” ujar Moeis.

Kehadiran LPI dikatakan Moeis, juga bukan untuk menandingi atau berusaha keluar dari PSSI. Tetapi kehadirannya untuk menciptakan sikap profesional di dunia persepakbolaan tanah air.

Kedatangan tim delegasi LPI ini juga didampingi oleh tim mediasi dari Delloite, sebuah akuntan publik yang fokus ke sepak bola dan telah berkembang di 112 negara. Ini menandakan bahwa LPI benar-benar serius mencipta kompetisi.

Nah, soal kucuran dana yang bakal diterima tim peserta LPI, hingga kini belum begitu jelas. Menurut Moeis, setiap tim akan menerima antar Rp20-27 milyar. Namun jumlah itu akan diberikan secara bertahap. Menyikapi hal itu, Dzulmi Eldin pun mengaku belum tahu pasti. “Soal kucuran dana saya belum tahu pasti,” singkatnya. (ful/mag-5/mag-20/sumutpos)

Pemain Prancis Coba Peruntungan di PSMS

Ahandour Mounir pemain asal Prancis kembali menyemarakkan seleksi pemain asing PSMS. Pemain kelahiran 23 Maret 1983 itu, menggenapkan angka 27 pemain asing PSMS yang selama ini sudah melamar. Dari jumlah itu, nantinya hanya tiga pemain PSMS yang akan teken kontrak.

Dengan kehadiran pemain ini, persaingan pun semakin ketat. Mounir yang berposisi sebagai gelandang serang itu akan bersaing dengan pemain depan, dan lini tengah.

Di depan, Mounir akan bersaing dengan Jorge Alberto. Di tengah, tampaknya dia sudah kalah bersaing dengan Jose Sebastian yang sudah dinyatakan akan diikat kontrak.

Pada penampilan perdananya kemarin, Mounir terlihat tidak terlalu mencuri perhatian. Mungkin karena baru saja tiba, dan masih butuh adaptasi. Tapi tim pelatih akan memberikan kesempatan hingga Sabtu (25/9) ini. Pada hari itu, seluruh pemain asing yang ikut seleksi akan segera diputuskan siapa yang akan dikontrak.

“Kita lihat saja kepastiannya. Sampai Sabtu semua akan diputuskan,” kata Suyono asisten pelatih. (ful/mag-5/sumutpos)

Thursday, September 23, 2010

Gaston-Jorge Unjuk Kebolehan di PSMS

Aroma persaingan dua kandidat striker asing PSMS Medan terjadi di Stadion Teladan kemarin. Gaston Castano tampil baik, Jorge Roberto Paraedes pun tidak mengecewakan.

Pada latihan kemarin Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu sengaja memantau performa empat legiun asing seleksi tim Ayam Kinantan lewat uji coba game. Nama Gaston sengaja diplot sebagai pemain inti bersama gelandang rekomendasi Jose Sebastian. Di sisi lain, performa mencolok juga dipertontonkan Alberto yang masuk tim lapis kedua.

“Belum, kami belum bisa memberikan penilaian kepada empat pemain asing itu. Kami rasa penilaian tepat bisa dilakukan saat Turnamen Piala Bupati Langkat nanti, kalau sekarang masih terlalu dini,” ujar Zulkarnain. (syukri amal/sindo)

Persaingan Pemain Asing PSMS Ketat

Persaingan sesama pemain impor PSMS makin panas saja. Dengan kemampuan yang tidak begitu berbeda, enam pemain asing yang kin ikut seleksi bersaing keras meraih kontrak.

Ya, sejauh ini hanya pemain asing yang belum dikontrak. Sedangkan 20 pemain lokal plus satu pemain magang sudah lebih dulu bernafas lega. Namun nama Kurniawan Dwi Julianto belum juga mendapatkan kepastian.

Enam pemain asing yang masih berjibaku dengan seleksi adalah, Vagner Luis, Jose Sebastian, Thierry Gathuessi, Kanda Lansana, Jorge Alberto dan Gaston Gastano. Nama terakhir, bahkan sanggup menyedot perhatian ratusan fans PSMS yang sengaja datang ke Stadion Teladan kemarin, untuk melihat sosok kekasih artis seksi Julia Perez itu.

Khusus pemain asing ini, persaingan memang semakin ciamik. Di lini belakang, nama Vagner Luis, Thierry Gathuessi dan Kande Lansana. Yang paling berpeluang konon jatuh kepada nama Vagner Luis. Meksipun belum ada pernyataan resmi akan hal itu.

Di lini tengah, sejauh ini hanya Jose Sebastian tunggal ikuti seleksi. Pemain asal Argentina yang sempat main di Persibom itu, sukses memetik hati fans kemarin. Saban membawa bola, menggiring, mengumpang hingga mencetak gol Jose mendapatkan aplaus dari fans. Meski demikian, kontrak tetap berada di tangan pengurus.

Nah, di lini depan yang sejauh ini dianggap mandul PSMS punya dua pemain asing yang ikut seleksi. Ada Jorge Alberto dan Gaston Castano di lini krusial itu. Dua nama ini juga masih bersaing ketat. Belum ada satupun pemain yang dianggap memetik hati pelatih. “Gaston maupun Jorge masih dipantau. Kita lihat saja kemampuan terbaiknya,” tutur Suyono asisten pelatih.

Kejelasan akan kepastian kontrak pemain asing juga belum tergambar sama sekali. Yang terpenting bagi PSMS saat ini adalah terus mengupayakan yang terbaik. Setidaknya itulah yang terus diutarakan pengurus dengan mencoba mendatangkan sejumlah pemain asing. (ful/sumutpos)

Tuesday, September 21, 2010

Posisi Manajer PSMS Masih Lowong

PSMS hingga kini tak kunjung mendapatkan sosok seorang manajer tim. Padahal skuad lokal sudah fix dibentuk plus tiga legiun impor bakal menyusul kontrak. Artinya, PSMS sudah punya tim namun belum punya manajer. Kompetisi juga sudah semakin dekat.

Menurut pengurus, pencarian terhadap manajer tim sudah empat bulan digelar. Sayang hal itu belum juga membuahkan hasil. “Belum ada yang pas,” kata Idris Sekum PSMS di Stadion Kebun Bunga kemarin (19/9).

Diakui Idris, pihaknya pernah melobi tiga nama yang akan diplot jadi manajer. Tapi tampaknya belum sesuai dengan kriteria. Sayangnya tiga nama calon manajer itu enggan diutarakan pria asal NAD itu.

Idris menambahkan sosok yang pantas dijadikan sebagai manajer tim adalah orang yang loyal dan mau mengeluarkan uangnya demi kepentingan tim. Dengan arti lain, manajer PSMS itu tak boleh pelit. Manajer tim juga harus mampu mendatangkan sponsor aktif dalam mendukung PSMS.

Memang tampaknya pengurus musim ini masih agak matrealistis untuk urusan manajemen tim. Seorang manajer harus punya lobi-lobi tinggi kepada calon investor. “Disamping loyal, manajer pun harus bisa melobi pengusaha untuk menginvestorkan uangnya minimal satu miliyar untuk PSMS,” tambahnya.

Lebih dari itu, menurut Idris seorang manajer itu juga harus ngerti bola. Itu salah satu poin terpenting. “Harus mengerti bola, paham kondisi lapangan, serta mampu bekerjasama antar semua pihak yang ada di PSMS termasuk wartawan,” sambungnya.

Untuk itu, pengurus akan segera membuat standar prosedur rekrutmen manajer. Dengan demikian, diharapkan pihak manajer nantinya dan sanggup sama-sama mengerti dan paham kewenangan masing-masing pihak, termasuk tugas dan fungsinya. Karena manajer hanya berwenang mendampingi tim, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan tim, serta bekerjasama dengan pelatih maupun pengurus. “ Kita butuh manajer yang paham kondisi dan mau bekerjasama,” sebut Idris.

Karena hingga kini sosos manajer tak juga didapat, bisa jadi posisi itu akan diisi oleh Idris sendiri dengan sistem rangkap jabatan. Ditanyakan akan kemungkinan itu, Idris bungkam. Namun dia mengaku akan menjalankan segala perintah ketua umum.

“Ya kalau gak ada, gimana lagi, kalau itu perintah ketua umum kita siap. Tembok pun kita terobos asal itu perintah ketua” tutur Idris sambil tertawa.

Idris juga berharap bisa membawa PSMS kembali bersinar dan diperhitungkan. Sebagai klub dengan sejarah dan prestasi besar, PSMS memang harus dibenahi. Butuh pengorbanan besar untuk itu. “Sama-samalah bekerja. Jangan banyak bicara dan buruk sangka,” tutur Idris menutup pembicaraan. (mag-5/sumutpos)

Gaston Castano Merapat ke PSMS


Kehadiran striker Kurniawan Dwi Yulianto tak membuat PSMS Medan puas dalam perburuan pemain. Kabar terbaru, pengurus Ayam Kinantan kini ganti membidik eks bomber Persiba Balikpapan Gaston Castano.

Pria bernama lengkap Christian Gaston Castano ini dinilai klop dengan ambisi PSMS promosi ke Liga Super 2011/2012. Pembicaraan sudah dilakukan, bahkan sejak kemarin legiun asal Argentina ini telah berada di Medan dan memantau latihan Ayam Kinantan di Stadion Teladan.

’’Sesuai jadwal, sekitar pukul 15.00 WIB) tadi sore (kemarin) dia sampai di Medan. Dia belum ikut bergabung latihan dengan tim, tapi besok dia pasti sudah ikut latihan,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris kepada SINDO kemarin. (syukri amal/sindo)

Monday, September 20, 2010

Kurniawan Capai Kesepakatan dengan PSMS


Kepastian Kurniawan Dwi Julianto untuk bergabung dengan PSMS Medan mendekati kenyataan. Dari segi nilai kontrak, pemain yang pernah menjadi "icon" sepak bola nasional itu sudah sepakat dan tinggal menunggu hasil tes kesehatan tim dokter PSMS. Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Jumat (17/9).

Secara terpisah, Kurniawan Dwi Julianto menyatakan siap membela PSMS di persaingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Baginya, PSMS adalah sebuah tim yang memiliki nama besar. "Saya siap membela PSMS dan berusaha semaksimal mungkin mengantarkan timberjuluk "Ayam Kinantan" ini ke Liga Super Indonesia," ujar Kurniawan kepada wartawan usai latihan.

Setelah Kurniawan dihadirkan di Stadion Teladan, ternyata pengurus juga sedang menyeleksi dua pemain asing baru lainnya, yakni Jose Sebastian Vasquez dari Argentina dan Ibe Johnson asal Nigeria. Dengan demikian, sudah 22 pemain asing yang ikut seleksi di PSMS.

Jose Sebastian pemain kelahiran 24 September 1982 ini pernah merumput di Indonesia membela Deltras Sidoarjo. Pemain yang menempati posisi gelandang serang ini pada musim lalu juga membela tim Divisi Utama Persibom Bolang Mongondow.

Hanya saja, tim yang dibelanya ini gagal promosi ke Indonesia Super League (ISL) seperti tim dahulunya, Deltras serta dua tim lain Persibo Bojonegoro dan PS Semen Padang.

Sedangkan Ibe Johnson pemain kelahiran 4 Oktober 1980, mantan gelandang VB Sport Maldive yang bermain di Liga Maladewa dan pemain berkulit hitam ini juga turut memperkuat timnya saat berlaga di Piala AFC 2010 melawan Persiwa Wamena.

Sedikit banyak dirinya sudah pernah melihat penampilan pemain yang pernah berlaga di Liga Indonesia. Kedua pemain ini diharapkan mengisi posisi gelandang untuk pemain asing, setelah ditinggalkan oleh Alejandro Tobar, beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana nasib Amos Marah Kicmett dan Roberto Acosta yang telah lebih dulu mengikuti seleksi, menurut Sekretaris PSMS itu, Amos dan Acosta sudah tidak lagi mengikuti latihan bersama PSMS sejak Senin (13/9) lalu. "Amos sudah kita pulangkan. Tapi Acosta kita tahan dulu menunggu penampilan permainan legiun asing yang baru datang," kata Idris. (antara)

PSMS Segera Rekrut Jose Sebastian

Akhirnya pelatih PSMS kepincut satu pemain asing. Mantan gelandang Persibom Bolang Mangondow, Jose Sebastian, adalah orangnya.

Penampilannya yang semakin hari semakin memukau, ternyata diam-diam mencuri perhatian pelatih PSMS. Tak pelak, pemain kelahiran 24 September 1982 tersebut menjadi nama yang direkomendasikan oleh pelatih kepada pengurus.

“Dia (Jose) bagus, skil, dan penguasan bolanya lumayan. Berbeda dibandingkan yang lainnya, semangat yang tinggi pantang menyerah juga terlihat dalam dirinya,” jelas Asisten Pelatih PSMS Suyono kepada Sumut Pos (Sabtu 18/9).

“Fisiknya juga mendukung, serta daya dobrakannya yang cukup baik, menjadi alasan pelatih untuk merekomendasikannya,” tambah Suyono.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris umum PSMS Idris tak membantah kalau pelatih telah merekomendasikan nama Sebastian. “Ya kita teriama namanya, kalau sudah itu yang layak, tapi tetap juga harus melewati pemeriksaan kesehatan,” jelas Idris.

Terkait dengan waktu melakukan ikatan kontrak pemain asing, pengurus masih menunggu hasil kesehatan dan dua pemain asing lainnya. (mag-5/sumutpos)

PSMS Gelar Turnamen Segitiga

PSMS Medan resmi menyatakan keikutsertaannya dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Untuk mematangkan persiapan, PSMS berencana menggelar turnamen segitiga.

Laga itu digelar memperebutkan Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diikuti PSMS bersama dua tim Liga Super PSPS Pekanbaru dan Semen Padang.

“Liga segitiga ini akan memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang bertujuan membentuk mental pemain pada persiapan menjelang kompetisi. Rencananya, pertandingan akan digelar di Stadion Teladan awal Oktober nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris.

Menurut dia, turnamen segitiga ini sengaja digelar di Stadion Teladan agar atmosfer keras yang diberikan penonton fanatik PSMS mampu membangun mental pemain yang baik.

Monday, September 6, 2010

Performa PSMS Mulai Menjanjikan

Lagi, PSMS mendulang kemenangan dalam laga uji coba. Menjamu Sumut Selection, Ayam Kinantan menang dengan tiga gol tanpa balas. Gol PSMS diciptakan oleh Hary Syahputra, Affan Lubis, dan Roberto Acosta.

Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.

Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.

Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.

Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.

Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.

“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5/sumutpos)

Thursday, September 2, 2010

PSMS Incar Hasil Maksimal di Ujicoba

PSMS kembali menggelar uji coba jelang bergulirnya Divisi Utama 2010/2011. Setelah meraih hasil positif saat melawan TGM dan Sumut FC, kini skuad besutan Zulkarnain Pasaribu akan menguji ketangguhan tim dari Aceh, PSGL Gayo Luwes.

Pada laga yang akan digelar di Stadion Teladan sore ini (1/9), target maksimal kembali didengungkan oleh pengurus dan jajaran pelatih PSMS. “Tentunya kita mencari menang. Selain itu, kita juga akan mengubah strategi. Gaya saat melawan Sumut FC akan kita tinggalkan,” ungkap asisten pelatih Suyono kepada Sumut Pos, Selasa (31/8).

Suyono menambahkan, perubahan yang dimaksud tak lain soal pemain yang diturunkan. Tidak ada lagi pembentukan dua grup pemain. “Formasi yang kita turunkan hanya satu tim. Kita sudah melihat kerangka tim, tinggal pemantapan saja. Paling yang ingin kita pantau lini pertahanan dan gelandang saja,” jelas Suyono.

Dengan kata lain Suyono mengatakan untuk formasi striker sudah tak ada masalah di tubuh PSMS. Dapat dipastikan lini depan akan diisi Zulkarnaen dan Rinaldo yang tampil gemilang di dua laga uji coba sebelumnya.

Sayangnya, untuk laga nanti PSMS dipastikan tidak diperkuat Ari Yuganda. Pemain bertahan yang memiliki mobilitas tinggi tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit. Karena itu, lii belakang PSMS kemungkinan besar akan diisi oleh Hari Syahputra, Ahmad Maulana, Rifki Firdaus, dan Novi Hendrawan. Untuk gelandang, tambah Suyono, akan diisi oleh Affan Lubis, Faisal Azmi, Tobar, dan Tri Yudha Handoko. “Kita akan memakai pola 4-4-1-1 dengan Zulkarnain sebagai targetman,” jelas Suyono.

Senada dengan Suyono, pelatih kiper Waluyo juga mengungkapkan keyakinannya akan meraih hasil positif. “Untuk kiper akan kita pakai Sabani. Andi Setiawan akan kita istirahatkan dulu,” kata Waluyo.

Pegawai Dispora ini menambahkan kalau PSGL bukanlah tim baru bagi PSMS. Pasalnya, tim dari Aceh itu diasuh oleh tiga pelatih yang sudah tak asing lagi bagi PSMS. Pelatih yang dimaksud adalah Ansyari Lubis, Slamet Riyadi, dan M Halim. “Halim tampaknya akan menjadi pelatih sekaligus kiper mereka,” jelas Waluyo.

Di kesempatan berbeda, punggawa PSMS Faisal Azmi mengungkapkan siap memberikan hal terbaik. “Pastilah, Bang, siapa yang tak mau menang. Yang pasti, saya akan ikuti instruksi pelatih dan bermain maksimal,” katanya. (mag-5/sumutpos)