Friday, June 1, 2012

Published On: Fri, Jun 1st, 2012 Berita / Piala Indonesia | By admin Peran Ganda Vagner Luis di PSMS

Euforia masih menyambangi skuad PSMS Medan IPL usai memastikan tim lolos ke putaran delapan besar Piala Indonesia 2012. Hanya membutuhkan satu gol tanpa balas atas Persiraja Banda Aceh, setelah takluk 2-3 pada leg pertama di Stadion Lampineung, Banda Aceh. Tim berjuluk Ayam Kinantan justru mampu menceploskan dua gol tanpa kebobolan di Stadion Teladan, Rabu (30/5/2012) lalu. Vagner Luis de Oliviera Marins menjadi aktor kunci dalam tarung hidup mati tersebut. Gol cepatnya di menit kedua mengeskalasi mentalitas tanding rekan-rekannya. Tak hanya itu, libero plontos ini juga disiplin dalam memblokade serangan lawan. “Saya sangat senang dengan gol yang saya ciptakan. Bermain di Teladan menambah semangat bertanding kami. Kami masih harus berjuang lebih keras lagi. Tapi kami pantas untuk menikmatinya dulu sebelum melakoni laga yang pastinya lebih kompetitif lagi,” ujarnya kepada tribunmedan, Kamis (31/5/2012). “Gol cepat Vagner menstimulus pemain untuk bermain lebih ngotot. Ia berperan ganda dalam laga itu, selain menciptakan gol, dia juga mampu menghempang serangan lawan dengan taktis,” kata M. Khaidir, asisten pelatih PSMS Medan IPL mengevaluasi anak asuhnya itu. (tribunmedan)

PSMS Tantang Semen Padang di Perempat Final Piala Indonesia

PSMS Medan IPL tidak punya banyak waktu untuk menggelar persiapan babak perempat final Piala Indonesia lantaran sudah harus dijamu Semen Padang di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (6/6) mendatang. Sedangkan leg kedua bakal digelar di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam Rabu (13/6) mendatang. Jadwal tersebut tertuang dalam surat PT LPIS tertangggal 31 Mei 2012 dengan nomor LPIS-330/OC-COMP/AH/PI/V/2012. Di hari yang sama dengan jadwal leg I PSMS Medan, Persik akan menjamu Persebaya dan Rabu (13/6), Persebaya gantian menjamu Persik Sedangkan. Persibo akan menjamu Arema FC Rabu (6/6), dan leg kedua, Arema FC bakal menjamu Persibo Rabu (13/6). PPSM bakal menghadapi Persiba Bantul atau Perseman Kamis (7/6), sedangkan Persiba Bantul akan menjamu Perseman atau PPSM, Rabu (13/6). Secara mengejutkan, PSMS Medan mampu mengakhiri kiprah Persiraja Banda Aceh di Piala Indonesia dan meraih kemenangan 2-0 mengubah agregat menjadi 4-3. (3-2) di Stadion Teladan Medan Rabu (30/5) lalu dan lolos ke babak perempat final. Namun, perjalanan tim besutan Fabio Lopez tersebut di delapan besar tidak akan mudah. Pasalnya, Vagner Luis dkk harus menghadapi pemuncak klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL), Semen Padang FC yang sebelumnya membantai Pro Duta di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam 3-0 (agregat 5-0) di hari yang sama. Rekor pertemuan kedua tim di dua laga IPL sebelumnya sepintas membuat Semen Padang jumawa. “Kami sudah pernah melawan PSMS di IPL. Waktu sebagai tamu, skor akhir 1-1. Sewaktu kami tuan rumah, kami menang dengan skor 3-0. Target kami di Piala Indonesia ini masuk final dan di liga IPL menjadi juara,” ujar caretaker pelatih Semen Padang, Suhatman Imam. Komentar tersebut tak dimungkiri menjadi sinyalemen anggap enteng Kabau Sirah-julukan Semen Padang terhadap tim berjuluk Ayam Kinantan. Lolos ke final, seolah-olah PSMS Medan bukan merupakan tim yang dapat mengancam perjuangan Elie Aiboy dkk meraih target. Semen Padang memang boleh-boleh saja sesumbar, jemawa, optimis, atau apapun namanya jelang laga tersebut. Namun, kemenangan 3-0 atas PSMS di Stadion H Agus Salim Padang, Senin (7/5) lalu juga tidak serta-merta diraih dengan mudah. PSMS Medan menjadi satu dari sedikit tim yang tidak merasakan gol cepat khas Edward Wilson Junior dkk lantaran gol baru tercipta satu menit jelang babak pertama berakhir setelah kecolongan. Di perjumpaan pertama 18 Maret silam di Stadion Teladan, hasil seri 1-1 tersebut juga diraih Semen Padang lantaran Tommy Rifka menolak keluar lapangan setelah diganjar kartu merah (kuning kedua) dan menyebabkan pertandingan berhenti belasan menit. Sementara sebelum kejadian itu, PSMS berhasil mengurung tim lawan. (tribunmedan)

PT Liga Selidiki Kasus “WO” PSMS

PT Liga Indonesia akan mengevaluasi kasus tidak hadirnya tim PSMS Medan saat harus berlaga melawan tuan rumah Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) yang harus dimainkan di Stadion Wombik, Sorong, pada Rabu lalu. “Ke depan, kasus seperti ini akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi. Kami sudah mendapat laporan kenapa PSMS tidak hadir dalam pertandingan itu,” ujar CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono di Jakarta, Kamis. Sebagaimana diketahui, PSMS Medan saat harus memainkan laga tandang ke Sorong, tidak hadir ke lapangan pertandingan. Dan sampai waktu `kick-off` dan tambahan waktu 15 menit, Sasa Zecevic dan kawan-kawan tak juga muncul di lapangan. Menanggapi masalah ini, Joko Driyono mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan, baik dari Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan maupun dari kubu PSMS Medan. Dari informasi diketahui bahwa tidak ada maksud PSMS untuk melakukan walkover (wo), sebab rombongan PSMS sendiri telah sampai di Papua dan mereka mengalami kesulitan dalam reservasi tiket penerbangan ke Sorong. “Hal itu terjadi karena ada `miss` dalam reservasi tiket penerbangan sehingga rombongan PSMS tidak memungkinan pergi ke Sorong. Mereka mengatakan tidak mendapatkan rute penerbangan dari Jayapura ke Sorong,” jelas Joko Driyono. Diungkapkan bahwa pada Selasa malam PT Liga mendapatkan konfirmasi dari PSMS mengenai ketersediaan tiket transit dari Makassar ke Sorong. Tetapi pada hari H ternyata reservasi kosong. Rombongan PSMS kemudian tetap berusaha sampai ke Papua dan pada Rabu siang mendarat di Jayapura dan berharap bisa transit ke Sorong. Tetapi ternyata dari Papua memang tidak ada penerbangan ke Sorong. Sesuai dengan kondisi itu, lanjutnya, PT Liga menyimpulkan tak ada indikasi PSMS tidak ingin bertanding. Untuk tim-tim yang berasal dari Sumatera Utara jika tandang ke Sorong, rute yang seharusnya dilalui adalah Medan-Jakarta-Makassar-Sorong. Tetapi PSMS melewati jalur Medan-Jakarta-Makassar-Papua, dan tim baru bertolak dari Bandara Polonia-Medan pada Selasa (29/5) pukul 17:00 WIB atau sehari sebelum laga. “Sesuai regulasinya, yang pasti status pertandingan itu SMS dinyatakan kalah dengan skor 3-0. Namun ke depan kasus ini akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi,” demikian Joko Driyono. (ant)