Saturday, November 14, 2009

Dikunjungi Ricky Yakobi

Ricky Yakobi, eks punggawa PSMS di era 80-an kemarin bertandang ke Stadion Kebun Bunga. Saat skuad PSMS berlatih, Ricky yang kini bekerja sebagai staf manajer promosi dan marketing Specs pun turut serta berlatih.

Maksud hati kedatangan mantan pemain Timnas itu juga berkaitan dengan niatnya menyaksikan PSMS berlaga kontra Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. “Ya saya datang dengan tujuan utama menonton PSMS bertanding melawan Penang FC. Sekalian melihat kondisi PSMS saat inilah,” katanya.
Ditanya mengenai pendapatnya akan PSMS musim ini, Ricky menilai skuad PSMS tetap punya kans untuk kembali berlaga di Indonesian Super League (ISL). Meski begitu, Ricky berharap materi PSMS yang sebagian besar dipenuhi pemain muda, harus lebih memaksimalkan kondisi. Kesempatan memberi jam terbang kepada pemain muda, dikatakan Ricky menjadi salah satu target pelatih.

“Saya lihat pemain PSMS masih muda-muda. Masih ada waktu untuk menciptakan kekompakkan di antara mereka. Begitupun, peluang kembali ke ISL masih terbuka. Walaupun tim di Jawa sangat ngotot masuk ISL, tapi saya rasa kekuatannya cukup berimbang. Nama besar PSMS saya kira masih cukup berpengaruh di kancah sepak bola nasional,” tambah Ricky yang sempat main di Liga Jepang itu.

Nah, menyoal sponsorship, Ricky merasa bangga PSMS mau menggandeng pihaknya. Memang, sejauh ini, Specs perusahaan perlengkapan olahraga tanah air itu menjadi penyedia peralatan dan perlengkapan PSMS. Segala sesuatu bermerek Specs terlihat di Mess Kebun Bunga. Mulai dari bola, rompi, sepatu, hingga kostum latihan. Yang belum terlihat hanya kostum PSMS saat menjalani kompetisi. “Sekarang kita lihat, apakah PSMS bisa menapaki prestasi ketika bekerjasama dengan Specs,” pungkas Ricky

Jadi Tempat Curhat Adik Kandungnya Afandi Lubis

Affan Lubis, Pemain Senior PSMS

Affan Lubis, merupakan satu-satunya pemain yang musim lalu membela PSMS berlaga di ISL, dan kini masih berkostum Kinantan. Memang ada Bambang Trisanjaya yang musim lalu juga sempat berkostum Kinantan, namun hanya setengah musim. Dengan pengalaman bertanding di ISL, Affan berharap mampu menginspirasi rekan satu timnya.

SYAIFULLAH, Medan

Ya, Affan diharapkan mampu menjadi mentor bagi skuad PSMS lainnya. Tak jarang nasehat demi nasehat diutarakannya ke sejumlah pemain muda PSMS. Termasuk kepada adiknya sendiri, Afandi Lubis. Afandi Lubis memang bermain untuk PSMS musim ini. Berposisi sebagai striker, Afandi punya kans untuk mengembangkan diri.

Tak jarang, Afandi juga sering mencurahkan isi hatinya kepada Affan. Utamanya urusan sepak bola. Sebagai pemain muda, Afandi kerap berada di bawah tekanan penonton. Untuk itu, dia merasa perlu curhat dengan abangnya. “Sering juga curhat dengan Bang Affan. Karena dia kan lebih pengalaman,” kata Afandi yang tinggal satu kamar dengan Affan di Mess Kebun Bunga.

Dikatakan Affan, PSMS musim ini masih berpeluang besar kembali ke ISL. Hanya saja, mental untuk kembali ke ISL perlu ditingkatkan. Diisi pemain muda, Affan yakin PSMS punya modal dan semangat untuk itu. “Pada dasarnya klub di Indonesia sama saja. Tinggal mengasah mental juara, maka peluang untuk itu terbuka. Pada dasarnya saya pribadi tidak pernah gentar melawan tim manapun, saya harap PSMS musim ini juga mampu bersikap begitu,” kata Affan.

Sejauh ini, memang persoalan PSMS terletak di persoalan mental. Di tangan Suimin Diharja pelatih PSMS, mental itu yang terus digodok di samping pendalaman akan urusan teknis.

Terkadang, tekanan yang datang dari pelatih atau penonton dalam partai uji coba sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk urusan satu ini, Affan sering bilang ke rekannya agar tetap konsentrasi dan fokus ke permainan. “Ketika kita mendapatkan tekanan dari penonton, fokus dan ketenangan harus tetap terjaga. Jangan sampai kita terlena dengan tekanan itu, yang pada akhirnya akan menambah buruk permainan tim,” beber pemain berusia 34 tahun itu.

Pemain yang akrab dengan nomor punggung 8 itu, digadang berpeluang besar kembali di angkat menjadi kapten PSMS musim ini. Ditanyakan soal itu, Affan bilang pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan siapa pun kapten PSMS. “Saya pribadi tidak masalah siapa pun kaptennya. Asalkan demi kebaikan tim, saya siap menjadi kapten ataupun tidak terpilih menjadi kapten,” pungkas mantan pemain PSPS, Semen Padang dan Persikabo Bogor itu

Pindah ke Stadion Mini USU

PSMS Medan gagal menggelar pertandingan internasional melawan Penang FC Malaysia di Stadion Teladan, Sabtu sore ini, setelah pihak Dinas Pertamanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan renovasi sesuai janjinya kepada manajemen PSMS.

Tidak ingin mengecewakan publik sepakbola Medan, manajemen bersama pengurus PSMS yang membidangi teknik Julius Raja SE mengalihkan pertandingan ke Stadion Mini USU, Jl Dr Mansyur Medan.

"Mujur bagi kami karena Pembantu Rektor (PR) V USU Ir H Isman Nuryadi bersedia meminjamkan stadionnya. Kalau tidak, ke mana muka kita diletakkan kepada tim tamu," sesal Raja.

Pihak manajemen sendiri menyesalkan keteledoran pihak Dinas Pertamanan yang sudah diingatkan agar tepat janji menyelesaikan proses renovasi stadion pada 14 November. Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Sabar Sitepu pun sudah mengingatkan Dinas Pertamanan.

Terkait itu, Sabar meragukan PSMS bakal menjamu PSAP Sigli dalam laga kompetisi Divisi Utama di stadion yang dibangun pada tahun 1950 itu, 3 Desember 2010 mendatang.

Sementara itu, Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang baru tiba di Medan setelah mengikuti meetting manager di Jakarta menyebutkan, pihak Dinas Pertamanan seharusnya melibatkan manajemen PSMS dalam perbaikan itu, karena versi mereka dengan versi yang ditentukan PSSI berbeda.

Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan akan menampilkan pemain yang sudah pasti bisa bermain di Rengat melawn Persires (25 November) saat menghadapi Penang FC sore ini. "Ini perlu sebagai penambah jam terbang atau pengalaman Jecky Pasarella cs," katanya.

Kemungkinan Nyeck Nyobe, Saha dan Edu Juanda tidak tampil sore nanti. Kita akan mencoba pemain yang benar-benar sudah pasti bermain di laga pertama PSMS di kompetisi tersebut, lanjut Suimin dan menambahkan agar publik sepakbola Medan memakluminya.

Sebaliknya, kubu Penang FC menganggap laganya dengan PSMS merupakan penutup sekaligus bertekad tampil sebaik mungkin dan memberikan perlawanan. Demikian dikatakan Sekretaris Tim Penang FC Ariffin Yatim didampingi Todd Teoh.

“Pada liga Malaysia yang berakhir Oktober lalu, Penang FC berada di urutan ke 13 dari 15 klub,” tutur Ariffin yang memuji sistem pemusatan latihan yang diterapkan PSMS atau klub Indonesia lain. “Di Penang tidak seperti ini, pemain memang berlatih setiap hari tapi ada pemain yang jarang datang,” tandas mantan pesepakbola Malaysia itu