Monday, February 2, 2009

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Sukses menembus babak 16 besar turnamen Copa Indonesia, tim divisi utama Persikabo Kabupaten Bogor berharap jumpa PSMS Medan, salah satu tim kontestan Superliga 2008/09.

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Persikabo Kabupaten Bogor sukses mengulang prestasi pada musim 2005 saat melangkah ke babak 16 besar turnamen Copa Indonesia. Saat itu, langkah Persikabo yang membuat kejutan karena menjadi salah satu tim dari divisi bawah yang mampu menembus babak ketiga tersebut, akhirnya dihentikan oleh tim elit Persik Kediri.

Musim ini, Laskar Padjadjaran kembali menghadirkan kejutan. Bagaimana tidak, pasukan Suimin Diharja sukses menyingkirkan tim Superliga Persita Tangerang di babak 48 besar. Mereka juga menjadi salah satu tim divisi utama yang turut memanaskan persaingan di babak 16 besar turnamen bergengsi musim ini.

"Sudah kepalang basah. Kami harus fight untuk tetap bertahan di Copa. Apa salahnya bila kami menjadi juara. Kini, semua tim memiliki peluang sama menjadi yang terbaik," kata M. Halim, kiper Persikabo, dikutip dari rilis departemen media Copa Dji Sam Soe Indonesia yang diterima GOAL.com kemarin.

"Persaingan di Copa lebih ketat. Itu bisa dilihat dengan sukses tim-tim tamu memetik kemenangan di pertandingan tandang. Selain itu, kekuatan masing-masing tim juga merata," lanjut mantan kiper tim nasional ini.

Halim sendiri berharap Persikabo mendapat kesempatan menjajal kekuatan PSMS Medan di babak ketiga. Sebab duel tersebut akan menghadirkan memori khusus baginya karena ia mengawali karier bersama Ayam Kinantan. Bahkan kemunculan Halim mengukuhkan PSMS sebagai tim yang selalu melahirkan kiper andal.

"PSMS memang termasuk tim kuat, namun mereka masih butuh waktu untuk menjadi tim yang solid menyusul kedatangan banyak pemain baru. Pada jeda kompetisi, kami sempat beruji coba melawan mereka dan meraih hasil imbang 1-1. Pertandingan bakal ramai bila kami bertemu mereka," pungkasnya.

PSMS evaluasi hasil imbang

MEDAN - Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) belum membawa keberuntungan bagi PSMS Medan dalam laga perdana putaran kedua Liga Super Indonesia setelah ditahan 2-2 (1-0) oleh PSIS Semarang.

Hasil imbang ini menjadi catatan bagi tim yang dikelola Sihar Sitorus dengan melakukan evaluasi dalam menghadapi pertandingan kedua. "Yah belum beruntung. PSMS memiliki peluang, namun gagal menambah gol. Mungkin saja stadion Siliwangi

belum membawa keberuntungan," terang pelatih Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro melalui pesan singkat kepada Waspada seusai pertandingan.

Liestiadi menyebutkan, pertandingan kedua tim berimbang. "Dari statistik dan ball possesion sama. Bahkan peluang sama. Jadi pertandingan imbang dan kita akan

evaluasi ini untuk pertandingan kedua," tambah

Liestiadi. Pertandingan home pertama PSMS dari sembilan laga di stadion Siliwangi pada putaran kedua ini disaksikan sekitar 2000-an penonton dan hanya

ratusan pendukung Ayam Kinantan.

Dua gol PSMS dihasilkan pemain belakang Aun Carbiny pada menit ke-18 dan menit 54. Sedangkan dua gol PSIS dihasilkan Valentino menit ke-53 dan Deni Rumba menit 77.

PSMS mempertahankan starter dengan mengandalkan Rahmat Affandi di lini depan, dengan menempatkan Ellie Aiboy, Esteban Javier, M. Affan Lubis dan Leonardo

Martins Zada dan Asri Akbar. Legiun asing asal Uruguay Juan Daniel yang telah mendapat pengesahan Badan Liga Indonesia diturunkan menggantikan M Affan Lubis

sepuluh menit menjelang bubaran babak kedua.

Penasehat teknik Luciano Leandro menyebutkan, tidak diubahnya starter melihat dalam dua pertandingan belakang pemain dapat bekerjasama dengan formasi

demikian. Hanya saja, akunya, Ellie bermain di bawah form. Leonardo Martins Zada lebih agresif sebagai playmaker dengan umpan-umpan matang dari bola-bola

mati. Dua gol Aun Carbiny merupakan umpan dari pemain asal Brazil itu.

Lima menit setelah Aun menciptakan gol pertama, PSMS memiliki peluang menambah gol melalui umpan Ellie dari kiri luar pertahanan PSIS. Umpan crossing ke jantung

pertahanan PSIS gagal dimanfaatkan Zada yang terlambat memanfaatkan umpan matang tersebut. Hingga turun minum PSMS mempertahankan keunggulan.

"PSMS kecolongan dua gol di babak kedua," tambah Luci. Valentino menyamakan kedudukan 1-1 menit ke-53 memanfaatkan umpan tarik Antonio Telles. Satu menit

kemudian heading Zada berhasil ditepis kiper Basuki yang menghasilkan sepak pojok. Dari sepak pojok ini gol kedua PSMS terlahir melalui Aun Carbiny yang berlari menyambut umpan dengan menceploskan bola dengan bahu kanan. Gol kedua Aun sempat diprotes karena dinilai hands ball, namun wasit Oleh Hadi tetap berpegang kepada keputusannya.

PSIS yang ditangani pelatih Bambang Nurdiansyah terus melakukan serangan. Hanya beberapa detik pergantian Rahmat Affandi dengan Agus Suprianto, Deni Rumba

menyamakan kedudukan 2-2 hingga usai pertandingan.

Kebolehan PSMS harus lebih ditingkatkan

MEDAN - Kemampuan pemain PSMS harus lebih ditingkatkan setelah tim itu bermain imbang 2-2 melawan PSIS pada pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi, Bandung , kemarin.

"Penampilan tim berjuluk 'ayam kinantan' itu agak lumayan dan mengalami kemajuan," kata mantan pelatih PSMS Suryanto Herman di Medan, Sabtu, ketika diminta komentarnya mengenai pertandingan PSMS lawan PSIS.

Pada pertandingan yang berlangsung cukup seru itu, gol pertama diciptakan pemain PSMS Aun Carbiny pada menit ke-18 merupakan bola umpan yang diberikan Leonardo Martin Zada.

Kemudian babak kedua, Aun Carbiny kembaili mencetak gol pada menit ke-56.

Sementara itu, gol yang diciptakan pemain PSIS dihasilkan Valentino pada menit ke-53 dan Doni Rumba dimenit ke-77.

Suryanto menambahkan, pemain PSMS jangan terlalu cepat merasa puas dan bangga dengan keberhasilan mereka menahan imbang PSIS.

Masih banyak kelemahan yang dimiliki pemain PSMS yang diarsiteki pelatih Liestiadi dan Direktur Teknik Luciano Leandro asal Brazil .

"Kekurangan yang dimiliki pemain PSMS itu harus secepatnya dibenahi, sehingga pada pertandingan berikutya mampu mengalahkan lawan," ujar Suryanto yang mantan pelatih PSMS di era 1997-2002 itu.

Pada pertandingan tersebut, PSMS sebenarnya bisa unggul atas PSIS. Ini dibuktikan pada babak pertama tim "ayam kinatan" berhasil membobol gawang PSIS.

Namun akhirnya PSIS bisa mengejar ketertinggalan dengan menyamakan kedudukan 2-2 sampai berakhirnya pertandingan tersebut.

Selain itu, pelatih PSMS perlu mengatur strategi yang lebih baik sehingga tidak mudah dipantau oleh lawan.

"Pemain PSMS diharapkan bisa menjuarai putaran kedua LSI 2009," katanya.

Pada pertandingan tersebut, pemain PSMS yang diturunkan antara lain yakni M. Affan Lubis, Leonardo Martin Zada ( Brazil ), Esteban Javier ( Uruguay ), Edi Sibung, Reswandi, dan Octovianus Maniani.

PSMS Medan dan PSIS Semarang sama-sama kecewa

BANDUNG - PSMS Medan ditahan imbang 2-0 (1-0) oleh PSIS Semarang dalam laga kandang pertama putaran dua Liga Super Indonesia 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, tadi sore. Kedua tim sama-sama kecewa dengan poin satu ini.

Sama-sama berjuang menghindari degradasi, kedua tim bermain imbang. Namun, PSMS mencetak gol lebih dulu melalui sundulan kepala Aun Carbiny di menit ke-18 dengan memanfaatkan tendangan pojok Esteban Javier. PSMS berhasil mempertahankan keunggulannya hingga babak pertama berakhir.

Namun, di menit ke-53 PSIS berhasil menyamakan kedudukan melalui Valentino yang masuk menggantikan Fery Ariawan. Valentino berhasil menjebol gawang Ghali Sudaryono setelah mendapat umpan lambung Antonio Teles dari tengah lapangan.

Untuk mengejar ketinggalan, PSMS memasukkan striker Octovianus Mainani setelah menarik bek Edi Sibung. Kehadiran Mainani cukup merepotkan barisan belakang pasukan Mahesa Jenar. Namun, gol justru kembali dicetak oleh Aun Carbiny di menit ke-65 dengan memanfaatkan bola hasil tendangan Leonardo Martins dari pojok kiri. Gol ini sempat diprotes oleh PSIS tetapi justru membuahkan kartu kuning bagi penjaga gawang Basuki. PSIS batal pulang dengan tangan hampa setelah Deni Rumba berhasil merobek gawang PSMS. Dengan hasil ini, kedua tim sama-sama mendapatkan satu poin.

Pelatih PSMS Liestiadi mengaku kecewa dengan hasil ini. Sebab, tiga poin akan sanggup memperbaiki posisi PSMS di klasemen sementara. "Namun, secara statistik kami bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga tetap optimis karena di pertandingan berikutnya kemungkinan besar kami sudah bisa menurunkan pemain asing yang saat ini masih mengurus proses administrasi," kata Liestiadi.

Sebagai tim tamu, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah juga mengaku kecewa dengan hasil satu poin. "Semula kami menargetkan kemenangan. Namun, inilah hasil yang bisa kami dapat. Memang, di putaran dua ini PSIS banyak mengambil pemain baru. Namun, itu tidak berdampak besar pada kekuatan tim," kata Bambang.

Di jadwal selanjutnya, PSMS akan menjamu Pelita Jaya juga di Stadion Siliwangi (4/2). Pada waktu yang sama, PSIS akan bertandang ke markas kampiun Liga Super Indonesia 2007, Sriwijaya FC.

PSMS 2 - 2 PSIS

Satu Angka Menuju Palembang Kemenangan belum datang ke kubu PSIS Semarang. Untuk kali kedua pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009, anak asuh Bambang Nurdiansyah tersebut hanya mampu bermain imbang.

Setelah Minggu lalu di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, ditahan imbang Persita Tangerang, kemarin (31/1) Mahesa Jenar -julukan PSIS- berbagi angka 2-2 (0-1) saat menantang PSMS Medan di Stadion Siliwangi, Bandung.

Dua gol PSIS disumbangkan pemain baru asal Persiba Bantul Valentino pada menit ke-52 dan Deni Rumba pada menit ke-77. Sedangkan gol Ayam Kinantan, sebutan PSMS, diborong Aun Carbiny pada menit ke-18 dan 56.

Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan, hasil yang diraih timnya cukup optimal. Meski diakui, peningkatan kualitas permainan masih belum banyak bila dibandingkan dengan saat bertanding melawan Persita sebelumnya.

''Hasil ini cukup bagus karena kami bermain tandang,'' kata Agung setelah pertandingan.

Tapi, donasi satu angka itu cukup membawa PSIS meninggalkan zona playoff dan berada di posisi papan bawah. Mereka menggusur posisi Persitara Jakarta Utara.

Hanya, pada pertandingan yang dipimpin wasit Ole Hadi dari Tangerang tersebut, lini belakang PSIS masih terlihat keropos. Dua gol yang terjadi pun berawal dari proses yang sama, umpan bola silang.

Untung, kiper PSIS Basuki mementahkan beberapa peluang emas PSMS. Dengan begitu, tim asal Kota Lumpia tersebut pun melawat ke Palembang dengan modal satu angka.

Penyakit lama PSIS, yakni sulit mencetak gol, juga masih saja menghinggapi. Selain kurang kordinasi antara striker dan lini kedua PSIS, penyelesaian akhir PSIS juga terlihat masih terburu-buru. Babak pertama, setidaknya tiga peluang didapat PSIS, yaitu oleh Anderson Leke, Onambele Basile, dan Deny Rumba. Namun, ketiganya gagal memaksimalkan peluang menjadi gol karena terburu-buru