Monday, February 9, 2009

Sun, 8 Feb 2009 19:18

PSMS Tumbangkan Persik 2-1

Antvsports – Usai mendepak Luciano Leandro dari kursi ‘kepelatihan’, tim PSMS Medan justru mampu memetik hasil positif dengan menumbangkan tamunya Persik Kediri, 2-1, pada lanjutan Djarum Indonesia Super League, Minggu (8/2) petang ini, di Stadion Siliwangi, Bandung. Dua gol kemenangan PSMS dicetak oleh striker Rahmat Affandi di menit ke-52 dan Esteban Guillen di masa injury-time.

Tim ‘Macan Putih’ Persik, yang berhasrat melanjutkan sukses mereka seperti pada laga sebelumnya, yang mampu menundukkan tuan rumah Arema Malang, justru di babak pertama tampil kurang impresif. Beruntung mereka masih memiliki Ronald Fagundes yang mampu melakukan tugasnya dengan baik untuk mensupport lini depan Persik.

Peluang pertama Persik didapat di menit ke-12 melalui tendangan set-piece Fagundes, menyusul pelanggaran yang dilakukan Aun Carbiny kepadanya. Sayang, umpan set-piece Fagundes dari luar kotak pinalti, gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Hamka Hamzah.

Sementara dengan absennya sang pengatur serangan, Leonardo Zada, alur serangan tuan rumah PSMS terlihat menjadi kurang variatif, dan lebih banyak mengandalkan umpan-umpan dari sayap. Meski demikian barisan depan tim ‘Ayam Kinantan’ yang dimotori Rahmat Affandi dan Mario Costas, serta didukung Ellie Aiboy, mampu memberikan tekanan kepada barisan pertahanan Persik. Tekanan-tekanan PSMS di paruh babak pertama ini memaksa kipper Persik, Ahmad Kurniawan, harus berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Di menit ke-31, Esteban Guillen membuka peluang bagi PSMS. Memanfaatkan umpan sepak pojok Ellie Aiboy, Esteban menyambut dengan sundulan ke arah gawang. Namun sayang bola sundulannya sedikit melenceng di sisi kiri gawang Persik.

Empat menit berselang, serangan balik Persik nyaris berbuah gol. Dari sector kanan, Indriyanto Nugroho yang tak terkawal, melakukan penetrasi ke kotak pinalti lawan dan melepaskan umpan tarik ke Ronald Fagundes. Sayang, Fagundes sedikit kalah cepat dengan Markus Horison dalam menyambar bola.

Memasuki babak kedua, PSMS meningkatkan tekanan sebagai upaya untuk memaksimalkan raihan poin di kandang. Hasilnya, di menit ke-52 barisan penyerang PSMS mampu memporak-porandakan pertahanan Persik. Dari sebuah kemelut di depan gawang, Rahmat Affandi mampu memanfaatkan bola liar untuk menjebol gawang Persik dengan tendangan kaki kanannya. 1-0 untuk PSMS.

Tertinggal 0-1, Hamka Hamzah dan kawan-kawan mencoba bangkit dengan meningkatkan tempo permainan. Sebaliknya, PSMS juga tak merubah taktiknya dan tetap bermain ofensif, sehingga permainan kedua tim menjadi lebih agresif bahkan cenderung keras.

Pada menit ke-85, winger Persik, Khusnul Yuli, mengejutkan kubu PSMS dengan tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti yang merobek gawang Markus Horison. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Namun di masa injury time, tepatnya di menit ke-91, PSMS akhirnya mampu memastikan kemenangannya melalui Esteban Guillen. Berawal dari umpan crossing yang akurat dari Ellie Aiboy, Esteban mampu memaksimalkannya dengan sundulan cantiknya untuk menjebol gawang Persik. Skor akhir menjadi 2-1 untuk keunggulan PSMS

PSMS Menang Dramatis

BANDUNG, MINGGU — Dahaga kemenangan PSMS Medan sesaat terpuaskan oleh kemenangan dramatis 2-1 atas Persik Kediri dalam laga di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (8/2). Ini merupakan kemenangan kedua PSMS sepanjang Liga Super Indonesia 2008 ini.

Bagi penonton, laga ini cukup panas mengingat empat pemain pilar PSMS hijrah ke Persik di awal musim. Sebagai tuan rumah, PSMS langsung bermain menyerang sejak peluit dibunyikan di babak pertama. Menurunkan tiga striker, yakni Rahmad Afandi, Elie Aiboy, dan Mario Costa, PSMS menusuk Persik dari sektor kanan maupun kiri.

Meski lebih banyak menguasai bola, "Ayam Kinantan" belum berhasil menjebol gawang lawan. Persik yang cenderung bertahan mampu menjaga gawang dengan efektif. Beberapa peluang yang diciptakan tuan rumah dimentahkan oleh kiper A. Kurniawan, yang cukup sigap menangkap bola. Hingga turun minum, kedudukan masih bertahan imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Persik mengubah materi pemain dengan memasukkan Saktiawan Sinaga untuk menggantikan Ronald Fagundes. Persik pun berupaya meninggalkan pola bertahan dan berusaha lebih banyak menyerang. Namun, di menit ke-53, gawang mereka justru bobol oleh tendangan keras Rahmad Afandi dari kanan gawang.

Kedudukan yang tidak seimbang meningkatkan tensi permainan kedua tim. Di menit ke-86, Persik berhasil menyamakan kedudukan akibat kelengahan Markus Horison yang tidak menyangka tendangan keras Kusnul Yuli Kurniawan dari luar garis pertahanan akan menjebol gawang. Kedudukan imbang membuat koordinasi permainan PSMS sedikit kacau apalagi Persik memanfaatkan waktu yang sempit untuk tetap menyerang.

Namun, keberhasilan melakukan serangan balik saat injury time berbuah manis bagi "Ayam Kinantan". Tendangan Esteban Javier, yang memanfaatkan umpan Elie Aiboy dari sektor kanan, membuahkan poin penuh bagi PSMS. Gol ini langsung disambut meriah oleh ratusan pendukung PSMS yang menghijaukan tribun utara.

Esteban pun tidak kalah semangat menyambut gol dengan mencabut dan melambaikan bendera penanda sudut lapangan. Ulah Esteban membuatnya diganjar kartu kuning. Sedangkan, pendukung yang keterlaluan mengekspresikan kegembiraannya harus berurusan dengan petugas keamanan.

Pelatih PSMS Liestiyadi mengaku sangat puas dengan kemenangan timnya. "Kedudukan imbang dalam sisa waktu yang sangat sempit membuat kami sulit memenangi pertandingan. Namun, berkat perjuangan para pemain, kami berhasil menang," kata Liestiyadi.

Sementara itu, pelatih Persik Aji Santoso mengatakan permainan timnya memang tidak sebagus sewaktu tampil menantang Arema. "Tanpa diperkuat playmaker Harianto dan Usep Munandar memang membuat tim agak kerepotan. Aliran bola kurang maksimal," kata Aji.

Daftarkan Tiga Pemain Asing

ELANG berlangsungnya babak playoff Liga Champion Asia (LC), pelatih PSMS Liestiadi mengungkapkan bakal mendaftarkan tiga pemain asingnya yakni, Mauro Pinto, Leonardo Martins Zada dan Esteban Javier Gullien ke Konfederasi Sepakbola Asia atau AFC.

“Sejauh ini dari lima pemain asing yang ada, performa Pinto, Zada dan Esteban termasuk yang memuaskan. Jadi kemungkinan besar merekalah yang bakal didaftarkan ke AFC nanti,” ungkap Liestiadi seusai pertandingan versus Persik, kemarin.

Kendati begitu, Liestiadi mengungkapkan dalam perkembangannya kemungkinan memilih Pinto, Zada dan Esteban masih bisa berubah. “Kami akan terus pantau perkembangan lima pemain asing yang ada. Apalagi Mario Costa dalam debutnya tidak tampil mengecewakan. Jadi masih bisa berubah, tergantung pada kebutuhan tim,” jelasnya.

Soal striker asing lainnya asal Argentina Mauro Alejandro Costas yang kemarin tampil perdana membela PSMS, Liestiadi tak berkomentar banyak. Baginya Costas cukup tampil lumayan. “Dia (Costas) masih dalam tahap penyesuaian. Jadi untuk laga perdana dia cukup lumayan,” ujarnya.

Sekadar diketahui di babak playoff LCA nanti, Ayam Kinantan akan menghadapi pemenang laga Provincial Electrical (Thailand) versus Singapore Armed Forces FC (SAFFC/Singapura).

PSMS akan menjalani duel tunggal yang rencananya digelar di kandang Provincial Stadion Thammasat University atau kandang SAFFC Stadion Jalan Besar, 25 Februari nanti.

Sementara itu, disinggung soal kinerjanya di PSMS usai kepergian Luciano dan sosok Rudi Saari yang berada di pinggir lapangan sepanjang pertandingan kemarin, Liestiadi mengatakan dirinya membagi tugas dengan seluruh staf pelatih.

“Saya memang pelatih kepala, dan Rudi Saari asisten saya. Tapi tak masalah kalau Rudi yang memberikan masukan kepada pemain saat tanding. Saya lebih suka menganalisa permainan lawan. Kalau ada instruksi saya sampaikan ke Rudi. Itu tak masalah, karena kami memang saling membagi tugas,” terang

Mahyadi jadi Sasaran Suporter PSMS

KATA orang, batas benci dan cinta itu sangat tipis. Setidaknya itulah yang bisa mengungkapkan apa yang diterima Mahyadi Panggaben, mantan pemain PSMS yang kini membela Persik Kediri sepanjang pertandingan di Stadion Siliwangi Bandung. Beberapa pilar PSMS yang musim lalu menjadi ikon dan pemain yang punya banyak fans di Medan, seperti Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean memang memilih meninggalkan Ayam Kinantan yang dalam kondisi kacau dan memilih Persik.Alhasil, winger Persik itu menjadi sasaran umpatan suporter PSMS Medan saat yang hadir di stadion. Spanduk berukuran besar dengan tulisan 'Pengkhianat' di pinggir lapangan cukup mewakilkan perasaan fans PSMS atas hengkangnya Mahyadi dkk.

Sejak pertandingan dimulai, bermacam umpatan ditujukan untuk pemain bernomor punggung 19 ini. Mahyadi seakan menjadi "musuh" suporter PSMS. Dalam laga Minggu sore ini, Mahyadi ketiban sial karena dimainkan sebagai starter. Saktiawan yang duduk di bangku cadangan bisa jadi akan mengalami hal serupa. Sementara Usep dan Legimin bernasib lebih baik karena tidak masuk line up

Luciano tinggal kenangan

MEDAN - Manajemen PSMS telah melengserkan Luciano Leandro yang menjabat Direktur Teknik, karena dianggap tidak memberikan kemajuan pada tim selama Copa dan Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, Minggu mengatakan, Luciano tidak dipakai lagi sebagai penasehat teknis setelah selesainya pertandingan PSMS lawan Pelita Jaya. Dalam pertandingan itu, PSMS menelan kekalahan 0-1, Rabu (4/2).

Abdi mengatakan, Luciano selama ini berfungsi mengatur strategi maupun teknik bagi tim PSMS dalam setiap pertandingan. Namun pada pertandingan lawan Pelita Jaya , tim asuhannya itu mengalami kekalahan.

"Kekalahan itu adalah bukti ketidakmampuan Luciano membina tim, maka pihak manajemen memutuskan untuk memberhentikannya, " ujar Abdi.

Selanjutnya, ia menjelaskan setelah dicoretnya Luciano sebagai penasehat teknis PSMS, maka pembinaan tim itu diberikan sepenuhnya pada pelatih Liestiadi yang memiliki sertifikasi lisensi pelatih A

Pemain bosan kalah


Cetak E-mail



BANDUNG - PSMS ingin bangkit dan ingin menang. Itulah tekad yang sudah dibulatkan pemain menjelang duelnya melawan Persik Kediri, Minggu (8/2) di Stadion Siliwangi Bandung.

Apalagi manajemen Ayam Kinantan sudah memasang target tiga poin, sehingga memaksa M Affan Lubis cs harus benar-benar berjuang kendati mengambil poin dari Saktiawan Sinaga dan kawan-kawan tidaklah mudah.

"Kami juga tidak mau dianggap tim yang tidak pernah menang. Sebagai pemain PSMS, kami akan berjuang untuk mengambil tiga poin," kata M Affan Lubis, kapten PSMS.

Semangat sudah dikobarkan punggawa Ayam Kinantan. Pun demikian tim pelatih tak mau sesumbar dengan kondisi tersebut. Raihan satu poin dari dua game yang sudah dilalui membuat PSMS harus lebih berhati-hati.

"Menuju zona aman, kita sudah tertinggal angka cukup banyak. Dari dua laga seharusnya kita bisa meraih enam poin," kata Liestiadi, pelatih tunggal PSMS pasca didepaknya Luciano Leandro.

Untuk menghasilkan target manajemen, Liestiadi mengaku akan menyiapkan permainan ofensif. "Kita butuh kemenangan. Kita harus menyerang dan mencetak gol," jawabnya lugas.

Perjuangan Minggu sore ini memang dikatakan partai maha berat. Selain harus melewati mental bertanding yang belum mendapatkan kemenangan, pemain dihadapi duel melawan beberapa mantan pilar PSMS musim lalu. Sebut saja Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean dan Legimin Rahardjo. Beruntung saja Usep Munandar terkena akumulasi sehingga tidak dapat diturunkan.

"Kita semua sadar tuntutan pecinta PSMS agar tim ini menang. Doakan semoga kita berhasil mendapatkannya," harap Liestiadi.

Kekuatan Persik sendiri tidak boleh dianggap remeh. Kini tim besutan pelatih baru Aji Santoso bertengger di posisi ke-7 pada klasemen sementara Liga Super Indonesia. Beruntung Liestiadi sedikit mengenal karakter permainan yang diinginkan allenatore Persik, Aji Santoso.

"Saya sudah kenal Aji saat pelatihan lisensi A. Aji menginginkan sepakbola yang ofensif dan pasti itu yang diterapkan,"pungkas Liestiadi.

PSMS Optimis di Tengah KrisisPSMS

PSMS Optimis di Tengah Krisis
Meski tengah dihadapkan berbagai masalah, PSMS Medan tetap mengibarkan optimisme menjelang pertandingan menghadapi Persik Kediri, Minggu (8/2/200) sore.

Awalnya Luciano Leandro diharapkan menjadi Messiah atau juru selamat bagi pasukan PSMS yang terpuruk sepanjang putaran pertama Liga Super 2008/2009, baik di era kepelatihan Iwan Setiawan maupun Eric Williams.

Fakta di lapangan mengharuskan Luci yang terpaksa ditempatkan sebagai Direktur Teknik karena dianggap Badan Liga Indonesia (BLI) tak memiliki cukup pengalaman untuk duduk sebagai pelatih lengser, usai kekalahan 0-1 yang dialami Ayam Kinantan dari Pelita Jaya FC di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (4/2/2009) lalu.

Kini Liestiadi seolah bekerja sendirian memimpin pasukan Ayam Kinantan meladeni Persik Kediri di Stadin Siliwangi, Bandung, esok sore.

Parahnya, Ayam Kinantan pun terpaksa kehilangan salah satu gelandang terbaiknya, Leonardo Martins Zada dan kemungkinan absenya gelandang lincah, Oktovianus Maniani yang didera cedera. Serta belum jelasnya status striker anyar asal Argentina Mario Costa yang hingga sehari sebelum laga, belum dipastikan bisa bermain.

Tapi di tengah krisis, Liestiadi menekankan kepada pasukanya untuk memelihara optimisme bisa meraih kemenangan kedua di Liga Super. "Pengaruh dari diberhentikannya Luci pasti ada. Tapi saya kira tidak signifikan. Kami tekankan kepada pemain untuk fokus dan konsentrasi ke pertandingan," ucap Liestiadi.

Ketidakhadiran Zada yang diganjar kartu merah akibat menyikut gelandang Pelita, Yusmadi, di lini tengah pun tak boleh dijadikan alasan untuk tidak bermain maksimal.

"Memang kehilangan Zada disadari atau tidak bisa berdampak pada kinerja tim di lapangan. Tapi saya tak mau hal itu dijadikan alasan untuk tidak bermain maksimal," tegas Liestiadi.

Sementara, Macan Putih datang bukan tanpa masalah. Bermodal kemenangan 1-0 di kandang Arema Malang. Pelatih kepala Aji Santoso dipaksa memeras otak akibat absenya dua pilar penting, Usep Munandar dan Harianto akibat akumulasi kartu kuning.

Apalagi di putaran II, Persik hanya menyisakan separuh kekuatan pasca kepergian Christian Gonzales, Budi Sudarsono dan Markus Horisson di bursa transfer tahap II. Tapi seperti halnya PSMS yang menjadi tuan rumah di ?Negeri' lain. Macan Putih cukup optimis bisa mengamankan duel esok hari.

"Sejauh ini berjalan sesuai harapan. Mayoritas pemain punya keinginan kuat menunjukan performa terbaik. Kemenangan dari Arema jadi modal yang sangat berharga untuk menghadapi pertandingan besok," ungkap Aji seusai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi, Sabtu (7/2/2009) pagi.

Prakiraan Pemain

PSMS Medan (4-4-2)

Markus Horisson (kiper) ; Aun Carbiny, Mauro Pinto, Dodik Wahyudi, Septian Hadi ; Agus Suprianto, Esteban Gullien, J. Daniel Salaberry, M. Affan Lubis, ; Ellie Aiboy, Rachmat Affandi
Pelatih : Liestiadi

Persik Kediri (4-5-1)


Achmad Kurniawan(K) ; Hamka Hamzah, M. Robby, Sulis Budi Prasetyo, Khusnul Yuli ; Jefri Dwi Hadi, Fadil, Mahyadi Pangabean, Suswanto, Ronald Fagundez ; Indriyanto
Pelatih : Aji Santoso

Kemenangan Dramatis Ayam Kinantan

PSMS 2 - 1 Persik
Kemenangan Dramatis Ayam Kinantan
PSMS Medan akhirnya merebut poin penuh perdananya di putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Menjamu Persik Kediri di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu, 8 Februari 2009, Ayam Kinantan unggul dramatis 2-1.

Terpuruk di dua pertandingan pertama putaran 2 LSI, membuat semangat anak-anak PSMS menggila di babak pertama. Serangan demi serangan terus dilancarkan Ayam Kinantan ke pertahanan Persik Kediri yang tidak diperkuat oleh gelandang serang Ronald Fagundez.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, tuan rumah PSMS Medan akhirnya memecah kebuntuan lewat gol yang dicetak oleh Rahmat Affandi pada menit ke-52. Sayangnya, Persik kembali membalas lewat gol cantik Khusnul Yuli dua menit sebelum pertandingan usai. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Tak ingin kembali mendapat hasil seri, PSMS terus menekan di sisa waktu yang ada. Hasilnya, saat memasuki injury time laga yang disirkan antv ini, pemain asing Esteban Gullien berhasil memastikan kemenangan PSMS.

Tandukan kerasnya memanfaatkan umpan Ellie Aiboy gagal dibendung kiper Persik, Ahmad Kurniawan. Skor 2-1 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Berkat kemenangan ini, PSMS mulai menjauhi zona merah degradasi. Saat ini Ayam Kinantan berada di peringkat 14 dengan total 15 poin dari 18 kali pertandingan. Sebaliknya, Persik harus tertahan di posisi 7 dengan 31 poin dari 19 kali pertandingan.