Tuesday, November 25, 2008

PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan

Piala Indonesia
PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan
PSMS Medan merasa terbebani untuk pertama kali tampil di Stadion Teladan, Medan, dalam pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 melawan Persiraja Banda Aceh, Selasa (25/11). Pertandingan melawan Persiraja menandai kembalinya PSMS bermain di Stadion Teladan setelah Badan Liga Indonesia melarang penggunaan stadion tersebut karena dinilai kurang layak untuk menggelar pertandingan Liga Super Indonesia.

Badan Liga Indonesia mengizinkan PSMS menggelar pertandingan kandang Copa Dji Sam Soe di Stadion Teladan, meski untuk partai Super Liga, stadion yang berdiri sejak tahun 1953 itu masih terlarang.

Asisten Pelatih PSMS Rudi Saari mengakui, tampil pertama kali di Stadion Teladan jelas memberi beban bagi para pemain.

"Selama ini, saat kami kalah di partai kandang dalam pertandingan Liga Super relatif enggak bermasalah, karena kami tak bermain di Medan. Sekarang kami kembali bermain di Medan. Kalau kalah kami tak lagi bisa beralasan, PSMS tak main di Medan. Ini jelas membuat kami terbebani," ujar Rudi di Medan, Senin (24/11).

Belum lagi mayoritas pemain yang membela PSMS musim ini adalah muka baru yang sama sekali belum mengenal atmosfer Stadion Teladan. Dari skuad PSMS yang tampil di ajang Copa Dji Sam Soe, menurut Rudi hanya tiga orang yang pernah merasakan atmosfer fanatik pendukung PSMS di Stadion Teladan. Mereka adalah bek kiri Fadli Hariri, pemain tengah Affan Lubis d an penyerang Andhika Yudistira.

"Tentu saja suporter berharap kami bisa meraih kemenangan. Apalagi ini untuk pertama kali mereka menyaksikan tim kesayangannya bermain di Stadion Teladan," ujar Rudi.

Meski menghadapi lawan yang kelasnya di bawah karena Persiraja merupakan tim Divisi Utama, PSMS mengaku tak mau memandang remeh lawan. Apalagi di klasemen sementara Liga Super Indonesia, PSMS berada di urutan 17 dari 18 tim, sementara di Divisi Utama Persiraja berada di peringkat empat klasemen sementara Wilayah Barat.

PSMS juga tengah dirundung masalah teknis dengan absennya sejumlah pemain inti. Salah satunya adalah winger yang baru saja membela tim nasional Ellie Aiboy.

Pemain asing yang bisa memperkuat PSMS juga hanya stopper Patricio Jimenez. "Ellie baru pulang dari Myanmar memperkuat timnas, sementara pemain asing lainnya masih liburan," ujar Rudi.

Di kubu Persiraja, pelatih Herry Kiswanto mengatakan tak membebani anak asuhnya dengan target apa pun. Menurut Herry, dia ingin pemainnya bermain lepas. "Yang penting mereka bisa menikmati pertandingan. Itu saja," ujar Herry.

Bagi Persiraja, PSMS adalah tim yang cukup kuat meski di klasemen Liga Super Indonesia tengah terpuruk di papan bawah. Namun dia pun mengakui, Persiraja bisa saja memanfaatkan kesempatan karena PSMS tampil dengan beban harus menang di kandang sendiri.

"PSMS tetap tim yang bagus. Saya tahu betul karakter PSMS karena pernah dibesarkan di Medan," katanya.

Persiraja kata Herry, lebih berkonsentrasi untuk pertandingan Divisi Utama. Mereka ingin menjaga posisi di papan atas klasemen sementara, sehingga di pertandingan melawan PSMS, Herry bakal menurunkan pemain lapis keduanya

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams Laga perdana di Stadion Teladan sore ini diharapkan bakal menambah rasa percaya diri para pemain PSMS Medan kala menghadapi Persiraja Banda Aceh.

Pola 4-3-3 yang kemungkinan besar diterapkan Pelatih Eric Williams harus berbuah hasil positif. ”Bermain di Stadion Teladan harus menambah percaya diri pemain.Tidak ada yang harus dikhawatirkan pemain dalam laga ini,”ujar Eric,yang menargetkan kemenangan pada partai perpisahannya ini, kemarin.Tak heran,dia hendak memasang tiga striker sekaligus agar serangan semakin menggigit.

”Bermain dengan satu pemain asing melawan tiga pemain asing tidak ada masalah.Kami Liga Super dan mereka Divisi Utama.Kamimemberimerekakehormatan.Untukitupemain harus menang dalam laga ini. Sebagai awal baik untuk pertandingan selanjutnya,”tambah pria yang akan kembali menangani Akademi Medan United milik Sihar PH Sitorus itu.

Pria berkebangsaan Australia hanya mengandalkan 14 pemain tersisa dan ditambah tiga pemain U-21 yang direkomendasikan untuk masuk skuad pemain senior.Sementara pemain inti yang akan diturunkan tidak berbeda pada pertandingan sebelumnya. Ghalih tetap dipercaya menjaga gawang Ayam Kinantan.

Sementara di barisan pertahanan ada Patricio Jimenez,Aun Carbiny,Fadli Hariri,dan Syahroni. Di lini tengah,Affan Lubis akan tampil sebagai jenderal pengatur serangan.Motor tua ini akan ditemani Asri Akbar dan Rachmadani. Di depan, duet Papua Elie Aiboy dan Oktovianus akan menjadi pelayan Rahmad Affandi.

”Saya merekomendasikan dua gelandang dan satu striker U-21. Mereka adalah Dimas Yopi, Fandhi Fuadlin, dan Nazib Husein,”sambungnya. Di lain pihak,Persiraja turun dengan kekuatan penuh untuk memetik kemenangan ataupun minimal meraih hasil seri.Niene Mamadou dkk akan bermain semaksimal mungkin menghadapi PSMS.

”Kerja sama, sedikit tenang, disiplin, dan konsentrasi akan menjadi andalan dalam permainan kami untuk meraih hasil maksimal.Semoga saja kami beruntung dalam pertandingan ini,” sebut Mamadou, pemain depan Persiraja. Sementara itu, pelatih baru PSMS yang akan mulai bertugas di putaran kedua Liga Super,Luciano Leandro,tak ingin gegabah melakukan perubahan tim.

Pria asal Brasil ini mengaku masih beradaptasi dan belum memastikan hal apa yang akan dilakukannya untuk meningkatkan prestasi tim. Mantan Pelatih Persema Malang ini baru mempelajari kekuatan tim jelang putaran kedua.”Saya baru datang dan belum melihat keseluruhan kemampuan pemain.Apabila ada pemain bagus di sini dan saya bawa pemain luar, tentunya saya salah karena membuang pemain berkualitas. Untuk itu akan lihat setelah saya pegang tim,”paparnya.

PSMS-Persiraja pertarungan gengsi


25psms.jpgMEDAN - Dua tim bertetangga yang sama-sama memiliki nama besar, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh, siap berperang menjaga gengsi pada laga perdana first leg 48 besar Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11) ini, pukul 15.30 WIB.

Pelatih PSMS Erick Williams telah menyiapkan resep di tengah krisis pemain dan pembuktian sebelum mudik kembali ke Akademi Medan Football. Pasalnya, manajemen telah menyiapkan Luciano Leandro asal Brazil menggantikan posisi pelatih asal Australia itu.

Namun kabar itu tidak memusingkan Affan Lubis cs untuk tampil maksimal. PSMS kini menyisakan legiun asing asal Chile Patricio Jimenez, setelah Zada cuti ke Brazil dan striker nasional Elie Aiboy belum dipastikan masuk skuad Ayam Kinantan pasca tampil di Myanmar.

"Pemain dalam kondisi prima," terang Erick seusai memberikan pelatihan ringan di Stadion Teladan, Senin (24/11). Dalam laga versus Persiraja yang turut disiarkan langsung TV One, Erick juga merekomendasikan tiga pemain PSMS U-21 memperkuat skuad Ayam Kinantan.

Pergantian pelatih seusai laga perdana PSMS versus Persiraja yang dibenarkan manajemen PSMS, tidak akan mempengaruhi penampilan pemain. "Pemain tetap enjoy latihan," tambah asisten pelatih Rudi Saari.

Kembalinya Ayam Kinantan ke kandang sebelumnya usai "merantau" di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) pun memotivasi pemain. Dukungan yang tidak pernah surut terhadap PSMS ditunjukkan para fans yang menyaksikan latihan di Stadion Teladan.

Masyarakat antusias menyaksikan PSMS latihan hingga masuk ke tengah lapangan. "Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," kata Rudi Saari yang turut membawa PSMS runner-up Liga Indonesia 2007.

Arsitek Persiraja Heri Kiswanto merendah ditanya soal target. "PSMS memiliki nama besar. Mereka pantas diberi dukungan bermain di kandang," aku mantan pemain nasional ini.

Persiraja, menduduki posisi keempat klasemen sementara Divisi Utama PSSI, mengakui jadwal kompetisi yang padat memaksa Heri Kiswanto merotasi pemain. "Menjaga kebugaran, kita telah menyiapkan pemain lapis kedua," ujarnya seraya menyebutkan seusai laga pasukan Tanah Rencong melanjutkan perjalanan ke Batam.

Ketua Panpel H Wahyu Wahab mengharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan positif kepada tim kesayangannya. Tentunya tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi PSMS menampilkan permainan maksimal menghadapi Persiraja.

Dari pantauan Waspada, para pekerja bangungn terlihat kerja keras merenovasi asbes di pintu masuk tribun utama. "Insya Allah pertandingan dapat berjalan lancar," terang Wahyu menyebutkan masyarakat dapat membeli tiket dengan harga tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp30.000 dan VIP Rp45.000.

Persiraja optimis

Medan - Pertandingan antara PSMS Medan melawan Persiraja Banda Aceh dalam ajang Copa Indonesia di Stadion Teladan, Medan, Selasa (25/11) sore ini dipastikan berlangsung dalam tempo tinggi. Tim tamu Persiraja optimis mampu mengimbangi tuan rumah.

Asisten manajer Persiraja M Kasim mengatakan seluruh pemain Persiraja siap diturunkan. "Pemain yang kami boyong ini semuanya full team dan siap mempersembahkan hasil terbaik untuk masyarakat Aceh di Medan," ujarnya.

Pada ujicoba lapangan, Pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengharapkan anak asuhannya bermain lepas. "Saya instruksikan mereka bemain lepas, karena jika bermain dengan beban, tentu permainan sulit berkembang," ujarnya.

Pada pertandingan terakhir, Persiraja ditahan imbang PSAP Sigli 3-3 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI. Melawan PSMS, Persiraja akan diperkuat sejumlah pemain asing seperti striker asal Mali Mamadou yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim Laskar Rencong.

Kasim mengharapkan doa restu warga Aceh dan dukungan langsung dari segenap warga Aceh yang ada di Medan. Selain itu dia berharap wasit yang memimpin pertandingan bersikap netral.
(fjr)