Monday, October 18, 2010

Ujicoba Lawan Klub Lokal PSMS Selection Kembalikan Gay Rap-rap

PSMS Selection yang dibesut Suharto kembali melakukan uji coba. Setelah menumbangkan Bank Sumut 4-1, Kamis (14/10), kini Dodi Rahwana dkk akan menguji PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM).

Pada laga yang akan digelar sore nanti, Sabtu (16/10), di lapangan TGM Jalan Kapten Sumarsono, Medan, Ayam Kinantan bertekad akan mengembalikan gaya rap-rap yang menjadi ciri khasnya. “Kembali kita bangkitkan gaya rap-rap. Bermain keras namun memakai teknik yang tinggi agar terhindar dari kartu,” ungkap Pelatih PSMS Selection, Suharto.

Selain menampilkan gaya khas PSMS, Suharto tak munafik dengan target. Kemenangan adalah harga mutlak. Bagaimana pun, skuad yang dibesutnya ini direncanakan untuk Divisi Utama, jadi persiapan memanag harus maksimal. “Saya dan pelatih lainnya akan berusaha keras, dan kita usahakan untuk merebut kemenangan,” tambahnya.

Dalam laga nanti, PSMS Selection akan kembali mengandalkan duet striker Saju Ginting dengan Heri Ichsanto. Kerjasama kedua pemain tersebut lumayan berhasil saat PSMS menghajar Bank Sumut. Diharapkan, pada laga sore nanti, kedua pemain semakin padu dan mampu menciptakan gol.
Untuk pertahanan terakhir, PSMS akan memasang Oki Rangga. Pengalaman mantan penjaga gawang PSDS Deli Serdang tersebut akan dijadikan modal dalam menghadapi gempuran pemain TGM.

Asisten Pelatih Edi Syahputra juga mengungkapkan hal yang senada dengan pelatih kepala. Menurutnya, PSMS sudah saatnya kembali ke tempat asalnya. Yakni, dipandang sebagai sebuah tim yang memiliki wibawa di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dirinya dan tim pelatih, berusdaha untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi PSMS yang sudah lama tidak pernah diraih, utamanya di tingkat nasional. “Kami akan memberi kontribusi yang besar, biar PSMS kembali berjaya, dan kembali menerapkan ciri khas PSMS yang sudah lama ditinggalkan,” akunya.

Kesempatan ini bisa jadi kenyataan. Pasalnya, PSMS Selection diplot untuk menjadi tim yang bertanding ke Divisi Utama. Di kompestisi ini, siapa yang berprestasi akan naik ke kasta sepak bola yang lebih tinggi, Indonesia Super League (ISL).

Menariknya, dengan jenjang kompetisi yang ketat tersebut, PSMS hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyiapkan tim. Halk ini berbeda dengan tim PSMS yang diplot untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Selain persiapan yang lama, pemainnya terdiri dari beberapa bintang. Misalnya Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano, dan pemain yang telah membela PSMS sejak musim lalu. “Belum ditentukan mana yang untuk LPI dan Divisi Utama, tunggu keputusan Ketua Umum,” elak Sekum PSMS, Idris, Kamis (14/10) lalu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pilih 15 Pemain Untuk Tim Divisi Utama

Pelatih PSMS yang diplot untuk Divisi Utama, Suharto, akhirnya memilih 15 pemain usai uji coba melawan TGM dimana mereka meraih hasil buruk kekelahan 0-1. Ke-15 pemain tersebut diharapkan mampu mengangkat nama baik PSMS dan mengembalikan Ayam Kinatan ke tempatnya, Indonesia Super League (ISL.)

Menariknya, dari pemain yang terpilih tersebut muncul nama-nama yang tak asing lagi. Sebut saja pahlawan PSMS di laga penentu Divisi Utama musim lalu, Dodi Rahwana. Lolosnya pemain ini bisa menjadi perbincangan menarik, pasalnya pemain yang musim lalu memakai nomor punggung sebelas tersebut dianggap tak layak masuk skuad PSMS yang diasuh Zulkarnain Pasaribu.

Selain Dodi, nama Heri Suwondo dan Ahmad Maulana juga tertera. Selain dari ketiga nama tersebut, pemain PSDS juga mendominasi dalam skuad PSMS kali ini. Di antara tujuh pemain yang mengikuti seleksi, tercatat tiga diantaranya lolos untuk dijadikan sebagai pemain PSMS musim. Mereka adalah Mardiansyah, Dody, serta Rudi Hartono. Selain dari pemain PSMS serta PSDS nama lainnya dihuni oleh pemain muda dari berbagai klub di dalam maupun luar Sumut.

“Pemain yang terpili diharapkan mampu membawa PSMS ke ISL. Yang jelas, seleksi ini dilakukan dengan profesional dan dengan cara yang ketat,” jelas Suharto.

Selanjutnya 15 pemain ini akan direkomendasikan oleh pelatih kepada manajemen untuk ditindaklanjuti. “ Untuk memenuhi kuota pemain ya kita tambah seiring berjalanlah. Belum bisa ditentukan, tapi akan kita lakukan jemput bola mencari pemain yang bagus,” tambahnya.

Suharto juga menegaskan sampai saat ini belum menemukan pemain asing yang diinginkannya. “Pemain asing belum ada yang cocok, masih mencari tiga pemain, posisinya sesuai kebutuhan tim,” tuturnya.

Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan berterima kasih kepada pelatih yang telah menentukan pemain yang layak buat PSMS nantinya. Rekomendasi dari pelatih tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Ya sudah bagus itu dan segera mencari pemain asing maupun lokal untuk tambahan pemain,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai manajer PSMS itu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Medan Belum Tentukan Tim ke Divisi Utama dan LPI

Pembentukan dua tim oleh PSMS guna mengakali dua kompetisi yang diikuti bisa dikatakan sebagai langkah bijak. Namun, seiring semakin dekatnya kick off Divisi Utama, strategi pengurus tersebut mulai diperbincangkan.

Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS musim ini akan mengikuti dua kompetisi yakni Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI). Ceritanya, untuk tim yang berlaga di LPI adalah skuad besutan Zulkarnain Pasaribu, sedangkan untuk Divisi Utama tim yang diarsiteki Suharto. Pembagian ini sejatinya tak bermasalah seandainya persiapan kedua tim tersebut berimbang. Setidaknya hal ini ditekankan oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos.

“Sebaiknya, tim yang terbentuk di bawah asuhan Zulkarnain Pasaribu ini bertanding di Divisi Utama,” kata Raja.

Sosok yang akrab dipanggil The King ini menambahkan, pemilihan skuad Zulkarnain dikarenakan tim tersebut lebih matang. Skuad itu, tambah Raja, telah terbentuk jauh lebih lama dibanding tim besutan Suharto.

“Tim yang telah terbentuk sudah cukup bagus, sebaiknya tim ini dipersiapkan untuk berlaga di Divisi Utama, jangan di LPI. Hal ini disebabkan Divisi Utama sudah jelas jadwalnya yang direncanakan bergulir 30 Oktober mendatang. Sementara LPI jadwalnya belum jelas kapan akan bergulir,” terangnya.

Selain terbentuk lebih lama, tim Zulkarnain juga memiliki pemain bintang yang bisa mengangkat prestasi PSMS. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang sudah banyak makan asam garam di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Belum lagi, Gaston Castano. Kebintangan kekasih artis Julia Perez sudah tak diragukan, setidaknya dia sempat membela PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan. Selain itu ada nama Hary Syahputra yang sempat membela timnas.

“Bermain di Divisi Utama kan menuju Indonesia Super League (ISL), jadi yang bagus lah. LPI itu kan tak ada kastanya, jadi tak begitu berisiko,” tambah Raja.

Pemikiran Raja ini berbeda dengan Sekretaris Umum PSMS, Idris. Menurutnya, tim Zulkarnain diplot untuk LPI karena tim ini dianggap mampu bersaing.

“Tim yang telah terbentuk dipersiapkan untuk menghadapi LPI karena tim ini sudah pantas untuk berlaga dengan tim yang lebih baik di pesta persepakbolaan Indonesia. Selain itu, pihak penyelenggara memberikan bantuan dana untuk biaya selama tim berlaga,” akunya. (mag-5/sumutpos)