Tuesday, December 30, 2008

PROFIL: Sepuluh Hal Menarik Tentang Markus Horison Ririhina

Berikut sepuluh hal menarik tentang diri kiper timnas Indonesia Markus Horison Ririhina:

PROFIL: Sepuluh Hal Menarik Tentang Markus Horison Ririhina
Ramah dan mudah akrab dengan siapa saja, membuat ia menjadi salah satu pemain yang banyak diserbu fans di setiap kesempatan. Maklum saja, karena ia dipastikan akan menyambut permintaan foto bersama atau sekedar membubuhkan tanda tangan, meski dalam kondisi apa pun.

Hal itu berbeda dengan sejumlah pemain nasional lainnya yang tak jarang menolak permintaan dari penggemarnya dengan berbagai alasan. Begitulah sikap kiper timnas Indonesia Markus Horison Ririhina dalam menyambut penggemarnya.

Senyumnya akan terus mewarnai permintaan kepada setiap orang yang menyapanya. Tapi jangan tanya jika kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Medan, 14 Maret 1981, ini berada di bawah mistar gawang. Entah itu membela klubnya maupun timnas Indonesia.

Wajah seram laksana Harimau yang siap menerkam mangsanya, menjadi ciri khas tersendiri bagi kiper bertinggi badan 186 cm dan berat 75 kg. Ia sangat berani berjibaku tanpa mengenal risiko dan bahaya. Itu pula yang membuat kiper berkepala plontos ini menjadi penjaga gawang nomor wahid di tanah air saat ini.

Ia bahkan tak tergantikan untuk mengawal gawang Merah Putih sejak Piala Asia 2007 silam. Masih banyak hal menarik seputar kiper berdarah Ambon binaan PSMS Medan ini. Sepuluh di antaranya:

10. Mengawali karir bermain sepakbolanya dari diklat PPLP Sumatra Selatan sejak 1998. Selama tiga tahun menempa diri di diklat tersebut, ia mulai menapaki klub sepakbola senior dengan bergabung di PSL Langkat, Sumatera Utara.

9. Hanya dua musim di PSL Langkat, ia hengkang ke PS Batam sebelum akhirnya kembali ke Medan dan bergabung dengan PSKB Binjai. Saat tampil bersama tim inilah ia direkrut PSMS Medan, yang menjadi favorit para pemain sepakbola di Sumatera Utara.

8. Sebagai pemain yang baru bergabung dengan klub besar, Markus tidak secara otomatis mendapat tempat di tim inti, meski penampilannya terus menunjukkan progres meningkat. Apalagi, pelatih Ayam Kinantan kala itu, Sutan Harhara, belum berani memberikan kepercayaan kepadanya. Tak ayal, Markus pun menjadi kiper cadangan M Halim.

Esteban perkuat PSMS

TANGERANG - Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, hengkang dari klub tersebut dan akan memperkuat PSMS Medan.

"Esteban sudah pamit dengan manajemen dan pelatih, karena akan memperkuat PSMS Medan untuk setengah musim kompetisi," kata Asisten Pelatih Persikota Agus Suryanto, Sabtu (27/12).

Menurut dia, pemain tengah asal Uruguay itu memang telah menandatangani kontrak dengan manajemen PSMS ketika mereka berada di Jakarta pekan lalu. Esteban merupakan satu-satunya pemain asing yang dikontrak manajemen tim berjuluk Jawara Benteng musim kompetisi LI 2008 akibat keterbatasan keuangan.

Bahkan manajemen PSMS memberikan gaji enam bulan yang belum dibayarkan Persikota akibat tim itu mengalami kendala dana sehingga harus dibubarkan mengikuti LI putaran kedua.

Namun sejumlah pemain lainnya mulai mencari klub lain setelah Ketua Umum Persikota H. Wahidin Halim mengumumkan pembubaran tim berjuluk Jawara Benteng itu dari berbagai kompetisi beberapa waktu lalu.

Sedangkan kendala utama sehingga harus membubarkan tim karena belenggu yang menghadang berupa Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang hingga saat ini belum juga direvisi.

Padahal setiap musim kompetisi, dana yang harus dikeluarkan untuk aneka keperluan tim mencapai Rp12 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Tangerang.

Meski demikian, para pemain telah berpencar dan mulai mencari klub lain yang profesional dan dianggap bersedia untuk dikontrak mengikuti kompetisi LI, Copa Indonesia atau Liga Super 2008.

Sejumlah pemain seperti Tomi Oropka, Lingga Ashadi, Rendi Siregar dan Ruben Sanadi, sudah melamar dan sebagian dikontrak tim divisi satu. Beberapa pemain pilar Taryana Sopandi, Yudi Koerudin dan Rolando Koibur serta penjaga gawang Iswahyudi sejak pekan lalu sudah tidak latihan lagi dan dikabarkan memperkuat tim lain.
29psmsBANDUNG - Bek PSMS Medan asal Chile, Patricio Jimenez, saat ini disematkan status siap dipinjamkan ke klub lain oleh manajemen PSMS dan dikabarkan akan segera mendarat di klub Divisi Utama Liga Indonesia, Persikab Kabupaten Bandung.

Sayangnya, pemain yang akrab disapa Pato masih terkesan hati-hati ketika disinggung kemungkinan dirinya kembali bermain di Bandung. Pemain yang kadang tampil eksentrik di lapangan itu, mengaku kabar tersebut hanya isu belaka.

"Saya tahu soal kabar tersebut, tapi itu hanya isu saja. Sampai sekarang tidak ada pengurus atau staf teknis (pelatih) Persikab yang pernah menghubungi saya," ucap Pato ketika dihubungi via telepon, Minggu (28/12).

Bek yang musim lalu merumput bersama Persib Bandung tersebut, merasa sejauh ini sebenarnya masih berkeinginan menghabiskan masa kontraknya di PSMS. Bersama skuad Ayam Kinantan, Pato mengaku cukup enjoy dan tidak memiliki masalah.

"Keinginan saya tetap menyelesaikan kontrak bersama PSMS. Tapi kalau pengurus mau meminjamkan saya ke klub lain demi kebaikan klub itu sendiri, tentunya saya tak bisa berbuat banyak," kata Pato.

Soal kabar yang menyebut Pato bakal segera merapat, Humas Persikab Rachmat Sudarmadji belum mau berkomentar. Rachmat hanya menyatakan sejauh ini untuk calon pemain asing di sektor belakang, baru satu nama yang masuk rekomendasi pelatih Heri Kiswanto, yakni Fallah Johnson.

"Sejauh ini, rekomendasi yang baru diterima pengurus dari pelatih adalah Fallah. Hanya proses negosiasi, seperti nilai kontrak, belum kami lakukan dan terpaksa ditangguhkan hingga Senin (29/12) atau Selasa (30/12)," tandas Rachmat.