Saturday, October 24, 2009

SMeCK Minta Pemain Asing Maklum

Barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan Fans Club, meminta agar pemain PSMS termasuk pemain asing bersabar dan maklum dengan kondisi tim saat ini. Oleh karena itu, mereka meminta pemain fokus kepada pembentukan tim dan manajemen harusnya lebih bijaksana dalam mengikat kontrak pemain.
Kebutuhan akan pemain asing, memang tak bisa dipungkiri sangat terasa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Begitupun, melihat kondisi finansial klub, masing-masing harus saling pengertian.

“Toh bukannya tidak dibayar sama sekali. Manajemen tetap berusaha memberikan yang terbaik, namun saat ini kondisinya mungkin belum tepat. Kita lihat saja nanti, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sama-sama senang,” kata Nata Simangunsong Ketua SMeCK Holigan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Sejauh ini, memang belum ada pembicaraan lebih lanjut akan negosiasi. Menurut Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS yang bertugas melobi kontrak pemain asing, kepastian dari pihak menajemen akan hal ini baru akan diputuskan pada Selasa mendatang.

Benny menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih berusaha mengejar ayah angkat, dan beberapa sponsor lagi. “Sejauh ini, nego masih berlangsung. Dan keputusannya akan diutarakan pada Selasa mendatang,” beber Benny.
Sementara dari persiapan tim, Suimin bilang bahwa sistem promosi-degradasi masih akan digelar hingga berakhirnya bulan ini. Dengan demikian, kemungkinan diputusnya kontrak beberapa pemain masih akan mungkin terjadi. Bahkan Suimin bilang, tak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang akan diputus kontraknya kalau memang tak menujukkan grafik peningkatan performa.
“Siapapun belum aman di tim ini. Kalau mau aman, maka cara satu-satunya adalah menujukkan kemampuan terbaiknya,” bilang Suimin.

Maka itu, beberapa pemain pun masih ada yang turut seleksi. Sebut saja Edu Juanda yang kembali seleksi, Nasjib Husain, dan Aheng alias Deli Lionto yang sempat masuk tim PON Sumut tahun lalu itu.

Terlalu Mahal

MEDAN- Kesepakatan harga antara pemain asing terekomendasi Nyeck Nyobe dan Osas Saha dengan manajemen PSMS tampaknya terancam batal. Pasalnya, kedua pemain asing itu menawarkan harga yang cukup tinggi dan tak mampu dipenuhi manajemen.

Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.

Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.

Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.

“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.

Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.

“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.

“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.