Thursday, March 5, 2009

PSMS Cari selamat

MEDAN-Tak ada pemandangan yang indah selain bertanding didukung suporter. Tapi hal tersebut tak bisa dirasakan oleh PSMS Medan dan Persita Tangerang yang akan bertanding dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) petang ini. Pasalnya, baik PSMS dan Persitara punya nasib sama, yakni harus menjadi tim nomaden atau musafir.

Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.

Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.

Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.

Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.

Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.

Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.

Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.

Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.

Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.

Persita Tangerang

KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga

Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.

Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4

Markus Sakit Maag, Galih Starter

KABAR buruk menimpa Ayam Kinantan. Hanya satu hari jelang pertandingan versus Persita, PSMS malah kehilangan kiper utamanya Markus Horison. Kiper Timnas Indonesia ini diketahui sedang menderita sakit maag dan harus istirahat.

Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.

Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.

Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.

Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.

Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.

PSMS vs Persita sore ini, Janji total menyerang

MEDAN - Kata menyerang merupakan bahasa yang pas diumpamakan saat pertemuan Persita Tangerang menjamu PSMS Medan, Kamis sore nanti. Pasalnya, kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).

Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.

"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.

Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.

Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.

Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.

"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.

Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.

"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.

Sorot Lini Belakang

MEDAN- Langkah PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) semakin payah. Usai imbang 2-2 kontra Persijap Jepara (2/3) lalu, persaingan di zona degradasi pun memuncak. Lini belakang PSMS dinilai biang atas hasil tersebut dan menjadi sorotan penting Liestiadi pelatih kepala PSMS.

Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.

Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.

Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.

Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.

Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.

Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.

Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)

PSMS U21 tahan Pelita Jaya U21

BANDUNG - Tuan rumah Pelita Jaya U-21 harus puas dengan hasil imbang setelah ditahan PSMS Medan 1-1 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2009 U-21 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Rabu.

Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.

Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.

"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.

Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.

"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.

Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley

Persita & PSMS Saling Menjatuhkan

Persita Tangerang dan PSMS Medan sama-sama butuh kemenangan untuk lepas dari jeratan degradasi. Kedua tim ini pun harus saling menjatuhkan saat bertarung di stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (5/3/2009).

Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.

"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.

Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.

"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.

Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.

Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.