Wednesday, March 25, 2009

PSMS & PSM Berebut Poin di Jakabaring

Dua tim era perserikatan akan bertemua di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 25 Maret 2009. PSMS Medan dan PSM Makassar akan bertarung untuk memperebutkan poin pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.

Karena tak punya home base yang layak, Ayam Kinantan harus keluar kandang saat menjamu lawan-lawannya. Kondisi ini tentu membuat PSMS bakal kesulitan untuk mendapat suntikan semangat dari supporter setianya Kampak FC. Walaupun ada, tentu tak sebanyak bila PSMS tampil di Stadion Teladan, Medan.

Situasi ini coba dimanfaatkan tim tamu Juku Eja untuk memetik poin pada pertandingan yang akan disiarkan langsung oleh antv ini. ”Jakabaring bukan kandang PSMS. Mereka tentu tak akan mendapat banyak dukungan dari penonton. Ini akan kami manfaatkan untuk bisa memetik minimal satu poin,” kata Pelatih PSM, Hanafing, saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 24 Maret 2009.

Sayang, PSM datang dengan kekuatan yang tidak lengkap. Salah satu legiun asingnya, Ali Khadaffi tidak bisa tampil. Ali harus absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, Hanafing tidak patah semangat. Kondisi timnya yang kondusif paska dilunasinya gaji pemain menjadi modal bagi timnya untuk tampil lepas sore ini.

”Saya sudah menyiapkan pemain yang akan mengisi pos Ali. Saya yakin, bila anak-anak tenang, mereka bisa memetik poin di Jakabaring,” kata Hanafing.

Rencana ini tentu tidak akan benjalan mudah. Sebab, tuan rumah juga sudah bertekad untuk merebut poin penuh dari duel ini. Bahkan, Pelatih PSMS, Liestiadi, mengaku akan meladeni PSM dengan permainan terbuka.

”Kami butuh poin untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya sudah instruksikan kepada anak-anak untuk tampil maksimal saat bertemu PSM. Mereka juga harus berani untuk tampil terbuka pada pertandingan nanti,” kata Liestiadi.

Dalam duel ini, kondisi PSMS sudah lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Beberapa pemain yang sebelumnya cedera dikabarkan sudah bisa merumput kembali. Satu-satunya yang menjadi kendala adalah kondisi kiper Markus Horison yang masih tanda tanya.

”Saya akan lihat kondisi terkahirnya. Kalau memang memungkinkan untuk turun, saya akan pasang dia. Tapi kalau tidak, kami masih punya kiper lain,” tandas Liestiadi.

Prediksi Line Up

PSMS Medan (4-4-2): Galih Sudaryono (g), Dody Cahyadi, Aun carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo Zada, Octavianus Maniani, Esteban Gullien, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi.

PSM Makassar (3-5-2): Samsidar (g), Oudja L.S, Rahmat Latif, Jayusman, Adnan Buyung, Iqbal, Syamsul Chaerudin, Diva Tarkas, Irsyad Aras, Proneto, Julio Lopes.

Galih siap ‘fight'

Kembalinya kiper tim nasional Markus Horison ke PSMS Medan ternyata tidak membuat Galih Sudaryanto merasa tersingkir. Kehadiran Markus justru membuat kiper berusia 22 ini terpacu mendapat tempat di tim utama Ayam Kinantan.

"Kembalinya Markus justru memotivasi saya agar bisa bermain lebih baik. Saya harus meningkatkan performa agar kembali menjadi kiper pertama. Ini menjadikan persaingan sehat di antara kami," kata Galih.

Sebelumnya, Galih menjadi pilar kekuatan PSMS setelah ditinggalkan Markus yang bergabung dengan Persik Kediri di awal musim. Hanya, krisis internal di Persik membuat Markus memilih kembali ke PSMS.

Penampilan Galih yang makin matang menunjukkan ia pantas menjadi kiper utama. Sukses PSMS melaju ke 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 tidak terlepas dari penampilan gemilangnya dengan mementahkan serangan bergelombang Persiba Bantul di leg kedua 16 Besar.

Pasalnya, Persiba butuh kemenangan 4-0 untuk menyingkirkan PSMS. Meski kalah 0-2, PSMS tetap lolos karena unggul agregat 5-3. Galih pun berkali-kali melakukan aksi penyelamatan yang membuat skuad Liestiadi terhindar dari kebobolan banyak gol.

"Saya tak kecewa bila akhirnya harus kebobolan dua gol. Itu memang hasil dari serangan yang dibangun oleh tim lawan. Saya memang sudah siap saat pelatih menginstruksikan untuk bertahan. Ini berarti, saya harus bekerja keras menghadapi serangan mereka," jawab Galih menanggapi penampilannya di Bantul.

Penyelamatan gemilang yang dilakukan Galih menjadikannya sebagai salah satu kandidat peraih Bintang Emas untuk kategori Best Saving (Penyelamatan Terbaik). Kategori itu memungkinkan menjadi milik kiper meski tidak menutup kemungkinan diraih pemain lain yang menempati posisi buka kiper.

"Saya tak berpikir ke situ, tapi senang bila ada nominasi seperti itu. Apalagi, penghargaan itu dari wartawan. Ini salah satu bentuk kepedulian mereka pada sepakbola kita," jawabnya.