Wednesday, December 31, 2008

PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi

Merasa dirugikan dengan keputusan mendadak PSSI, manajemen PSMS Medan meminta konpensasi terhadap dua pemainnya.


PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi
Keputusan PSSI menggelar pemusatan latihan timnas lebih awal dengan mengorbankan kepentingan klub, mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebab hal itu dirasa sangat merugikan dan berbenturan dengan kepentingan klub yang sedang melakukan persiapan jelang tampil di putaran kedua Superliga 2008/09.

Salah satunya datang dari PSMS Medan. Manajemen Ayam Kinantan bahkan secara terbuka meminta agar otoritas sepakbola nasional itu memberikan konpensasi kepada dua pemainnya yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan, yakni kiper Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy (foto, kiri).

Menurut manajer PSMS Sihar Sitorus, keputusan mendadak PSSI itu telah berakibat pada kerugian terhadap persiapan klubnya. Untuk itu masih kata Sihar, sudah sewajarnya jika klub meminta konpensasi berupa pembayaran gaji kepada para pemain yang dipanggil masuk pelatnas.

"Kami hanya meminta agar gaji pemain selama bergabung di timnas di bayarkan PSSI. Terlebih karena kami sudah mengalami kerugian karena sudah memberikan uang muka kepada pengelolah Stadion Siliwangi, Bandung, yang sesuai rencana akan menjadi home base kami," katanya dihubungi wartawan kemarin.

Senada dengan Sihar, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan pihaknya mengalami pembengkakan biaya atas adanya keputusan PSSI menggelar pelatnas lebih awal. Bahkan untuk itu lanjut Ferry, pihaknya harus melakukan negosiasi ulang terhadap beberapa pemainnya yang ikut pelatnas.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi

Belum mendapat rekomendasi dari aparat keamanan setempat, keinginan PSMS Medan menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, masih sulit terwujud.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi
Keinginan PSMS Medan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini, sepertinya sulit terwujud.

Hal tersebut karena hingga saat ini aparat keamanan belum mengeluarkan rekomendasi kepada Ayam Kinantan terkait rencana menggunakan stadion yang sebelumnya merupakan kandang Persib Bandung itu.

Menurut kepala kepolisian wilayah kota besar Bandung Komisaris Besar Polisi Untung Yoga Ana, belum adanya rekomendasi buat PSMS karena penggunaan stadion tersebut bukan wewenang aparat keamanan.

"Kami hanya mengeluarkan rekomendasi, mengenai boleh tidaknya stadion itu digunakan tergantung pemiliknya. Lagi pula izin penggunaan stadion kan menyangkut banyak aspek. Tapi kami masih membahas hal itu dan belum mengeluarkan rekomendasi," katanya kepada wartawan di Bandung kemarin.

Seperti diketahui, belum beresnya perbaikan Stadion Teladan Medan membuat PSMS berniat memakai Stadion Siliwangi Bandung untuk putaran kedua kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang bakal mulai dihelat Januari mendatang.

Tadinya, stadion tersebut merupakan kandang Persib Bandung. Namun, sejak kerusuhan penonton saat Maung Bandung --julukan Persib-- menjamu seteru abadinya Persija Jakarta di awal putaran pertama, Persib harus pindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, karena aparat keamanan membekukan izin Persib Bandung di stadion itu

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09 membuat PSMS Medan merugi. Pasalnya, Ayam Kinantan telah mempersiapkan diri melakoni laga perdana.

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Juru bicara PSMS Medan Abdi Panjaitan mengaku sangat dirugikan atas keputusan pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09. Pasalnya, skuad Ayam Kinantan --julukan PSMS Medan-- telah bersiap tampil di laga perdana pada awal Januari.

"Hotel dan tiket pesawat sudah kami booking untuk pertandingan perdana di Bandung. Dengan adanya pembatalan ini, terpaksa kami menggelar pemusatan latihan di Cibinong, Bogor," kata juru bicara PSMS Abdi Panjaitan dihubungi GOAL.com, Selasa (30/12).

Lebih lanjut Abdi menambahkan, selain terjadi pembengkakan biaya karena adanya penundaan jadwal tersebut, hal yang tidak kalah penting adalah dropnya mental bertanding para pemain. Sebab persiapan yang dilakukan adalah untuk pertandingan perdana di awal Januari itu.

"Pelatih (Luciano Leandro) telah membuat program dengan merujuk pada pertandingan perdana awal Januari. Jadi peakperformence pemain sudah di set tepat pada laga perdana itu. Karena batal, mental bertanding para pemain jelas drop," beber Abdi.

Senada dengan itu, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan sangat menyesalkan terjadinya pengunduran jadwal tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut terjadi demi kepentingan nasional.

Terlebih karena BLI memberikan toleransi, bagi tim yang menyumbangkan pemainnya ke timnas baru akan bertanding di Februari. Dengan begitu, semua pemain timnas bisa kembali memperkuat timnya di laga perdana putaran kedua.

"Kami memang mendapat kabar dari BLI, jika laga perdana baru akan kami mainkan pada 5 Februari mendatang. Itu artinya, pemain kami yang ada di timnas sudah bisa kembali bergabung. Kami memang berharap
bisa tampil dengan kekuatan penuh di setiap laga," tandasnya

PSMS Berpeluang Ke LCA

Sebagai runner-up Liga Indonesia musim lalu, PSMS Medan berpeluang tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2009

PSMS Berpeluang Ke LCA
PSMS Medan berpeluang untuk tampil di Liga Champion Asia (LCA) guna menemani wakil Indonesia lainnya, Sriwijaya Football Club (SFC). Syaratnya, Ayam Kinantan harus bisa melewati babak play-off yang akan digelar di Thailand, 25 Februari 2009.

Nantinya, runner-up Liga Indonesia musim lalu itu akan menghadapi klub asal Thailand Electrical Provincial. Sesuai aturan yang ditetapkan konfederasi sepakbola Asia (AFC), pertandingan untuk memperebutkan satu tempat di LCA itu hanya digelar sekali di kandang Electrical.

”Jadi hanya sekali main. Kalau menang, PSMS akan tampil di LCA bersama SFC. Tapi kalau kalah, PSMS tampil di AFC Cup,” kata direktur kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, kemarin (30/12).

Masih kata Joko, perwakilan klub SFC dan PSMS juga akan mengikuti workshop di Kuala Lumpur pada 10 Januari mendatang. Sedangkan mengenai stadion yang akan digunakan PSMS imbuh Joko, mereka sudah mengajukan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai home base di LCA.

Misi Sulit Ayam Kinantan

Misi Sulit Ayam Kinantan
31/12/2008

JAKARTA – Terjawab sudah calon lawan PSMS Medan di babak play-off Liga Champions Asia (LCA) 2009. Dalam rilisnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menempatkan PSMS yang akan berhadapan dengan pemenang antara Provincial Electrical Authority (PEA) dengan Singapore Armed Forces FC (SAFFC). PEA merupakan juara Liga Primer Thailand sementara SAFFC juga kampiun di S.League.

Kedua tim akan bentrok terlebih dahulu pada 18 Februari 2009 di Stadion Thammasat, Bangkok.
Pada 25 Februari, pemenang duel ini akan berhadapan dengan PSMS. Hanya, PSMS akan berstatus sebagai tim tamu dalam laga ini. Hal ini tentu bukan pekerjaan mudah bagi “Ayam Kinantan”. Apalagi, selama ini Thailand atau Singapura kerap mempersulit Indonesia dalam setiap pertandingan sepak bola di regional Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, kedua tim tersebut juga diperkuat pemain-pemain yang baru saja memperkuat tim nasionalnya di ajang Piala Suzuki AFF 2008. PEA, misalnya, memiliki empat pemain timnas Thailand, yaitu Panupong Wongsa, Rangsan Vivatchaichok, Patiparn Phetphun, dan Ronnachai Rangsiyo. Belum termasuk eks striker timnas Pipat Thonkanya atau bek Apichat Puttan.

Begitu pula dengan SAFFC. Mereka memiliki striker jangkung Alexandar Duric, John Wilkinson, dan Daniel Bennett. “Kalau hitung-hitungan kekuatan, saya masih optimistis PSMS bisa mempersulit mereka. Meskipun, mereka banyak dihuni para pemain timnas,” kata manajer PSMS, Sihar Sitorus. “Kami hanya butuh striker lokal yang punya kualitas pemain timnas untuk bisa menimpali permainan mereka. Saya pikir, duel melawan tim Thailand atau Singapura akan berlangsung ramai dan seru.”

Secara khusus, Sihar malah berharap SAFFC yang akan jadi lawan PSMS. Bukan bermaksud meremehkan kekuatan juara S.League tersebut. Tapi, ada pertimbangan nonteknis yang ada dalam benak Sihar. “Kami pasti akan mendapat dukungan suporter lebih banyak jika main di Singapura. Ini akan melecut semangat pemain kami. Apalagi, manajemen sudah menegaskan kepada para pemain bahwa ini kesempatan emas mereka tampil di ajang internasional,” Sihar menjelaskan.