Friday, December 9, 2011

PSMS Medan Zulkarnaen, Mesin Lini Tengah

Sejak cedera pertengahan musim lalu bersama PSMS, Zulkarnaen kembali dalam kondisi terbaiknya. Rasa sakit di tendon kaki kananya tak lagi terasa karena sudah naik meja operasi jelang akhir musim lalu. Kini Zul-sapaan akrabnya hanya butuh waktu lebih untuk membuktikan kelasnya.

Memulai musim sebagai pemain yang bertahan, Zul mendapatkan tempat utama di bawah komando pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Pemain yang mulanya main di lini depan agak ditarik ke sayap. Dan di posisi itu Zul tampak tak gamang. Mantan pemain Persiraja itu bahkan bisa dianggap berhasil memainkan peran sebagai penggerak lini tengah PSMS.

Pola 4-2-3-1 yang dipatenkan Raja Isa sejauh ini dilakoni cukup baik oleh Markus Horison dkk. Di lini depan Osas Saha tunggal, namun ditopang oleh tiga pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Luis Pena, Inkyun Oh dan Zulkarnaen.

Memiliki kondisi fisik prima membuat Zul tak masalah dimainkan sebagai sayap. Diharapkan tusukan demi tusukan dari sayap mampu memberikan peluang mencipta gol.

Dua kali diturunkan jadi starter melawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Zulkarnaen total bermain 180 menit. Bahkan ketika melawan Persisam, Zul bikin satu-satunya gol di menit 45, meskipun akhirnya dia ditarik keluar menit 91.

Apa komentarnya atas gol itu? “Tentu saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Bagi saya yang terpenting itu permainan tim, tapi kalau ada kesempatan saya akan berusaha buat gol. Gol itu saya persembahkan kepada fans dan keluarga saya,” kata Zul yang dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.

Soal posisi barunya, Zul mengaku tak masalah. Menurutnya itu bagian dari strategi yang harus dimainkan dengan bagus. “Kami saling membantu. Jadi saya dan Inkyun juga Luis Pena bertugas memberikan peluang maksimal di lini depan yang diisi Saha. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami berusaha membuat gol,” pungkasnya. [ful/SumutPos]

Jadwal Lawan Arema Diundur PSMS IPL Dituding Tak Siap

Kubu Arema yang bakal jadi lawan PSMS di Indonesian Primer League (IPL) menilai jadwal yang diundur karena PSMS dianggap tak siap berlaga di IPL. Maka itu, PSSI dianggap sengaja mengundurkan laga itu demi PSMS.

Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.

Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.

Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya.

Kemenangan PSMS Untuk Suporter Setia Mereka

Pelatih PSMS Medan, Raja Isa tampak puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/12/2011). Dengan materi pemain seadaanya, PSMS ternyata bisa mengalahkan salah satu tim kuat yang bertabur bintang.

Dari segi pemain, PSMS memang kalah jauh dibanding Persisam. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu hanya punya satu nama yang masih aktif memperkuat timnas Indonesia. Itupun merupakan seorang kiper.

Sementara Persisam mempunyai skuad lebih mumpuni. Tim berjuluk Si Naga Mekes itu dijejali banyak pemain ternama, sebut saja Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Fandy Moctar dan M. Robi, penghuni skuad timnas Senior.

"Dari segi materi kami memang kalah. Persisam memiliki materi pemain yang sangat bagus. Dua diantaranya adalah pemain belakang yang memang bermain bagus," kata Raja Isa.

Karena itu kemenangan ini membuat Raja Isa sangat senang. Terlebih karena ini merupakan kemenangan pertama PSMS di musim 2011/12 ini.

"Kemenangan ini akan saya persembahkan untuk semua pencinta PSMS yang memang sudah lama merindukan tim meraih kemenangan."

Meski senang, Raja Isa tak ingin berpuas diri. Pasalnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. "Untuk ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penampilan kami di lapangan," jelas Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)

Raja Isa syukuri kemenangan perdana

MEDAN - Kemenangan 1-0 atas Persisam Putra Samarinda pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan menyisakan sukacita. Tiga angka perdana tentu hal yang harus disyukuri.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri. Kendati begitu, anak asuhnya akhirnya mampu mengatasi permasalahan itu.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol mereka mulai kompak memperbaiki ball possession," katanya.

Selain itu, Isa memuji skuadnya yang mampu ke luar dari tekanan tim lawan. Pasalnya, pemain tidak terpancing dengan Ronald Fagundez yang kerap melakukan permainan keras menjurus kasar.

“Kemenangan ini hadiah untuk masyarakat Medan. Sudah lama kita tidak menginjak ISL," kata Isa lagi.

Sementara itu, Kubu Elang Borneo mengaku tak menampilkan performa maksimal. Diklaim kondisi itu dipengaruhi kondisi lapangan Stadion Teladan yang buruk.

"Persisam tidak bermain pada kelasnya. Yang jelas kita sama-sama lihat sdikit mempengaruhi lapangan. Kita biasa bermain bola-bola pendek dan lapangan tidak memungkinkan. Susah kontrol bola, apalagi main satu sentuhan," ujar Asisten Pelatih Persisam, Hendra Susilo.

Selain kondisi lapangan, performa beberapa pemain andalan seperti Christian Gonzales di bawah form terbaiknya, di antaranya Christian Gonzales.

Kepercayaan diri kunci PSMS

Medan - Bermain di depan pendukungnya sendiri, PSMS Medan berhasil menundukkan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, sore tadi.

Permainan berlangsung cukup terbuka di babak pertama. Namun PSMS lebih menguasai jalannya pertandingan. Ayam Kinantan memfokuskan serangannya lewat sayap dan beberapa kali melakukan tekanan hingga ke memaksa dua penyerang Persisam, Ronald Fagundez dan Yongky Aribowo, ikut bertahan.

Sayang, tak adanya playmaker andal di lini tengah PSMS membuat serangan tim kebanggaan Kota Medan tersebut monoton dan mudah dibaca pertahanan Persisam. Sebaliknya, Elang Borneo lebih kreatif membangun serangan di bawah komando Fagundez dan Eka Ramdani dalam hal menyuplai bola untuk Christian El Loco Gonzales.

Gol kemenangan tuan rumah terjadi setelah Zulkarnain memanfaatkan kelengahan lawan lewat serangan balik. Osas Saha mengirimkan terobosan ke sayap kiri yang diterima Zulkarnain. Pemain bernomor punggung 11 ini sempat mengelabui kiper Usman Pribadi sebelum menceploskan bola di masa injury time babak pertama.

Dominasi Ayam Kinantan semakin kuat di babak kedua. Menit 60, Saha meneruskan umpan silang Rahmad kepada Zulkarnain dengan sundulan, namun sang pencetak gol tunggal PSMS gagal memperbesar keunggulan timnya.

Zulkarnain kembali mendapat peluang lima menit berselang. Kendati sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Zulkarnain masih melenceng di samping tiang kanan gawang Persisam.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri Markus Haris Maulana cs mampu mengatasi lawan. Untungnya, kekhawatiran pelatih asal Malaysia itu tidak terbukti di penghujung laga. Isa pun bersyukur PSMS menuai kemenangan perdanannya.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal, banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol, barulah anak-anak mulai kompak memperbaiki ball possession," kata Isa yang langsung bersujud di lapangan sesaat peluit panjang dibunyikan.

PSMS IPL agendakan ujicoba

MEDAN - Penundaan jadwal IPL kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir untuk menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai sejauh mana perkembangan yang ditunjukkan skuad yang bakal disebut pelatih asal Italia itu.

"Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba, sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," beber M Khaidir, Asisten Pelatih PSMS IPL.

Rencananya ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.

"Sekarang kami bisa lebih memaksimalkan kemampuan fisik pemain. Kami akan geber hingga akhir pekan ini. Baru setelah itu, fokus akan masuk ke taktis dan strategi. Sisa waktu ini bagus bagi tim karena fisik jadi kendala utama," kata prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu.

Untuk pemain asing, bary Vagner Luis yang bisa beradaptasi cukup baik, Beda dengan Ku dan Julio yang masih butuh waktu.
"Sisa waktu ini juga kami harapkan bisa membuat permainan tim lebih padu lagi," beber mantan pelatih yang sebelumnya pernah membesut PSMS itu.

Vagner, meski baru gabung dengan tim, baru beberapa hari merasakan ada perbaikan performa dalam skuad PSMS IPL.
"Tim sudah mulai bagus. Lebih bagus saya rasa dibanding waktu pertandingan pertama dan kedua. Jadi sisa waktu ini buat kami bisa lebih baik," tandasnya.

Saha cs siap patahkan sayap Elang Borneo

MEDAN - Seperti julukannya, Elang Borneo, Persisam Putra Samarinda tengah mengepak terbang. Merampas tiga angka dari Sigli menghadapi PSAP pada laga perdananya, kini skuad besutan Daniel Roekito ini sangat percaya diri. Modal itu yang dibawa melawat ke markas PSMS Stadion Teladan, Kamis nanti.

Artinya memaksimalkan poin dari laga ini. Tekad kuat telah tertanam di dada setiap pemain. Asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo optimis skuadnya akan mencuri poin dari laga tersebut.

“Tim sudah di Medan sejak Senin (5/12) lalu. Tidak ada masalah dan kita siap main di Medan. Bukan hal mudah tapi kita yakin bisa rebut angka seperti yang kita lakukan di Sigli," ujar Hendri.

Namun Persisam dipastikan kembali tanpa tiga pemain asingnya. Luc Owana Zoa, Srdjan Lopocic dan Jerry Boima Karpeh masih terkendala izin tampil. Itu cukup disayangkan Persisam.

"Pemain asing yang baru didatangkan belum bisa dimainkan. Itu peraturannya," ujar Manajer Persisam, Agus Setiawan.

Namun tanpa trio asing pun Elang Borneo sudah menakutkan. Kehadiran beberapa punggawa timnas seperti Cristian Gonzales, Yongki Ariwibowo, dan M Robi adalah jaminan kekuatan. Juga nama-nama beken pada diri Ronald Fagundez, Fandi Mokhtar. Beberapa nama mantan pemain PSMS juga menghiasi skuad tamu seperti Usman Pribadi dan Supriyono.

Materi pemain yahud itu tak dipungkiri Pelatih PSMS, Raja Isa untuk diwaspadai. Label tim berkelas juga disematkan pelatih asal Malaysia itu kepada Persisam. Hal yang juga dilakukannya terhadap Mitra Kukar.

"Bukan hanya Gonzales, di sana juga ada Yongki dan pemain lainnya yang bagus, tapi mereka punya kelemahan itu yang harus kita manfaatkan," ujar Raja Isa.

Strategi menumpuk pemain di tengah sepertinya kembali diulangi. Skema 4-3-2-1 sepertinya cukup efektif menahan gempuran lawan. Hanya saja Osas Saha harus berjuang sendirian di depan. Raja Isa meyakini skuadnya akan lebih enjoy di laga kedua. Satu poin di laga perdana bukan hasil yang buruk.

"Pemain semakin matang. Kita fokus bagaimana kesalahan kemarin (saat melawan Mitra Kukar) tidak diulangi lagi. PSMS dengan materi yang pas-pasan akan mengimbangi permainan Samarinda yang bertabur bintang. Pasti pemain Medan akan siap menghadapi mereka," ungkapnya.

Skema kemungkinan tak berubah. Saha akan ditopang gelandang serang dari segala sisi. Zulkarnaen dari kanan, In Kyun Oh dari kiri, dan Luiz Pena menyokong dari tengah. Dua gelandang bertahan, Anton Samba dan Zainal Anwar, siap jadi penyeimbang. Lini belakang akan kembali mengandalkan Sasa Zecevic dan Novi Handriawan didukung Rahmad dan Wawan Widiantoro.

Asisten Pelatih PSMS, Suharto, meyakini Persisam lebih matang dalam kolektivitas dari Mitra Kukar. Hal itu yang harus diwaspadai skuadnya.
“Persisam lebih bagus kerjasama timnya. Mereka juga bermain ala Inggris dengan memaksimalkan sayap. Kita harus waspadai,” pungkasnya.

Patut ditunggu upaya Ayam Kinantan mematahkan sayap Elang Borneo. Laga ini akan digelar pukul 15.30 WIB dan ditayangkan langsung ANTV.

KEMENANGAN PERDANA AYAM KINANTAN

PSMS Medan berhasil meraih 3 poin perdana di Indonesia Super League (ISL) setelah menekuk Persisam Samarinda 1-0 Stadion Teladan, Medan, Kamis 8 Desember 2011.

PSMS langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Zulkarnain sempat mengancam gawang Persisam pada menit ke-10. Namun, tembakan pemain bernomor punggung 11 itu mampu diblokir kiper Usman Pribadi.

Serangan demi serangan terus dibangun tim Ayam Kinantan dan ini membuat Persisam tertekan. Dengan permanainan cepatnya, PSMS mampu mengepung pertahanan Elang Borneo.

Persisam sendiri lebih banyak bertahan. Duet Christian Gonzalez dan Yongki Aribowo tak mampu memberikan ancaman karena kekurangan pasokan bola dari lini tengah.

Pada menit ke-38, penyerang PSMS, Ikpefua Osas Marvelous mencoba tembakan spekuliatif dari luar kotak penalti. Namun, apa daya, bola meleset dari sasaran. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir dari kaki Zulkarnain.

Menerima umpan dari Zainal Anwar, Zulkarnain langsung mengecoh kiper Usman Pribadi sebelumnya akhirnya mencpeloskan bola ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk PSMS bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua, Persisam mencoba bangkit. Baru 1 menit laga berjalan, Pesut Mahakam nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan Djayusman Triasdi. Sial bagi Persisam, tandukan Djayusman hanya melebar tipis dari gawang Markus Haris Maulana.

PSMS mendapat dua peluang pada menit 63 dan 64 melalui Zulkarnain. Akan tetapi, pemain bernomor punggung 11 tak mampu memaksimalkannya. Ia kurang tenang dalam mengeksekusi bola-bola matang di kotak penalti.

Menit 76, lagi-lagi peluang emas menghampiri Tim Ayam Kinantan. Bomber PSMS asal Nigeria, Ikpefua Osas Marvelous, mencoba sontekan spekulatif di tengah kepungan pemain-pemain Persisam. Sayangnya, usaha Osas tak membuahkan hasil apa-apa.

Hingga akhir pertandingan kedua tim masih saling serang, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan hasil ini, PSMS naik ke peringkat 4 klasemen sementara ISL. Adapun Persisam turun ke posisi 8.

Susunan pemain
PSMS: Markus Haris Maulana, Rahmad, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Luis Alejandro Pena (Sulaiman Alamsyah Nasution 71), In Kyun-Oh, Zulkarnain, Ikpefua Osas Marvelous

Persisam: Usman Pribadi, Dias Angga Putra, Djayusman Triasdi, Muhammad Roby, Supriyono, Eka Ramdani, Akbar Rasyid (Fajar Legian Siswanto 55), Fandy Mochtar, Ronald Fagundez, Christian Gonzalez, Yongki Aribowo
(Jonathan Pandapotan/Vivanews)

Persisam Keluhkan Kondisi Lapangan Stadion Teladan

ekalahan tipis yang dialami Persisam Putra Samarinda, Kamis (8/12) mengundang kekecewaan di kubu atas kualitas lapangan Stadion Teladan Medan. Kubu persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan kekalahan ini dikarenakan kurang performa pemain pemain Persisam.

"Ya, anak-anak tidak bermain sesuai strategi yang di siapkan, mereka tidak menjalankan strategi yang diinstruksikan," tegas asisten pelatih Persisam ini.

Selain itu Hendro Susilo juga mengatakan buruknya permainan Persisam juga disebabkan kondisi lapangan Stadion Teladan Medan ini sangat buruk, tidak sesuai standar.

"Permainan sedikit kacau karena lapangan ini membuat pemain kesulitan berkembang, begitu juga dengan kiper PSMS Markus Horison juga sempat terkecoh arah bola karena bola pantul yang diakibatkan lapangan yang tidak rata itu," ungkap Hendro Susilo dengan nada Kesal. (Saragih/DuniaSoccer)