Monday, December 15, 2008

Freddy Balik ke PSMS?

 Freddy Balik ke PSMS? Freddy Muli, sepertinya, tidak perlu panik dilepas Persebaya. Sebab, saat ini sudah ada beberapa klub yang antre untuk mendapatkan tanda tangannya. Bahkan, kini santer beredar kabar bahwa Freddy bakal kembali mengarsiteki PSMS Medan.

Kebetulan, Ayam Kinantan -julukan PSMS--kini masih dalam kondisi harap-harap cemas terhadap status Luciano Leandro. Pelatih asal Brazil itu disebut-sebut tidak lolos verifikasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). "Konsentrasi kami masih kepada Luciano. Tapi, kalau dia tidak lolos, kami sudah menyiapkan pengganti," kata Sihar Sitorus, pengelola PSMS, kepada Jawa Pos, kemarin (14/12).

Sihar masih menutup siapa pengganti tersebut? Tapi, kabar berembus bahwa pengganti itu tidak lain adalah Freddy. Pilihan dijatuhkan kepada Freddy karena dinilai cukup sukses. Musim lalu dia mampu membawa PSMS ke final Liga Indonesia. Sedangkan pada musim ini, Freddy berhasil menempatkan Persebaya sebagai juara paro musim Divisi Utama Wilayah Timur.

"Saya memang sudah dihubungi oleh beberapa klub. Kontrak saya di Persebaya akan segera berakhir. Kalau mereka tidak menginginkan saya, saya akan pergi. Mungkin saja ke Medan. Sebab, tempat saya bekerja terbentang dari Aceh hingga Papua," ungkap Freddy.

Sementara itu, Persebaya hingga kini belum memberikan kepastian siapa sosok pelatih yang akan menggantikan kedudukan Freddy.

Pengurus hanya mengatakan bahwa sepeninggal Freddy, Persebaya tidak akan mencari pengganti. Pengurus hanya akan memaksimalkan stok pelatih yang ada. ''Kalau cari pelatih baru berarti namanya bukan efisiensi,'' ucap Indah Kurnia, manajer Persebaya, kemarin (14/12).

Artinya, tim berjuluk Green Force tersebut akan dilatih Mursyid Effendi atau Kasiyanto yang selama ini menjadi asisten Freddy. Sebenarnya, ada satu nama lagi, yaitu Hermansyah. Tapi, dia tidak mungkin naik untuk menggantikan Freddy karena berstatus pelatih khusus kiper.

Secara prosedural, jika Freddy tak lagi menjabat, yang akan naik pangkat adalah Mursyid yang selama ini menjadi asisten pelatih I. Tapi, justru asisten pelatih II Kasiyanto-lah yang memenuhi syarat dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk melatih tim Divisi Utama. Sebab, dia telah memegang lisensi B.

Tapi, dua orang tersebut menyatakan belum mendapatkan pemberitahuan dari pengurus soal siapa di antara mereka yang akan naik pangkat menjadi pelatih kepala. ''Saya belum mendapat penunjukan resmi dari pengurus. Karena itu, saya tidak bisa berkomentar,'' ujar Mursyid.

PSMS Kesulitan Mendapat Striker Asing

PSMS Kesulitan Mendapat Striker Asing Meski telah menggelar seleksi pemain asing selama beberapa hari, PSMS Medan mengaku kesulitan mendapat striker yang diharapkan.

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus menyatakan hingga saat ini pihaknya masih kesulitan mendapatkan striker asing sesuai harapan. Menurut Sihar, meski telah menggelar seleksi pemain asing selama beberapa hari, belum ada satu pun bomber yang diperoleh.

"Sangat sulit memang mendapatkan striker asing sesuai harapan. Sebab, hingga beberapa hari kami menggelar seleksi pemain asing, belum ada satu pun yang bisa direkrut," jelas Sihar kepada GOAL.com dalam percakapan via telepon selulernya, kemarin.

Untuk itu lanjutnya, sisa waktu yang ada akan terus berusaha mencari striker asing berkualitas. Hal itu imbuhnya, demi memenuhi harapan keluar dari zona degradasi di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini.

Pada kesempatan itu, Sihar pun kembali mengemukakan harapannya untuk mendatangkan mantan striker top dunia seperti Marcelo Salas asal Cile. Sebab, selain dipastikan bisa membantu mengangkat prestasi tim, laga Ayam Kinantan tentunya tidak akan sepi penonton lagi, meski tetap tampil di luar Medan

Lupakan Teladan

Lupakan Teladan Persoalan perbaikan Stadion Teladan belum selesai. Imbasnya, pengelola PSMS Medan kini mulai mengincar tiga stadion sebagai home basedi putaran kedua. Ada tiga nama stadion yang disebut-sebut pantas sebagai kandang.

Pertama,Si Jalak Harupat,Soreang,Kabupaten Bandung.Kedua,Stadion Siliwangi, Bandung. Alternatif ketiga adalah Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring,Palembang. ”Kami sudah surati pengelola tiga stadion tersebut.Namun, belum tahu mana yang akan digunakan.

Senin baru bisa diputuskan dan tergantung BLI,”kata CEO PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS Sihar PH Sitorus kemarin sore. Sihar menambahkan, tidak bisa mengatakan lebih tertarik memakai stadion mana. Sebab, ketiganya memiliki plus-minus. ”Stadion Jakabaring bagus, tapi jauh dari pemukiman dan juga harus dua kali pesawat dari Medan.

Si Jalak Harupat begitu juga.Besar, bagus dekat dengan mes pemain di Jakarta, tapi, bisa kena imbas tanpa penonton. Siliwangi Bandung kecil, tapi dekat dengan mes kami dan bisa ramai karena banyak anak Medan di Bandung.Karena itu,saya belum putuskan,”tambahnya.

Munculnya tiga stadion alternatif ini makin menguatkan sinyal bahwa PSMS tidak akan lagi tampil di Stadion Teladan di putaran kedua.Padahal,jika tampil di Teladan,biaya sewa lebih murah, pemasukan untuk tim lebih besar dan tidak perlu biaya transportasi pertandingan kandang.

”Untuk pertandingan kandang waktu Piala Indonesia kemarin kami juga keluar besar untuk sewa.Hanya keuntungannya, kami dapat pemasukan lumayan dan biaya transportasi pesawat tidak ada,”ucapnya. Namun, Sihar pesimistis Elie Aiboy dkk bisa memakai Teladan dalam waktu dekat.

Sebab, perbaikan saja belum dimulai. Belum lagi pembahasan lanjut tentang pengerjaannya belum dilakukan. ”Stadion Teladan kan bukan punya saya dan saya tidak punya hak pengelolanya. Jadi, saya tidak bisa melakukan perbaikan sepenuhnya,”kata pria yang membeli 6 hektare tanah di daerah Kuala Namu Deli Serdang untuk dijadikan stadion sepak bola ini.

Sementara itu, pengurus PSMS Hardi Muliono mengatakan masih terus mendesak perbaikan Teladan segera dilakukan. Sebab, perbaikan Teladan dan menjadikannya home groundPSMS merupakan bagian dari mandat.”Kami akan desak terus meski kompetisi sudah usai, perbaikan harus dilakukan,”tandasnya.

Pada perkembangan lain, PSMS terus melakukan seleksi pemain. Setelah lima pemain asing merapat,Marcos Souza, Mauro Pinto, Allan,Muhammed Alhaji, Nloga Guilame Chyriel,Jum’at,kemarin hadir Kamga,pemain bertahan dari Brasil,dan akan datang Joao Carlos.

Dengan begitu, pemain bertahan seleksi berjumlah 5 orang,tengah 1 orang,dan depan 1 orang.Jumlah ini dipastikan bertambah seiring belum adanya kepastian dari manajemen siapa pemain asing yang dikontrak.”Dari lima pemain bertahan,kami berharap dapat dua.Saya pun terus meminta pemain gelandang bertahan dan depan,” ujar Pelatih PSMS Luciano Leandro.

PSMS Kontrak Empat Pemain Baru

PSMS Kontrak Empat Pemain Baru Sebanyak empat pemain lokal yang baru dikontrak manajemen PSMS masih terus dipantau kemampuan mereka selama latihan dan saat pertandingan di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) awal Januari 2009.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan, Minggu (14/12) mengatakan, segala perkembangan pemain baru itu akan terus diperhatikan oleh pelatih Luciano Leandro asal Brasil. Menurut dia, keempat pemain PSMS yang dikontrak itu antara lain Johanes Co, Michele Nere, I Komang Adyana, dan Dodi Ariadi.

Ia mengatakan, setelah diadakan penandatanganan perjanjian antara manajemen PSMS dan pemain tersebut maka secara resmi mereka bergabung di skuad PSMS yang dijuluki "Ayam Kinantan" itu.

Panjaitan menyebutkan, empat pemain tersebut mengikuti seleksi calon pemain PSMS saat ditangani pelatih Eric Williem. Selanjutnya seleksi terhadap mereka dilanjutkan oleh pelatih Luciano Leandro.

Ia menjelaskan, kontrak yang dilakukan manajemen PSMS dengan para pemain itu juga tidak sama. Misalnya untuk pemain Johanes Co dan Michele Nere masing-masing selama tiga tahun, sedangkan pemain I Komang Adyana dan Dodi Ariadi masing-masing selama enam bulan kontrak. "Ini sesuai yang ditentukan manajemen PSMS," katanya.

Pemain tersebut menjalani seleksi setelah manajemen PSMS belum lama ini mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal.

"Pemain tersebut dikeluarkan karena pada putaran pertama ISL 2008 tidak memberikan kemajuan bagi tim PSMS," kata Panjaitan