Tuesday, January 4, 2011

Keltjes minta dukungan bukan makian

MEDAN - Kekalahan PSMS Medan di Stadion Teladan tak ayal memicu amarah publik Medan. Betapa tidak, harapan menggunung yang awalnya disandangkan di tangan pelatih baru, Rudy Keltjes untuk melihat PSMS lebih baik gagal terwujud.

Di ujian pertamanya, Keltjes gagal mempersembahkan kemenangan untuk Ayam Kinantan. Tak ayal suasana di Stadion Teladan memanas. Usai laga, beberapa lemparan botol air mineral diarahkan langsung ke bench pemain cadangan PSMS.

Teriakan-teriakan makian juga ditujukan kepada pelatih bertubuh jangkung ini. Beberapa di antaranya meminta Keltjes mundur. Para penonton juga mememecahkan kaca depan ruang pers. Keltjes yang awalnya mencoba tenang akhirnya tak tahan. Saat diamankan petugas keamanan menuju ruang ganti wajahnya tampak gusar.

“Saya juga tidak menyangka kita bisa kalah. Tapi harus saya akui lawan lebih baik. Kekalahan itu biasa dalam sepakbola,” tukasnya menambahkan jika tekanan terus ditujukan kepada dirinya, ia tak segan-segan angkat koper dari tim.

“Kalau saya berpikir itu wajar dalam sepakbola. Siapa yang mau melihat tim kalah di kandang sendiri. Tapi saya kan butuh waktu. Kalau terus menerus dimaki seperti ini mana bisa tahan. Bisa saja saya meninggalkan tim ini sekarang juga. Saya juga tidak ada ikatan kerja hitam di atas putih,” tukasnya.

Diakui Keltjes ia tidak berpikir tentang kontraknya. Tujuannya ke Medan tak lain untuk mengembalikan PSMS ke Liga Super Indonesia. Hutang yang coba dilunasinya setelah sebelumnya gagal di ISL 2008.

“Sejak awal saya cuma berpikir kalau Liga Super itu harus ada PSMS dan Persebaya. Itu yang membuat saya datang ke sini. Tapi tentunya saya butuh dukungan penuh dari publik Medan,” ujar pelatih yang pernah membesut Persebaya dan PSS Sleman ini.

Usai pertandingan, Keltjes mengakui timnya kalah kelas dari tim tamu. Permainan solid dan tak kenal menyerah dari Persih Tembilahan membuat pelatih bertubuh jangkung itu tak percaya tim lawan tidak punya persiapan panjang.

“Saya harus akui tim lawan lebih baik. Bohong kalau tim ini (Persih-red) hanya mempersiapkan diri secara singkat. Melihat permainan dan ketenangan mereka, sepertinya tim ini sudah dipersiapkan lama. Kita kalah kelas,” tukas Keltjes.

Apakah pola baru yang diterapkan Keltjes belum bisa diterapkan oleh anak asuhnya? Keltjes membantah hal itu. Menurutnya permainan yang diperagakan Kurniawan Dwi Yulianto cs sudah cukup baik.

“Tidak ada masalah dengan pola. Buktinya kita mampu menguasai permainan. Anak-anak mainnya enak dan aliran bola cukup baik. Hanya saja kita lengah. Kendati begitu, kekalahan ini akan menjadi evaluasi untuk tim. Ya, tentunya kalau kita kalah harus lebih baik selanjutnya. Saya yakin anak-anak bisa,” ujarnya

Persih Permalukan PSMS di Medan

PSMS Medan kembali menelan pil pahit. Ambisi memetik poin penuh di kandang harus dikubur dalam-dalam menyusul kekalahan dari Persih Tembilahan 2-3 di Stadion Teladan tadi malam.

Comeback Persih lewat dua gol Leonardo Veron dan satu dari Gbeneme Friday membuat pesta kemenangan tuan rumah batal. Sebelumnya, Ayam Kinantan lebih dulu unggul lewat Zulkarnaen dan Gaston Castano.

Didukung penuh publiknya plus Julia Perez yang menyaksikan permainan dari tribun VIP, PSMS gencar melakukan serangan sejak awal. Tampil dengan skema 4-2-3-1 andalan Keltjes dengan mengandalkan Gaston sebagai ujung tombak didukung Kurniawan, Jose Sebastian dan Ari Yuganda, PSMS mendominasi jalannya laga.

Peluang lewat tendangan spekulasi Jose dan M Affan Lubis namun masih bisa diamankan kiper lawan, Agus Salim. Tendangan akrobatik Ari Yuganda juga mengancam gawang lawan. Kebuntuan pun pecah di menit ke 32 lewat Zulkarnaen.

Sebelas menit berselang, PSMS memperbesar keunggulan. Kali ini giliran Gaston yang mengoyak jala lawan lewat tandukannya. Gol bermula dari umpan kepala Kurniawan yang diteruskan Ari Yuganda dengan tendangan voli. Bola rebound dan disambar striker Argentina itu lewat tandukan kepala.

Unggul 2-0, tuan rumah justru lengah di injury time babak pertama. Kemelut di depan gawang Sabani dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Argentina, Leonardo Veron. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan PSMS 2-1.

Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS melemah. Serangan balik Persih berbuah petaka untuk PSMS setelah Gbeneme Friday mampu lolos dari hadangan Harry Syahputra sebelum akhirnya menakhlukkan Sabani di menit 61.

Veron menciptakan neraka untuk PSMS setelah di menit ke 76 mampu memperdaya Sabani dan membalikkan keadaaan 3-2 untuk kemenangan Persih. Pergantian yang dilakukan Keltjes dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Alfian Habibi tidak banyak merubah keadaan. Hingga laga berakhir PSMS menyerah 2-3.

Usai laga, kubu Persih menyambut kemenangan dengan suka cita. Asisten Pelatih Persih, Raja Faisal mengakui timnya sangat bersyukur bisa mencuri poin di kandang PSMS. “Kita sangat bersyukur bisa menang disini (Teladan-red). Anak-anak tidak panik sewaktu tertinggal 2-0 dan akhirnya tampil tenang,” ujar Raja. (dat04/wol/waspada)