Monday, May 16, 2011

Vagner Luis tak Jadi Dipulangkan

Bek tengah impor PSMS, Vagner Luis memang sarat kontroversi. Sejak awal musim, Vagner sudah membuat kubu PSMS berang. Masih ingat dibenak fans PSMS Vagner harus absen di laga pembuka karena cedera. Ironisnya ketika kembali di laga kedua kontra Persiraja, Vagner langsung mencetak gol bunuh diri hingga Ayam Kinantan akhirnya takluk 3-0.
Ironis memang. Tapi itu tak lama. Pandangan negatif kepada pemain Brasil itu berangsur punah. Apalagi di pertengahan musim Vagner sukses mencuri hati fans lewat gol-gol penting yang dilesakkannya di Stadion Teladan. Total, Vagner sudah mencetak 4 gol musim ini yang dikemas lewat sundulan.

Di samping itu, belakangan ini Vagner kerap emosional dan sering melakukan kesalahan tak perlu yang berujung berbuah kartu merah. Musim ini Vagner sudah dua kali meraihnya. Pertama saat melawan Persitara dan terakhir saat melawan PSAP di babak delapan besar lalu.

Kartu merah di babak delapan besar sangat riskan dan sempat membuat murka manajemen PSMS. Bahkan sempat terlontar ancaman akan memulangkan pemain bernomor punggung 33 itu.
“ Setelah memikirkan akibatnya, mungkin Vagner tak jadi dipulangkan. Melawan Persiba Bantul tanpa kehadirannya akan berakibat fatal,” kata pelatih PSMS, Suharto kemarin. (ful)

ISL Makin Jauh

- Langkah PSMS lolos ke Indonesian Super League (ISL) semakin berat. Kekalahan telak 3-1 atas Mitra Kukar di Babak Delapan Besar Liga Indonesia Minggu (15/5) membuat peluang ke semi final kian tipis.
Laga di Grup B tinggal sekali lagi. PSMS harus melewati hadangan Persiba Bantul di laga pamungkas yang digelar bersamaan Rabu (18/5) mendatang. Tentu bukan perkara mudah karena Persiba merupakan tim kuat dengan sejumlah pemain bagus.

Pada laga kontra tuan rumah Mitra Kukar, PSMS bermain cukup baik. Namun koordinasi di lini belakang dan tak berkutiknya lini depan menjadi masalah besar. Tertinggal satu bola, PSMS tak menyerah untuk terus menyerang. Salah satu cara menyerang yang coba diperagakan PSMS adalah dengan memainkan umpan-umpan terobosan. Dan PSMS berhasil memperagakan cara menyerang seperti itu dengan target man, Gaston Castano. Sayang wasit berkali-kali menggagalkan serangan PSMS dan menaggapnya sebagai bentuk pelanggaran karena offiside. Dari layar kaca, tampak peluang dari Nopianto di babak pertama yang berhasil lolos dari jebakan offiside, namun lines man angkat bendera tanda offside. Selanjutnya ada peluang dari Gaston dan Donny Fernando Siregar yang juga dianulir lantaran offside. Sepanjang laga tercatat ada tiga umpan terobos manis yang lolos namun dianggap offside. Bahkan komentator laga sampai melontarkan tanda tanya terhadap keputusan wasit.

Selanjutnya PSMS kembali kebobolan lewat Franco Hita menit 28 dan JunaidiTagor Menit 67. Menjelang usai laga PSMS dapat gol hiburan lewat titik putih. Gaston yang ditunjuk jadi algojo mampu melaksanakan tugasnya di menit 86. Hasil itu tak berubah hingga usainya laga. (ful)

8 Besar Divisi Utama Merasa Dicurangi, PSMS Laporkan Wasit ke PT Liga

Kekalahan 3-1 atas Mitra Kukar pada laga kedua penyisihan Grup B Babak Delapan Besar Divisi Utama, kemarin (15/5) sore berbuntut panjang. Manajemen PSMS tak terima hasil itu karena merasa dizolimi wasit Prasetya Hadi asal Surabaya yang memimpin laga itu.

Menurut kubu Ayam Kinantan seharusnya bisa memenangkan laga tersebut lantaran punya sejumlah peluang. Hanya saja kepemimpinan wasit memang sedikit diragukan kejujurannya. Atas dasar itulah manajemen PSMS sudah membuat laporan resmi ke PT Liga Indonesia (LI) untuk menyoroti kepemimpinan wasit dan hakim garis.

"Lihat saja bagaimana wasit memimpin. Saya punya bukti rekaman pertandingan yang mungkin bisa jadi pertimbangan PT LI menghukum wasit. Selain menduga ada apa-apanya, kami nilai wasit memang tak punya kemampuan yang bagus dalam peraturan memimpin pertandingan,”koar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, saat dihubungi wartawan koran ini, kemarin malam.

"Bahkan bukan hanya kami yang menilai PSMS dicurangi. Semua melihat di layar kaca. Bahkan publik tuan rumah juga mendukung bahwa wasit memang kerap keliru,” tambah Benny.

Seusai laga, kecaman terhadap wasit digaungkan di dunia maya. Terutama situs jejaring sosial, Facebook. Sejumlah fans fanatik PSMS ramai-ramai membuat status tentang buruknya kinerja wasit. Termasuk oleh salah satu punggawa PSMS, Donny Fernando Siregar. Donny bahkan sangat-sangat kecewa hingga memutuskan ingin segera gantung sepatu alias mundur dari sepak bola.

"Sepak bola kita hancur karena kecurangan wasit. Kenapa wasit curang pasti ada penyebabnya. Jujur saya ingin segera gantung sepatu. Sudah jenuh dengan kondisi ini,”beber Donny.

Di statusnya Donny menulis "tabungan udah cukup, mulai berpikir untuk gantung sepatu, biarpun belum tua tapi rasanya bermain sepak bola di Indonesia sangat-sangat memuakkan, aktor utamanya adalah wasit, merekalah yang merusak sepak bola Indonesia." (ful/sumutpos)

8 Besar Divisi Utama Persiba dan PSAP Imbang, Persaingan Masih Terbuka

Perebutan tiket semi-final Divisi Utama Liga Indonesia dari Grup B tetap berlangsung sengit setelah Persiba Bantul dan PSAP Sigli harus puas berbagi angka satu usai bermain imbang tanpa gol di Stadion Madya Aji Imbut Kudungga, dalam laga kedua Delapan Besar, Minggu (15/5) malam WIB.

Hasil imbang ini membuat peluang Persiba dan PSAP masih terbuka untuk lolos ke semi-final Divisi Utama di Stadion Manahan Solo. PSAP dan Persiba menempati peringat kedua dengan koleksi nilai dua, hasil dua kali imbang.

Walau Mitra Kukar memimpin klasemen sementara dengan nilai empat usai mengalahkan PSMS 3-1, tim besutan Benny Dolo itu belum mengamankan tiket ke semi-final. Begitu juga dengan PSMS yang berada di dasar klasemen Grup B dengan poin satu.

Pertandingan terakhir, Rabu (18/5) bakal berlangsung sengit. Mitra Kukar bakal berhadapan dengan PSAP, sementara Persiba melawan PSMS. Hasil imbang cukup mengamankan langkah Mitra Kukar, sedangkan tiga tim lainnya wajib meraih kemenangan.

Secara keseluruhan, Persiba lebih mendominasi permainan dibandingkan PSAP dalam pertandingan ini. Hanya saja, kedua tim mengawali laga dengan hati-hati untuk membaca kekuatan lawan.

Namun Persiba mulai aktif menyerang, dan menekan pertahanan PSAP. Sejumlah peluang diperoleh tim asal Bantul itu. Ugik Sugianto mendapatkan peluang di babak pertama, namun sundulannya menyambut umpan silang dari sisi kanan pertahanan Persiba dapat diamankan kiper lawan.

Permainan Persiba dan PSAP tidak mengalami perubahan di babak kedua. PSAP bermain di bawah form, sehingga tak mampu mengembangkan permainan mereka. Akibatnya, Persiba tidak terlalu sering mendapat ancaman dari tim lawan.

Sejumlah peluang diperoleh Persiba, namun kecemerlangan kiper PSAP mementahkan harapan mereka mencetak gol. Tendangan keras Johan Manaji dari luar kotak penalti dapat diamankan kiper. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, skor tanpa gol tetap bertahan. (donny afroni/goal)

8 Besar Divisi Utama Sikat PSMS, Mitra Kukar Puncaki Grup

Mitra Kukar memuncaki klasemen sementara Grup B delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia berkat kemenangan 3-1 atas PSMS Medan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong, Minggu 15 Mei 2011.

Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persiba Bantul di laga pertama Grup B, Mitra Kukar akhirnya sukses menorehkan kemenangan pertama di babak delapan besar ini.

Bermain di depan pendukungnya sendiri di Stadion Madya Aji Imbut, Mitra Kukar tampil agresif dan lebih mendominasi pertandingan. Bahkan tim besutan Benny Dolo ini sudah unggul dua gol di babak pertama.

Mitra Kukar sukses membuka kemenangan melalui gol Boy Jati Asmara saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Usai mengecoh dua pemain belakang PSMS, mantan striker Persib Bandung itu sukses melepaskan tendangan kaki kanan yang menggetarkan gawang tim tamu.

Striker asal Argentina, Franco Hita, berhasil menggandakan keunggulan Mitra Kukar pada menit ke-28. Hita dengan sempurna memanfaatkan umpan silang yang dilepaskan Amsar Reza.

Gol ketiga Mitra Kukar tercipta pada menit ke-67 melalui tendangan kaki kiri yang dilepaskan Junaidi Tagor. Kembali Amsar Reza menjadi kreator gol tuan rumah.

PSMS hanya mampu mencetak satu gol melalui tendangan penalti Gaston Castano pada menit ke-82. Penalti diberikan setelah Gaston dilanggar Anderson Da Silva di kotak terlarang.

Tambahan tiga poin ini membuat Mitra Kukar untuk sementara memimpin klasemen Grup B dengan torehan empat poin. (haryanto tri wibowo/vivanews)8 Besar Divisi Utama
Sikat PSMS, Mitra Kukar Puncaki Grup