Saturday, December 31, 2011

Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS

MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.

Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.

Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).

Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.

Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.

Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.

Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)

Raja Isa: Pemain lemah saat transisi

MEDAN - Memasuki tahap persiapan yang semakin intens jelang dua laga away menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung, Januari nanti, tim pelatih PSMS Indonesian Super League (ISL) mulai berunding soal racikan strategi yang akan diterapkan demi memenuhi target poin.

Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.

“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.

Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.

Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,

"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.

Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.

"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.

Barisan muda Kinantan takluk

MEDAN - Dalam rangka persiapan menghadapi dua laga tandang kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Jawa Barat, PSMS Medan kembali melakoni laga ujicoba. Kali ini, PS Gayo Lues (PSGL) menjajal kemampuan tim besutan Raja Isa. Hasilnya, Ayam Kinantan dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Kebun Bunga, Kamis.

PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.

Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.

Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.

Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.

“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.

“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.

Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.

“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.

Hadirnya Gancev beri angin segar

MEDAN - PSMS Indonesian Premier League (IPL) dipastikan kembali mendapatkan amunisi baru di lini belakang. Kehadiran bek asal Macedonia, Goran Gancev (foto), diyakini membuat lini belakang semakin kokoh bersama Vagner Luis.

Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.

"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.

Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.

Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.

Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.

Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.

"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir