Wednesday, November 25, 2009

Nyek Bisa tampil di rengat

RENGAT-Setelah hari Minggu (22/11) lalu kubu Ayam Kinantan banyak mengalami kisah sedih, tapi kemarin (23/11) kabar gembira menyambangi tim asuhan Suimin Diharja.

Pasalnya, Nyek Nyobe yang sebelumnya diragukan tampil saat Ayam Kinantan menghadapi Persires Rengat, kemarin didapat kabar jika pemain asal kamerun ini sudah bisa diturunkan karena telah mendapat izin dari PT Liga Indonesia (LI).
Kabar itu dihembuskan oleh asisten manajer tim Benny Tomasoa. Ceritanya, sekira pukul 14.30 WIB Benny menelepon sekretaris tim Fityan Hamdy untuk berbicara dengan Suimin Diharja pelatih PSMS.

Benny yang sejak Senin pagi berada di Jakarta untuk mengambil bukti pengabsahan pemain yang bisa tampil, mendapatkan pernyataan tersebut dari pihak PT LI. “PT LI bilang Nyeck bisa turun. Urusan KITAS diyakini PT LI sedang diurus. Karenanya, Nyeck akan kita upayakan terbang ke Pekanbaru secepat mungkin,” kata Benny.

Tentu saja kabar ini cukup melegakan Suimin. Keraguan akan rapuhnya lini belakang akhirnya tertutupi. “Kalau memang benar dia (Nyek Nyobe, Red) bisa main, ini berita bagus, karena Persires Rengat tidak bisa kita remehkan karena mereka diperkuat tiga pemain asing,” kata Suimin.
Namun demikian, Nyeck dijadwalkan baru bisa bergabung dengan tim hari ini. Pasalnya, saat pertama kali menerima kabar ini, kemarin (23/11) penerbangan ke Pekanbaru sudah ditutup. “Nyeck akan mendarat besok siang (hari ini-Red). Pada ujicoba lapangan nanti, mungkin dia sudah bisa ikut berlatih bersama tim,” terang Fityan Hamdy, Sekretaris Tim PSMS.

Dengan hadirnya Nyeck, diharapkan lini belakang PSMS semakin kokoh. Apalagi selama ini agenda latihan yang digelar Suimin memang terfokus pada metode man to man marking.

“Fokus kita adalah bagaimana menguatkan lini belakang dan menguasai lapangan tengah. Semoga semua rencana itu bisa berjalan dengan sempurna,” lanjut Suimin.

Yang menarik dari pengalaman kemarin adalah jauhnya jarak antara lapangan Pematang Reba, di mana PSMS menggelar latihan dengan Wisma Cendana tempat pemain menginap. Untuk sampai ke sana, para pemain harus menempuh perjalanan sepanjang 2 Km.
Kendati demikian, seluruh pemain tetap ceria sembari bercanda dengan rekan satu tim. Padahal suhu cuaca di Rengat mencapai 30 derajat celcius. “Jalan kaki sekalian pemanasan woi,” beber gelandang senior PSMS Edu Juanda mencandai rekan-rekannya.

From Zero to Hero, dari Timnas Hingga PSMS

Awal Mei 1951, Timnas mendarat di Singapura. Masalah belum berakhir. Ya, di bandara, petugas bandara yang saat itu kebanyakan orang Inggris, mengintrogasi para pemain Timnas
Manajer tim, Mang Koes bahkan harus tertahan cukup lama karena statusnya yang mantan menteri di kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS). Nasib sial juga dirasakan Soegiono winger asal PSIS yang disangka petugas bandara adalah buronan komunis yang lari dari Australia.
Bukan berleha-leha dan kesenangan karena bisa jalan-jalan keluar negeri. Disiplin amat ketat. Bagasi masing-masing pemain saat terbang ke Singapura hanya dibatasi 15 Kg karena masing-masing pemain diwajibkan membantu membawa perlengkapan seperti kostum, sepatu, bola, obat-obatan, botol kecap dan lainnya.

Namun rasa bangga bisa keluar negeri, naik kapal terbang pula cukup mengobati rasa susah itu. Bayangan akan tinggal di hotel mewah di Singapura juga menjadi pelipur lara. Tapi begitu mendarat di negeri dengan lambang kepala singa itu, harapan dan khayalan itu seketika sirna.
Lagi-lagi, skuad Merah Putih harus merana. Dengan bus yang disediakan SAFA (PSSI-nya Singapura), rombongan dijemput dan dibawa ke penginapan yang telah diurus oleh Konjen RI. Anggota tim sudah memikirkan sebuah tempat istirahat yang enak, eh ternyata tidak. Rombongan di bawa ke sebuah gedung pertemua yang cukup lebar untuk menginap.

Namanya gedung pertemuan, sudah barang tentu tidak ada kamar tidur, kamar mandi hingga ruang makan. Namanya aula, maka yang ada hanya tumpukan kursi dan meja. Paling ada satu buah meja biliar. Tapi staf Konjen sudah menyediakan beberapa kasur, bantal dan tikar.
Untuk urusan perut tidak ada masalah, karena diurus langsung oleh para istri Konjen. Cara makannya yang jadi masalah, karena harus lesehan di lantai karena tidak ada meja makan. Tapi indahnya, tak ada satupun yang mengeluh. Rombongan hanya kaget di awal-awal namun selanjutnya terbiasa karena berlangsung hingga dua pekan.

Esok harinya, 5 Mei 1951. Timnas pun merumput. Berikut adalah skuad Timnas yang diboyong: Kiper : Han Siong (PSIS), Bek : Sunar (PSM), Chaeruddin Siregar (Persija), Rais Siregar (PSMS), Gelandang : Tan Liong Houw (Persija), M Sidhi (Persebaya), Yachya (Persib), Saderan (Persebaya), Thee San Liong (Persebaya), Bhe Ing Hien (Persebaya), Aten (Persija), Soegiono (PSIS, Penyerang, Soleh (Persija), Machroem (Persija), Aang Witarsa (Persib), dan Darmadi (Persis). Tim ini ditangani Choo Seng Quee, orang Singapura yang baru dua bulan menjadi pelatih.
Lawan pertama yang dihadapi adalah Singapore Malay, tim juara Community League Singapore dan dan Federation of Malaya. Timnas membantai klub itu dengan skor telak 7-0 di hadapan 8000 pendukungnya sendiri! Darmadi dan Machroem menjadi pahlawan karena masing-masing mengemas tiga gol dan satu gol sisa dikemas Bhe Ing Him.

Pada tanggal 6 Mei 1951, Timnas kembali turun ke lapangan. Moral yang sedang naik usai membantai Singapore Malay dengan skor 7-0, membuat Rais Siregar dkk tambah semangat. Kali ini lawan yang harus dikalahkan adalah tim Singapore A. Timnas kembali menang dengan skor cukup telak 4-1 pada laga kedua itu.

Partai ketiga Timnas dijadwalkan pada 9 Mei 1951. Kala itu lawan yang ditantang adalah Combine Service yang merupakan klub yang berisikan para tentara Inggris berbodi besar, tegap dan keras. Namun Timnas tidak gentar dan berhasil menahan imbang 0-0 klub menakutkan itu.
Laga ke empat, digelar pada 13 Mei 1951. Lawan yang dihadapi adalah juara Malay Cup, Combine Singapore. Lagi-lagi Timnas berjaya dengan menang 4-1.

Kemenangan ini paling disorot karena publik tuan rumah begitu kecewa. Padahal laga itu masuk rekor dengan penonton terbanyak kala itu dengan jumlah 15.000 orang.

Laga pamungkas digelar esok harinya. Lawan yang dihadapi adalah Combine Chinese. Pada laga ini, skuad Timnas mulai lelah. Skor akhir laga itu imbang 1-1. Faktor fisik menjadi halangan, walaupun Timnas tidak sampai kalah.
Sejak saat itu, Timnas tidak bisa diremehkan publik dunia. Acungan jempol diberikan. Terlebih karena Timnas mulai dikenal dengan kecepatan dan kombinasi menembak jarak jauhnya.

Ya, pada akhirnya sebuah kesengsaraan berhasil berbuah menjadi kenikmatan. Sebuah rasa susah, berhasil disulap menjadi satu prestasi. Bukankah hal ini juga yang mestinya ditiru skuad Ayam Kinantan. Terlebih klub yang berdiri tahun 1950 lalu, punya sejarah yang tak kalah mentereng.
Di era perserikatan, nama besar PSMS sanggup menggetarkan siapapun pemain di klub lain. Gaya bermain yang lugas dengan rap-rapnya tak jarang meruntuhkan moral tim yang bertandang ke Stadion Teladan.

Di masa ini, PSMS berhasil lima kali mengangkat tropi pada tahun 1967 ketika mengandaskan Persebaya di partai puncak, tahun 1971 ketika mengandaskan Persebaya untuk kali kedua ,tahun 1975 menjadi juara bersama dengan Persija, tahun 1983 ketika mengalahkan Persib Bandung, dan tahun 1985 ketika mengalahkan Persib Bandung juga.

Tahun 1954, PSMS menjadi runner up karena kalah dari Persija. Tahun 1957 juga juara dua karena dikalahkan PSM. Di edisi Perserikatan terakhir tahun 1992, PSMS kembali jadi runner up ketika takluk dari PSM.

Di kancah Piala Emas Bang Yos (PEBY), bahkan PSMS dicatatkan sebagai juara abadi karena tiga kali mencapai puncak dan juara. Hal itu terjadi pada tahun 2005 ketika di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1. Di tahun yang sama, PSMS juga berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1 di partai puncak. Di tahun 2006 PSMS berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.

Cerita ini memang masa lalu, tapi bukankah semangatnya abadi hingga saat ini. Ayo, para pemuda Medan pilihan PSMS, tunjukkan pada insan sepak bola nasional, bahwa taji Kinantan masih tajam dan siap menusuk setiap lawan yang bakal dihadapi. Ingat kata Bung Karno : Dont leave history! Jangan sesekali melupakan sejarah

Jecky ingin cetak gol

Striker muda PSMS Medan Jecky Pasarella mengaku ingin mencetak gol bila pelatih Suimin Dihardja menurunkannya, saat timnya menghadapi Persires Rengat dalam laga awal kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Rengat, Rabu sore ini.

Keinginan putra dari orangtua kelahiran Padang itu, karena menyadari punya tanggung jawab besar sebagai pemain depan untuk membawa Ayam Kinantan menciptakan kemenangan.

"Lawan Persires adalah laga perdana saya memperkuat PSMS di kancah kompetisi bertaraf nasional ini, makanya saya ingin sekali mencetak gol sekaligus membahagiakan publik sepakbola Medan dan Sumut," ujar pemuda kelahiran Medan 4 Oktober 1986 itu, Selasa.

Pemain yang bertempat tinggal di Jl Raya Menteng Gg Ansor Medan itu memiliki lari kencang dan tendangan keras seperti diperlihatkannya ketika tampil di serangkaian ujicoba PSMS. Jecky mengaku terinspirasi rekan sesama timnya Nyeck Nyobe (libero/striker) dan Ikpefue Osas Marvellous Saha (striker) yang selalu berhasil mencetak gol di laga ujicoba PSMS.

"Saya berharap pelatih memberikan kepercayaan kepada saya pada pertandingan sore nanti. Jika diturunkan, saya akan berusaha menunjukkan performa terbaik," ucap Jecky yang mengaku siap fisik dan mental.

Sebaliknya, rekan Jecky yang menempati posisi bertahan, Chico Maradona, menyatakan siap menjegal Persires bila diturunkan pelatih. Dijumpai di penginapan PSMS di Wisma Cendana, dia berucap siap memberikan kejutan untuk lawannya itu.

"Memang saya belum pernah tampil di kompetisi sebesar ini, tapi saya punya keyakinan dapat membendung upaya mereka menciptakan gol ke gawang PSMS," ujar Chico.

Selain itu, karyawan Bank Sumut itu yakin dirinya dan rekan-rekannya bisa memetik kemenangan perdananya di pentas Divisi Utama ini. "Ini kesempatan baik kita untuk meraih kemenangan. Tidak masalah bermain di kandang lawan sekalipun," kata pemuda kelahiran Medan 4 Juli 1986 itu

PSMS fokus lapangan tengah

PSMS Medan akan berupaya untuk menguasai lapangan tengah demi menciptakan gol demi gol ke gawang Persires Rengat. Demikian disampaikan Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Selasa.

Dihubungi Waspada di Wisma Cendana Rengat Riau dari Medan, pelatih kampung itu sadar target tersebut tidaklah muluk dan cukup ampuh untuk meraih poin di Stadion Narasinga, markas Persires, pada laga perdana kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

Banyak alasan Suimin mengincar bermain seri dan ini dikarenakan skuad The Killer belum komplit. Dari dua legiun impor yang dimiliki, hanya Nyeck Nyobe yang kemungkinan besar bisa diturunkan. Osas Saha dipastikan absen karena urusan administrasinya belum beres.

Di samping itu, faktor keletihan fisik juga menjadi soal. Pada proses recovery pemain hingga tes lapangan, terlihat Selamet Riyadi cs belum sepenuhnya bugar. Diakui Suimin, idealnya dalam 24 jam pemain sudah bugar.

Dari faktor teknis, skuad PSMS yang berencana tampil dengan strategi penguasaan lini tengah diminta Suimin lebih sabar mencari peluang sebelum memutuskan menerobos masuk wilayah lawan.

Untuk memaksimalkan ini, Suimin bahkan berencana memasang enam gelandang sekaligus. Kepada Edu Juanda dan M Affan Lubis diharapkan mampu menjadi inspirator permainan bersama Tri Yudha Handoko. Posisi target man nantinya juga akan diemban Jecky Pasarela.

Di belakang, Suimin bisa sedikit bernafas lega karena Nyeck Nyobe bisa dimainkan. Duetnya dengan Slamet Riyadi diharapkan mampu menahan laju Colly Misrun cs.

Dari kubu Persires, ambisi luar biasa untuk menang diperlihatkan tuan rumah usai promosi ke Divisi Utama. Tim asuhan Syamsul Bachri mengaku akan memaksimalkan laga kandang kendati mengaku buta kekuatan lawan.

“Saya yakin Persires bisa meraih tiga angka. Anak-anak sudah siap tampil,” ucap pelatih yang sudah tiga musim menangani Persires sejak dari Divisi II hingga promosi.

Sementara asisten manajer tim PSMS Drs Benny Tomasoa berharap masyarakat Medan mendoakan perjuangan Nyeck Nyobe dan kawan-kawan, agar bisa memetik kemenangan dari Persires sore nanti.

Secara terpisah, Manajer Tim Drs Hendra DS menyatakan pemain yang dalam kondisi siap tempur itu diharapkan dapat mencuri angka di kandang lawan. "PSMS diharapkan bisa tampil baik sekaligus memenangkan pertandingan, sehingga tidak mengecewakan warga Sumut,” tutur Hendra mengatakan warga asal Sumut yang tinggal di Rengat akan memberikan dukungan langsung kepada PSMS