Saturday, October 29, 2011

PSMS akhirnya ikut IPL, Idris tak jelas

MEDAN - Kesimpangsiuran PSMS Medan menyikapi kiprahnya di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) ataupun Divisi Utama akhirnya berakhir. Tadi malam, PSMS memastikan keikutsertaanya di IPL.

Melalui pelaksana teknis PSMS, Iswanda Ramli, Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS-terpilih memberikan pernyataan resmi soal keikutsertaan Ayam Kinantan mengikuti kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI itu. “Ketua Umum sudah bicara dengan saya. Dia memutuskan PSMS ikut IPL. Ini resmi sekaligus menjawab kesimpangsiuran soal PSMS berlaga di kompetisi mana musim ini,” ujarnya saat memantau latihan PSMS di Stadion Teladan tadi malam.

Menurut pria yang akrab disapa Nanda itu, dirinya langsung berinisiatif menanyakan kepada Rahudman yang juga Walikota Medan setelah membaca kabar di media soal ketidakpastian nasib PSMS. Selain itu, pertemuan juga melibatkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang tengah berada di Medan. “Awalnya, saya ketemu dan shalat Jumat bersama pak Djohar dilanjutkan dengan makan siang. Saya sempat bertanya tentang PSMS. Beliau langsung mengajak saya menemui pak wali membahas itu dan akhirnya diputuskanlah bahwa PSMS ikut IPL sebagai kompetisi resmi di bawah PSSI,” ungkapnya.

Sebelumnya, publik sempat dibingungkan dengan dua sikap PSMS yang berbeda. Nama PSMS terdaftar sebagai satu dari 18 tim yang berlaga di IPL sesuai hasil registrasi ulang PT Bintang Medan Metropolitan sebagai legalitas yang dipakai PSMS. Namun pelaksana teknis lainnya, Idris, bersikeras PSMS tidak ikut IPL dan memutuskan berlaga di Divisi Utama dengan alasan tak ingin mendapat tiket gratis.

“Mungkin hal itu dikarenakan belum ada keputusan dari Ketua Umum, bahwasannya lebih mengarah kemungkinan. Karena itu, Ketua Umum memberikan perintah kepada saya dan Idris agar mempersiapkan tim ikut IPL sebagai kompetisi resmi yang legal di bawah PSSI,” ujar Iswanda.

Kabar ini juga dibenarkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin. Dia menyatakan, kedatangannya ke Medan semata-mata untuk memastikan kompetisi yang diikuti PSMS kepada Rahudman. “Kedatangan saya ke Medan memang untuk mengkonfirmasi sikap PSMS kepada Ketua Umum. Beliau pastikan PSMS ikut IPL sesuai kesepakatan terdahulu dengan konsorsium, jadi bukan Divisi Utama,” ungkap Djohar.

Menurut Djohar, tak ada lagi kesimpangsiuran karena keputusan sudah ditetapkan Ketua Umum PSMS. “Tidak ada lagi perubahan. Kan sudah ketua umum yang memutuskan,” tandas sesepuh olahraga Sumut itu.

Kinantan benahi ‘press and cover’

MEDAN - Grafik permainan PSMS Medan terlihat menurun dalam dua laga terakhir. Pasca ditahan imbang klub lokal PS Kwarta, PSMS mendapat pelajaran berharga dari PSBL Langsa lewat kekalahan 0-2, Selasa lalu.

Gusar dengan performa buruk skuadnya, tim seleksi fokus membenahi kelemahan yang ada selepas ujicoba. Menurut calon Asisten Pelatih PSMS, Suharto, yang paling urgen dibenahi adalah press dan cover.


“Press dan cover itu yang paling penting untuk dibenahi. Itu yang tidak terlihat dalam ujicoba kemarin,” kata Suharto usai latihan di Stadion Teladan, Jumat.

Pada ujicoba kontra PSBL Langsa kemarin, Jecky Pasarella cs memang tampil di bawah form. Hampir semua lini mendapat catatan buruk dari tim seleksi. Lini depan yang kurang greget, kreativitas lini tengah yang tak terlihat juga lini belakang yang begitu mudah ditembus.

Syukurnya, Suharto melihat ada peningkatan dalam tiga hari terakhir latihan. Peningkatan itu akan kembali diuji lewat laga ujicoba. Rencananya, PSMS akan menjajal klub lokal PS Sinar Medan.
“Kalau saya lihat ada peningkatan dalam latihan belakangan ini. Kita akan uji lagi lewat ujicoba. Rencananya nanti kita akan menghadapi Sinar Medan,” kata mantan pemain Ayam Kinantan ini.

Selain itu, kekuatan PSMS akan kembali lengkap dengan kehadiran striker asingnya, Osas Marvellous Saha yang baru kembali dari Jakarta. Striker asal Nigeria itu tak ayal merupakan striker tersubur selama seleksi. Tanpa Saha, lini depan PSMS terlihat tumpul. Tidak hanya lini depan yang kembali tajam, sektor kiper juga semakin tangguh. Kehadiran mantan kiper Arema Malang, Achmad Kurniawan, menjadi jaminan kekuatan di bawah mistar.

Kiper yang akrab dengan inisial AK itu sudah tiba di Medan. Namun ia belum bergabung dengan latihan. Kemungkinan ia juga belum turun akan diturunkan pada ujicoba Sabtu ini. Suharto pun membenarkan AK sudah hadir, tapi kemungkinan belum turun ujicoba.

“Dia kan baru datang. Harus latihan dulu baru dan adaptasi dengan tim meskipun posisinya kiper,” ujarnya.

Sementara itu Pelatih Kiper, Sugiar, menyambut positif kedatangan AK. Selain itu tak menutup kemungkinan PSMS kembali mendatangkan Dedi Iman, kiper Persebaya. Dengan gemuknya sektor kiper, Sugiar tak menampik akan ada pencoretan. Selama seleksi, PSMS diperkuat Syahbani dan Edi Kurnia plus kiper magang, Alrian dan Eko.

“Kemungkinan minggu depan Dedi Iman datang. Dengan masuknya dua kiper ini, otomatis nanti akan ada satu yang terbuang,” ujar Sugiar.