Monday, October 17, 2011

Murrpy Cedera

Lagi-lagi seleksi pemain yang digelar Gresik United (GU) memakan korban legiun asing. Setelah beberapa saat yang lalu tim berjuluk Laskar Joko Samudro ini mendepak mantan gelandang andalannya, Luis Pena, maka kali ini giliran stopper Liberia Murphy Kumonple Nagbe yang harus angkat kaki.

Alasannya, pemain yang pernah dua musim memperkuat PSMS Medan ini kondisi fisiknya sudah tidak memenuhi syarat alias mengalami cedera. Praktis, namanya sudah tidak bisa lagi dimasukkan dalam persaingan memperebutkan jatah satu pemain non Asia di GU. Sebelumnya sudah ada James Koko Lomell yang 90 persen bakal mem perkuat GU.
“Saya sejak awal memang sudah melihat ada satu kejanggalan di kakinya. Walaupun dia selama ini tidak bilang kepada saya, tapi saya sudah tahu kalau dia mengalami cedera. Makanya kami kemudian melepas dia,” ucap pelatih kepala GU Freddy Muli kemarin (15/10).

Sebenarnya, banyak pihak yang menduga bahwa ia berpeluang besar mengikuti jejak rekan sekompatriotnya, James Koko. Selain belum adanya legiun asing di posisi stopper, faktor kedekatannya sebagai mantan anak asuh Freddy di PSMS menjadi modal pentingnya. Namun, Freddy ternyata bersikap obyektif dalam merekrut pemain.

Cedera yang dialami mantan kapten timnas Liberia ini sudah tampak jelas saat dia absen dari seleksi pada Senin pekan lalu (10/10). Akan tetapi, cedera itu ternyata bukan terjadi pada saat seleksi ini saja. Bahkan, menurut pantauan Freddy, cedera itu sudah lama diderita Murphy. (ren/jpnn)

CEO PSMS temui titik terang

MEDAN - Ketidakjelasan kondisi PSMS Medan perihal manajemen yang belum terbentuk dan sosok CEO yang belum juga ditentukan tampaknya akan segera tercerahkan.
Pasalnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) konsorsium yang tergabung dalam PT Bestari Medan Metropolitan direncanakan 18 Oktober mendatang.

“Untuk PSMS tidak ada masalah. Konsorsium Selasa (18/10) akan datang ke Medan untuk bertemu dengan Pak Wali (Walikota) untuk menyelesaikan PSMS,” ujar Benny Tomasoa yang menjadi perwakilan PSMS saat manager meeting dengan PT Liga Prima Indonesia.

Lalu siapa sosok CEO yang selama ini dinanti-nanti? Ada tiga nama yang beredar. Mantan asisten manajer PSMS musim lalu, Benny Tomasoa, Mantan manajer PSMS dua musim lalu, Hendra DS dan Ketua IMI Sumut, Musa Rajeckshah alias Ijeck.

Sedangkan CEO Bintang Medan, Dityo Pramono kansnya semakin menipis.
Menurut salah seorang sumber yang engan disebutkan namanya, menyebutkan tiga nama tersebut menjadi rekomendasi Ketua Umum, Rahudman Harahap. "Kansnya sama kuat. Tapi nama Ijeck dan Bento sangat kencang. Ijeck karena memang punya kekuatan modal, tapi kurang memahami sepakbola. Bento dikarenakan sosok kompromis dan sodoran dari Idris. Hendra DS paling memahami sepakbola, tapi dibanding Bento dan Ijeck persentasenya kecil," katanya.

Benny Tomasoa tak menampik kansnya duduk sebagai CEO. Meskipun ia mengaku tak mencalonkan diri. "Saya tidak bilang sebagai calon CEO. Membangun PSMS bukan mesti jadi CEO. Saya termotivasi karena PSMS masuk level satu, lagian pak Idris meminta saya tetap di tim," katanya.

Selain itu menariknya posisi CEO PSMS sempat menjadi pemicu kericuhan saat PSMS menghadiri manager meeting dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo kemarin malam. Ketika itu Benny Tomasoa dan Dityo Pramono yang sama-sama mengaku utusan PSMS terlibat adu mulut.

Benny membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, perselisihan terjadi, lantaran, Dityo, menurutnya mengaku sebagai CEO PSMS di rapat tersebut. “Buat saja terserah siapa yang jadi CEO, tapi janganlah seperti Dityo, apalagi dia mengeluarkan statemen, kalau tidak karena dia PSMS tidak akan ada di level satu. Siapa dia rupanya di Medan masih banyak yang lebih berkompeten untuk jadi CEO. Saya hanya masih menghargai Sihar (Sitorus) makanya tidak berlanjut perdebatan kami. CEO itu, Pak Wali yang menentukan. Pertimbangan saya, yang penting sudah abang lapor ke Idris dan Pak Wali,” tuturnya.

Sementara calon CEO lainnya, Ijeck yang sebelumnya sempat dihubung-hubungkan dengan Pro Duta FC saat dikonfirmasi belum mau berkomentar. “ Nanti saja ya, tunggu seluruh aturannya (bc. regulasi PSSI) jelas," ujarnya.

PSMS akan selesaikan masalah

MEDAN – Kompetisi Liga Prima Indonesia yang hanya tinggal menyisakan beberapa hari saja membuat salah satu kontestan Liga Prima Indonesia, Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) dituntut untuk segera menyelesaikan sejumlah masalah yang saat ini mengelilingi klub yang berjuluk ayam kinantan ini.

Masih kosongnya posisi Chief Executive Officer (CEO) dan masih belum jelasnya kontrak para pengurus di PSMS adalah sederet masalah yang harus diselesaikan oleh klub ini.

Banyak pihak yang pesimis melihat kiprah PSMS dalam mengarungi kompetisi Liga Prima Indonesia. Namun lain halnya bagi Rafriandi Nasution, pengamat sepakbola Sumatera Utara, mengungkapkan sikap optimisnya. “Harus optimis donk, jangan pesimis,” ujarnya kepada Waspada Online, tadi malam.

Rafriandi menyakini bahwa badai masalah di klub yang telah berdiri sejak tahun 1950 ini akan berakhir.

Menurutnya ada beberapa hal yang membuat dirinya optimis bahwa masalah ini akan selesai, yakni PSMS sudah membentuk komisaris untuk memilih siapa CEO klub, lalu terpilihnya Walikota Medan, Rahudman Harahap, sebagai Ketua Umum PSMS.

Kemudian datangnya perwakilan dari Asian Footbal Confederation (AFC) untuk mengevaluasi persiapan PSMS seperti manajemen klub, kelayakan stadion teladan, dan sebagainya. Rekrutmen pemain juga sudah berjalan dengan baik. Dan yang terakhir ialah PSMS telah mengutus Benny Tomasoa dalam CEO Meeting. “5 poin tersebut ialah beberapa hal yang membuat saya optimis, kalau untuk stadion teladan saya kira akan rampun dalam waktu dekat,” tambahnya.

Namun saat dicecar pertanyaan seputar masalah yang membelit klub yang pernah meraih posisi runner-up pada perhelatan Liga Indonesia musim 2007 ini dirinya tidak dapat menyangkal. “Memang ada beberapa masalah yang masih mendera PSMS, kontrak para pengurus dan belum ditunjuknya CEO klub adalah masalah utama klub. Semoga ini cepat terselesaikan,” harapnya.

Roberto Bianchi bakal latih PSMS?

MEDAN - Genap sebulan, pembentukan skuad PSMS, namun belum juga ada sosok pelatih kepala. Pasca membatalkan kerjasama Abdul Rahman Gurning, praktis Ayam Kinantan memulai kembali pencarian calon suksesor.

Titik terang kini muncul. Pelaksana Teknis, Benny Tomasoa yang baru kembali dari Jakarta menghadiri manager meeting memastikan sosok pelatih dari konsorsium. "Saya sudah bertemu konsorsium dan mereka merekomendasikan pelatih. Konsorsium akan hadir Selasa (15/10) dan disitu semuanya akan lebih jelas," ujar Benny, hari ini.
Namun soal nama, Benny tidak bisa disebutkan secara pasti. "Dia biasa dipanggil Beto. Nama aslinya saya kurang tahu," ujarnya.

Merujuk nama Beto yang dilontarkan Benny hampir dipastikan mengarah ke Roberto Bianchi, eks pelatih Batavia Union. Pelatih asal Brazil itu akrab disapa Beto. " Ya mungkin juga nama yang kalian maksud," ujarnya saat wartawan menyebutkan Roberto Bianchi.

Menilik kapasitas Beto bisa dibilang cukup mumpuni. Ia mampu membawa Batavia Union bersaing di papan atas klasemen. Finish di posisi enam tentu prestasi yang lumayan baik.
​Selain itu tentunya ia sudah memenuhi persyaratan lisensi minimal A AFC. Beto sudah engantongi sertifikat UEFA PRO. Beto juga tak kalah soal pengalamannya dengan rekam jejak di beberapa klub internasional seperti Zamora FC, Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC.

Kedatangan calon pelatih dari konsorsium itu dibarengi dengan sinyalemen bakal hadirnya lima pemain baru. Ini sudah menjadi kebiasaan dimana pelatih selalu punya pemain yang direkomendasikannya.

Menanggapi hal ini, bakal Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy menyambut positif. "Katanya pelatih baru nanti akan bawa lima pemain. Ya tidak masalah. Tapi akan dilihat juga kemampuannya," kata Roekinoy.

Apalagi PSMS memang membutuhkan tambahan pemain. Total skuad PSMS (masih seleksi-red)berjumlah 20 orang. Belum termasuk Jecky Pasarella dan Alamsyah Nasution yang bergabung belakangan. Kompetisi dengan jadwal padat tak ayal mengharuskan PSMS melakukan sistem rotasi
pemain.

Calon Pemain PSMS Medan Kabur lagi....?

Pemberian uang tanda keseriusan PSMS Medan untuk mengikat gelandang Stephen Nagbe Mennoh tidak lantas membuatnya bertahan. Jumat (15/10) malam, pemain berpaspor Liberia itu akhirnya memutuskan angkat koper.

Sebelumnya Mennoh juga sudah dua kali hendak hengkang. Namun urung, karena "angin surga" dari pengurus.

Lamanya proses penandatanganan kontrak pemain ditengarai membuat Stephen Mennoh meninggalkan proses perekrutan tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Dugaan kepergiannya diperkuat dengan tidak hadir pada saat uji coba melawan tim sepakbola Pra PON di Bah Jambi kemarin.

Kepergian Mennoh dari Mes Kebun Bunga telah diketahui pengurus klub PSMS. Namun pengurus berkilah bahwa Mennoh pergi untuk memperpanjang dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) nya sebagai pemain ekspatriat.

Calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy yang dikonfirmasi sesaat sebelum latih tanding mengatakan, Mennoh meminta izin ke Jakarta untuk mengurus Kitas. (Randy Hutagaol/tribunmedan)