Wednesday, November 26, 2008

Atasi Persiraja, Posisi PSMS Masih Rawan

Kerinduan publik Medan untuk melihat penampilan tim kesayangannnya, PSMS, berlaga terjawab sudah. Bahkan pada laga tersebut, mereka memperoleh kepuasan ekstra. Sebab PSMS Medan berhasil menekuk tamunya, Persiraja Banda Aceh, dengan kemenangan 1-0 pada leg pertama babak 48 besar Copa Indonesia, yang dilangsungkan .

Bermain di hadapan publiknya sendiri, PSMS sejak awal dengan konsisten menekan pertahanan Persiraja. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tak juga mampu menjebol gawang tamunya yang dikawal Dede Pranata.

PSMS baru berhasil memecah kebuntuan pada tiga menit sebelum turun minum, lewat sundulan Rahmad. Skor 1-0 untuk PSMS pun menutup babak pertama.

Di babak kedua, pelatih Persiraja, Herry Kiswanto, melakukan dua pergantian pemain. Ia memasukkan kiper Edi Gunawan dan gelandang Dedi Rizky. Masuknya kedua pemain tersebut memberi pengaruh signifikan bagi permainan Persiraja. Walhasil, kebalikan dengan babak pertama, kali ini justru Persiraja yang memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS terlihat kesulitan mengembangkan permainan, sehingga lebih memilih untuk lebih banyak bertahan.

Pola permainan yang dipraktekkan PSMS membuat tamunya kesulitan menjebol gawang yang dikawal Galih Sudaryono. Dan keadaan tersebut pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Kendati memenangkan pertandingan, namun sejatinya langkah PSMS ke babak 24 besar masih belum aman. Sebab andai Persiraja bisa memetik keunggulan dua gol pada leg kedua, mimpi PSMS untuk memperbaiki reputasi mereka bisa hancur berantakan. Meski demikian, PSMS boleh berharap permainan mereka akan semakin membaik. Karena mereka segera akan ditangani pelatih baru, Luciano Leandro.

PSMS menang susah payah


psms_gol_-_wol-aeat.jpgMEDAN - PSMS Medan dipaksa kerja keras sebelum akhirnya unggul 1-0 saat menjamu Persiraja Banda Aceh di leg pertama babak 48 besar Copa Dji Sam Soe 2008 di Stadion Teladan Medan, tadi sore.

Sejak awal laga, pelatih PSMS Erick Williams menempatkan Rahmad Affandi, Okto dan Asri Akbar di depan. Persiraja sendiri mengandalkan Leonard Felicia dan Sunari serta mengistirahatkan Mamodou.

Skuad Ayam Kinantan mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Setidaknya ada sejumlah peluang, namun gagal membuahkan gol. Persiraja juga terlihat agak sulit mengembangkan permainan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Guna menambah serangan, Erick memasukkan Andika Yudhistira menggantikan Dodi Cahyadi. Tak lama, gol pertama dan satu-satunya dalam laga itu diciptakan Rahmad Affandi di menit 42.

Di awal babak kedua, pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengganti kiper Dede Pranata dengan Edy Gunawan dan Defri Rizky mengisi posisi Imam Wahyudi di tengah. Dengan masuknya dua pemain ini, permainan Persiraja mulai berkembang hingga memaksa tuan rumah bertahan.

Namun dari sejumlah serangan, pasukan Laskar Rencog gagal menggetarkan gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono. PSMS, ditangani untuk terakhir kali oleh Erick Williams sebelum diambil alih Luciano Leandro, nyaris memperbesar kemenangan lewat Rachmadani namun tendangan volinya hanya membentur mistar atas Persiraja. Kedudukan pun tak berubah 1-0 untuk PSMS.
(j01)

Teks/credit foto:

PSMS Medan berhasil menumbangkan Persiraja Banda Aceh dalam laga Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan berkat gol Rahmat Affandi (16).

Trimedya Panjaitan siap pimpin PSMS

MEDAN - Ketua Komisi III DPR-RI Trimedya Panjaitan SH MHum menyatakan kesiapan dirinya menjadi Ketua Umum PSMS periode 2009-2013.

Kepada wartawan di Medan, Senin (24/11), Trimedya mengemukakan PSMS memiliki nilai historis yang panjang di seantero tanah air dan milik masyarakat Sumut yang harus dijaga kelestariannya.

Ketika PSMS tampil di final Liga Indonesia 2007, Trimedya bersama rekan-rekannya asal Medan turut memberi semangat kepada skuad Ayam Kinantan dengan menyerahkan dana sebesar Rp500 juta setelah berhasil mengalahkan Persipura Jayapura di semifinal.

Lalu, sebagai motivasi dengan harapan PSMS menjadi juara, Trimedya cs menjanjikan dana Rp1 miliar bila Mahyadi Panggabean dan kawan-kawan mampu mengalahkan Sriwijaya FC. Namun PSMS kalah 1-3 dari pasukan pelatih Rahmad Darmawan.

Kini, Trimedya dan teman-temannya pun sudah merancang untuk membantu PSMS ke depan, seperti masing-masing mengeluarkan dana untuk mengontrak satu pemain.

"Saya sempat bincang-bincang dengan Sekum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP. Sayangnya, bincang-bincang itu tidak berlanjut setelah PSMS gagal juara dan saya tidak pernah lagi dihubungi," ucap Trimedya.

Diakuinya, PSMS memiliki ciri khas tersendiri, beda dengan tim-tim lain yaitu fanatisme. Ini diketahuinya ketika menyaksikan PSMS di semifinal dan berbicang-bincang dengan penjaga gawang Markus Harison. "Markus tampil gemilang, sehingga PSMS lolos ke final," sebutnya.

Ia yakin bila pengusaha asal Medan mau bersatu, PSMS bisa dibenahi secara profesional. Saratnya, manajemen harus terbuka sehingga keikutsertaan para pengusaha bisa terus bersama PSMS.

"Bila klub-klub dan kalangan sepakbola Medan khususnya dan Sumut pada umumnya mendukung, mengapa tidak?!" kata Trimedya menanggapi kesiapannya memimpin PSMS.

"Saya siap memimpin PSMS nantinya, dengan catatan klub dan masyarakat sepakbola Medan mendukung," tegasnya lagi.