Monday, November 2, 2009

Ketum Diminta Turun ke Lapangan

TEKAD PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.

Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.

“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.

Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.

“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.

Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.

“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.

“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.

Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus

PSMS berharap Edu Juanda

PSMS Medan masih mengalami berbagai kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya pemain serba bisa yang akan menjadi jenderal di lapangan tengah. Hal ini ditegaskan pelatih PSMS Suimin Diharja di Medan, Minggu.

“Kita masih mencari pemain yang bisa menjadi motor serangan di lapangan tengah,” ujar Suimin yang hingga saat ini masih kesulitan menemukan pemain yang bisa menempati poisi tersebut.

Sementara ini, Suimin hanya mempunyai pilihan kepada M Affan Lubis, Edu Juanda dan Ariel Guiterres kendati nasibnya belum jelas. Kuota pemain asing untuk Divisi Utama belum dikeluarkan BLI, jadi posisi Ariel belum bisa dipastikan.

PSMS sendiri baru mengontrak dua pemain asing, yakni Nyeck Nyobe dan Osas Saha. “Kalau kuota pemain asing menjadi tiga, maka kita akan mengambil Ariel. Kalau dua, kita terpaksa hanya mengandalkan Nyeck dan Osas,” tandasnya.

Untuk menutup kelemahan di lini tengah, Suimin berharap kepada pemain senior Edu Juanda yang saat ini terus melakukan seleksi. Edu adalah pemain tengah yang menjadi motor serangan bagi PSMS beberapa tahun lalu sebelum pindah ke PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor.

“Edu mempunyai kemampuan komplit menjadi seorang jenderal lapangan tengah,” terangnya. Sebagai mantan pemain nasional memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Malaysia, Edu sarat pengalaman di kancah sepakbola nasional.

Namun, Suimin menyayangkan dengan cedera yang sering menerpa Edu. Menurutnya, pemain seperti Edu jarang bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pemain lokal. Ditambahkan Suimin, Edu akan lebih bagus dari Syamsul Chairuddin (PSM Makassar) dan Handoyo (Persik Kediri) bila dalam kondisi fit.

“Syamsul adalah pemain yang bisa berlari sepanjang pertandingan, tapi tidak mempunyai skill dan umpan yang bagus. Begitu juga Handoyo bisa menjadi motor serangan, tapi kurang bagus dalam urusan umpan. Nah, Edu mempunyai kelebihan kedua-duanya,” tegas Suimin lagi

Kontrak Legiun Asing PSMS Beres

Satu demi satu masalah di tubuh PSMS tampaknya mulai berguguran. Yang terbaru, kepastian Nyeck Nyobe dan Osas Saha untuk segera berkostum PSMS semakin terang. Rencananya, kedua pemain asing itu segera meneken kontrak.

Hal itu dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Jumat (30/10) kemarin. Artinya, ketika kontrak sudah diajukan, ketersediaan dana untuk itu sudah terganggulangi. Pun koordinasi dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin sudah berjalan dengan baik.

“Setelah berbincang dengan Ketum, akhirnya kesepakatan mengontrak pemain asing sudah disepakati. Ketersediaan dana juga sudah ada, makanya kita segera mengikat kedua pemain itu,” terang Hendra.

Asupan dana tersebut, dijelaskan Hendra, merupakan buah dari kinerja manajemen dan pengurus PSMS dalam merangkul ayah angkat. Meskipun belum ada kepastian hitam di atas putih, namun kesepakatan secara lisan sudah terjadi.

Saat ini, klausul kontrak bagi keduanya juga sedang digembleng. Kemungkinan akan ada beberapa poin yang akan ditambahkan. “Kalau memungkinkan kita memang ingin memasukkan beberapa poin di klausul kontrak mereka,” lanjut Hendra.

Poin yang dimaksud Hendra adalah upaya memasukkan nilai kedisiplinan kepada pemain khususnya pemain asing. Pasalnya, dikhawatirkan pemain bersangkutan berlaku indisipliner saat laga berlangsung. Misalnya, sering mendapatkan kartu merah atau kuning karena melakukan pelanggaran keras yang tak perlu, ataupun memukul wasit.

“Kalau hal itu terjadi, tentu saja tim sendiri yang rugi. Makanya, rencana memasukkan beberapa poin akan kedisiplinan menjadi sorotan yang harus dicantumkan,” bilang Hendra lagi.

Usai terjadi kesepakatan antara manajemen dan pemain yang bersangkutan, Down Payment (DP) akan segera diberikan. Namun untuk sementara, DP akan dibayarkan sebesar 15 persen dahulu sebagai tanda jadinya mereka diikat oleh PSMS. Hal itu juga karena masih terbatasnya jumlah dana yang dimiliki PSMS.

“DP Mereka akan segera dibayarkan. Jumlahnya sementara 15 persen dari nilai kontrak sebagai tanda jadi. Sisanya akan segera kita bayarkan secepatnya,” tambah Hendra.

Sementara itu, keistimewaan bagi calon ayah angkat yang rela merogoh koceknya untuk pemain asing PSMS, dijelaskan pula oleh Hendra. Salah satunya adalah dengan mengistimewakan ayah angkat setiap kali pertandingan home PSMS digelar. Di antaranya dengan menyediakan tribun khusus bagi mereka saat menonton.

Apabila ayah angkat memiliki bidang usaha, maka nama atau logo usahanya itu juga akan dimasukkan ke dalam kostum PSMS. Bahkan ada rencana untuk memasangkan banner logo usahanya itu di Stadion Teladan sebagai markas PSMS menjamu tamunya di Divisi Utama.

Dan, siapa saja nama ayah angkat yang siap mendanai kontrak pemain asing dan beberapa kebutuhan tim, akan segera diumumkan di media massa. “Jadi, kalau nanti pemain asing sudah oke, maka kita akan segera umumkan di media massa. Yang jelas, kebaikan hati mereka akan kita hargai sebisa mungkin,” pungkas Hendra

Lini Tengah PSMS Makin Solid


Suimin Diharja-arsitek PSMS tampak tersenyum kecil usai timnya menang kontra PSKB Binjai dengan skor 2-0, pada laga uji coba kemarin. Senyumnya sarat makna penuh keyakinan, bahwa sesungguhnya dua gelandang yang saat ini seleksi, Edu Juanda dan Ariel Guiters layak berkostum PSMS.

Memang keduanya tidak mengemas gol, tapi keduanya bermain apik bersama gelandang lainnya, Afan Lubis dan Faisal Azmi. Artinya, keinginan Suimin untuk mengajukan kontrak keduanya ke manajemen semakin bulat.

“Edu berperan penting di pertandingan ini, dengan masuknya Edu dan Ariel di lapangan tengah, serangan lebih variatif,” ujar Suimin usai laga itu.

Menurut Suimin, Edu yang tampil 2 x 45 menit cukup stabil. “Kalau katanya cedera, saya enggak yakin, buktinya dia tampil baik 90 menit penuh, riwayat cederanya itu enggak berpengaruh apa-apa pada performanya,” kata pelatih 58 tahun ini.

Sebaliknya, Suimin malah kecewa dengan penampilan lini depan PSMS. Termasuk penampilan striker asing teranyar Osas Saha. Menurut Suimin, striker PSMS Terlihat ingin menang sendiri alias lebih condong bermain individu.

“Beberapa pemain yang masih egois dan bermain lebih mengarah ke individual, pemain depan asal dapat bola selalu hilang, ini PR ke depannya. Artinya dengan buruknya lini depan, lini belakang dan tengah bisa frustrasi,” kritik Suimin.

Pada laga itu, Jecky Pasarela kembali menunjukkan ketajamannya di lini depan. Gol yang dilesakkan dengan keras dari luar kotak penalti lawan di babak pertama cukup untuk melemahkan perjuangan anak-anak PSKB. 1-0 untuk PSMS.

Meski bertanding di kandang lawan dengan dihadiri mayoritas suporter pendukung PSKB, skuad Ayam Kinantan tidak gentar, malahan sejak awal, PSMS yang digawangi mayoritas skuad muda lokal ini tampil mendominasi.

Unggul satu gol, M Afan Lubis dkk tidak menurunkan tempo permainannya, berkali-kali peluang tercipta, begitupun PSKB juga memberikan perlawanan sengit, meski serangan selalu kandas di kaki pemain bertahan PSMS. Suimin yang sengaja menurunkan gelandang asal Chile, Ariel Gutterez dan Edu Juanda terbukti bisa memaksimalkan daya serang tim, namun lini depan tidak mampu menyelesaikan dengan baik.

Praktis selama 45 menit pertama serang menyerang terjadi antara kedua kubu, tetapi hingga peluit tanda jeda babak pertama, The Killer—julukan lain PSMS—masih belum mampu menambah keunggulan.

Di babak kedua, suhu pertandingan semakin meninggi, skuad asuhan pelatih Suyud yang tidak mau kehilangan muka di depan publik pendukung, terus berusaha menekan, beberapa kali peluang berhasil diciptakan lewat counter attack, tetapi kawalan barisan belakang PSMS tidak tertembus.

Di pertengahan babak kedua publik Binjai dibuat terdiam oleh gol yang berhasil dilesakkan dengan baik oleh gelandang serang, Faisal Azmi. Lolos dari kawalan pemain belakang lawan, pesepakbola berambut gondrong tersebut sukses melesakkan bola ke sisi kanan gawang lawan. Skor 2-0 bertahan untuk keunggulan PSMS hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua di tiup wasit.

Sementara sang arsitek PSKB, Suyud, mengakui, PSMS bermain baik dan brilian terutama di sektor tengah. “Mereka bagus, selamat. Pemain tengah lawan terutama Edu Juanda dan Afan Lubis bisa berlari bebas tanpa terkawal, dan saya akui memang kualitas tim kita tidak merata, apalagi sebelum pertandingan ini kita baru dua kali latihan,”sebutnya.

Selain itu, masalah finansial juga masih menjadi persoalan buruknya performa anak asuhnya. “Kita saat ini terkendala finansial sebenarnya potensi pemain cukup bagus. Oleh karena itu kami mohon bantuan masyarakat Binjai untuk kemajuan tim ini,” harapnya