Wednesday, February 4, 2009

PSMS v Pelita

Ayam Kinantan Ingin Tebus Dosa PSMS Medan mendapat momen menebus dosa saat menjamu Pelita Jaya FC di Stadion Siliwangi sore nanti. Kemenangan menjadi harga mati yang tak boleh ditawar.

Di atas kertas, peluang mendapat poin penuh sebenarnya datang saat menjamu PSIS Semarang. Sebab, materi dan kondisi tim asal Semarang itu tidak berbeda jauh dengan Ayam Kinantan. Tapi, mengalahkan Pelita Jaya juga bukan hal mustahil.

“Kami sudah gagal mengambil tiga poin pada pertandingan pertama lalu. Untuk memperbaiki posisi di klasemen, Pelita Jaya harus dikalahkan,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kepada Sindo kemarin. PSMS sekarang masih terdampar di peringkat 17 atau hanya satu setrip di kerak klasemen sementara. Jika dibandingkan dengan Young Guns, posisi Ayam Kinantan terpaut enam tingkat.

Tim besutan Fandi Ahmad itu menempati peringkat 11 klasemen sementara dengan nilai 23. “Pelita Jaya sudah pasti datang dengan target tiga poin. Apalagi, mereka (Pelita Jaya) baru kalah di pertandingan pertama. Tapi, kami tidak mau memberikan kemenangan. Kami harus ambil kemenangan itu,” sambung Listiadi.

Listiadi mengakui kekuatan Pelita Jaya tak bisa dipandang sebelah mata. Young Guns memiliki materi pemain yang baik. Ada penjaga gawang Dian Agus P, Erol Iba, Firman Utina, atau juga M Ridwan. Empat nama itu adalah langganan tim nasional.

“Kami memang sudah pernah beruji coba dengan Pelita Jaya beberapa waktu lalu di Sawangan. Meski hasil tanpa gol,itu bukan jaminan. Tim akan berusaha mengambil tiga poin besok (hari ini),” tambah Listiadi.

Ambisi besar juga disampaikan Penasihat Teknis PSMS Luciano Leandro. Pelatih asal Brasil itu mengaku sudah belajar banyak dari kegagalan di laga melawan PSIS yang berakhir dengan skor 2-2.

“Kami tidak mau mengulangi hasil seri lagi. Mudah-mudahan kami berhasil mengambil kemenangan besok (hari ini),” ucap Luciano. Kapten tim PSMS Affan Lubis berjanji memberikan kemenangan kepada manajemen dan pendukung Ayam Kinantan.

“Semua pemain pasti mau memenangkan sebuah pertandingan. Terlebih dengan posisi yang ada saat ini, tiga poin sangat diperlukan. Kami meminta doa dari seluruh pencinta PSMS untuk pertandingan itu,” ungkap Affan. “Peluang itu tetap ada. Karena, pemain asing kami seperti Mauro Pinto sudah bisa main sehingga lini pertahanan semakin solid. Markus juga sudah menjadi pilihan utama, ”sambungnya, dengan tersenyum. Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menegaskan kepada pelatih dan pemain, tiga poin adalah harga mati

PSMS butuh Costas



MEDAN - Administrasi kepindahan Mario Costas ke PSMS Medan belum beres juga hingga Senin (2/2) sore.

Padahal, striker asal Argentina itu dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas gol Ayam Kinantan dalam menghadapi Pelita Jaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

"Kita masih berharap Badan Liga Indonesia segera membereskan administrasi Mario Costas. Peraturannya dua jam sebelum kick off jika administrasinya beres Mario Costas dapat diturunkan," terang pelatih PSMS Liestiadi.

Kehadiran striker murni sangat diharapkan dalam kondisi tim Ayam Kinantan yang kurang produktivitas gol. PSMS kini hanya mengandalkan Rahmat Affandi dan Ellie Aiboy di lini depan, menyusul cedera patah tangan kiri yang dialami Andika Yudisthira.

Namun, tambah Liestiadi, Ellie di lapangan lebih sering sebagai gelandang menyerang dengan umpan-umpan matang. Kelincahan Ellie dan Leonardo Martins Zada dalam mendobrak pertahanan lawan, jika ditambah dengan striker yang memiliki naluri mencetak gol tinggi, bisa membuat PSMS lebih kuat dalam penyerangan.

Liestiadi didampingi Luciano Leandro tidak memungkiri barisan pertahanan juga membutuhkan tembok yang kokoh sebagai stoper. Satu legiun asing lagi asal Uruguay Mauro Pinto yang dipinang manajemen PSMS menjadi alternatif kokohnya tembok pertahanan Ayam Kinantan.

Kendala yang harus diatasi dua legiun asing tersebut adalah beradaptasi dengan pemain PSMS lainnya yang turut ditukangi Luciano Leandro asal Brazil. Gaya permainan Amerika Latin sangat kental dengan Luciano Leandro, dan tampak dari legiun asing yang dimiliki PSMS sekarang ini berasal dari Brazil, Chile dan Argentina.

Teknik individu dengan kerjasama dari kaki ke kaki dan umpan terobosan serta crossing melalui Ellie Aiboy menjadi andalan Ayam Kinantan sejak masuknya Luciano. Penampilan PSMS yang dikenal dengan ciri khas bermain keras dalam batas sportivitas mulai kendur.

Tidak tampak
Dari catatan Waspada yang mengikuti lima pertandingan terakhir baik di Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia, permainan keras dibarengi semangat juang tinggi tidak tampak dari para pemain PSMS. Mereka berusaha mempertontonkan sepakbola indah, tetapi permainan masih dapat dibaca oleh lawan.

Permainan keras yang ditunjukkan pemain PSMS kerap berbuah kartu kuning oleh wasit dan merugikan bagi skuad PSMS. Bermain hati-hati setelah mendapat kartu kuning menjadi bumerang bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal. Dan tampak saat menghadapi PSIS Semarang, Ellie Aiboy Cs. kehilangan poin penuh setelah unggul lebih dulu 1-0 dan 2-1 yang akhirnya berkesudahan 2-2.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro ketika dikonfirmasikan mengharapkan pemain dapat bertanding maksimal dan tidak terpancing emosi. Dalam laga melawan Pelita Jaya yang ditukangi Fandi Ahmad, tim PSMS diuntungkan dengan kemenangan pada putaran pertama. "Target harus menang," tandas mantan pelatih yang membawa Persema Manado promosi ke divisi utama.

Lapangan Becek
Senin (2/2) sore, skuad PSMS terpaksa hanya joging di sekitar penginapan Wisma Bintang Jadayat Cipayung, disebabkan stadion Siliwangi dan beberapa stadion lainnya becek karena hujan lebat. Diketahui hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pulau Jawa mengakibatkan banjir di beberapa kota.

Kondisi cuaca kawasan Bandung yang dingin menjadi perhatian pelatih. Dan pemain sudah terbiasa dengan berlatih di daerah hujan, Bogor. Pelita Jaya, tambah Liestiadi, dalam laga ini patut diwaspadai, karena mereka berasal dari kawasan Jawa Barat.

Menanggapi pendukung, tentunya fans Pelita Jaya lebih dekat menuju stadion Siliwangi. Namun begitu, diharapkan pecinta tim Ayam Kinantan dan masyarakat perantauan dari Bandung dapat memberikan dukungan ke stadion Siliwangi.

Teks/credit foto:
Octavianus Maniani (kanan) dan kawan-kawan mengharapkan Mario Costas segera main mempertajam garis serang PSMS Medan.(ANews)

PSMS Bertekad Ulangi Kemenangan

BANDUNG, - PSMS Medan bertekad mengulangi kemenangan saat menjamu Pelita Jaya di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (4/2) malam. Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil unggul 2-1 saat menjadi tamu Pelita Jaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Hasil itu sangat berharga bagi PSMS. Sebab, selama putaran pertama, itu merupakan satu-satunya partai yang menghasilkan poin tiga bagi PSMS. Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro mengatakan, timnya sudah siap menghadapi Pelita Jaya. Kami ingin ulangi kemenangan. Apalagi, dalam kesempatan kandang lawan PSIS, kami hanya dapat satu poin, kata Leandro, Selasa (3/1).

Bagi Leandro, keunggulan di putaran pertama tidak menjadi jaminan bisa unggul di putaran selanjutnya. Tim mana pun di Liga Super ini harus diwaspadai. "Apalagi, Pelita Jaya pasti punya motivasi tinggi setelah tempo hari kalah di Palembang," ujar mantan pemain Persija Jakarta ini.

Leandro mengatakan, timnya menunjukkan perbaikan cukup signifikan setelah persiapan sepanjang jeda putaran. "Waktu lawan PSIS, kami banyak menciptakan peluang. Namun, banyak yang gagal dalam penyelesaian. Kami terus memperbaiki kelemahan ini," kata Leandro.

Optimisme Leandro disokong adanya amunisi baru, baik lokal maupun asing. Di lini depan, misalnya, Leandro bisa memilih striker lokal yakni Elie Aiboy, Rachmad Afandi, dan Octovianus Mainani, maupun bomber asing yaitu Juan Daniel Salaberry dan Mario Costa . Sementara, di gawang, Leandro sudah bisa menggunakan kiper tim nasional Markus Horison. Keberadaan pemain baru yang kualitasnya lebih bagus menularkan motivasi pada pemain lama, kata Leandro.

Saat menjamu PSIS, tidak semua pemain asing PSMS bisa turun karena urusan administrasi yang belum selesai. Sementara, untuk menghadapi Pelita Jaya, hanya stopper Mauro Pinto yang mungkin tidak bisa turun karena alasan tersebut. "Kami masih menunggu, siapa tahu administrasinya selesai hari Rabu (ini)," kata Leandro.

Sementara Media Officer Pelita Jaya Willi Yuliyati mengatakan, timnya juga bertekad menang untuk membalas kekalahan di putaran pertama. Kemenangan, kata Willi, penting untuk mendongkrak posisi Pelita Jaya. Sayangnya, berkebalikan dengan tuan rumah, Pelita Jaya justru belum mendapat tambahan kekuatan. Perburuan pemain selama jeda putaran belum membuahkan hasil.

Beban Pelita Jaya juga semakin berat setelah ditahan tuan rumah Sriwijaya FC, Mi nggu lalu. Dua pemain inti Pelita Jaya yakni Johan Ibo dan Eduardo Bizzaro juga berisiko untuk diturunkan karena sudah mengoleksi kartu kuning. Tiba di Bandung kemarin, Pelita Jaya juga belum didampingi pelatih kepala Fandi Ahmad

Indonesia 2022 ( Special News)

Indonesia 2022 Ditanggapi Negatif Dunia Internasional

Rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, disambut dingin oleh beberapa pembaca GOAL.com edisi Internasional.

Indonesia 2022 Ditanggapi Negatif Dunia Internasional

Pekan lalu, Indonesia secara resmi memasukkan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022.

Jatah dua edisi dari turnamen dunia paling bergengsi itu memang diberikan untuk Asia dan Eropa. Indonesia harus bersaing dengan Qatar, Australia dan Jepang dari Asia, serta Inggris dan pasangan Spanyol-Portugal dari benua Eropa.

Di satu sisi, rencana ini boleh dibilang terlalu ambisius. Tapi di sisi lain, PSSI menyebut kemungkinan itu bukan hal yang mustahil, terlebih karena Indonesia di luar dugaan banyak pihak terbilang sukses menjadi tuan rumah Piala Asia 2007. Reaksi dari segala penjuru dan perdebatan hangat pun terjadi.

Namun, impian Indonesia tidak disambut positif oleh dunia luar. Berita "Indonesia - Hosting World Cup Is Not Impossible" yang dimuat GOAL.com edisi Internasional empat hari lalu, ditanggapi oleh banyak pembaca.

"Sepertinya mereka [Indonesia] memanfaatkan hasil imbang dengan Australia sebagai platform pencalonan tuan rumah," cetus Ben Churchill dari Launceston, Australia. "Tapi saya melihat tidak ada negara yang layak bersaing jadi tuan rumah kecuali Australia."

Abdul dari Kuwait menambahkan, "Indonesia butuh fasilitas yang lebih baik. Saya melihat pertandingan Australia melawan Indonesia dan stadionnya dalam kondisi buruk, banyak berlubang."

"Indonesia menjadi tuan rumah: mustahil. Indonesia menjadi juara dunia: tunggu neraka membeku," kata Santana dari Rio de Janeiro.

"Ini tak akan terjadi. Kita tak mungkin menggelar Piala Dunia di mana kelompok-kelompok teroris masih berkeliaran," ujar Johnny dari Philadelphia.

Beberapa tanggapan dari negara tetangga justru mengolok-olok peluang Indonesia 2018/2022, seperti Shah dari Malaysia: "Indonesia tuan rumah Piala Dunia? Saya tak bisa membayangkannya!"

"Sebelum bermimpi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, Indonesia harus mengatasi korupsi," ungkap omongkosongsaja dari Singapura.

Bahkan, tak sedikit pembaca Indonesia yang menanggapi berita ini secara pesimis.

"Masalahnya bukan fasilitas, tapi orangnya," papar seorang pembaca dari Jakarta yang mengaku berdomisili di San Francisco, Amerika Serikat. "Saya tidak ingin bermain di sebuah negara di mana wasitnya bisa dipukuli karena mengambil keputusan yang buruk. Dalam 13 tahun ke depan, mimpi saja terus, Indonesia."

Namun, tak semua komentar pembaca ternyata negatif. David Cameron dari London menyatakan, "Semua negara hebat dengan fans sepakbola yang fanatik layak menjadi tuan rumah Piala Dunia. Semua negara berkembang berhasil melakukannya, seperti Meksiko, Cili dan Korea Selatan. Indonesia pun dapat melakukannya."

Mohd Syafiq dari Malaysia, Adelaide United FC dari Australia, dan beberapa pembaca Indonesia lainnya juga memberikan tanggapan positif.

PSMS belum produktif

MEDAN - Pelatih PSMS Medan Liestiadi dan penasehat teknis Luciano Leandro ‘peras otak' memantapkan strategi dan produktivitas gol menghadapi Pelita Jaya dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

Dalam pesan singkat yang disampaikannya Minggu (1/2) malam, arsitek Ayam Kinantan itu tidak henti-hentinya menyampaikan kepada pemain untuk tampil dengan motivasi tinggi. PSMS yang bermarkas di stadion Siiwangi memiliki nilai minus dalam dukungan penonton.

Tentunya dalam kondisi demikian, mereka meminta pemain tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dari evaluasi lawan PSIS Semarang dengan hasil imbang 2-2 pada Sabtu, statistik permainan tim Ayam Kinantan dan Mahesa Jenar bermain berimbang baik penguasaan bola dan peluang dalam menciptakan gol.

Affan Lubis cs sempat unggul 1-0 sampai turun minum. PSIS dapat mengambil kesempatan menciptakan dua gol untuk menyamakan kedudukan, yang sebelumnya PSMS unggul 2-1. Liestiadi maupun Luciano tidak menyangkal, striker PSMS belum cukup produktif dalam menciptakan gol.

Dua gol PSMS ke gawang PSIS justru dihasilkan pemain bertahan Aun Carbiny melalui heading. "Aun maju ke depan membantu serangan saat terjadinya sepak pojok. Sah-sah saja karena dia memiliki kelebihan dalam lompatan heading, dan itu berhasil diperbuat Aun," jelas Luciano.

Formasi skuad PSMS hanya menempatkan Rahmat Affandi sebagai striker tunggal. Namun pada permainan Rahmat tidak sendirian, karena mendapat bantuan dari lini tengah seperti Ellie Aiboy, Leonardo Martins Zada dan Esteban Javier. Menghadapi Pelita Jaya, tim Ayam Kinantan bertekad tidak ingin kehilangan nilai penuh.

Dalam klasemen sementara produktivitas gol PSMS sangat rendah dengan 19 memasukkan dan 28 kebobolan. Menghadapi Pelita Jaya merupakan pertandingan kandang kedua dalam putaran kedua ini.

PSMS pun mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Pelita Jaya saat bermain dengan Sriwijaya FC. "Tentunya kita juga akan menutupi kelemahan saat bermain dengan PSIS Semarang," ujar Liestiadi

Pelita Jaya Hadapi PSMS Tanpa Eduardo

Pelita Jaya Hadapi PSMS Tanpa Eduardo Saat berhadapan dengan PSMS Medan, besok, Pelita Jaya Jawa Barat dipastikan hanya diperkuat satu pemain asing. Pasalnya, pemain belakang asal Brasil, Carlos Eduardo Bizzaro terkena akumulasi kartu kuning saat bertandang ke markas Sriwijaya FC, pekan lalu.

Pelita Jaya akan bertemu PSMS Medan pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu, 4 Februari 2009. Sebelumnya, tim yang bermarkas di Sawangan, Depok, itu takluk 0-1 di kaki Sriwijaya FC pada duel yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu, 31 Januari 2009 lalu.

"Tahun ini kami memang lebih mengandalkan pemain lokal. Jadi, kalau memang ada satu yang kartu kuning, itu sudah resiko. Kami masih punya pemain lokal yang bisa menggantinya," ujar Rahim Sukasah, manajer Pelita Jaya.

Eduardo merupakan salah seorang palang pintu terbaik Pelita. Selain kuat dalam bertahan, Eduardo juga punya naluri mencetak gol. Terbukti, pemain yang akrab disapa Edu itu sudah mengoleksi 1 gol pada putaran pertama lalu.

Rahim belum tahu siapa yang akan menggantikan posisi Eduardo. Namun dia yakin, Pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad sudah menyiapkan langkah antisipasinya.

"Saya belum dapat kabar dari pelatih siapa yang akan menggantikan Edu. Tapi kami masih punya banyak pemain dan saya pikir tidak ada masalah untuk itu," kata Rahim.

Menurut Rahim, untuk musim ini Pelita Jaya hanya menggunakan dua pemain asing. Karena itu, meski pendaftaran pemain baru ditutup 28 Februari 2009, Pelita tidak akan menambah legiun asingnya lagi.

"Kami ingin mengandalkan pemain-pemain lokal saja. Kami hanya butuh waktu untuk bisa beradaptasi satu sama lain. Kalau untuk jalan, saya pikir kami akan bisa bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya," kata Rahim.

Pada putaran pertama lalu, Pelita Jaya memiliki lima pemain asing. Selain Eduardo dan Cristiano Lopes Figuereddo, Pelita masih punya Leandro Camilo de Almeida, Tiago Stragliotto dan Evilasio 'Evi' Costa. Ketiganya merupakan pemain dari Brasil. Mereka didepak November 2009 karena tak mampu memberi kontribusi yang berarti bagi Pelita.

PSMS Wajib Perbaiki Pertahanan

PSMS Wajib Permak Pertahanan
Dua gol yang bersarang ke gawang Galih Sudaryono jadi bukti sahih buruknya pertahanan PSMS Medan.

Jelang melawan Pelita Jaya FC pertahanan wajib jadi perhatian. Tugas itu ada di pundak duet Luciano Leandro dan Listiadi. Dua aktor di belakang Ayam Kinantan ini harus bisa menemukan formulasi tepat untuk menambal lubang agar tidak jadi bumerang saat melawan Young Guns, julukan Pelita.

’’Koordinasi pemain lini belakang terutama dalam komunikasi masih lemah. Inilah yang akan kami benahi lagi sehingga dalam laga selanjutnya nanti sudah tidak masalah,” papar Pelatih PSMS Listiadi saat dihubungi Sindo kemarin. Dia menilai pemain belakang, tengah, dan penjaga gawang tidak memiliki komunikasi bagus menutup serangan maupun menghalau bola-bola atas.

Dengan demikian, saat menghadapi tekanan– terutama serangan balik,pemain terlihat kalang kabut dalam menutup pergerakan lawan. Kelemahan inilah yang menurut dia sudah dievaluasi bersama dengan Luciano.

’’Kami sudah mengevaluasi dan membenahi. Saya yakin ini sudah bisa diatasi. Kami berharap bisa mendapat hasil terbaik di laga melawan Pelita,”ucapnya.

Listiadi memberi sinyal bakal melakukan perubahan komposisi pemain untuk menambal kelemahan pertahanan. Salah satunya dengan menurunkan Mauro Pinto sejak menit awal. Dengan kemampuan yang dimiliki, pemain berpaspor Brasil ini diharapkan bisa mengamankan gawang Ayam Kinantan dari serbuan anak asuh Fandi Achmad.

’’Mauro sudah bisa dimainkan dalam laga nanti. Kemungkinan akan menjadi starter. Siapa yang digantikannya belum bisa diputuskan,” tambahnya.

Melihat pertandingan melawan PSIS Semarang, Reswandi dan Edi Sibung tampil kurang maksimal. Kedua pemain kurang bisa membaca permainan lawan sehingga muda dilewatkan. Tidak hanya itu, permainan buruk mereka membuat pemain depan PSIS mudah menerobos pertahanan tim.

’’Kami mau menang dalam laga ini.Pertandingan ini sangat penting dan merupakan kesempatan mengejar poin. Tapi untuk komposisi tim, saya belum bisa mengatakan sekarang,” ungkap Listiadi. Lebih lanjut pria yang belum pernah menangani tim Liga Super maupun Divisi Utama dan Satu ini menjelaskan Luciano telah melakukan perbaikan kerja sama tim baik dalam melakukan tekanan maupun menghadapi serangan balik.

’’Kerja sama tim masuk evaluasi kami dan menjadi kelemahan. Sejauh sudah diperbaiki. Bagaimana hasilnya, tentunya di pertandingan nanti bisa dilihat,” pungkasnya.

Sementara itu, kapten PSMS Affan Lubis siap memberikan yang terbaik dalam nanti. ’’Hasil seri atau kalah tidak boleh terjadi. Kami butuh tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi. Untuk itu, kami harus bermain lebih baik dan saya optimistis kami bisa meraih itu,”tandasnya.